<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-6171235794412361397</id><updated>2012-02-17T11:14:13.830+08:00</updated><category term='Tauhid'/><category term='Tanya Jawab'/><category term='Tahukah Anda'/><category term='Sunnah'/><category term='Slideshow'/><category term='Kristologi'/><category term='Keutamaan'/><category term='Artikel'/><category term='Wawancara'/><category term='kolom'/><category term='Berita'/><category term='JIL'/><category term='Kembali ke Pangkuan'/><title type='text'>Salam Sejahtera Bagi Kaum Muslimin dan Muslimat</title><subtitle type='html'>Assalaamu'alaikum Wr. Wb. Ya Kaum Mu'minin dan Mu'minat. Allah Ar-Rahman Merahmati Anda Semua</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://ulin21.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6171235794412361397/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ulin21.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><link rel='next' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6171235794412361397/posts/default?start-index=101&amp;max-results=100'/><author><name>Abdullah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03122244876238200790</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>115</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6171235794412361397.post-6567279578713523753</id><published>2009-03-19T07:48:00.002+08:00</published><updated>2009-03-19T09:25:14.454+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Slideshow'/><title type='text'>Instrument PKT Crew</title><content type='html'>&lt;div&gt;&lt;embed src="http://widget-7d.slide.com/widgets/slideticker.swf" type="application/x-shockwave-flash" quality="high" scale="noscale" salign="l" wmode="transparent" flashvars="cy=bb&amp;amp;il=1&amp;amp;channel=3314649325757022589&amp;amp;site=widget-7d.slide.com" style="width:400px;height:320px" name="flashticker" align="middle"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;div style="width:400px;text-align:left;"&gt;&lt;a href="http://www.slide.com/pivot?cy=bb&amp;amp;at=un&amp;amp;id=3314649325757022589&amp;amp;map=1" target="_blank"&gt;&lt;img src="http://widget-7d.slide.com/p1/3314649325757022589/bb_t011_v000_s0un_f00/images/xslide1.gif" border="0" ismap="ismap" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://www.slide.com/pivot?cy=bb&amp;amp;at=un&amp;amp;id=3314649325757022589&amp;amp;map=2" target="_blank"&gt;&lt;img src="http://widget-7d.slide.com/p2/3314649325757022589/bb_t011_v000_s0un_f00/images/xslide2.gif" border="0" ismap="ismap" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://www.slide.com/pivot?cy=bb&amp;amp;amp;at=un&amp;amp;amp;id=3314649325757022589&amp;amp;amp;map=2" target="_blank"&gt;&lt;img src="http://widget-7d.slide.com/m/3314649325757022589/bb_t011_v000_s0un_f00/images/xslide9_1.gif" border="0" ismap="ismap" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://www.slide.com/pivot?cy=bb&amp;at=un&amp;id=3314649325757022589&amp;map=F" target="_blank"&gt;&lt;img src="http://widget-7d.slide.com/p4/3314649325757022589/bb_t011_v000_s0un_f00/images/xslide42.gif" border="0" ismap="ismap" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6171235794412361397-6567279578713523753?l=ulin21.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ulin21.blogspot.com/feeds/6567279578713523753/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ulin21.blogspot.com/2009/03/test-slideshow.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6171235794412361397/posts/default/6567279578713523753'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6171235794412361397/posts/default/6567279578713523753'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ulin21.blogspot.com/2009/03/test-slideshow.html' title='Instrument PKT Crew'/><author><name>Abdullah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03122244876238200790</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6171235794412361397.post-7798968010648371675</id><published>2009-03-12T11:46:00.001+08:00</published><updated>2009-03-12T11:59:07.506+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sunnah'/><title type='text'>Mengikuti Sunnah Nabi</title><content type='html'>Oleh karena itu, bagi seorang Muslim, mengikuti sunnah atau tidak bukanlan suatu "kebebasan memilih". Sebab mengamalkan ajaran Islam sesuai garis yang telah ditentukan oleh Rasulullah adalah kewajiban yang harus ditaati, sebagaimana difirmankan dalam Qur'an : "Dan apa yang Rasul berikan untuk mu, maka terimalah ia, dan apa yang ia larang bagimu, maka juhilah." (Q.S. al-Hasyr : 7) &lt;p&gt;Perilaku Muhammad (saw) disebut sunnah. Menurut Islam, sunnah Nabi adalah sumber hukum kedua setelah Qur'an. Keseharian dan perilaku Rasulullah, bahkan diakui oleh para sarjana Barat, merupakan gambaran kesempurnaan utuh seorang manusia. Dan tidak ada satupun seorang manusia di muka bumi yang diikuti perilakunya oleh berjuta-juta orang hingga detik ini dalam sejarah peradaban manusia. Akhlak Nabi (saw) merupakan kesempurnaan akhlak pada diri seseorang. Allah menegaskan : "Akhlaq Nabi adalah Qur'an". Pada ayat lain, Dia berfirman : "Sungguh telah ada pada diri Rasulullah suri tauladan yang baik bagimu." (Q.S. al Ahzab : 21). Pada firman Allah yang lain : "Dan tiadalah kami mengutus kamu (Muhammad), melainkan untuk menjadi rahmat bagi semesta alam." (Q.S. al Anbiya' : 107) Semua itu telah tercatat dalam sejarah Islam yang merupakan ketetapan Allah (swt). Berapa banyak kalangan salaf (generasi terdahulu) yang mengagumi dan berusaha menyelaraskan kehidupan mereka dengan sunnah. Sejak pagi hingga malam hari. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Di kalangan umat Islam telah sepakat bahwa sunnah merupakan kunci untuk memahami pesan-pesan Qur'an dan sebagai perangkat pengurai yang menunjuki dari dalil-dali yang tersedia di dalamnya. Qur'an diturunkan hanya memuat prinsip-prinsip dasar dan hukum Islam secara global sebagai aturan hidup, sedang sunnah mengajarkan petunjuk pelaksanaannya ; jadi sunnah sangat diperlukan jika seseorang hendak mengamalkan secara benar ajaran Islam guna menjadi seorang Muslim yang hakiki. Hal ini dinyatakan dalam Qur'an, "Siapa yang taat kepada Rasul, maka ia taat kepada Allah." (Q.S. al-Nisaa' : 80 ) Oleh karena itu, bagi seorang Muslim, mengikuti sunnah atau tidak bukanlan suatu "kebebasan memilih". Sebab mengamalkan ajaran Islam sesuai garis yang telah ditentukan oleh Rasulullah adalah kewajiban yang harus ditaati, sebagaimana difirmankan dalam Qur'an : "Dan apa yang Rasul berikan untuk mu, maka terimalah ia, dan apa yang ia larang bagimu, maka juhilah." (Q.S. al-Hasyr : 7) &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Hidup ini sangat singkat dan sarat dengan tipu daya dengan segala bentuk dan ragamnya yang sulit untuk dirubah. Semuanya baru akan terasa indah dan bermakna jika kita mengikuti apa yang diajarkan oleh Nabi. Setiap aktifitas yang diarahkan kepada Allah tidak akan menjauhkan dari hubungan hidup dengan-Nya, bahkan justru membuat Alah semakin menyukai dan meridhoinya. Tidak ada karunia kenikmatan yang lebih besar daripada sehari yang dilalui dalam ketentraman dan keserasian. Kita coba mengawali aktifitas sehari dengan mengingat Allah dan Rasul-Nya pada saat bangun pagi, kemudian menjalani paginya bersama bimbingan Nabi (saw). &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dalam setiap hendak memulai perkerjaan, Rasulullah senantiasa mengawali perbuatan dengan menyebut nama Allah. Rasulullah bersabda : "Setiap perbuatan yang tidak diawali dengan menyebut nama Allah (membaca) Bismillahirrahmanirrahim - adalah terputus (dari berkat Ilahi atau Rahmat-Nya)." (Tafsir Ibnu Katsir). Selanjutnya, hendaknya perilaku hidup ini kita selaraskan dengan ajaran Qur' an, dan mengikuti sunnah Nabi. Dengan begitu, hidup yang singkat ini akan terasa sangat bermakna, penuh hikmah dan indah. Rasa kasih sayang yang Nabi miliki, kita adopsi. Kecintaan kepada sesama dan semua makhluk Allah kita pelihara. Pengabdian hidup Nabi untuk kejayaan Islam, kita amalkan. Pengorbanan Nabi untuk kedamaian umat manusia, kita jaga. Kesederhanaan Nabi dalam hidup sehari-hari, kita ikuti. Keikhlasan Nabi dalam beramal, kita praktekkan. Maka, dengan mengikuti Nabi yang mulia karena akhlaknya, kita akan menjadi orang mulia, baik di mata Allah atau di mata manusia. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Wallahu a'lam    &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Rizqon Khamami.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sumber : &lt;a href="http://www.pesantrenvirtual.com/index.php/component/content/article/1-tanya-jawab/972-mengikuti-sunnah-nabi"&gt;http://www.pesantrenvirtual.com/index.php/component/content/article/1-tanya-jawab/972-mengikuti-sunnah-nabi&lt;br /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6171235794412361397-7798968010648371675?l=ulin21.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ulin21.blogspot.com/feeds/7798968010648371675/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ulin21.blogspot.com/2009/03/mengikuti-sunnah-nabi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6171235794412361397/posts/default/7798968010648371675'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6171235794412361397/posts/default/7798968010648371675'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ulin21.blogspot.com/2009/03/mengikuti-sunnah-nabi.html' title='Mengikuti Sunnah Nabi'/><author><name>Abdullah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03122244876238200790</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6171235794412361397.post-1872165218639961396</id><published>2009-03-12T11:39:00.001+08:00</published><updated>2009-03-12T11:46:43.421+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sunnah'/><title type='text'>JAGA TUJUH SUNNAH NABI S.A.W</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_HMOiWdBgLsY/SbiFZbBfPzI/AAAAAAAAAHM/vKYbVVsC6gc/s1600-h/nabawi.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 86px; height: 104px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_HMOiWdBgLsY/SbiFZbBfPzI/AAAAAAAAAHM/vKYbVVsC6gc/s320/nabawi.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5312142432280723250" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Cerdasnya orang yang beriman adalah, dia yang mampu mengolah hidupnya yang sesaat, yang sekejap untuk hidup yang panjang. Hidup bukan untuk hidup, tetapi hidup untuk Yang Maha Hidup. Hidup bukan untuk mati, tapi mati itulah untuk hidup. &lt;p&gt;Kita jangan takut mati, jangan mencari mati, jangan lupakan mati, tapi rindukan mati. Karena, mati adalah pintu berjumpa dengan Allah SWT. Mati bukanlah cerita dalam akhir hidup, tapi mati adalah awal cerita sebenarnya, maka sambutlah kematian dengan penuh ketakwaan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Hendaknya kita selalu menjaga tujuh sunnah Nabi setiap hari. Ketujuh sunnah Nabi SAW itu adalah:&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;Pertama&lt;/strong&gt;, &lt;strong&gt;Tahajjud&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;karena kemuliaan seorang mukmin terletak pada tahajjudnya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;Kedua&lt;/strong&gt;, &lt;strong&gt;membaca Al-Qur’an&lt;/strong&gt; sebelum terbit matahari Alangkah baiknya sebelum mata melihat dunia, sebaiknya mata membaca Al-Qur’an terlebih dahulu dengan penuh pemahaman.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;Ketiga, jangan tinggalkan masjid&lt;/strong&gt; terutama di waktu shubuh. Sebelum melangkah kemana pun langkahkan kaki ke masjid, karena masjid merupakan pusat keberkahan, bukan karena panggilan muadzin tetapi panggilan Allah yang mencari orang beriman untuk memakmurkan masjid Allah.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;Keempat, jaga shalat Dhuha&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;karena kunci rezeki terletak pada shalat dhuha.&lt;span id="more-27"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;Kelima, jaga sedekah setiap hari.&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Allah menyukai orang yang suka bersedekah, dan malaikat Allah selalu mendoakan kepada orang yang bersedekah setiap hari.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;Keenam, jaga wudhu&lt;/strong&gt; terus menerus karena Allah menyayangi hamba yang berwudhu. Kata khalifah Ali bin Abu Thalib, “Orang yang selalu berwudhu senantiasa ia akan merasa selalu shalat walau ia sedang tidak shalat, dan dijaga oleh malaikat dengan dua doa, ampuni dosa dan sayangi dia ya Allah”.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;br /&gt;Ketujuh, amalkan istighfar setiap saat.&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Dengan istighfar masalah yang terjadi karena dosa kita akan dijauhkan oleh Allah.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dzikir, kata Arifin Ilham, adalah bukti syukur kita kepada Allah. Bila kita kurang bersyukur, maka kita kurang berdzikir pula, oleh karena itu setiap waktu harus selalu ada penghayatan dalam melaksanakan ibadah ritual dan ibadah ajaran Islam lainnya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;“&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Dzikir merupakan makanan rohani yang paling bergizi&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;,” katanya, dan dengan dzikir berbagai kejahatan seperti narkoba, KKN, dan lainnya dapat ditangkal sehingga jauhlah umat manusia dari sifat-sifat hewani yang berpangkal pada materialisme dan hedonisme.&lt;/p&gt; &lt;blockquote&gt;&lt;p&gt;&lt;em&gt;Oleh : HM Arifin Ilham&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6171235794412361397-1872165218639961396?l=ulin21.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ulin21.blogspot.com/feeds/1872165218639961396/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ulin21.blogspot.com/2009/03/jaga-tujuh-sunnah-nabi-saw.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6171235794412361397/posts/default/1872165218639961396'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6171235794412361397/posts/default/1872165218639961396'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ulin21.blogspot.com/2009/03/jaga-tujuh-sunnah-nabi-saw.html' title='JAGA TUJUH SUNNAH NABI S.A.W'/><author><name>Abdullah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03122244876238200790</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_HMOiWdBgLsY/SbiFZbBfPzI/AAAAAAAAAHM/vKYbVVsC6gc/s72-c/nabawi.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6171235794412361397.post-2839446689170862463</id><published>2009-03-11T13:38:00.001+08:00</published><updated>2009-03-11T13:39:44.864+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tahukah Anda'/><title type='text'>Siapa Sebenarnya Suharto ? ( 10 )</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_HMOiWdBgLsY/SbdOl76HOOI/AAAAAAAAAHE/cZl_jIhcdYM/s1600-h/harto_nembak.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 320px; height: 225px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_HMOiWdBgLsY/SbdOl76HOOI/AAAAAAAAAHE/cZl_jIhcdYM/s320/harto_nembak.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5311800699150350562" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt; &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;Usai tragedi Priok, rezim Suharto sepertinya menemukan momentum untuk kian bertindak represif terhadap dakwah Islam. Intel disebar ke berbagai masjid untuk memata-matai khotib. Jika ceramah sang khotib dianggap sedikit keras maka langsung ditangkap dan dipenjara. Hal inilah yang menimpa Hasan Kiat, khotib dari Priok yang hanya karena ceramahnya tegas dalam akidah Islam ditangkap aparatnya Suharto.      &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;Dalam tahanan rezim Suharto, penyiksaan sudah menjadi santapan keseharian. “Ustadz Zubir dari Kalibaru disiksa terus hingga dia meninggal dunia. Seorang tapol Islam bernama Robby giginya digerus pakai gagang pistol, nyaris rontok semua. Sedang Tasrif Tuasikal, terpidana kasus Priok, dadanya ditusuk bayonet. &lt;i&gt;Alhamdulillah&lt;/i&gt;, dia kuat,” ujar Hasan Kiat kepada penulis pada tahun 1998.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;Oleh aparatnya Suharto, walau tahu jika para tahanannya adalah orang-orang shalih, para ustadz, para aktivis masjid, dan sebagainya, namun untuk memberatkan mereka, aparat berusaha keras mengkaitkan mereka ini dengan PKI. Ini dinyatakan Hasan Kiat yang mengalami sendiri hal seperti itu.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;b&gt;Hijrah ke Lampung&lt;/b&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;Karena kondisi Jakarta khususnya dan Jawa pada umumnya sangat represif bagi dakwah Islam, sedangkan kemaksiatan tambah lama tambah meraja-lela, hal ini membuat sekelompok aktivis dakwah mengambil keputusan untuk melakukan hijrah. Lampung menjadi tujuannya. Di tanah ini mereka bercita-cita membuka lahan baru, membangun rumah dan perkampungan, lengkap dengan mushola sebagai tempat ibadah dan belajar ilmu agama. Sebuah perkampungan islami, demikian harapan mereka.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;Sukardi merupakan salah seorang aktivis dakwah yang memiliki harapan itu. Pemilik optik ‘Nusa Indah’ di Priok ini aktif di pengajiannya Nur Hidayat, seorang mantan atlet karateka nasional. Pada tahun 1988, seorang sahabatnya bernama Haryanto menyatakan jika mereka akan hijrah ke Lampung, tepatnya di Dukuh Cihideung, Dusun Talangsari III, Lampung.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;“Saya lalu rembukan dengan isteri. Isteri saya hanya berkata, ‘Jika memang itu berada di jalan Allah, saya siap kemana saja berangkat,” tutur Sukardi kepada penulis saat bertemu pada 1998. Akhirnya semua kacamata dagangan dilelang murah.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;Pada 10 Januari 1989, Sukardi memboyong Ismawati (20 th) sang isteri, dua anaknya yang masih kecil (Eka Triyani, 5 th, dan Ahmad Daulatul Indi, 3 th), serta seorang ipar, Sumarni (19 th).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;“Bersama sepuluh keluarga saya berangkat ke Lampung. Yang hijrah tahap pertama ini orang-orang lapangan semua. Kami bukan pendakwah. Jadi kita-kita ini yang membuka lahan,” ujar Sukardi.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;“Duapuluh hari pertama tak ada kegiatan apa-apa. Kami hanya mengerjakan ibadah rutin dan menanam singkong. Informasi dari Jakarta yang menyatakan Lampung sudah siap huni ternyata belum apa-apa. Gelombang demi gelombang orang-orang Jakarta datang ke Lampung dan bergabung bersama kami,” lanjutnya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;Di saat itu, sosok perempuan berjilbab merupakan suatu keanehan. Sebab itu, kedatangan para perempuan berjilbab di Lampung disikapi oleh para warga asli, terlebih aparat pemerintah daerahnya, sebagai sesuatu yang harus diwaspadai. Kepala desa setempat pun melayangkan surat aduan kepada Camat Zulkifli Malik. Tak lama kemudian surat dari Camat Zulkifli datang mengundang Warsidi, pimpinan jamaah, agar datang ke kantor kecamatan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;“Entah apa isi surat aduan dari kepala desa itu. Namun surat undangan dari camat sangat mencurigakan. Apalagi kami sudah mendengar kabar jika Pak Warsidi akan ditangkap,” papar Sukardi.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;Akhirnya setelah bermusyawarah, jamaah sepakat untuk mencegah Warsidi menghadap Camat. Sebagai gantinya dibuat surat yang ditulis oleh ipar Sukardi, Sumarni, yang berbunyi: “Sebaik-baiknya umaro adalah yang mendatangi ulama. Dan seburuk-buruknya ulama adalah yang mendatangi umaro.” Lalu dilanjutkan dengan kalimat, “…mengingat kesibukan kami mengisi pengajian di beberapa tempat, maka kami mohon agar Bapak bisa datang sendiri ke tempat kami untuk melihat sendiri kondisi sebenarnya.”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;Tak lama kemudian Camat dikawal beberapa aparat datang menemui Warsidi. Lalu Camat itu mengundang kembali Warsidi agar datang ke tempatnya. Jamaah menolak. Situasi memanas. Setelah rombongan camat pulang, Warsidi memerintahkan agar jamaah mempersiapkan bila kondisi memburuk.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;“Akhirnya saya dan kawan-kawan bikin panah di satu tempat di luar Cihideung. Tiba-tiba datang utusan Pak Warsidi yang bilang jika pada tanggal 15 Februari nanti tentara akan menyerang desa kami. Akhirnya kami balik ke Cihideung. Ada yang bilang kami berlatih bela diri, latihan memanah, itu bohong semua. Kami malah tidak mau ada konfrontasi dengan aparat di sini. Kami hanya ingin membangun satu perkampungan yang islami, jauh dari kemaksiatan,” tambah Sukardi.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;Pada 3 Febrari 1989, Danramil Kapten Soetiman datang sendirian naik motor ke Cihideung. Jamaah menerimanya dengan baik. Jamaah malah menerangkan cara bercocok tanam lada yang baik. Tak lama kemudian Kapten Soetiman pulang. Situasi tetap berjalan biasa.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;Lima hari kemudian, 7 Februari 1989, sepasukan tentara bersenjata lengkap menyerbu Cihideung. Jamaah Warsidi yang tidak pernah menduga akan hal itu berlarian menyelamatkan diri sambil berteriak, “Allahu Akbar!” Para perempuan dan anak-anak kecil berlarian menuju mushola yang dianggapnya aman. Rumah Allah tidak akan mungkin diserang, pikir mereka. Namun perkiraan mereka ternyata salah bear. Tentaranya rezim Suharto ternyata tidak menganggap istimewa rumah Allah. Para tentara segera mengepung mushola tersebut.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;Dengan berteriak-teriak, tentara memerintahkan agar semua yang berlindung di mushola segera keluar. Para perempuan dan anak-anak kecil yang berlindung di dalam mushola kian ketakutan. Mereka hanya bisa berdzikir dengan bibir yang gemetar ketakutan. Melihat tidak ada yang mau keluar, para tentara itu langsung menembaki mushola. Belum cukup dengan berondongan tembakan, mushola yang penuh para perempuan berjilbab dan anak-anak kecil itu pun dibakar habis. Tentaranya Suharto mengulangi kekejaman yang pernah dilakukan tentara Zionis-Israel di Shabra-Satila. Semua yang ada di dalam mushola menggapai syahid dengan cara amat memilukan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;Sukardi yang saat kejadian tengah dalam perjalanan ke Jakarta lolos dari pembantaian itu. Hanya saja, isteri, ipar, dan dua anaknya yang masih balita termasuk korban yang terpanggang hidup-hidup di mushola. Walau demikian, Sukardi ditangkap di Jakarta dan ditahan sampai dengan tahun 1994, bersama dengan Nur Hidayat, Maryanto, dan yang lainnya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;Dengan mata merah menahan kesedihan yang sangat, Sukardi menerawang, “Sampai saat ini saya masih suka mendengar isak tangis anak-anak saya. Mereka memanggil-manggil saya, “Bapak.. Bapak…” Ya Allah, saya ingin melihat mereka lagi. Saya ingin tahu di mana kubur mereka. Sampai sekarang, saya tidak tahu di mana mereka dikuburkan. Mudah-mudahan, Allah mengumpulkan kami semua di &lt;i&gt;jannah&lt;/i&gt; nanti. &lt;i&gt;Amien&lt;/i&gt;.” Dalam Tragedi Lampung, aparat rezim Suharto telah membantai lebih dari 250 nyawa anak bangsa, sebagian besar perempuan dan anak-anak kecil yang syahid terpanggang di dalam rumah Allah. Tragedi ini pun sampai sekarang masih menyisakan banyak misteri. Penegakan hukum belum tuntas. (&lt;i&gt;bersambung/rd&lt;/i&gt;)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Sumber : &lt;a href="http://www.eramuslim.com/berita/tahukah-anda/siapa-sebenarnya-suharto-10.htm"&gt;http://www.eramuslim.com/berita/tahukah-anda/siapa-sebenarnya-suharto-10.htm&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6171235794412361397-2839446689170862463?l=ulin21.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ulin21.blogspot.com/feeds/2839446689170862463/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ulin21.blogspot.com/2009/03/siapa-sebenarnya-suharto-10.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6171235794412361397/posts/default/2839446689170862463'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6171235794412361397/posts/default/2839446689170862463'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ulin21.blogspot.com/2009/03/siapa-sebenarnya-suharto-10.html' title='Siapa Sebenarnya Suharto ? ( 10 )'/><author><name>Abdullah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03122244876238200790</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_HMOiWdBgLsY/SbdOl76HOOI/AAAAAAAAAHE/cZl_jIhcdYM/s72-c/harto_nembak.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6171235794412361397.post-878566316680755115</id><published>2009-03-11T13:37:00.002+08:00</published><updated>2009-03-11T13:38:00.588+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tahukah Anda'/><title type='text'>Siapa Sebenarnya Suharto ? ( 9 )</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_HMOiWdBgLsY/SbdOLiHFjkI/AAAAAAAAAG8/xnzpxYB5CgE/s1600-h/priok.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 320px; height: 210px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_HMOiWdBgLsY/SbdOLiHFjkI/AAAAAAAAAG8/xnzpxYB5CgE/s320/priok.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5311800245548846658" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Pada awal 1980-an, rezim Suharto menghendaki agar Pancasila dijadikan satu-satunya asas bagi seluruh partai politik dan organisasi kemasyarakatan yang ada di Indonesia. MPR akhirnya mengukuhkan Pancasila sebagai asas tunggal (astung) di Indonesia lewat Tap MPR No.11/1983 yang dituangkan dalam UU No.3/1985 tentang Partai Politik dan Golongan Karya serta UU No.8/1985 tentang Organisasi Kemasyarakatan. Penetapan Pancasila sebagai astung menuai badai kontroversi di tengah masyarakat, terutama bagi umat Islam karena hal tersebut telah nyata-nyata mengganggu akidah umat Islam. Walau ada elemen umat Islam yang mau tunduk pada keinginan rezim fasis ini, namun di berbagai tempat aksi unjuk rasa menentang ditetapkannya Pancasila sebagai astung meledak di mana-mana. Para ulama dan dai yang iman dan akidahnya masih lurus dan bersih, dengan tegas mengatakan jika astung bertentangan dengan akidah Islam, sebab itu wajib hukumnya menolak.&lt;br /&gt;Apalagi langkah-langkah Jenderal Suharto ini lama-kelamaan mirip dengan apa yang dilakukan para pemimpin komunis di negaranya. Jika negara komunisme memiliki partai negara yang bertindak sebagai buldoser suara rakyat, maka Golongan Karya di masa Suharto pun demikian. Jika negara komunisme mengkultuskan pemimpinnya dan siapa pun yang berseberangan dengannya dihabisi, demikian pula dengan yang dilakukan Suharto.&lt;br /&gt;Bukan itu saja, di mulut penguasa fasis ini, Indonesia katanya berlandaskan Pancasila dan UUD 1945, namun kenyataannya rakyat kian banyak yang hidup melarat, umat Islam dipaksa ikut program KB, di bidang ekonomi pengusaha sipit diberi keistimewaan bahkan dengan mematikan pengusaha-pengusaha pribumi sekali pun, KKN di sekitar Suharto gila-gilaan, penembakan misterius yang direstui Suharto pun tengah meraja-lela, dan sebagainya. Apalagi saat itu Jenderal Leonardus Benny Moerdhani yang dikenal sebagai jenderal islamophobia sedang jadi anak emas Suharto, umat Islam terus-menerus ditindas.   &lt;br /&gt;Salah satu wilayah yang paling berani menyuarakan kebenaran, menentang sikap represif rezim ini adalah Tanjung Priok di Jakarta Utara. Para ulama dan dai setempat berkotbah dan menyerukan agar umat Islam agar berani untuk kembali ke akidah Islam yang sebenarnya, dan menentang thagut, dan melawan segala bentuk kesewenang-wenangan, seperti halnya Musa a.s. menentang dan melawan kediktatoran Firaun.&lt;br /&gt;Dalam situasi panas seperti inilah, pada Senin, 10 September 1984, Sersan Hermanu yang non-Muslim, Babinsa setempat, tiba-tiba menyiram air got ke dinding Mushola Asy-Syahadah di Gang IV Priok. Hermanu juga masuk mushola tanpa melepas sepatu larsnya dan meninginjak-injak semua yang ada termsuk menginjak-injak Al-Qur’an. Di saat Suharto berkuasa, menginjak-injak Al-Qur’an, bahkan membakarnya sekali pun, adalah hal yang biasa.&lt;br /&gt;Atas kelakuan Hermanu, warga marah. Diseretlah motornya dan dibakar. Babinsa itu kabur. Tak lama kemudian, empat pengurus mushola diciduk aparat. Saat itu tersiar kabar jika penembak misteriusnya Benny Moerdhany akan menghabisi para mubaligh. Ini kian memanaskan situasi.&lt;br /&gt;Ba’da Maghrib, Rabu, 12 September 1984, usai hujan, digelar tabligh akbar di Jalan Sindang guna menuntut Kodim membebaskan empat pengurus mushola yang ditahan. Amir Biki berpesan pada Yayan Hendrayana, salah seorang mubaligh, “Jangan takut-takut ngomong.” Akhirnya Yayan yang mendapat kesempatan keempat berteriak lantang, “Man Anshoru ilallah!?” Siapa yang sanggup membela agama Allah!? Dijawab para jamaah, “Nahnu anshorullah!” Kami sanggup!&lt;br /&gt;Jamaah berjubel malam itu memenuhi lorong-lorong dan jalan di Priok. Tak kurang dari delapan puluh buah speaker dipasang. Puluhan ribu warga Priok memadati jalan. Banyak di antaranya ibu-ibu dan gadis-gadis berjilbab, sesuatu pemandangan yang masih asing di tahun itu. Entah mengapa, malam itu Yayan Hendrayana memiliki firasat jika nanti sesuatu akan terjadi. Sebab itu dia memerintahkan agar para perempuan dan anak-anak segera menyisih dari jamaah dan segera masuk rumah terdekat jika terjadi apa-apa.&lt;br /&gt;“…Sebab nanti tentaranya Benny akan membantai saudara-saudara sekalian!” ujar Yayan saat bercerita pada penulis di tahun 1998. “Padahal saya tidak tahu bila nanti benar-benar terjadi pembantaian. Saya ngomong begitu saja,” tambahnya.&lt;br /&gt;Usai Yayan, Syarifin Maloko naik podium. Lalu Amir Biki. Tokoh Priok ini berkata lantang, “Saudara-saudara, para ikhwan hamba Allah. Ternyata hingga kini tidak ada jawaban dari Kodim. Ini berarti kita harus konsekuen dengan janji kita. Kepada saudara-saudara, saya titip keluarga saya. Andai saya terbunuh malam ini, tolong mayat saya diarak le seluruh Jakarta!&lt;br /&gt;Jarum jam sudah menunjuk angka sebelas. Puluhan ribu jamaah Priok segera bergerak mendekati Kodim agar mau memberikan jawaban. Namun tiba-tiba, terdengar rentetan tembakan. Jamaah yang berada di barisan depan bertumbangan di aspal. Genangan air hujan yang masih tersisa di aspal seketika berubah warna menjadi merah. Situasi kacau. Tentara masih melepaskan rentetan tembakan dengan laras senjata lurus menghadap jamaah. Ratusan jamaah Priok meregang nyawa. Setelah jalanan sepi, ratusan mayat yang bergelimpangan di jalan segera diangkut truk tentara, entah dibawa kemana. Mobil pemadam kebakaran mondar-mandir menyemprotkan air ke aspal untuk menghilangkan genangan darah yang ada di sana-sini. Aparat berjaga di semua tempat strategis dengan senjata siap tembak.&lt;br /&gt;Pembantaian ratusan jamaah pengajian Priok oleh tentaranya rezim Suharto ini menimbulkan kemarahan umat Islam di Indonesia. Untuk meredakannya, Benny Moerdhani menggandeng Abdurrahman Wahid keliling pesantren di Jawa. Sedang Pangdam Jaya Try Sutrisno mengamankan ibukota dari ekses tragedi besar tersebut. Tidak ada media massa yang berani memuat tragedi tersebut dengan sebenarnya.&lt;br /&gt;Sejumlah tokoh Priok yang berhasil lolos dikejar dan ditangkap. Para ustadz dan aktivis Islam memenuhi penjara. Siksaan bathin dan fisik mereka alami. Ba’da Priok, aktivitas dakwah Islam benar-benar ditindas. Sedang pemurtadan meraja-lela. Inilah salah satu bentuk kekejaman rezim Suharto terhadap dakwah Islam. Sampai detik ini penegakan hukum atas Tragedi Priok masih belum tuntas. Misteri gelap masih menyelubunginya.(bersambung/rd)  &lt;br /&gt;Sumber : http://www.eramuslim.com/berita/tahukah-anda/siapa-sebenarnya-suharto-9.htm&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6171235794412361397-878566316680755115?l=ulin21.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ulin21.blogspot.com/feeds/878566316680755115/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ulin21.blogspot.com/2009/03/siapa-sebenarnya-suharto-9.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6171235794412361397/posts/default/878566316680755115'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6171235794412361397/posts/default/878566316680755115'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ulin21.blogspot.com/2009/03/siapa-sebenarnya-suharto-9.html' title='Siapa Sebenarnya Suharto ? ( 9 )'/><author><name>Abdullah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03122244876238200790</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_HMOiWdBgLsY/SbdOLiHFjkI/AAAAAAAAAG8/xnzpxYB5CgE/s72-c/priok.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6171235794412361397.post-4679333019390477312</id><published>2009-03-11T13:35:00.002+08:00</published><updated>2009-03-11T13:36:29.623+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tahukah Anda'/><title type='text'>Siapa Sebenarnya Suharto ? ( 8 )</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_HMOiWdBgLsY/SbdN1sfuQEI/AAAAAAAAAG0/AEUL6joAExQ/s1600-h/aceh_sayang.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 320px; height: 162px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_HMOiWdBgLsY/SbdN1sfuQEI/AAAAAAAAAG0/AEUL6joAExQ/s320/aceh_sayang.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5311799870379409474" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt; &lt;p&gt;Ketika Habibie menggantikan Suharto dan menyempatkan diri ke Aceh, Bantaqiah dibebaskan. Namun hal ini rupanya tidak berkenan di hati tentara hasil didikan rezim Suharto. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Di mata tentara, Bantaqiah adalah sama saja dengan kelompok-kelompok bersenjata Aceh yang tidak mau menerima Pancasila. Sebab itu keberadaannya harus dienyahkan dari negeri Pancasila ini. Para tentara Suharto itu lupa, berabad-abad sebelum Pancasila lahir, berabad-abad sebelum Negara Kesatuan Republik Indonesia lahir, Nanggroe Aceh Darussalam sudah menjadi sebuah negeri merdeka dan berdaulat lengkap dengan Kanun Meukota Alam, sebuah konstitusi yang sangat lengkap. Bahkan jauh lebih lengkap ketimbang UUD 1945 yang diamandemen di tahun 2002.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;Sebab itu, pada Kamis, 22 Juli 1999, pasukan TNI yang terdiri dari berbagai kesatuan seperti angkatan darat dan Brimob mendirikan banyak tenda di sekitar pegunungan Beutong Ateuh. Walau warga setempat curiga, karena pengalaman membuktikan, di mana aparat bersenjata hadir dalam jumlah banyak, maka pasti darah rakyat tumpah, namun warga tidak bisa berbuat apa-apa. Firasat warga sipil terbukti. Tiba-tiba di hari itu juga terjadi insiden penembakan terhadap warga yang tengah mencari udang. Satu luka dan yang satu lagi berhasil menyelamatkan diri masuk hutan. Teror ini meresahkan warga.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;Sedari subuh keesokan harinya, Jumat pagi, 23 Juli 1999, TNI dan Brimob sudah bergerak diam-diam mendekati pesantren dengan perlengkapan tempur garis pertama, yang berarti senjata api sudah terisi amunisi siap tembak. Pukul 08.00 tentara dan Bribom sudah berada di seberang sungai dekat pesantren. Dengan alasan mencari GAM, pada pukul 09.00 mereka membakar rumah penduduk yang letaknya hanya 100 meter di timur pesantren. Satu jam kemudian, pasukan tersebut mulai bergerak ke pesantren. Dengan seragam tempur lengkap dengan senjata serbu laras panjang, wajah dipulas dengan cat kamuflase berwarna hijau dan hitam, mereka mengepung pesantren dan berteriak-teriak mencaci-maki Tengku Bantaqiah dan memintanya segera menemui mereka.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;Menjelang waktu sholat Jumat, para santri biasa berkumpul dengan Tengku Bantaqiah guna mendengar segala nasehat dan ilmu agama. Mendengar teriakan dari tentara yang menyebut-nyebut namanya, Bantaqiah pun datang bersama seorang muridnya. Aparat bersenjata itu tidak sabaran. Mereka merangsek ke dalam dan memerintahkan semua santri laki-laki untuk berkumpul di lapangan dengan berjongkok menghadap sungai.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;Aparat dengan suara keras dan mengancam meminta agar Bantaqiah menyerahkan senjata apinya. Tengku Bantaqiah bingung karena memang tidak punya senjata apa pun, kecuali hanya pacul dan parang yang sehari-hari digunakan untuk berkebun dan membuka hutan. Aparat tidak percaya dengan semua keterangan Bantaqiah. Sebuah antena radio pemancar yang terpasang di atap pesantren dijadikan bukti oleh aparat jika selama ini Bantaqiah menjalin komunikasi dengan GAM. Padahal itu antene radio biasa.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;“Komandan pasukan memerintahkan agar antena tersebut dicopot, dengan menyuruh putra Bantaqiah yang bernama Usman untuk menaiki atap pesantren. Usman langsung berjalan  menuju rumahnya untuk mengambil peralatan, namun sebelum ia mencapai rumah yang jaraknya hanya tujuh meter dari tempat tentara mengumpulkan para santri, seorang anggota pasukan memukul Usman dengan popor senapan,” tulis Feri Kusuma, aktivis Kontras Aceh, berjudul “Jubah Putih di Beutong Ateuh”.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;Melihat anaknya terjatuh, secara refleks Bantaqiah berlari mendekatnya hendak menolong. Tiba-tiba tentara memberondongnya dengan senjata yang dilengkapi pelontar bom. Bantaqiah dan puteranya syahid. Dengan membabi-buta, aparat murid dari Jenderal Suharto ini mengalihkan tembakan ke arah kumpulan santri. &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Lima&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt; puluh enam santri langsung syahid bertumbangan. Tanah Aceh kembali disiram darah para syuhadanya. Santri yang terluka dinaikkan ke truk dengan alasan akan diberi pengobatan dan yang masih hidup diminta berbaris lalu naik ke truk yang sama. Truk ini bergerak menuju Takengon, Aceh Tengah, yang berada di tengah rimba.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;Di tengah perjalanan menuju Takengon, para santri diturunkan di Kilometer Tujuh. Mereka diperintahkan berjongkok di tepi jurang. Tiba-tiba salah seorang santri langsung terjun ke jurang dan menghilang dalam rimbunan hutan lebat di bawah &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;sana&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt;. &lt;st1:place st="on"&gt;Para&lt;/st1:place&gt; tentara mengguyur jurang itu dengan tembakan. Nasib para santri yang tersisa tak diketahui sampai kini. Kuat dugaan, para santri ini dibantai aparat Suharto dan dibuang ke jurang.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;Sore hari, tentara memerintahkan warga setempat untuk menguburkan jasad yang ada. &lt;st1:place st="on"&gt;Para&lt;/st1:place&gt; perempuan digiring menuju mushola yang ada di seberang sungai dan dilarang melihat prosesi penguburan. Aparat bersenjata ini kemudian mengamuk di pesantren. Mereka merusak dan menghancurkan semua yang ada, mereka membakar kitab-kitab agama termasuk kitab suci al-Quran dan &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;surat&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt; Yasin yang ada di pesantren. Setelah puas membakar ayat-ayat Allah, aparat bersenjata didikan Suharto ini, kemudian kembali ke barak dengan sejumlah truk, meninggalkan warga yang tersisa yang hanya bisa menangis dan berdoa.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;Setelah tragedi tersebut, warga Beutong Ateuh hanya bisa pasrah berdiam diri. Dengan segenap daya dan upaya, para santri yang tersisa—kebanyakan perempuan tua dan anak-anak kecil—membangun kembali pesantren tersebut dan meneruskan pendidikan dengan segala keterbatasan. Sampai kini, pesantren ini belum memiliki cukup dana untuk mengganti seluruh al-Quran, kitab-kitab kuning, dan surat-surat Yassin yang dibakar aparat. Juga barang-barang lain seperti seluruh pakaian, kartu tanda pengenal, dan sebagainya yang musnah terbakar. Sampai detik ini, tidak ada seorang pun pelaku pembantaian terhadap Tengku Bantaqiah dan santri Beutong Ateuh yang diseret ke pengadilan. Tidak ada satu pun komandan tentara yang dimintai pertanggungjawaban atas ulahnya membakar kitab suci Al-Qur’an dan surat Yassin, sampai hari ini. Para pelakunya masih bebas berkeliaran. Mungkin tengah menanti hukum Allah SWT atas ulah mereka. Sama seperti guru mereka: Jenderal Suharto.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Tragedi Beutong Ateuh hanyalah satu di antara jutaan tragedi kekejaman rezim Suharto terhadap Muslim Aceh. Anehnya, sampai detik ini tidak ada satu pun pejabat pemerintah, sipil maupun militer, yang terlibat kejahatan HAM sangat berat atas Muslim Aceh yang diseret ke pengadilan. Mereka masih bebas berkeliaran dan bahkan banyak yang masih bisa hidup mewah dengan menikmati kekayaan hasil jarahan atas kekayaan bumi Aceh. Dalam tulisan berikutnya akan dipaparkan kejahatan-kejahatan HAM Suharto lainnya terhadap umat Islam, seperti Tragedi Tanjung Priok, Lampung, dan lainnya. (&lt;i&gt;bersambung/rd&lt;/i&gt;) &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Sumber : &lt;a href="http://www.eramuslim.com/berita/tahukah-anda/siapa-sebenarnya-suharto-8.htm"&gt;http://www.eramuslim.com/berita/tahukah-anda/siapa-sebenarnya-suharto-8.htm&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6171235794412361397-4679333019390477312?l=ulin21.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ulin21.blogspot.com/feeds/4679333019390477312/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ulin21.blogspot.com/2009/03/siapa-sebenarnya-suharto-8.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6171235794412361397/posts/default/4679333019390477312'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6171235794412361397/posts/default/4679333019390477312'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ulin21.blogspot.com/2009/03/siapa-sebenarnya-suharto-8.html' title='Siapa Sebenarnya Suharto ? ( 8 )'/><author><name>Abdullah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03122244876238200790</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_HMOiWdBgLsY/SbdN1sfuQEI/AAAAAAAAAG0/AEUL6joAExQ/s72-c/aceh_sayang.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6171235794412361397.post-8742854688927558038</id><published>2009-03-11T13:33:00.002+08:00</published><updated>2009-03-11T13:34:31.470+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tahukah Anda'/><title type='text'>Siapa Sebenarnya Suharto ? ( 7 )</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_HMOiWdBgLsY/SbdNTyjoJ_I/AAAAAAAAAGs/KV9KJoqHlLI/s1600-h/aceh_tni.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 320px; height: 256px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_HMOiWdBgLsY/SbdNTyjoJ_I/AAAAAAAAAGs/KV9KJoqHlLI/s320/aceh_tni.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5311799287890847730" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt; &lt;p&gt;Selain menguras habis kekayaan alam Aceh, rezim Suharto juga melancarkan genosida atas Muslim Aceh. Yang terkenal adalah masa DOM atau Operasi Jaring Merah (1989-1998). Banyak peneliti DOM sepakat jika kekejaman rezim ini terhadap Muslim Aceh bisa disetarakan dengan kekejaman yang dilakukan Milisi Serbia terhadap Muslim Bosnia di era 1990-an. Wilayah NAD yang sangat luas, sekujur tanahnya dijadikan kuburan massal di sana-sini. Muslim Aceh yang berabad-abad hidup dalam izzah Islam, dihinakan oleh rezim fasis Suharto serendah-rendahnya. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;Al-Chaidar, putera Aceh yang menjadi peneliti sejarah tanah kelahirannya, menyatakan, “Jika Kamboja di bawah rezim Pol Pot dikenal memiliki &lt;i&gt;The Killing Fields &lt;/i&gt;atau Ladang pembantaian, maka di Aceh dikenal pula Bukit Tengkorak. Di Aceh, jumlah ladang pembantaian yang besar ada 35 titik, ini jauh lebih banyak ketimbang ladang pembantaian yang ada di Kamboja.”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;Begitu banyak pameran kekejaman dan kebiadaban yang ditimpakan terhadap Muslim Aceh oleh rezim Suharto, sehingga jika dijadikan buku maka bukan mustahil, riwayat Tragedi Aceh akan menyamai tebalnya jumlah halaman koleksi perpustakaan Iskandariyah sebelum dibakar habis pasukan Mongol. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;Dari jutaan kasus kejahatan HAM di Aceh, salah satunya adalah tragedi yang menimpa Tengku Bantaqiah, pemimpin Dayah (Pondok Pesantren) Babul Nurillah di Beutong Ateuh pada 23 Juli 1999. Ironisnya, walau secara resmi DOM sudah dicabut, namun kekejaman dan kebiadaban yang menimpa Muslim Aceh tidaklah surut. Tragedi yang menimpa Tengku Bantaqiah dan santrinya merupakan bukti.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;Lengsernya Suharto pada Mei 1998 tidak berarti lengsernya sistem dan tabiat kekuasaan represif ala Orde Baru. Para presiden setelah Suharto seperti Habbie, Abdurrahman Wahid, Megawati, dan Susilo Bambang Yudhoyono, semuanya pada kenyataannya malah melestarikan sistem Orde Baru ini. Salah satu buktinya adalah KKN yang di era reformasi ini bukannya hilang namun malah tetap abadi dan berkembang penuh inovasi. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;Sebab itulah, dicabutnya status DOM di Aceh pada 1998 tidak serta-merta tercerabutnya teror dan kebiadaban yang selama ini bergentayangan di Aceh. Feri Kusuma, salah seorang aktivis Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan Aceh menulis secara khusus tentang Tragedi Tengku Bantaqiah ini. Dalam artikel berjudul ‘Jubah Putih di Beutong Ateuh’, Feri mengawali dengan kalimat, “Beutong Ateuh memiliki sejarah yang cukup panjang. Daerah ini dibangun sejak masa kolonial Belanda, begitu orang Beutong bersaksi. Kecamatan Beutong Ateuh terdiri dari empat desa yaitu Blang Meurandeh, Blang Pu’uk, Kuta Teungoh dan Babak Suak. Kondisi geografisnya cocok untuk bersantai sambil menikmati panorama alam yang indah.  Di daerah yang terletak di antara dua gunung ini mengalir sungai Beutong yang sejuk dan jernih. Pegunungannya yang mengelilingi Beutong Ateuh termasuk gugusan Bukit Barisan…”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;Eramuslim yang pernah mengunjungi hutan belantara ini di tahun 2001, dua tahun setelah tragedi, menjumpai kondisi yang sangat mengenaskan. Bukan saja di Beutong Ateuh, namun juga nyaris di seluruh wilayah NAD. Kemiskinan ada di mana-mana, padahal tanah Aceh adalah tanah yang sangat kaya raya dengan sumber daya alamnya. &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Jakarta&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt; telah menghisap habis kekayaan Aceh!&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;Beutong Ateuh terletak di perbatasan Aceh Tengah dan Aceh Barat. Dari Ule Jalan ke Beutong Ateuh, kita akan melewati  pos kompi Batalyon 113/Jaya Sakti yang terletak di areal kebun kelapa sawit. Di areal kompi ini, tepatnya di gapura, terpasang  papan pengumuman  berisi tulisan “TEMPAT LATIHAN PERANG TNI”. Sekitar 10 kilometer dari kompi itu terpancang sebuah petunjuk jalan yang bertuliskan “SIMPANG CAMAT”; tanda menuju ke sebuah pemukiman. Namun tidak ada sebuah rumah pun di daerah ini. Sejauh mata memandang hanya tampak rerimbunan pohon besar di atas bukit dan jurang yang menganga. Tak heran jika hutan Cut Nyak Dien dan pasukannya memilih hutan ini sebagai pertahanan terakhir.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;Walau berjarak lebih kurang 15 kilometer dari hutan ini, namun Kecamatan Beutong Ateuh tidak berbeda dengan hutan Simpang Camat. Di tengah-tengah hutan, kain putih usang terlihat berkibaran di areal Dayah. Kubah mushola, atap beberapa rumah, dan bilik pengajian yang berhadapan langsung dengan sungai Beutong terlihat jelas. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;Tengku Bantaqiah mendirikan pesantren di desa Blang Meurandeh pada 1982 dan memberinya nama Babul Al Nurillah. Abu Bantaqiah, begitu para murid memanggilnya, adalah alim ulama yang disegani dan dihormati. Disini, Dayah Babul Al Nurillah mengajarkan ilmu agama, seni bela diri, dan juga berkebun dengan menanam berbagai macam sayuran untuk digunakan sendiri.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;Kegiatan di Dayah ini tidak berbeda dengan pesantren lainnya di berbagai daerah di &lt;st1:country-region st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Indonesia&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt;. Selain mereka yang menetap di Dayah, ada pula orang-orang yang sengaja datang dan belajar agama untuk mengisi libur kerja atau sekolah. Jumlahnya lebih banyak daripada santri yang tinggal di pesantren. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;Di Dayah ini, para santrinya kebanyakan adalah mereka yang pernah melakukan tindakan-tindakan tak terpuji di masyarakat seperti mabuk-mabukan, mencuri atau kejahatan lain yang merugikan dirinya sendiri maupun orang banyak. “Menurut Tengku Bantaqiah, untuk apa mengajak orang yang sudah ada di dalam masjid, justru mereka yang masih di luar masjidlah yang harus kita ajak. Itulah dasar dari penerimaan orang-orang seperti mereka tadi menjadi murid di sini,” tulis Feri Kusuma.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;Bantaqiah adalah ulama yang teguh pendirian, sederhana, dan tidak goyah dengan godaan dunia. Baginya, dunia ada di dalam genggamannya, bukan di hatinya. Mungkin sebab itu dia pernah menolak bergabung sebagai anggota MUI cabang Aceh. Bantaqiah juga tidak bersedia masuk ke dalam partai politik mana pun. Baginya, Partai Allah sudah lebih dari cukup, tidak untuk yang lain. Sebab itu, Bantaqiah sering difitnah oleh orang yang berseberangan dengan dirinya. Ia dituduh mengajarkan kesesatan dan pada 1985 dicap dengan sebutan Gerombolan Jubah Putih.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;Pemerintah Aceh berusaha melunakkan sikap Bantaqiah dengan membangunkan sebuah pesantren untuknya, namun lokasinya di kecamatan Beutong Bawah, jauh dari Babul Al Nurillah. Ini membuatnya menolak “pesantren sogokan” tersebut. Hal ini membuat hubungan Bantaqiah dengan Pemerintah setempat kurang harmonis. Dia dituduh sebagai salah satu petinggi GAM pada 192 dan dijebloskan ke penjara dengan hukuman 20 tahun.(&lt;i&gt;bersambung/rd&lt;/i&gt;)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Sumber : &lt;a href="http://www.eramuslim.com/berita/tahukah-anda/siapa-sebenarnya-suharto-7.htm"&gt;http://www.eramuslim.com/berita/tahukah-anda/siapa-sebenarnya-suharto-7.htm&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6171235794412361397-8742854688927558038?l=ulin21.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ulin21.blogspot.com/feeds/8742854688927558038/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ulin21.blogspot.com/2009/03/siapa-sebenarnya-suharto-7.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6171235794412361397/posts/default/8742854688927558038'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6171235794412361397/posts/default/8742854688927558038'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ulin21.blogspot.com/2009/03/siapa-sebenarnya-suharto-7.html' title='Siapa Sebenarnya Suharto ? ( 7 )'/><author><name>Abdullah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03122244876238200790</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_HMOiWdBgLsY/SbdNTyjoJ_I/AAAAAAAAAGs/KV9KJoqHlLI/s72-c/aceh_tni.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6171235794412361397.post-6119837715874594767</id><published>2009-03-11T13:31:00.002+08:00</published><updated>2009-03-11T13:32:23.029+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tahukah Anda'/><title type='text'>Siapa Sebenarnya Suharto ? ( 6 )</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_HMOiWdBgLsY/SbdM0dmglSI/AAAAAAAAAGk/LUazaZQZXLk/s1600-h/harto1.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 219px; height: 320px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_HMOiWdBgLsY/SbdM0dmglSI/AAAAAAAAAGk/LUazaZQZXLk/s320/harto1.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5311798749689845026" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt; &lt;p&gt;Catatan atas kejahatan HAM rezim Suharto akan dimulai dari wilayah paling timur negeri ini, yakni Nanggroe Aceh Darussalam (NAD). Kejahatan HAM atas Muslim Aceh diawali oleh VOC Belanda, diteruskan oleh rezim Orde Lama Soekarno, dan ditindas lebih kejam lagi di masa kekuasaan Suharto. Bahkan di zaman Jenderal Suharto-lah, NAD yang sangat berjasa dalam merebut dan mempertahankan kemerdekaan RI—terutama dari segi finansial, sebab itu NAD juga disebut sebagai ‘Lumbung Uang RI’—malah dijadikan lapangan tembak dengan nama Daerah Operasi Militer (DOM), 1989-1998.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;NAD merupakan daerah yang sangat kaya dengan sumber daya alamnya, yakni minyak dan gas bumi. Sampai dengan akhir dasawarsa 1980-an, Aceh telah menyumbang lebih dari 30% total produksi ekspor migas &lt;st1:country-region st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Indonesia&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt;. Pada 1971 di Aceh Utara ditemukan cadangan gas alam cair (LNG) yang sangat besar. Mobil Oil, perusahaan tambang AS, diberi hak untuk mengekploitasinya dan dalam enam tahun kemudian kompleks penyulingan KNG sudah beroperasi di dalam areal yang dinamakan Zona Industri Lhokseumauwe (ZIL). Di tempat yang sama, berabad lalu, di sinilah Kerajaan Islam pertama Samudera Pase berdiri, dan kini oleh Suharto diserahkan kekayaan alam negeri ini yang sungguh besar kepada AS.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;Sebelumnya, di Aceh Timur, dalam waktu 30 tahun sejak 1961, Asamera, suatu perusahaan minyak Kanada, telah menggali tak kurang dari 450 sumur minyak. Sumber gas alam yang ditemukan di sekitar sumur-sumur itu lebih kaya dari persediaan gas alam di Aceh Utara. Produksi Pabrik Pupuk ASEAN di Aceh hampir 90 persen diekspor, dan dari kompleks petrokimia diharapkan penjualan kimia aromatik sebesar US$200 juta setahun. Pabrik Kertas Kraft Aceh juga sudah mulai memproduksi kertas karung semen sejak 1989. Dari penghematan impor pembungkus semen saja pemerintah sudah memperoleh laba US$89 juta setahun, sedang ekspor kertas semen menghasilkan US$43 juta. Pada 1983 Aceh menyumbang 11 persen dari seluruh ekspor Indonesia.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;Suharto sangat tahu jika kekayaan alam Aceh sungguh luar biasa. Sebab itu, dengan amat rakus rezim Orde Baru terus-menerus menguras kekayaan alam ini. Ironisnya, nyaris semua keuntungan yang diperoleh dari eksploitasi kekayaan alam Aceh ini dibawa kabur ke Jakarta. Rakyat Aceh tidak mendapatkan apa-apa. Mereka tetap tinggal dalam kemiskinan dan kemelaratan. Pemerintah Jakarta bukannya mengembalikan uang Aceh ke rakyat Aceh sebagai pemilik yang sah, tapi malah mengirim ribuan tentara untuk memerangi rakyat Aceh yang sudah tidak berdaya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;Dalam dasawarsa 1990-an, dari 27 provinsi di Indonesia, Aceh menempati posisi provinsi ke-7 termiskin di seluruh Indonesia. Lebih dari 40 persen dari 5.643 desa di Aceh telah jatuh ke bawah garis kemiskinan. Hanya 10 persen pedesaan Aceh menikmati aliran listrik. Di kawasan ZIL hanya 20% penduduk yang mendapat saluran air bersih. Yang lain mendapat pasok air dari sumur galian yang sering tercemar oleh limbah zona industri. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;Peneliti AS, Tim Kell, dalam laporannya menulis, “Friksi dan perbenturan nilai pun terjadi antara penduduk asli dan pendatang. Para migran menenggak bir, berdansa-dansi, melambungkan harga-harga di pasar. Mereka hidup mewah di kolam kemiskinan rakyat Aceh. Limbah industri mencemari tanah dan masuk ke sumur-sumur penduduk asli. Polusi meluas ke laut, merusak lahan nelayan. Pengangguran meningkat. Pemiskinan berlanjut. Industrialisasi gagal merombak struktur perekonomian rakyat Aceh secara fundamental, karena ia memang tak pernah menjadi bagian dari perekonomian asli rakyat Aceh”. Inilah salah satu “hasil” pembangunan rezim Suharto di Aceh.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;Secara obyektif Tim Kell melanjutkan, “Pada tahun-tahun 1940-an para ulama PUSA sudah kecewa atas tak diterapkannya hukum Islam di seluruh Indonesia. Pada 1950, status Aceh sebagai provinsi dicabut dan dilebur ke dalam Provinsi Sumatera Utara. Pemerintahan sipil, pertahanan, dan perekonomian, diambil dari ruang lingkup pengaruh PUSA. Kekecewaan atas perlakuan semacam ini, dan kecemasan akan kehilangan identitasnya, mengantar Aceh ke pemberontakan 1953 di bawah pimpinan Daud Beureueh.”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;Di bawah rezim Suharto, jenderal ini membawa ideologi pembangunan dan stabilitas politik, dan dengan kacamata kuda yang “sentralistik-Majapahit”, Suharto mengangap sama semua orang, semua daerah, semua suku, semua organisasi, termasuk Aceh. Suharto menganggap semuanya itu sama saja dengan “Majapahit”. Status "istimewa" sebagai negeri Islam Aceh pun dihabisi. Otonomi Aceh di bidang agama, pendidikan, dan hukum adat, sebagaimana tercantum dalam UU No.5/1974 tentang Dasar-Dasar Pemerintahan Daerah, pada kenyataannya keistimewaan Provinsi Aceh hanyalah di atas kertas. Gubernur dipilih hanya dengan persetujuan Suharto, Bupati hanya bisa menjabat dengan restu Golkar. Pelecehan Aceh terus berlanjut. Aceh bahkan dianggap tak cukup terhormat untuk menjadi tuan rumah suatu Kodam. Komando Daerah Militer dipindahkan ke Medan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;Pada 1990, Gubernur Ibrahim Hasan yang notabene direstui Suharto mewajibkan semua murid sekolah dasar Islam untuk mampu membaca Al-Qur'an. Peraturan ini dikecam oleh para pejabat di Jakarta. Bahkan Depdikbud mengirim tim untuk menyelidiki "penyelewengan" ini. Beberapa bulan kemudian pejabat Dikbud kabupaten melonggarkan peraturan yang melarang murid perempuan memakai jilbab ke sekolah. Kepada murid yang ingin berjilbab diizinkan untuk menyimpang dari peraturan tersebut. Pemerintah Jakarta bereaksi keras atas pelonggaran ini. Peraturan nasional harus dipatuhi secara nasional, tanpa kecuali. Dan jilbab diharamkan oleh rezim Suharto di Aceh.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;Ted Robert Gurr dalam Why Men Rebel telah menulis bahwa orang akan berontak jika way of life-nya terancam oleh perkembangan baru. Orang Aceh telah kehilangan sumber alamnya, mata pencariannya, gaya hidupnya. Orang Aceh kehilangan suaminya, anak-anaknya, kehilangan harapannya, kehilangan segalanya . . . Lalu masih adakah orang yang sangat-sangat bebal yang masih saja bertanya, “Mengapa rakyat Aceh berontak?” Rakyat Aceh jelas telah dijadikan tumbal bagi rezim Orde Baru. Telah diperkosa habis-habisan oleh Jakarta. Siapa pun yang punya hati nurani jelas akan mendukung sikap rakyat Aceh yang menarik kembali kesediaannya bergabung dengan Republik Indonesia jika hal seperti ini terus dibiarkan. Kesabaran itu ada batasnya! (bersambung/rd)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Sumber : &lt;a href="http://www.eramuslim.com/berita/tahukah-anda/siapa-sebenarnya-suharto-6.htm"&gt;http://www.eramuslim.com/berita/tahukah-anda/siapa-sebenarnya-suharto-6.htm&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6171235794412361397-6119837715874594767?l=ulin21.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ulin21.blogspot.com/feeds/6119837715874594767/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ulin21.blogspot.com/2009/03/siapa-sebenarnya-suharto-6.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6171235794412361397/posts/default/6119837715874594767'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6171235794412361397/posts/default/6119837715874594767'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ulin21.blogspot.com/2009/03/siapa-sebenarnya-suharto-6.html' title='Siapa Sebenarnya Suharto ? ( 6 )'/><author><name>Abdullah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03122244876238200790</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_HMOiWdBgLsY/SbdM0dmglSI/AAAAAAAAAGk/LUazaZQZXLk/s72-c/harto1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6171235794412361397.post-8710407233466109646</id><published>2009-03-11T13:28:00.001+08:00</published><updated>2009-03-11T13:30:18.656+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tahukah Anda'/><title type='text'>Siapa Sebenarnya Suharto ? ( 5 )</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_HMOiWdBgLsY/SbdMVNNIM7I/AAAAAAAAAGc/IoMZn9e2SN8/s1600-h/harto_liem.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 300px; height: 225px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_HMOiWdBgLsY/SbdMVNNIM7I/AAAAAAAAAGc/IoMZn9e2SN8/s320/harto_liem.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5311798212712477618" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt; &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;Benih Orde Baru tumbuh di atas genangan darah dan tetesan air mata rakyatnya. Arah pembangunan (Repelita) didesain sesuai dengan keinginan &lt;st1:state st="on"&gt;Washington&lt;/st1:state&gt; dengan mengutamakan eksploitasi segenap kekayaan alam bumi &lt;st1:country-region st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Indonesia&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt; yang dikeruk habis-habisan dan diangkut ke luar guna memperkaya negeri-negeri Barat. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;Inti pergantian kekuasaan dari Bung Karno ke Jenderal Besar Suharto adalah berubahnya prinsip pembangunan ekonomi &lt;st1:country-region st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Indonesia&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt;, dari kemandirian menjadi ketergantungan. April 1966 Suharto kembali membawa &lt;st1:country-region st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Indonesia&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt; bergabung dengan PBB. Setelah itu, Mei 1966, Adam Malik mengumumkan jika &lt;st1:country-region st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Indonesia&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt; kembali menggandeng IMF. Padahal Bung Karno pernah mengusir mereka dengan kalimatnya yang terkenal: &lt;i&gt;“Go to hell with your aid!”&lt;/i&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;Untuk menjaga stabilitas penjarahan kekayaan negeri ini, maka Barat merancang Repelita. Tiga perempat anggaran Repelita I (1969-1974) berasal dari utang luar negeri. “Jumlahnya membengkak hingga US$ 877 juta pada akhir periode. Pada 1972, utang asing baru yang diperoleh sejak tahun 1966 sudah melebihi pengeluaran saat Soekarno berkuasa.” (&lt;i&gt;M.C. Ricklefs; Sejarah &lt;st1:country-region st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Indonesia&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt; Modern, 1200-2004; Sept 2007&lt;/i&gt;).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;Dalam hitungan bulan setelah berkuasa, kecenderungan pemerintahan baru ini untuk memperkaya diri dan keluarganya kian menggila. Rakyat yang miskin bertambah miskin, sedang para pejabat walau sering menyuruh rakyat agar hidup sederhana, namun kehidupan mereka sendiri kian hari kian mewah. Bulan madu antara Suharto dengan para mahasiswa yang dulu mendukungnya dengan cepat pudar. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;Mahasiswa melihat penguasa baru ini pun tidak beres. Militer dipelihara dan digunakan sebagai tameng penjaga &lt;i&gt;status-quo&lt;/i&gt;. Kekuatan politik rakyat dibabat habis dengan dibonsainya partai-partai politik hingga hanya ada tiga: Golkar, PPP, dan PDI. “Pada Februari 1970, pemerintah mengumumkan semua pegawai negeri harus setia kepada pemerintah. Mereka tidak diizinan bergabung dengan partai politik lain kecuali Golkar,” demikian Ricklefs.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;Unjuk rasa mahasiswa yang dilakukan di depan Kantor Pangdam Siliwangi dan juga Kantor Gubernur Jawa Barat, 9 Oktober 1970, dengan keras mengecam kelakuan tentara yang kian hari kian dianggap repressif. Delapan tuntutan kala itu disampaikan: Kebalkah ABRI terhadap hukum! Mengapa pakaian seragam diangap lebih mampu? Apakah seragam sama dengan karcis kereta-api, bioskop, bus, opelet? Kapan ABRI berubah kelakuan? Siapa berani tertibkan ABRI? Kapan ada jaminan hukum bagi rakyat? Sudah merdekakah kita dari kesewenang-wenangan hukum?” (&lt;i&gt;Francois Raillon; Politik dan Ideologi Mahasiswa Indonesia 1966-1974; Des 1985&lt;/i&gt;).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;Francis Raillon menulis, “Sepanjang 1972-1973 di sekitar Suharto terjadi rebutan pengaruh antara ‘kelompok Amerika’ melawan ‘kelompok Jepang’. Yang pertama terdiri dari para menteri teknokrat dan sejumlah Jenderal, Pangkopkamtib Jend. Soemitro salah satunya. Kelompok kedua, dipimpin Aspri Presiden, Jend. Ali Moertopo, dan Jend. Soedjono Hoemardhani.”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;Suharto memang seorang pemimpin yang sangat lihai, dan tentu saja licin bagai belut yang berenang di dalam genangan oli. Dia memanfaatkan semua orang yang berada di sekelilingnya guna memperkuat posisinya sendiri. Ketika menumbangkan Bung Karno, Suharto menggalang kekuatan militer, teknokrat pro-kapitalisme, dan ormas keagamaan, terutama umat Islam, untuk menghancurkan komunisme. Namun setelah berkuasa, umat Islam ditinggalkan. Suharto malah merangkul kekuatan salibis faksi Pater Beek SJ dan juga CSIS di mana Ali Moertopo menjadi sesepuhnya, dan kemudian di era 1980-an akan muncul tokoh sentral Islamophobia, murid Ali Moertopo, bernama Jenderal Leonardus Benny Moerdhani.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;Dengan dukungan penuh terutama dari militer—tentu ada harga yang harus dibayarkan oleh Suharto, yakni membagi kue KKN kepada para perwiranya—maka kekuatan sipil tidak ada artinya. Siapa pun yang berseberangan dengannya, maka langsung dicap sebagai Anti Pancasila. Selama periode 1970-awal 1980-an, tidak ada kekuatan sipil yang berarti yang mampu menentang Suharto. Bayang-bayang pembunuhan massal yang dilakukan tentaranya Suharto pada akhir 1965 sampai awal 1966 menciptakan teror tersendiri di dalam benak rakyatnya. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;i&gt;Nations and Character Building&lt;/i&gt; yang diperjuangkan para pendiri republik ini dalam sekejap dihancurkan oleh Suharto, dan digantikan dengan &lt;i&gt;Exploitation de L’homee par L’homee&lt;/i&gt;, eksploitasi yang dilakukan kubu penguasa terhadap rakyat kecil. Patut digaris-bawahi jika eksploitasi ini terus dilakukan oleh para elit pemerintah dan juga elit parpol sampai hari ini. Tak aneh jika sekarang ada yang berterus terang jika Suharto adalah gurunya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;Catatan hitam tentang Suharto tidak berhenti sampai disini. Dalam penegakan Hak Asasi manusia (HAM) misalnya, rezim Orde Baru di tahun 1980-an sangat dikenal di luar negeri sebagai rezim fasis-militeristis, sebagaimana Jerman di bawah Hitler, Italia di bawah Mussolini, Kamboja di bawah Polpot, dan Chile di bawah Jenderal Augusto Pinochet. Ini ditegaskan Indonesianis asal Perancis, Francois Raillon. Bahkan M.C. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;Ricklefs, sejarawan &lt;st1:country-region st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Australia&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt;, menyatakan jika penegakan HAM-nya rezim Suharto jauh lebih buruk ketimbang penguasa jajahan Belanda. “Orde Baru lebih banyak melakukan hukuman itu ketimbang pemerintah jajahan Belanda. Orde Baru mengizinkan penyiksaan terhadap narapidana politiknya. Sentralisasi kekuasaan ekonomi, politik, administrasi, dan militer di tangan segelintir elit dalam pemerintahan Suharto juga lebih besar ketimbang dalam masa pemerintahan Belanda,” tegas Ricklefs yang bertahun-tahun menelusuri sejarah bangsa ini sejak zaman masuknya Islam.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;Dalam tulisan selanjutnya akan dipaparkan satu-persatu “prestasi” rezim Suharto dalam penegakan hak asasi manusia, terutama yang menyangkut umat Islam, hubungan haramnya dengan Zionis-Israel, dan banyak lagi yang lainnya.(&lt;i&gt;bersambung/rd&lt;/i&gt;)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Sumber : &lt;a href="http://www.eramuslim.com/berita/tahukah-anda/siapa-sebenarnya-suharto-5.htm"&gt;http://www.eramuslim.com/berita/tahukah-anda/siapa-sebenarnya-suharto-5.htm&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6171235794412361397-8710407233466109646?l=ulin21.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ulin21.blogspot.com/feeds/8710407233466109646/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ulin21.blogspot.com/2009/03/siapa-sebenarnya-suharto-5.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6171235794412361397/posts/default/8710407233466109646'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6171235794412361397/posts/default/8710407233466109646'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ulin21.blogspot.com/2009/03/siapa-sebenarnya-suharto-5.html' title='Siapa Sebenarnya Suharto ? ( 5 )'/><author><name>Abdullah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03122244876238200790</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_HMOiWdBgLsY/SbdMVNNIM7I/AAAAAAAAAGc/IoMZn9e2SN8/s72-c/harto_liem.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6171235794412361397.post-7879500433128043415</id><published>2009-03-11T13:24:00.002+08:00</published><updated>2009-03-11T13:27:56.772+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tahukah Anda'/><title type='text'>Siapa Sebenarnya Suharto ? ( 4 )</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_HMOiWdBgLsY/SbdLzTg4eqI/AAAAAAAAAGU/25kB5H4WU3A/s1600-h/soeharto1966.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 320px; height: 216px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_HMOiWdBgLsY/SbdLzTg4eqI/AAAAAAAAAGU/25kB5H4WU3A/s320/soeharto1966.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5311797630290393762" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt; &lt;p&gt;Pada 12 Maret 1967, Jenderal Soeharto dilantik sebagai &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;Presiden&lt;/st1:city&gt; &lt;st1:state st="on"&gt;RI&lt;/st1:state&gt;&lt;/st1:place&gt; ke-2. Tiga bulan kemudian, dia membentuk Tim Ahli Ekonomi Kepresidenan yang terdiri dari Prof Dr. Widjojo Nitisastro, Prof. Dr. Ali Wardhana, Prof Dr. Moh. Sadli, Prof Dr. Soemitro Djojohadikusumo, Prof Dr. Subroto, Dr. Emil Salim, Drs. Frans Seda, dan Drs. Radius Prawiro. Seluruhnya pro kapitalisme.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;Nopember 1967, Suharto mengirim tim ekonomi ini ke Swiss menemui para CEO Yahudi Internasional. Lahirlah UU PMA 1967 yang sangat menguntungkan imperialis Barat. Prinsip kemandirian ekonomi &lt;st1:country-region st="on"&gt;Indonesia&lt;/st1:country-region&gt; yang dijaga mati-matian Bung Karno, oleh Jenderal Suharto dihabisi dengan menjadikan &lt;st1:country-region st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Indonesia&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt; sebagai negara yang sangat tergantung pada Barat sebagai kekuatan kapitalis dunia.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;“Indonesia Baru” yang lebih pro-kapitalisme sesungguhnya telah dirancang sejak tahun-tahun 1950-an. David Ransom dalam artikelnya yang populer berjudul “Mafia Berkeley dan Pembunuhan Massal di Indonesia: Kuda Troya Baru dari Universitas-Universitas AS Masuk ke &lt;st1:country-region st="on"&gt;Indonesia&lt;/st1:country-region&gt;” (Ramparts, 1970) memaparkan jika AS menggunakan dua strategi untuk menaklukkan &lt;st1:country-region st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Indonesia&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt;, tentu saja dengan menyingkirkan Bung Karno. Pertama, membangun satu kelompok intelektuil yang berpikiran Barat. Dan kedua, membangun satu sel dalam tubuh ketentaraan yang siap bekerjasama dengan AS.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;Yang pertama didalangi oleh berbagai yayasan beasiswa seperti Ford Foundation dan Rockeffeler Foundation, juga berbagai universitas ternama AS seperti &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Berkeley&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt;, Harvard, Cornell, dan juga MIT. David Ransom menulis, dua tokoh Partai Sosialis Indonesia (PSI), sebuah partai kecil yang berhaluan sosialis-kanan, yakni Soedjatmoko dan Sumitro Djojohadikusumo menjadi ujung tombak pembentukan jaringan intelektuil pro-Barat di Indonesia. Mereka, demikian Ransom, dibina oleh AS sejak akhir tahun 1949-an.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;Sedang tugas kedua dilimpahkan kepada CIA. Salah satu agennya bernama Guy Pauker yang bergabung dengan RAND Corporation mendekati sejumlah perwira tinggi lewat salah seorang yang dikatakan berhasil direkrut CIA, yakni Deputi Dan Seskoad Kol. Soewarto. Dan Intel Achmad Soekendro juga dikenal dekat dengan CIA. Lewat orang inilah, demikian Ransom, komplotan AS, mendekati militer. Suharto adalah murid dari Soewarto di Seskoad.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;Di Seskoad inilah para intelektuil binaan AS diberi kesempatan mengajar para perwira. Terbentuklah jalinan kerjasama antara sipil-militer yang pro-AS. Paska tragedi 1965 dan pembantaian  rakyat &lt;st1:country-region st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Indonesia&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt;, yang dituduh komunis, dan  kelompok ini mulai membangun ‘Indonesia Baru’. Para doktor ekonomi yang mendapat binaan dari Ford kembali ke &lt;st1:country-region st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Indonesia&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt; dan segera bergabung dengan kelompok ini, di antara Emil Salim.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;Jenderal Suharto membentuk ­Trium-Virat (pemerintahan bersama tiga kaki) dengan Adam Malik dan Sultan Hamengkubuwono IX. Ransom menulis, “Pada 12 April 1967, Sultan mengumumkan satu pernyataan politik yang amat penting  yakni garis besar  program ekonomi rejim baru itu yang menegaskan mereka akan membawa &lt;st1:country-region st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Indonesia&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt; kembali ke pangkuan Imperialis.  Kebijakan  tersebut  ditulis  oleh  Widjojo  dan Sadli.”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;Ransom melanjutkan, “Dalam merinci lebih lanjut program ekonomi yang baru saja di  gariskan Sultan, para teknokrat dibimbing oleh AS. Saat Widjojo kebingungan menyusun  program stabilisasi ekonomi, AID mendatangkan David Cole, ekonom Harvard yang baru saja membuat regulasi perbankan di Korea Selatan untuk membantu Widjojo. Sadli juga sama, meski sudah doktor, tapi masih memerlukan “bimbingan”. Menurut seorang pegawai &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;Kedubes&lt;/st1:city&gt; &lt;st1:state st="on"&gt;AS&lt;/st1:state&gt;&lt;/st1:place&gt;, “Sadli benar-benar tidak tahu bagaimana seharusnya membuat suatu regulasi Penanaman Modal Asing. Dia harus mendapatkan banyak dari Kedutaan Besar Amerika Serikat.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;Ini merupakan tahap awal dari program Rancangan Pembangunan Lima Tahunan (Repelita) Suharto, yang disusun oleh para ekonom Indonesia didikan AS, yang masih secara langsung dimbing oleh para ekonom AS sendiri dengan kerjasama dari berbagai yayasan yang ada.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;Juni 1968, Jenderal Suharto secara diam-diam dan mendadak mengadakan  reuni dengan orang-orang binaan Ford, yang dikenal sebagai “Mafia Berkeley” (untuk merancangkan susunan Kabinet Pembangunan dan badan-badan penting tingkat tinggi lainnya): sebagai Menteri Perdagangan ditunjuk Dekan FEUI Sumitro Djojohadikusumo (Doctor of Philosophy dari Rotterdam), Ketua BPPN ditunjuk Widjojo Nitisastro (Doctor of Philosophy Berkeley, 1961), Wakil  Ketua BPN ditunjuk Emil Salim (Doctor of Philosophy, Berkeley, 1964 ), Dirjen Pemasaran dan Perdagangan ditunjuk Subroto (Doctor of Philosophy dari Harvard, 1964), Menteri Keuangan ditunjuk Ali Wardhana (Doctor of Philosophy, Berkeley, 1962), Ketua Team PMA Moh. Sadli (Master of Science, MIT, 1956), Sekjen Departemen  Perindustrian ditunjuk Barli Halim (MBA Berkeley,  1959), sedang Sudjatmoko, penasehat Adam Malik, diangkat jadi Duta Besar di Washington, posisi kunci poros Jakarta-Washington.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;Tim ekonomi “Indonesia Baru” ini bekeja dengan arahan langsung dari Tim Studi Pembangunan Harvard (&lt;i&gt;Development Advisory Service&lt;/i&gt;, DAS) yang dibiayai Ford Foundation. “Kita bekerja di belakang layar,” aku Wakil Direktur DAS Lister Gordon. AS segera mem&lt;i&gt;back-up&lt;/i&gt; penguasa baru ini dengan segenap daya sehingga stabilitas ekonomi Indonesia yang sengaja dirusak oleh AS pada masa sebelum 1965 bisa sedikit demi sedikit dipulihkan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;Mereka inilah yang berada dibelakang Repelita yang mulai dijalankan pada awal 1969,  dengan mengutamakan penanaman modal asing dan swasembada hasil pertanian. Dalam banyak kasus, pejabat birokrasi pusat mengandalkan pejabat militer di daerah-daerah  untuk mengawasi kelancaran program Ford ini.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;Mereka bekerjasama dengan para tokoh daerah yang terdiri dari para tuan tanah dan pejabat administratif. Terbentuklah kelompok baru di daerah-daerah yang bekerja untuk memperkaya diri dan keluarganya. Mereka, kelompok pusat dan kelompok daerah, bersimbiosis-mutualisme. Mereka juga  menindas para petani yang bekerja di lapangan.(&lt;i&gt;bersambung/rd&lt;/i&gt;)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Sumber : &lt;a href="http://www.eramuslim.com/berita/tahukah-anda/siapa-sebenarnya-suharto-4.htm"&gt;http://www.eramuslim.com/berita/tahukah-anda/siapa-sebenarnya-suharto-4.htm&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6171235794412361397-7879500433128043415?l=ulin21.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ulin21.blogspot.com/feeds/7879500433128043415/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ulin21.blogspot.com/2009/03/siapa-sebenarnya-suharto-4.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6171235794412361397/posts/default/7879500433128043415'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6171235794412361397/posts/default/7879500433128043415'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ulin21.blogspot.com/2009/03/siapa-sebenarnya-suharto-4.html' title='Siapa Sebenarnya Suharto ? ( 4 )'/><author><name>Abdullah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03122244876238200790</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_HMOiWdBgLsY/SbdLzTg4eqI/AAAAAAAAAGU/25kB5H4WU3A/s72-c/soeharto1966.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6171235794412361397.post-6964000773372408023</id><published>2009-03-11T10:34:00.005+08:00</published><updated>2009-03-11T13:22:55.820+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tahukah Anda'/><title type='text'>Siapa Sebenarnya Suharto ? ( 3 )</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_HMOiWdBgLsY/SbdKlxYv4eI/AAAAAAAAAGE/T71SpbmhRMA/s1600-h/suharto_nembak.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 320px; height: 211px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_HMOiWdBgLsY/SbdKlxYv4eI/AAAAAAAAAGE/T71SpbmhRMA/s320/suharto_nembak.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5311796298279543266" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Pasca Perang Dunia II, AS melihat Rusia sebagai satu-satunya pihak yang bisa menghalangi hegemoninya atas dunia. Diluncurkanlah Marshall Plan sebagai upaya membendung pengaruh komunisme yang kian lama kian meluas, dari Eropa Timur ke arah Asia selatan, sebuah wilayah yang sangat strategis dari sisi perdagangan dunia dan geopolitik, juga sangat kaya dengan sumber daya alam dan juga manusianya. AS sangat cemas jika wilayah tersebut dikuasai Soviet. Dari semua negeri di wilayah itu, Indonesia-lah negara yang paling strategis dan paling kaya. AS sangat paham akan hal ini, sebab itu di wilayah ini &lt;st1:country-region st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Indonesia&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt; merupakan satu-satunya wilayah yang disebut dalam Marshall Plan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;Namun untuk menundukkan &lt;st1:country-region st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Indonesia&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt;, AS jelas kesulitan karena negeri ini tengah dipimpin oleh seorang yang sukar diatur, cerdas, dan licin. Dialah Bung Karno. Tiada jalan lain, orang ini harus ditumbangkan, dengan berbagai cara. Sejarah telah mencatat dengan baik bagaimana CIA ikut terlibat langsung berbagai pemberontakan terhadap kekuasaan Bung Karno. CIA juga membina kader-kadernya di bidang pendidikan (yang nantinya melahirkan Mafia Berkeley), mendekati dan menunggangi partai politik demi kepentingannya (antara lain lewat PSI), membina sel binaannya di ketentaraan (&lt;i&gt;local army friend&lt;/i&gt;) dan sebagainya. Setelah berkali-kali gagal mendongkel Bung Karno dan bahkan sampai hendak membunuhnya, akhirnya pada paruh akhir 1965, Bung Karno berhasil disingkirkan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;Setelah peristiwa 1 Oktober 1965, secara &lt;i&gt;de facto&lt;/i&gt;, Jenderal Suharto mengendalikan negeri ini. Pekan ketiga sampai dengan awal 1966, Jenderal Suharto menugaskan para kaki tangannya membantai mungkin jumlahnya mencapai jutaan orang. Mereka yang dibunuh adalah orang-orang yag dituduh kader atau simpatisan komunis (PKI),  tanpa melewati proses pengadilan yang &lt;i&gt;fair&lt;/i&gt;. Media internasional bungkam terhadap kejahatan kemanusiaan yang melebihi kejahatan rezim Polpot di Kamboja ini, karena memang AS sangat diuntungkan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;Jatuhnya Bung Karno dan naiknya Jenderal Suharto dirayakan dengan penuh suka cita oleh &lt;st1:state st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Washington&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:state&gt;. Bahkan Presiden Nixon menyebutnya sebagai “Hadiah terbesar dari Asia Tenggara”. Satu negeri dengan wilayah yang sangat strategis, kaya raya dengan sumber daya alam, segenap bahan tambang, dan sebagainya ini telah berhasil dikuasai dan dalam waktu singkat akan dijadikan ‘sapi perahan’ bagi kejayaan imperialisme Barat.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;Benar saja, Nopember 1967, Jenderal Suharto menugaskan satu tim ekonom pro-AS menemui para 'bos' Yahudi Internasional di Swiss. Disertasi Doktoral Brad Sampson, dari &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;i&gt;Northwestern University&lt;/i&gt;&lt;/st1:city&gt;&lt;i&gt; &lt;st1:state st="on"&gt;AS&lt;/st1:state&gt;&lt;/i&gt; menelusuri fakta sejarah &lt;st1:country-region st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Indonesia&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt; di awal Orde Baru. Prof. Jeffrey Winters diangkat sebagai promotornya. Indonesianis asal &lt;st1:country-region st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Australia&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt;, John Pilger dalam &lt;i&gt;The New Rulers of The World&lt;/i&gt;, mengutip Sampson dan menulis:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;i&gt;“Dalam bulan November 1967, menyusul tertangkapnya ‘hadiah terbesar’ (istilah pemerintah AS untuk &lt;st1:country-region st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Indonesia&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt; setelah Bung Karno jatuh dan digantikan oleh Soeharto), maka hasil tangkapannya itu dibagi-bagi. The Time Life Corporation mensponsori konferensi istimewa di Jenewa, Swiss, yang dalam waktu tiga hari membahas strategi pengambil-alihan &lt;st1:country-region st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Indonesia&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt;. &lt;/i&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;i&gt;Para pesertanya terdiri dari seluruh kapitalis yang paling berpengaruh di dunia, orang-orang seperti David Rockefeller. Semua raksasa korporasi Barat diwakili perusahaan-perusahaan minyak dan bank, General Motors, Imperial Chemical Industries, British &lt;st1:place st="on"&gt;Leyland&lt;/st1:place&gt;, British American Tobacco, American Express, Siemens, Goodyear, The International Paper Corporation, US Steel, ICI, Leman Brothers, Asian Development Bank, Chase Manhattan, dan sebagainya.”&lt;/i&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;i&gt;Di seberang meja, duduk orang-orang Soeharto yang oleh Rockefeller dan pengusaha-pengusaha Yahudi lainnya disebut sebagai ‘ekonom-ekonom &lt;st1:country-region st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Indonesia&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt; yang korup’. &lt;/i&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;i&gt;“Di Jenewa, Tim Indonesia terkenal dengan sebutan ‘The &lt;st1:city st="on"&gt;Berkeley&lt;/st1:city&gt; Mafia’ karena beberapa di antaranya pernah menikmati beasiswa dari pemerintah Amerika Serikat untuk belajar di Universitas &lt;st1:state st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;California&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:state&gt; di Berkeley. Mereka datang sebagai peminta-minta yang menyuarakan hal-hal yang diinginkan oleh para majikannya yang hadir. Menyodorkan butir-butir yang dijual dari negara dan bangsanya. Tim Ekonomi Indonesia menawarkan: tenaga buruh yang banyak dan murah, cadangan dan sumber daya alam yang melimpah, dan pasar yang besar.” &lt;/i&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;Masih dalam kutipan John Pilger&lt;i&gt;, “Pada hari kedua, ekonomi &lt;st1:country-region st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Indonesia&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt; telah dibagi sektor demi sektor.” Prof. Jeffrey Winters menyebutnya, “Ini dilakukan dengan cara yang amat spektakuler.”&lt;/i&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;i&gt;“Mereka membaginya dalam lima seksi: pertambangan di satu kamar, jasa-jasa di kamar lain, industri ringan di kamar satunya, perbankan dan keuangan di kamar yang lain lagi; yang dilakukan oleh Chase Manhattan duduk dengan sebuah delegasi yang mendiktekan kebijakan-kebijakan yang dapat diterima oleh mereka dan para investor lainnya. Kita saksikan para pemimpin korporasi besar ini berkeliling dari satu meja ke meja lainnya, mengatakan, ‘Ini yang kami inginkan, itu yang kami inginkan, ini, ini, dan ini.’ Dan mereka pada dasarnya merancang infrastruktur hukum untuk berinvestasi. Tentunya produk hukum yang sangat menguntungkan mereka. Saya tidak pernah mendengar situasi seperti itu sebelumnya, di mana modal global duduk dengan wakil dari negara yang diasumsikan sebagai negara berdaulat dan merancang persyaratan buat masuknya investasi mereka ke dalam negaranya sendiri.”&lt;/i&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;&lt;i&gt;Freeport&lt;/i&gt;&lt;/st1:city&gt;&lt;i&gt; mendapatkan gunung tembaga di Papua Barat (Henry Kissinger, pengusaha &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;Yahudi&lt;/st1:city&gt;  &lt;st1:state st="on"&gt;AS&lt;/st1:state&gt;&lt;/st1:place&gt;, duduk dalam Dewan Komisaris). Sebuah konsorsium Eropa mendapatkan Nikel di Papua Barat. Sang raksasa Alcoa mendapatkan bagian terbesar dari bauksit &lt;st1:country-region st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Indonesia&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt;. Sekelompok perusahaan Amerika, Jepang, dan Perancis mendapatkan hutan-hutan tropis di &lt;st1:place st="on"&gt;Kalimantan&lt;/st1:place&gt;, Sumatera, dan Papua Barat. &lt;/i&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;Sebuah undang-undang tentang penanaman modal asing yang dengan terburu-buru disodorkan kepada Presiden Soeharto membuat perampokan negara yang direstui pemerintah itu bebas pajak untuk &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;lima&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt; tahun lamanya. Oleh Suharto, rakyat dijejali dengan propaganda pembangunan, Pancasila, dan &lt;i&gt;trickle down effect&lt;/i&gt; terhadap peningkatan kesejahteraannya, tapi fakta yang terjadi di lapangan sesungguhnya adalah proses pemiskinan bangsa secara sistematis yang dilakukan rezim Suharto.(&lt;i&gt;bersambung/rd&lt;/i&gt;)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Sumber : &lt;a href="http://www.eramuslim.com/berita/tahukah-anda/siapa-sebenarnya-suharto-3.htm"&gt;http://www.eramuslim.com/berita/tahukah-anda/siapa-sebenarnya-suharto-3.htm&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6171235794412361397-6964000773372408023?l=ulin21.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ulin21.blogspot.com/feeds/6964000773372408023/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ulin21.blogspot.com/2009/03/siapa-sebenarnya-suharto-3.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6171235794412361397/posts/default/6964000773372408023'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6171235794412361397/posts/default/6964000773372408023'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ulin21.blogspot.com/2009/03/siapa-sebenarnya-suharto-3.html' title='Siapa Sebenarnya Suharto ? ( 3 )'/><author><name>Abdullah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03122244876238200790</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_HMOiWdBgLsY/SbdKlxYv4eI/AAAAAAAAAGE/T71SpbmhRMA/s72-c/suharto_nembak.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6171235794412361397.post-6786952435706072515</id><published>2009-03-11T10:31:00.005+08:00</published><updated>2009-03-11T13:24:08.927+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tahukah Anda'/><title type='text'>Siapa Sebenarnya Suharto ? ( 2 )</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_HMOiWdBgLsY/SbdK61xg16I/AAAAAAAAAGM/oBUmfhLT1Ek/s1600-h/harto_cina.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 320px; height: 215px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_HMOiWdBgLsY/SbdK61xg16I/AAAAAAAAAGM/oBUmfhLT1Ek/s320/harto_cina.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5311796660234409890" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Suharto lahir di Kemusuk, Argomulyo, &lt;st1:place st="on"&gt;Yogyakarta&lt;/st1:place&gt;, 8 Juni 1921, dari keluarga petani yang menganut kejawen. Setelah melahirkan Suharto, Sukirah (Ibunda Suharto), menghilang selama 40 hari untuk bertapa demi masa depan anaknya yang baru lahir tersebut. Kepercayaan kejawen kedua orangtuanya ini diteruskan oleh Suharto hingga menjadi presiden (Lampung Post, 22/5/2006).  &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;Beberapa ‘laku spiritual’ Kejawen yang sering dilakukan Suharto adalah&lt;i&gt; Tapa Kungkum&lt;/i&gt; (berendam dalam air). Tempat-tempat favoritnya antara lain di daerah Gunung Lawu, Srandil, Wonogiri, &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Bogor&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt;, Dieng, Danau Pacitan, Cilacap, dan lain-lain (Detik.com, 15/6/2006). Bahkan salah satu ‘laku spiritual’ Suharto yang terkenal adalah dengan menguasai ilmu &lt;i&gt;Senggoro Macan&lt;/i&gt;, yang salah satu syaratnya adalah melakukan persetubuhan dengan perempuan di Goa Kalak, Pacitan, mengikuti kelakuan &lt;i&gt;inses&lt;/i&gt; dari R. Prawiroyudho dengan Sang Dewi, keduanya anak dari Prabu Brawijaya V. (sumber: Liberty: www.mail-archive.com/itb@itb.ac.id/msg01925.html) &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;Kedekatan Suharto dengan keyakinan yang dalam kacamata akidah Islam jelas merupakan kemusyrikan ini terus dibawanya sampai dia berkuasa. Salah satu orang dekatnya adalah Soedjono Humardhani, yang di lingkungan istana dikenal sebagai salah satu ‘dukunnya’ Suharto. Bukan rahasia umum lagi jika sejumlah dukun terkenal di dalam negeri dipelihara olehnya.   &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;b&gt;Karir Suharto&lt;/b&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;Suharto sempat bekerja sebentar sebagai karyawan di sebuah bank pedesaan dan buruh. Lalu dia memulai karir militer dengan memasuki kesatuan tentara Belanda, KNIL, di Jawa Tengah. Saat Jepang masuk di tahun 1942, Suharto bergabung dengan PETA.  Ketika Soekarno memproklamirkan kemerdekaan, Soeharto bergabung dengan TKR. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;Salah satu ‘prestasi’ kemiliteran Suharto yang sering digembar-gemborkannya semasa dia berkuasa adalah Serangan Umum 1 Maret 1949 atas &lt;st1:place st="on"&gt;Yogyakarta&lt;/st1:place&gt;. Bahkan ‘prestasi’ ini sengaja difilmkan dengan judul ‘Janur Kuning’ (1979) yang memperlihatkan jika serangan umum itu diprakarsai dan dipimpin langsung oleh Letkol Suharto. Padahal, sesungguhnya serangan umum itu diprakarsai Sultan Hamengkubuwono IX. Bahkan Kolonel Latief Hendradiningrat yang ikut memimpin pasukan dalam peristiwa tersebut memberi kesaksian jika Suharto sebenarnya tidak bertempur. “Dia malah sedang asyik makan soto babat di garis belakang yang aman…” (Pledoi Latief di Depan mahmilub, 27/6/1978). &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;Pada 1959, Suharto yang kala itu menjabat sebagai Pangdam Diponegoro dipecat oleh Nasution dengan tidak hormat karena Suharto telah menggunakan institusi militernya untuk mengumpulkan uang dari perusahaan-perusahaan di Jawa Tengah. Suharto kala itu juga ketahuan ikut kegiatan ilegal berupa penyelundupan gula dan kapuk bersama Bob Hasan dan Liem Sioe Liong.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;Untuk memperlancar penyelundupan ini, didirikan prusahaan perkapalan yang dikendalikan Bob Hasan. Konon, dalam menjalankan bisnis haramnya ini, Bob menggunakan kapal-kapal ‘Indonesian Overseas’ milik C.M. Chow. Siapa C.M. Chow ini? Dia adalah agen ganda. Pada 1950 dia menjadi agen rahasia militer Jepang di Shanghai. Tapi dia pun kepanjangan tangan Mao Tse Tung, dalam merekrut Cina perantauan dari orang Jepang ke dalam jaringan komunis &lt;st1:place st="on"&gt;Asia&lt;/st1:place&gt;. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;Pada 1943, Chow ditugasi Jepang ke &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Jakarta&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt;. Ketika Jepang hengkang dari &lt;st1:country-region st="on"&gt;Indonesia&lt;/st1:country-region&gt;, Chow tetap di &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Jakarta&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt; dan membuka usaha perkapalan pertama di negeri ini. Chow bukan saja membina WNI Cina di Jawa Tengah dan Timur, namun juga di Sumatera dan &lt;st1:place st="on"&gt;Sulawesi&lt;/st1:place&gt;. Salah satu binaannya adalah ayah Eddy Tansil dan Hendra Rahardja yang bermarga Tan. Tan merupakan &lt;i&gt;sleeping agent&lt;/i&gt; Mao di Indonesia Timur. Pada pertengahan 1980-an, Hendra Rahardja dan Liem Sioe Liong mendirikan sejumlah pabrik di Fujian, Cina (Siapa Sebenarnya Suharto; Eros Djarot; 2006).  &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;Nasution kala itu sangat marah sehingga ingin memecat Suharto dari AD dan menyeretnya ke Mahkamah Militer, namun atas desakan Gatot Subroto, Suharto dibebaskan dan akhirnya dikirim ke SSKAD (Sekolah Staf dan Komando Angkatan Darat). Sebelumnya, Ahmad Yani juga marah dan menempeleng Suharto. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;Kolonel Pranoto Rekso Samoedro diangkat sebagai Pangdam Diponegoro menggantikan Suharto. Pranoto, sang perwira santri, menarik kembali semua fasilitas milik Kodam Diponegoro yang dipinjamkan Suharto kepada para pengusaha Cina untuk kepentingan pribadinya. Suharto sangat sakit hati dan dendam kepada Pranoto, juga terhadap Nasution dan Yani. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;Di SSKAD, Suharto dicalonkan untuk menjadi Ketua Senat. Namun DI. Panjaitan menolak keras dengan menyatakan dirinya tidak percaya dengan moralitas Suharto yang dinilainya sangat rendah dengan membuka semua catatan kotor yang pernah dilakukan Suharto dalam karir militernya, termasuk penyelundupan bersama para pengusaha Cina. Suharto sangat marah. Bertambah lagi dendam Suharto, selain kepada Nasution, Yani, Pranoto, kini Panjaitan. (&lt;em&gt;bersambung/rz&lt;/em&gt;)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Sumber : &lt;a href="http://www.eramuslim.com/berita/tahukah-anda/siapa-sebenarnya-suharto-2.htm"&gt;http://www.eramuslim.com/berita/tahukah-anda/siapa-sebenarnya-suharto-2.htm&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6171235794412361397-6786952435706072515?l=ulin21.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ulin21.blogspot.com/feeds/6786952435706072515/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ulin21.blogspot.com/2009/03/siapa-sebenarnya-suharto-2.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6171235794412361397/posts/default/6786952435706072515'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6171235794412361397/posts/default/6786952435706072515'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ulin21.blogspot.com/2009/03/siapa-sebenarnya-suharto-2.html' title='Siapa Sebenarnya Suharto ? ( 2 )'/><author><name>Abdullah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03122244876238200790</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_HMOiWdBgLsY/SbdK61xg16I/AAAAAAAAAGM/oBUmfhLT1Ek/s72-c/harto_cina.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6171235794412361397.post-1663675678614118500</id><published>2009-03-11T10:27:00.001+08:00</published><updated>2009-03-11T10:31:14.781+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tahukah Anda'/><title type='text'>Siapa Sebenarnya Suharto ?</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_HMOiWdBgLsY/SbciXgeT62I/AAAAAAAAAF8/2T_xL9Cl_D8/s1600-h/soeharto_versi_all.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 298px; height: 225px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_HMOiWdBgLsY/SbciXgeT62I/AAAAAAAAAF8/2T_xL9Cl_D8/s320/soeharto_versi_all.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5311752072756194146" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt; &lt;p&gt;Bulan November 41 tahun lalu, Jenderal Suharto yang telah sukses mengkudeta Bung Karno, mengirim satu tim ekonomi yang terdiri dari Prof. Sadli, Prof. Soemitro Djoyohadikusumoh, dan sejumlah profesor ekonomi lulusan &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Berkeley&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt; University AS—sebab itu tim ekonomi ini juga disebut sebagai ‘Berkeley Mafia’—ke Swiss. Mereka hendak menggelar pertemuan dengan sejumlah konglomerat Yahudi dunia yang dipimpin Rockefeller.  &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;Di Swiss, sebagaimana bisa dilihat dari film dokumenter karya John Pilger berjudul &lt;i&gt;“The New Ruler of the World’&lt;/i&gt; yang bisa didownload di situs &lt;i&gt;youtube&lt;/i&gt;, tim ekonomi suruhan Jenderal Suharto ini menggadaikan seluruh kekayaan alam negeri ini ke hadapan Rockefeler cs. Dengan seenak perutnya, mereka mengkavling-kavling bumi Nusantara dan memberikannya kepada pengusaha-pengusaha Yahudi tersebut. Gunung emas di Papua diserahkan kepada &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Freeport&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt;, ladang minyak di Aceh kepada Exxon, dan sebagainya. Undang-Undang Penanaman Modal Asing (UU PMA) tahun 1967 pun dirancang di Swiss, menuruti kehendak para pengusaha Yahudi tersebut. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;Sampai detik ini, saat Suharto sudah menemui ajal dan dikuburkan di kompleks pemakaman keluarga di dekat Imogiri, di sebuah daratan dengan ketinggian 666 meter di atas permukaan laut (!?), perampokan atas seluruh kekayaan alam negeri ini masih saja terus berjalan dan dikerjakan dengan sangat leluasa oleh berbagai korporasi Yahudi Dunia. Hasilnya bisa kita lihat di mana-mana: angka kemiskinan di negeri ini kian membengkak, kian banyak anak putus sekolah, kian banyak anak-anak kecil berkeliaran di jalan-jalan raya, kian banyak orangtua putus asa dan bunuh diri, kian banyak orang gila berkeliaran di kampung-kampung, kian banyak kriminalitas, kian banyak kasus-kasus korupsi, dan sederet lagi fakta-fakta tak terbantahkan jika negeri ini tengah meluncur ke jurang kehancuran. Suharto adalah dalang dari semua ini. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;Tapi siapa sangka, walau sudah banyak sekali buku-buku ilmiah yang ditulis para cendekia dari dalam dan luar negeri tentang betapa bobroknya kinerja pemerintahan di saat Jenderal Suharto berkuasa selama lebih kuarng 32 tahun, dengan jutaan fakta dan dokumen yang tak terbantahkan, namun nama Suharto masih saja dianggap harum oleh sejumlah kalangan. Bahkan ada yang begitu konyol mengusulkan agar sosok yang oleh Bung Karno ini disebut sebagai Jenderal Keras Kepala (Belanda: &lt;i&gt;Koepeg&lt;/i&gt;) diberi penghargaan sebagai pahlawan nasional dan diberi gelar guru bangsa. Walau menggelikan, namun hal tersebut adalah fakta.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;Sebab itu, tulisan ini berusaha memaparkan apa adanya tentang Jenderal Suharto. Agar setidaknya, mereka yang menganggap Suharto layak diberi gelar guru bangsa atau pun pahlawan nasional, harus bisa bermuhasabah dan melakukan renungan yang lebih dalam, sudah benarkah tindakan tersebut. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;Fakta sejarah harus ditegakkan, bersalah atau tidak seorang Suharto harus diputuskan lewat jalan hukum yakni lewat jalur pengadilan. Adalah sangat gegabah menyerukan rakyat ini agar memaafkan dosa-dosa seorang Suharto sebelum kita semua tahu apa saja dosa-dosa Suharto karena dia memang belum pernah diseret ke muka pengadilan. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;Tulisan ini akan berupaya memotret perjalanan seorang Suharto, sebelum dan sesudah menjadi presiden. Agar tidak ada lagi pemikiran yang berkata, “Biar Suharto punya salah, tapi dia tetap punya andil besar membangun negara ini. Hasil kerja dan pembangunannya bisa kita rasakan bersama saat ini. Lihat, banyak gedung-gedung megah berdiri di &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Jakarta&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt;, jalan-jalan protokol yang besar dan mulus, jalan tol yang kuat, Taman Mini Indonesia Indah yang murah meriah, dan sebagainya. Jelas, bagaimana pun, Suharto berjasa besar dalam membangun negara ini!” &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;Atau tidak ada lagi orang yang berkata, “Zaman Suharto lebih enak ketimbang sekarang, harga barang-barang bisa murah, tidak seperti sekarang yang serba mahal. Akan lebih baik kalau kita kembali ke masa Suharto…” Hanya orang-orang Suhartoislah, yang mendapat bagian dari pesta uang panas di zaman Orde Baru dan mungkin juga sekarang, yang berani mengucapkan itu.  Atau kalau tidak, ya bisa jadi, mereka orang-orang yang belum tercerahkan. (&lt;i&gt;rd/bersambung&lt;/i&gt;)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Sumber : &lt;a href="http://www.eramuslim.com/berita/tahukah-anda/siapa-sebenarnya-suharto.htm"&gt;http://www.eramuslim.com/berita/tahukah-anda/siapa-sebenarnya-suharto.htm&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6171235794412361397-1663675678614118500?l=ulin21.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ulin21.blogspot.com/feeds/1663675678614118500/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ulin21.blogspot.com/2009/03/siapa-sebenarnya-suharto.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6171235794412361397/posts/default/1663675678614118500'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6171235794412361397/posts/default/1663675678614118500'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ulin21.blogspot.com/2009/03/siapa-sebenarnya-suharto.html' title='Siapa Sebenarnya Suharto ?'/><author><name>Abdullah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03122244876238200790</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_HMOiWdBgLsY/SbciXgeT62I/AAAAAAAAAF8/2T_xL9Cl_D8/s72-c/soeharto_versi_all.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6171235794412361397.post-8191212433993748335</id><published>2009-03-11T10:13:00.005+08:00</published><updated>2009-03-11T13:10:58.425+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tahukah Anda'/><title type='text'>Soekarno, Megawati, dan Islam (4)</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_HMOiWdBgLsY/SbcebaHdq2I/AAAAAAAAAF0/9bEIYgov4KI/s1600-h/soekarno-hatta.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 320px; height: 232px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_HMOiWdBgLsY/SbcebaHdq2I/AAAAAAAAAF0/9bEIYgov4KI/s320/soekarno-hatta.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5311747741722717026" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  &gt;Sejak pertama kali penjajah kolonial mendarat di Nusantara, umat Islam telah melakukan perlawanan dengan gagah berani guna mengusir imperialis Barat tersebut yang datang dengan tiga misi: Merampok kekayaan negeri kaya raya ini (&lt;i&gt;Golden&lt;/i&gt;), Memperluas imperium mereka (&lt;i&gt;Glorious&lt;/i&gt;), dan Menyebarkan salib (&lt;i&gt;Gospel&lt;/i&gt;). Islam-lah agama perlawanan menentang kezaliman Salib Barat. Sebab itu, adalah fakta sejarah bahwa umat Islam-lah yang berada di garda terdepan dalam perjuangan merebut kemerdekaan Indonesia. Namun realita sejarah ini berusaha untuk digelapkan oleh kaum sekular dan kaum kufar sejak dulu hingga sekarang. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  &gt;“Tonggak pertama pengkhianatan yang dilakukan elit negara, dalam hal ini Soekarno Hatta dan tokoh-tokoh sekuler lainnya terhadap umat Islam terjadi pada hari Kamis malam, 16 Agustus 1945,” ujar (alm) KH. Firdaus AN kepada Eramuslim di tahun 1999 saat bertemu di kediaman beliau di daerah Pejompongan, Jakarta Pusat.  &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  &gt;Tokoh Persatuan Pelajar Islam Indonesia (PII), Abdul Qadir Djaelani, dalam bukunya “Peta Sejarah Perjuangan Politik Umat Islam di Indonesia” (1996) juga menceritakan hal ini. Seperti yang telah diketahui bersama, rakyat Indonesia sekarang hanya mengetahui jika teks proklamasi kemerdekaan, 17 Agustus 1945, yang dibacakan Soekarno itu hanya berupa naskah singkat. Padahal, seperti diakui oleh Mohammad Hatta dalam memoirnya, sesuai rencana yang disepakati dalam rapat PPKI, seharusnya pernyataan yang dibacakan pada saat proklamasi itu adalah naskah Piagam Jakarta yang dibuat pada 22 Juni 1945. Namun pada malam 16 Agustus 1945, di rumah Laksamana Maeda jalan Imam Bonjol No 1 (dahulu Myako Dori), Soekarno, Hatta, bersama-sama dengan Subardjo, Soekarni dan Sayuti Melik menggelar rapat dadakan dan menulis teks ringkas proklamasi kemerdekaan yang akan dibacakan keesokan paginya. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  &gt;Mengapa bukan Piagam Jakarta yang dibacakan sebagai teks proklamasi? Alasannya sangat naif. Bung Hatta di dalam Memoirnya menulis, “(Malam itu) Tidak seorang di antara kami yang membawa dalam sakunya teks proklamasi, yang dibuat pada 22 Juni 1945, yang sekarang disebut Piagam Jakarta.” Malam itu, lanjut Hatta, seluruh anggota PPKI, pemimpin-pemimpin pemuda, beberapa orang pemimpin pergerakan, dan para anggota &lt;i&gt;Cuo Sangi In&lt;/i&gt; telah hadir di rumah Maeda. “Semuanya ada kira-kira 40 atau 50 orang-orang terkemuka. Di jalan banyak pemuda yang menonton atau menunggu hasil pembicaraan.” &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  &gt;Seperti pengakuan Hatta, begitu banyak tokoh yang hadir. Namun terlalu naif jika tidak ada seorang pun yang mengantungi naskah Piagam Jakarta untuk dibacakan sebagai teks proklamasi, sesuai dengan kesepakatan sebelumnya. Jika hal ini benar, walau tidak masuk akal, bukankah proklamasi baru akan dilakukan esok harinya? Berarti, jika memang “tidak ada apa-apanya” maka sebenarnya sangatlah mudah untuk mengambil kembali naskah Piagam Jakarta yang ada di rumah Soekarno atau rumah Hatta yang dekat letaknya dengan kediaman Maeda. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  &gt;Jika pun proklamasi harus dilakukan malam itu, maka rumah Hatta yang letaknya cuma satu kilometer dari rumah Maeda pun bisa dijangkau. Bermobil ke rumah Hatta tidak sampai memakan waktu lima menit. Jika mereka semua memang punya niat baik dan berpegang pada kesepakatan awal, maka mengambil Piagam Jakarta untuk dibacakan sebagai teks proklamasi adalah hal yang sangat mudah.  &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  &gt;Abdul Qadir Djaelani menyatakan jika Piagam Jakarta sesungguhnya sengaja disingkirkan dalam peristiwa malam itu. Biang keladinya menurut &lt;i&gt;Kang Jel&lt;/i&gt;—demikian sapaan akrab Abdul Qadir Djaelani, adalah kaum Nasionalis Sekuler, termasuk Soekarno-Hatta di dalamnya. “Alasannya sangat strategis. Sebab jika Piagam Jakarta dijadikan teks proklamasi, sesuai keputusan pleno BPUPKI tanggal 14 Juli 1945, maka secara historis yuridis negara Indonesia merdeka terikat dengan Piagam Jakarta,” tulis Kang Jel. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  &gt;Sejarah telah mencatat, teks proklamasi yang dibacakan ternyata naskah yang ditulis terburu-buru, dan tanpa persiapan. Keesokan harinya, Sabtu, 18 Agustus 1945, sebuah konspirasi yang juga aneh malah menghapus tujuh kata dalam Piagam Jakarta. Dalam tempo 24 jam, Soekarno-Hatta telah melakukan dua kali “tusukan” pada umat Islam. Dua tragedi yang menyakitkan tokoh-tokoh Islam dan juga umat Islam secara keseluruhan. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  &gt;“Tusukan ketiga” yang dilakukan Soekarno adalah terhadap Muslim Aceh. Dari seluruh daerah di Nusantara, perlawanan Muslim Aceh merupakan perlawanan terhebat dan terdahsyat yang pernah dihadapi kolonialis Belanda saat hendak menguasai seluruh wilayah Nusantara. Nanggroe Aceh Darussalam adalah Kerajaan Islam Besar yang telah berdaulat berabad-abad sebelum Negara Kesatuan Republik Indonesia terbentuk. Bahkan wilayah ini bersama dengan kerajaan-kerajaan Islam di Jazirah Al-Mulk (Maluku) masuk di dalam wilayah perlindungan Kekhalifahan Islam Turki Utsmaniyah. Berabad-abad sebelum UUD 1945 lahir, Aceh telah memiliki Qanun Meukuta Alam, sebuah konstitusi yang sangat lengkap sehingga kerajaan-kerajaan Islam tetangga pun meng&lt;i&gt;copy-paste&lt;/i&gt;nya seperti yang dilakukan Kerajaan Islam Brunei Darussalam. Qanun Meukuta alam ini sangat lengkap dan detil, jauh lengkap ketimbang UUD 1945 bahkan yang sudah “dibongkar” (amandemen) seperti sekarang ini.(&lt;i&gt;bersambung/rd&lt;/i&gt;)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  &gt;Sumber : &lt;a href="http://www.eramuslim.com/berita/tahukah-anda/soekarno-megawati-dan-islam-4.htm"&gt;http://www.eramuslim.com/berita/tahukah-anda/soekarno-megawati-dan-islam-4.htm&lt;/a&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6171235794412361397-8191212433993748335?l=ulin21.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ulin21.blogspot.com/feeds/8191212433993748335/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ulin21.blogspot.com/2009/03/soekarno-megawati-dan-islam-4.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6171235794412361397/posts/default/8191212433993748335'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6171235794412361397/posts/default/8191212433993748335'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ulin21.blogspot.com/2009/03/soekarno-megawati-dan-islam-4.html' title='Soekarno, Megawati, dan Islam (4)'/><author><name>Abdullah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03122244876238200790</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_HMOiWdBgLsY/SbcebaHdq2I/AAAAAAAAAF0/9bEIYgov4KI/s72-c/soekarno-hatta.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6171235794412361397.post-4007850671838095970</id><published>2009-03-11T10:09:00.002+08:00</published><updated>2009-03-11T10:25:58.129+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tahukah Anda'/><title type='text'>Soekarno, Megawati, dan Islam (3)</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_HMOiWdBgLsY/Sbcdz-eYv9I/AAAAAAAAAFs/gw03UEuNEkY/s1600-h/soekarno-di-tugu.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 320px; height: 154px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_HMOiWdBgLsY/Sbcdz-eYv9I/AAAAAAAAAFs/gw03UEuNEkY/s320/soekarno-di-tugu.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5311747064287772626" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  &gt;Sebab itulah, Soekarno merumuskan doktrin perjuangan politiknya sebagai Marhaenisme, yakni Marxisme yang telah di-Indonesiakan, suatu prinsip perjuangan yang mencita-citakan sosialisme &lt;st1:country-region st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Indonesia&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt;. Tujuan dari prinsip ini adalah mensejahterakan seluruh rakyat &lt;st1:country-region st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Indonesia&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt; yang berkeadilan dan mandiri, lepas dari campur tangan kaum imperialisme. Marhaenisme jelas bertentangan dengan salah satu pokok Marxisme yaitu pertentangan kelas. Dalam Marhaenisme, semua kekuatan dan komponen bangsa harus bersatu untuk mewujudkan cita-cita sosialisme &lt;st1:country-region st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Indonesia&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt;. Inilah cikal bakal dari Nasakom.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  &gt;Pokok ajaran Soekarnoisme yang kedua adalah Revolusi &lt;st1:country-region st="on"&gt;Indonesia&lt;/st1:country-region&gt; yang memiliki dua tahapan: Pertama, tahapan revolusi borjuis nasional dan kemudian tahapan revolusi sosialisme &lt;st1:country-region st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Indonesia&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt;.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  &gt;Dalam tahapan pertama, kaum Marhaen bersama kaum proletar harus bisa bersatu-padu dengan kaum borjuis nasional—sisa-sisa feodalis lama—untuk berjuang bersama-sama menghancurkan kekuasaan kolonialisme dan imperialisme asing  yang telah menjajah &lt;st1:country-region st="on"&gt;Indonesia&lt;/st1:country-region&gt; demi memerdekakan negara dan bangsa &lt;st1:country-region st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Indonesia&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt; dahulu. Sebab itulah, tahap pertama revolusi nasional mencapai kemerdekaan disebut sebagai “Jembatan emas menuju kemerdekaan.”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  &gt;Tahap kedua, setelah merdeka, maka barulah tahap kedua dari revolusi &lt;st1:country-region st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Indonesia&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt; dilakukan yakni memerdekakan seluruh anak bangsa dari kemiskinan dan kebodohan. Tahap ini dikenal dengan istilah “&lt;i&gt;Nation and Character Building&lt;/i&gt;”.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  &gt;Pokok-pokok Soekarnoisme bisa diringkas menjadi beberapa point, yakni:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;ul type="disc"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  &gt;Persatuan dan kesatuan seluruh elemen bangsa,&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  &gt;Prinsip berdikari dalam mengelola kekayaan      alam bangsa yang berarti tidak tergantung pada kekuatan asing (Kekuatan      kolonialisme dan imperialisme Barat),&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  &gt;Pembangunan karakter bangsa guna menghapus      perasaan minder (&lt;i&gt;minderwaardigheid-complex&lt;/i&gt;) yang telah ditanamkan      ratusan tahun oleh penjajah asing sehingga bangsa &lt;st1:country-region st="on"&gt;Indonesia&lt;/st1:country-region&gt; memiliki kebanggaan sebagai orang      &lt;st1:country-region st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Indonesia&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt;      dan setara sebagai warga dunia.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  &gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  &gt;Hubungan dengan Islam&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  &gt;Soekarno merupakan satu-satunya presiden sebuah negara di dunia yang menyatakan jika dirinya meninggal maka jenazahnya ditutupi dengan bendera Muhammadiyah, bukan bendera negara. Seperti yang dikatakannya dalam “Soekarno, Penyambung Lidah Rakyat &lt;st1:country-region st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Indonesia&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt;” (Cindy Adams).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  &gt;Walau demikian, hubungan antara Soekarno dengan tokoh-tokoh Islam mengalami putus-sambung yang cukup sering intensitasnya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  &gt;Soekarno muda mendapat &lt;i&gt;gemblengan&lt;/i&gt; prinsip-prinsip politik dari seorang tokoh Syarikat Islam bernama H. O. S. Tjokroaminoto. Buku Tjokroaminoto yang ditulis pada tahun 1924 berjudul “Islam dan Sosialisme” (Diterbitkan oleh PN. Bulan Bintang, 1951), merupakan salah satu inspirator bagi Soekarno dan titik awal bagi pandangan Islam Sosialistiknya. Menurut Soekarno, Islam merupakan sebuah ideologi perjuangan yang sama sekali tidak akan pernah akur dengan kapitalisme, sebab kapitalisme hanya bisa hidup jika berjalan di atas rel penindasan manusia terhadap sesama manusia lainnya dalam bentuk “&lt;i&gt;The Surplus Value&lt;/i&gt;” dalam sistem kerjanya atau bisa disamakan dengan Riba. Kapitalisme hanya bisa hidup jika kaum Pemodal (Kaum Pengusaha) menghisap kaum pekerja (Buruh) dan juga kaum Marhaen lainnya (&lt;i&gt;Wong Cilik&lt;/i&gt;).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  &gt;Pada 29 Desember 1929, Soekarno bersama sejumlah tokoh PNI (Partai Nasional Indonesia) ditangkap dan dijebloskan ke penjara Banceuy, &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Bandung&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt;. Oleh Belanda, mereka dianggap teroris yang tengah merencanakan makar untuk menggulingkan pemerintahan Belanda. Dalam pengadilannya, Agustus 1930, Soekarno menyampaikan pembelaannya (Pledoi) yang amat terkenal berjudul “Indonesia Menggugat”.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  &gt;Pokok dari pledoi Soekarno adalah membongkar habis-habisan Anggaran Pembelian dan Belanja pemerintahan kolonial Belanda yang dikecamnya sangat pro investor asing dan kian memiskinkan rakyat. Soekarno dibebaskan pada 31 Desember 1931.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  &gt;Pada Agustus 1933, Soekarno ditangkap untuk kedua kalinya, kemudian dibuang ke Ende, &lt;st1:place st="on"&gt;Flores&lt;/st1:place&gt;. Di sinilah periode kehidupan Soekarno yang sarat persinggungannya dengan Islam. Di Ende, Soekarno melahap banyak buku-buku keislaman dan banyak berdiskusi dengan tokoh-tokoh setempat maupun surat-menyurat dengan sejumlah tokoh Islam nasional seperti HM. Natsir. Pemikiran Soekarno tambah terasah dengan Islam dan kian meneguhkan pandangan Soekarno jika Islam sangat anti terhadap kapitalisme karena sifat penindasan dan penghisapannya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  &gt;Dari Ende, Soekarno diasingkan ke Bengkulu, 1938. Di Bengkulu ini Soekarno kembali berjumpa dengan tokoh-tokoh Islam setempat dan berdiskusi dengan mereka. Salah satu tokoh Muhammadiyah di Bengkulu yang sering diajak berdiskusi mengenai Islam adalah H. Hasan, ayah dari Siti Fatimah, yang kemudian anaknya diperisteri Soekarno dan berganti nama menjadi Fatmawati. Saat itu, Inggit Ganarsih yang telah diperisteri Soekarno ketika di &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Bandung&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt; menolak untuk dimadu dan akhirnya cerai.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  &gt;Pada tahun 1942 Soekarno kembali ke Pulau Jawa dan disambut rakyat sebagai pemimpin pergerakan nasional &lt;st1:country-region st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Indonesia&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt;. Di zaman pendudukan Jepang, Soekarno dengan dukungan dari para pemimpin Islam seperti H. Agus Salim dan tokoh nasionalis Jawa seperti Ki Hadjar Dewantara, memilih bersimbiosis-mutualisme dengan Jepang. Pilihan ini pilihan sangat sulit. Namun kondisi riil politik internasional, dimana Fasisme Jepang (dibantu oleh Fasisme Italia dan Nazi Jerman) tengah berperang melawan Imperialisme Sekutu (termasuk Belanda) dalam Perang Dunia II, menyebabkan Soekarno mengambil langkah ini. Sikap kooperatif Soekarno terhadap Jepang menimbulkan antipati banyak kalangan. Sutan Syahrir yang lebih dekat dengan Amerika Serikat menuding Bung Karno sebagai Kolaborator Jepang.(&lt;i&gt;bersambung/rd&lt;/i&gt;)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  &gt;Sumber : &lt;a href="http://www.eramuslim.com/berita/tahukah-anda/soekarno-megawati-dan-islam-3.htm"&gt;http://www.eramuslim.com/berita/tahukah-anda/soekarno-megawati-dan-islam-3.htm&lt;/a&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6171235794412361397-4007850671838095970?l=ulin21.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ulin21.blogspot.com/feeds/4007850671838095970/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ulin21.blogspot.com/2009/03/soekarno-megawati-dan-islam-3.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6171235794412361397/posts/default/4007850671838095970'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6171235794412361397/posts/default/4007850671838095970'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ulin21.blogspot.com/2009/03/soekarno-megawati-dan-islam-3.html' title='Soekarno, Megawati, dan Islam (3)'/><author><name>Abdullah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03122244876238200790</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_HMOiWdBgLsY/Sbcdz-eYv9I/AAAAAAAAAFs/gw03UEuNEkY/s72-c/soekarno-di-tugu.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6171235794412361397.post-5195016811719037633</id><published>2009-03-11T10:06:00.003+08:00</published><updated>2009-03-11T10:26:32.137+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tahukah Anda'/><title type='text'>Soekarno, Megawati, dan Islam (2)</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_HMOiWdBgLsY/Sbcc9GraCiI/AAAAAAAAAFk/dEv3lOA3EZk/s1600-h/soekarno-agus-salim.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 320px; height: 178px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_HMOiWdBgLsY/Sbcc9GraCiI/AAAAAAAAAFk/dEv3lOA3EZk/s320/soekarno-agus-salim.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5311746121597061666" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Marhaenisme, diakui sendiri oleh Soekarno adalah sintesa daripada filsafat Marxisme (Materialisme-Historis dan Materialisme-Dialektis), Islam, dan Nasionalisme. Soekarno sangat teguh memegang prinsipnya ini hingga berpuluh tahun kemudian menyodorkan konsep Nasakom (Nasionalis, Agama, dan Komunis) bagi pola pemerintahannya.&lt;br /&gt;Abad di mana Soekarno lahir dan tumbuh adalah abadnya bangsa-bangsa selatan bangkit melawan penghisapan yang dilakukan imperialisme negara-negara utara. Sebab itu, salah satu obsesi seorang Soekarno adalah menghapuskan penindasan yang dilakukan oleh manusia terhadap manusia lainnya. Exploitation de l’homme par l’homme. Untuk mampu mengusir penjajah Belanda yang telah menghisap kekayaan negeri ini sejak abad ke-16 M, maka seluruh komponen bangsa ini harus bersatu-padu melawan penjajahan. Sebab itu, sejak muda Soekarno terobsesi untuk bisa menggalang persatuan dan kesatuan bangsa ini di atas segalanya. Prinsip ini terus dipegangnya hingga ke liang lahat.&lt;br /&gt;Salah satu episode dalam sejarah bangsa ini telah membuktikan betapa persatuan dan kesatuan dipegang teguh oleh seorang Soekarno. Saat itu, menyusul tragedi subuh 1 Oktober 1965, kekuasaan Soekarno sedikit demi sedikit dilucuti oleh Jenderal Suharto. Lewat berbagai intrik dan konspirasi dengan CIA, sejumlah perwira angkatan darat di bawah Suharto secara terselubung maupun terang-terangan telah bersikap membangkang terhadap Soekarno yang saat itu masih sah sebagai Presiden dan Panglima Tertinggi Angkatan Perang. Hal ini membuat geram sejumlah kesatuan lain yang masih loyal pada Soekarno. Salah satu kesatuan yang dikenal sangat loyal pada Panglima Tertingginya adalah Marinir. “Putih kata Bung Karno, putih kata marinir. Hitam kata Bung Karno, hitam pula kata marinir!”, demikian tegas Panglima Marinir Mayjen (Mar) Hartono.&lt;br /&gt;Pertengahan Maret 1966, Jenderal Marinir Hartono ini menghadap Bung Karno dan meminta izin agar pasukannya diperbolehkan memukul habis kekuatan Jenderal Suharto. Beberapa Batalyon dikatakan juga bersedia membantu seperti Kodam Brawijaya dan beberapa kesatuan dari AURI dan Kepolisian.&lt;br /&gt;Namun permintaan ini ditentang Soekarno dengan mengatakan antara lain jika Soekarno tahu jika dirinya tengah dihabisi. “Biarlah Soekarno tenggelam sendirian asal bangsa dan negara Indonesia tetap hidup. Saya tidak mau terjadi peperangan saudara yang merobek-robek persatuan yang saya bangun selama ini,” tegasnya.&lt;br /&gt;Dan sejarah pun mencatat bahwa Soekarno meninggal dalam status tahanan rumah dalam rezim fasis Jenderal Suharto. Mayjen (Mar) Hartono sendiri dibuang dengan mendubeskan dia ke Pyongyang, Korea Utara. Tokoh Marinir yang sangat pemberani dan loyal kepada Bung Karno ini ditemukan tewas ditembak kepalanya pada pagi hari, awal Januari 1971, di Jakarta. Banyak kalangan menganggap keterangan pemerintah Suharto yang menyatakan Hartono bunuh diri adalah bohong belaka. Rekannya sesama tokoh Marinir saat itu, Ali Sadikin, menegaskan jika kematian Hartono diliputi kemisteriusan. Banyak yang menduga Jenderal (Mar) Hartono menjadi korban konspirasi jahat rezim Jenderal Suharto.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pokok-Pokok Soekarnoisme&lt;br /&gt;Sejak kecil Soekarno telah berkenalan dengan ide-ide besar dari orang-orang besar di seluruh dunia dari kerakusannya membaca buku. Di usia 25 tahun, dalam Suluh Indonesia Muda (1926), terbit sebuah artikelnya yang berjudul “Nasionalistis, Islamistis, dan Marxistis”. Di dalam artikelnya ini, Soekarno menyatakan, “Bukannya kita mengharap, yang Nasionalis itu supaya berobah paham menjadi Islamis atau Marxis, bukannya maksud kita menyuruh yang Marxis dan Islamis itu berbalik menjadi Nasionalis, akan tetapi impian kita ialah kerukunan, persatuan antara ketiga golongan itu.”&lt;br /&gt;Artikel tersebut ditulis Soekarno sebagai bentuk keprihatinannya melihat pecahnya Syarikat Islam “Putih” pimpinan Agus Salim dengan Syarikat Islam “Merah” yang dipimpin Semaun yang kemudian bekerjasama dengan tokoh-tokoh ISDV—partai sosialis Belanda—seperti Snevliet dan Baars. Syarikat Islam Merah ini kemudian menjadi “Syarikat Rakyat”, lalu berubah menjadi Partai Komunis Indonesia.&lt;br /&gt;Di tahun 1926-1927, saat berjalan-jalan di wilayah Bandung selatan, di pematang-pematang sawahdi Cigareleng, Soekarno bertemu dengan seorang petani penggarap bernama Marhaen. Keduanya kemudian terlibat tanya jawab sederhana.&lt;br /&gt;“Pak Marhaen, cangkul yang bapak pegang itu punya siapa,” tanya Soekarno.&lt;br /&gt;“Milik saya,” jawab Marhaen.&lt;br /&gt;“Lalu sawah yang bapak kerjakan itu milik siapa?”&lt;br /&gt;“Milik orang lain,” jawabnya lagi.&lt;br /&gt;Dalog singkat ini telah memahat kesan yang sangat mendalam di otaknya. Dalam ilmu teori Materialisme Historis, orang seperti Marhaen tidak bisa dikategorikan sebagai proletar, karena masih menguasai alat produksi walau itu hanya sepotong cangkul. Dalam teori Marxisme, seorang proletar adalah seseorang yang bekerja semata-mata mengandalkan tenaga. Sedang alat-alat produksinya dan juga tempatnya bekerja dikuasai oleh pemilik modal. Sebab itu, Pak Marhaen tidak bisa dikategorikan sebagai proletar. Maxisme malah memandang Pak Marhane sebagai petite borguise atau Borjuis kecil, walau Pak Marhaen hidupnya pas-pasan.&lt;br /&gt;Walau menguasai alat produksi, namun Marhaen ternyata hidupnya juga miskin dan tertindas. Sebab itu, Soekarno merasa Marxisme dalam bentuk yang murni tidaklah tepat untuk menilai kondisi riil di Indonesia saat itu. (bersambung/rd)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6171235794412361397-5195016811719037633?l=ulin21.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ulin21.blogspot.com/feeds/5195016811719037633/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ulin21.blogspot.com/2009/03/soekarno-megawati-dan-islam-2.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6171235794412361397/posts/default/5195016811719037633'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6171235794412361397/posts/default/5195016811719037633'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ulin21.blogspot.com/2009/03/soekarno-megawati-dan-islam-2.html' title='Soekarno, Megawati, dan Islam (2)'/><author><name>Abdullah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03122244876238200790</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_HMOiWdBgLsY/Sbcc9GraCiI/AAAAAAAAAFk/dEv3lOA3EZk/s72-c/soekarno-agus-salim.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6171235794412361397.post-3582550182878927511</id><published>2009-03-11T08:05:00.002+08:00</published><updated>2009-03-11T10:27:30.372+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tahukah Anda'/><title type='text'>Soekarno, Megawati, dan Islam ( 1 )</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_HMOiWdBgLsY/SbccKTtPZvI/AAAAAAAAAFc/1IM970KahDk/s1600-h/soekarno.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 224px; height: 320px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_HMOiWdBgLsY/SbccKTtPZvI/AAAAAAAAAFc/1IM970KahDk/s320/soekarno.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5311745248921085682" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;h2&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  &gt;&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  &gt;Setelah memaparkan apa adanya tentang Jenderal Suharto, maka kini kita akan membahas Soekarno, tokoh bangsa yang memiliki segudang kontradiksi di dalam dirinya. Soekarno adalah seorang yang besar, siapa pun tidak akan menyanggah hal itu. Demi menggapai impian memerdekakan negeri dan bangsanya, Soekarno rela menghabiskan 25 tahun kehidupannya di dalam penjara kaum penjajah. Dia juga bukan tipe pemimpin yang korup, sesuatu yang membuatnya sangat berbeda dengan sosok Jenderal Suharto. Walau demikian, sebagai seorang manusia biasa, Soekarno juga memiliki sejumlah catatan buruk yang tidak boleh diulang oleh generasi penerus bangsa ini.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  &gt;Diakui atau tidak, di mata rakyat kecil, nama Soekarno masihlah harum. Sebab itu, walau Soekarno telah wafat puluhan tahun silam, namun sampai sekarang masih saja banyak orang yang ‘memperalat atau menunggangi’ kebesarannya demi menggapai ambisi pribadi dan juga kelompoknya. Dari yang mengaku sebagai titisan Soekarno, seperti yang dilakukan oleh pemimpin aliran sesat Satrio Piningit yang menyita perhatian publik nasional awal Februari lalu, sampai dengan ‘tradisi’ seorang Megawati Soekarnoputeri yang selalu memajang foto atau gambar Bung Karno sebagai latar belakang foto dirinya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  &gt;Apa yang diperbuat Megawati adalah suatu hal yang sesungguhnya wajar, karena secara biologis, Megawati memang adalah anak kandung Soekarno dari isterinya yang bernama Fatmawati. Namun fakta sejarah telah menunjukkan jika klaim tersebut hanya cukup sampai di situ, karena secara prinsip politik dan ekonomi, kebijakan yang diambil Megawati ternyata malah bertolak-belakang dengan prinsip-prinsip politik dari seorang Soekarno.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  &gt;Untuk memaparkan apa adanya tentang Soekarno, kesamaan dan perbedaan antara Soekarno dengan Megawati, juga kaitannya dengan Islam dan umat Islam Indonesia dalam perjalanan sejarah bangsa ini, maka tulisan ini dibuat berseri. Mudah-mudahan, hal ini bisa dijadikan ibrah bagi kita semua.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  &gt;HOS Tjokroaminoto, Awal Pergerakan&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  &gt;Soekarno dilahirkan di Lawang Seketeng-Surabaya, 6 Juni 1901, dari pasangan Ida Ayu Noman Rai—seorang perempuan berdarah bangsawan Bali—dan Raden Soekemi Sosrodihardjo, juga seorang ningrat dari Jawa Timur. Walau demikian, kehidupan keduanya tidak bisa dibilang makmur, malah serba berkekurangan. Sebab itu, Soekarno kecil yang bernama Kusno Sosrodihardjo mengaku jika masa kecilnya lebih banyak dihabiskan untuk membaca buku ketimbang bermain dengan teman sebaya yang mampu membeli petasan dan sebagainya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  &gt;DI masa kecil, keluarga Kusno pindah dari Surabaya ke Sidoardjo sebentar dan kemudian menetap di Mojokerto, Jawa Timur. Usia 14 tahun , Kusno masuk ke &lt;i&gt;Hoogere Burger School&lt;/i&gt; (HBS), setingkat SLTP, dan menumpang (bahasa Jawa:&lt;i&gt; Ngengger&lt;/i&gt;) di rumah HOS Tjokroaminoto, Ketua Syarikat Islam (SI). Saat&lt;i&gt; ngengger&lt;/i&gt; di rumah itulah, Soekarno berkenalan dengan arus pergerakan nasionalisme Indonesia. HOS Tjokroaminoto banyak kedatangan tamu-tamu sesama aktivis pergerakan nasional di rumahnya, berdiskusi tentang berbagai perkembangan politik dan ekonomi bangsanya, berkeluh-kesah tentang kian rakusnya imperialis Belanda dan juga Barat menghisap kekayaan alam Nusantara, membahas kehidupan rakyat kecil yang kian sengsara, semua itu didengar oleh Soekarno remaja.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  &gt;Soekarno juga melihat dengan mata kepala sendiri kesewenang-wenangan penjajah Belanda terhadap HOS Tjokroaminoto. Di tahun 1915, tersiar berita jika HOS Tjokroaminoto menerima sejumlah uang dari kaki-tangan Jerman untuk menggulingkan pemerintahan kolonial Belanda. Polisi rahasia Belanda (PID) mengirim salah seorang agennya bernama Agus Salim untuk mencari tahu kebenaran berita tersebut dengan mengutusnya untuk mendekati HOS Tjokroaminoto. Agus Salim pun masuk Syarikat Islam.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  &gt;Dari berbagai informasi yang masuk ke telinga PID inilah, HOS Tjokroaminoto yang dijuluki &lt;i&gt;Raja Jawa Tanpa Mahkota&lt;/i&gt; ini dipanggil berkali-kali ke kantor PID untuk diinterogasi. Namun disebabkan bukti yang ada sangat kurang, maka kasus ini pun berakhir begitu saja. Lain halnya dengan Agus Salim. Pemuda Minangkabau yang cerdas ini malah tertarik untuk benar-benar bergabung dengan Syarikat Islam yang memperjuangkan Indonesia Merdeka dan keluar dari PID. Kisah tentang Agus Salim ini bisa dibaca di memoar Agus Salim sendiri berjudul “Benarkah Saya Seorang Spion?”.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  &gt;Di antara murid-murid politik HOS Tjokroaminoto, terdapat tiga orang yang menonjol. Mereka adalah Soekarno, Muso, dan Kartosuwiryo. Kelak, ketiganya merupakan pelopor bagi ideologi pergerakan di Indonesia. Muso menjadi pemimpin gerakan komunisme (PKI), Kartosuwiryo menjadi pemimpin pergerakan Islam (DI), dan Soekarno memimpin pergerakan nasionalisme, dengan mencoba merangkum tiga aliran pergerakan besar di Indonesia menjadi Nasakom (Nasionalisme, Agama, dan Komunisme).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  &gt;Setelah melahap banyak buku dan berdiskusi dengan banyak aktivis pergerakan, Soekarno menyimpulkan jika musuh besar bagi bangsa Indonesia adalah imperialisme dan kolonialisme, yang dilakukan negara-negara utara terhadap negara-negara selatan. Dengan pisau bedah Materialisme Dialektis dan Materialisme Historis, yang memang sangat tajam mengurai tentang kejahatan kapitalisme, Soekarno merumuskan paham gerakan politiknya sendiri yang kemudian dikenal sebagai “Marhaenisme”. Dalam suatu kesempatan, Soekarno menyatakan jika Marhaenisme adalah Marxisme yang di-Indonesiakan.(&lt;i&gt;bersambung/rd&lt;/i&gt;)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  &gt;&lt;a href="http://www.eramuslim.com/berita/tahukah-anda/sekarno-megawati-dan-islam.htm"&gt;http://www.eramuslim.com/berita/tahukah-anda/sekarno-megawati-dan-islam.htm&lt;/a&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6171235794412361397-3582550182878927511?l=ulin21.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ulin21.blogspot.com/feeds/3582550182878927511/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ulin21.blogspot.com/2009/03/soekarno-megawati-dan-islam-1.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6171235794412361397/posts/default/3582550182878927511'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6171235794412361397/posts/default/3582550182878927511'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ulin21.blogspot.com/2009/03/soekarno-megawati-dan-islam-1.html' title='Soekarno, Megawati, dan Islam ( 1 )'/><author><name>Abdullah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03122244876238200790</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_HMOiWdBgLsY/SbccKTtPZvI/AAAAAAAAAFc/1IM970KahDk/s72-c/soekarno.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6171235794412361397.post-8822711671780567997</id><published>2009-03-11T08:01:00.002+08:00</published><updated>2009-03-11T08:05:22.145+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kolom'/><title type='text'>Kritik Pesantren Sidogiri terhadap Quraish Shihab</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_HMOiWdBgLsY/Sbb_1fv0BkI/AAAAAAAAAFU/wQXgkwbFLaI/s1600-h/QURAISH%2BSHIHAB%2BAlpha%2BAmirrachman%2B2.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 150px; height: 200px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_HMOiWdBgLsY/Sbb_1fv0BkI/AAAAAAAAAFU/wQXgkwbFLaI/s320/QURAISH%2BSHIHAB%2BAlpha%2BAmirrachman%2B2.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5311714105050269250" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;  &lt;h2&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt;Adian Husaini&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt;Belum lama ini saya menerima kiriman berupa sebuah buku terbitan Pondok Pesantren Sidogiri, Pasuruan, Jawa Timur. Judulnya cukup panjang: &lt;b&gt;&lt;i&gt;”Mungkinkah Sunnah-Syiah dalam Ukhuwah? Jawaban atas Buku Dr. Quraish Shihab (Sunnah-Syiah Bergandengan Tangan! Mungkinkah?)”&lt;/i&gt;&lt;/b&gt; Penulisnya adalah Tim Penulis Buku Pustaka SIDOGIRI, Pondok Pesantren Sidogiri, yang dipimpin seorang anak muda bernama Ahmad Qusyairi Ismail.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt;&lt;br /&gt;Membaca buku ini halaman demi halaman, muncul rasa syukur yang sangat mendalam. Bahwa, dari sebuah pesantren yang berlokasi di pelosok Jawa Timur, terlahir sebuah buku ilmiah yang bermutu tinggi, yang kualitas ilmiahnya mampu menandingi buku karya Prof. Dr. Quraish Shihab yang dikritik oleh buku ini. Buku dari Pesantren Sidogiri ini terbilang cukup cepat terbitnya. Cetakan pertamanya keluar pada September 2007. Padahal, cetakan pertama buku Quraish Shihab terbit pada Maret 2007. Mengingat banyaknya rujukan primer yang dikutip dalam buku ini, kita patut mengacungi jempol untuk para penulis dari Pesantren tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu kesimpulan Quraish Shihab dalam bukunya ialah, bahwa Sunni dan Syiah adalah dua mazhab yang berbeda. ”Kesamaan-kesamaan yang terdapat pada kedua mazhab ini berlipat ganda dibandingkan dengan perbedaan-perbedaan dan sebab-sebabnya. Perbedaan antara kedua mazhab – dimana pun ditemukan – adalah perbedaan cara pandang dan penafsiran, bukan perbedaan dalam ushul (prinsip-prinsip dasar) keimanan, tidak juga dan Rukun-rukun Islam.” (Cetakan II, hal. 265).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbeda dengan Quraish Shihab, pada bagian sampul belakang buku terbitan Pesantren Sidogiri, dikutip sambutan KH. A. Nawawi Abdul Djalil, pengasuh Pesantren Sidogiri yang menegaskan: ”Mungkin saja, Syiah tidak akan pernah habis sampai hari kiamat dan menjadi tantangan utama akidah Ahlusunnah. Oleh karena itu, kajian sungguh-sungguh yang dilakukan anak-anak muda seperti ananda Qusyairi dan kawan-kawannya ini, menurut saya merupakan langkah penting untuk membendung pengaruh aliran sesat semacam Syiah.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berikut ini kita kutip sebagian kritik dari Pesantren Sidogiri terhadap Quraish Shihab (selanjutnya Quraish Shihab disingkat ”QS” dan Pondok Pesantren Sidogiri disingkat ”PPS”). Kutipan dan pendapat QS dan PPS diambil dari buku mereka masing-masing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;1. Tentang Abdullah bin &lt;st1:place st="on"&gt;Saba&lt;/st1:place&gt;’.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;QS:&lt;/b&gt; ”Ia adalah tokoh fiktif yang diciptakan para anti-Syiah. Ia (Abdullah bin &lt;st1:place st="on"&gt;Saba&lt;/st1:place&gt;’) adalah sosok yang tidak pernah wujud dalam kenyataan. Thaha Husain – ilmuwan kenamaan Mesir – adalah salah seorang yang menegaskan ketiadaan Ibnu Saba’ itu dan bahwa ia adalah hasil rekayasa musuh-musuh Syiah.” (hal. 65).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;PPS:&lt;/b&gt; Bukan hanya sejarawan Sunni yang mengakui kebaradaan Abdullah bin &lt;st1:place st="on"&gt;Saba&lt;/st1:place&gt;’. Sejumlah tokoh Syiah yang diakui ke-tsiqah-annya oleh kaum Syiah juga mengakui kebaradaan Abdullah bin &lt;st1:place st="on"&gt;Saba&lt;/st1:place&gt;’. Sa’ad al-Qummi, pakar fiqih Syiah abad ke-3, misalnya, malah menyebutkan dengan rinci para pengikut Abdullah bin &lt;st1:place st="on"&gt;Saba&lt;/st1:place&gt;’, yang dikenal dengan sekte Saba’iyah. Dalam bukunya, al-Maqalat wa al-Firaq, (hal. 20), al-Qummi menyebutkan, bahwa Abdullah bin Saba’ adalah orang memunculkan ide untuk mencintai Sayyidina Ali secara berlebihan dan mencaci maki para sahabat Nabi lainnya, khususnya Abu Bakar, Umar, dan Utsman r.a. Kisah tentang Abdullah bin Saba’ juga dikutip oleh guru besar Syiah, An-Nukhbati dan al-Kasyi, yang menyatakan, bahwa, para pakar ilmu menyebutkan bahwa Abdullah bin Saba’ adalah orang Yahudi yang kemudian masuk Islam. Atas dasar keyahudiannya, ia menggambarkan Ali r.a. setelah wafatnya Rasulullah saw sebagai Yusya’ bin Nun yang mendapatkan wasiat dari Nabi Musa a.s. Kisah Abdullah bin &lt;st1:place st="on"&gt;Saba&lt;/st1:place&gt;’ juga ditulis oleh Ibn Khaldun dalam bukunya, Tarikh Ibn Khaldun. (hal. 44-46).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;2. Tentang hadits Nabi saw dan Abu Hurairah r.a.:&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;QS:&lt;/b&gt; ”Karena itu, harus diakui bahwa semakin banyak riwayat yang disampaikan seseorang, semakin besar potensi kesalahannya dan karena itu pula kehati-hatian menerima riwayat-riwayat dari Abu Hurairah merupakan satu keharusan. Disamping itu semua, harus diakui juga bahwa tingkat kecerdasan dan kemampuan ilmiah, demikian juga pengenalan Abu Hurairah r.a. menyangkut Nabi saw berada di bawah kemampuan sahabat-sahabat besar Nabi saw, atau istri Nabi, Aisyah r.a.” (hal. 160).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;QS:&lt;/b&gt; “Ulama-ulama Syiah juga berkecil hati karena sementara pakar hadits Ahlusunnah tidak meriwayatkan dari imam-imam mereka. Imam Bukhari, misalnya, tidak meriwayatkan satu hadits pun dari Ja’far ash-Shadiq, Imam ke-6 Syiah Imamiyah, padahal hadits-haditsnya cukup banyak diriwayatkan oleh kelompok Syiah.” (hal. 150).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;PPS:&lt;/b&gt; “Sejatinya, melancarkan suara-suara miring terhadap sahabat pemuka hadits sekaliber Abu Hurairah r.a. dengan menggunakan pendekatan apa pun, tidak akan pernah bisa meruntuhkan reputasi dan kebesaran beliau, sebab sudah pasti akan bertentangan dengan dalil-dalil hadits, pengakuan para pemuka sahabat dan pemuka ulama serta realitas sejarah. Jawaban untuk secuil sentilan terhadap Abu Hurairah r.a. sejatinya telah dilakukan oleh para ulama secara ilmiah dan rasional. Banyak buku-buku yang ditulis oleh para ulama khusus untuk membantah tudingan miring terhadap sahabat senior Nabi saw tersebut, diantaranya adalah al-Burhan fi Tabri’at Abi Hurairah min al-Buhtan yang ditulis oleh Abdullah bin Abdul Aziz bin Ali an-Nash, Dr. Al-A’zhami dalam Abu Hurairah fi Dhau’i Marwiyatih, Muhammad Abu Shuhbah dalam Abu Hurairah fi al-Mizan, Muhammad ‘Ajjaj al-Khatib dengan bukunya Abu Hurairah Riwayat al-Islam dan lain-lain.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam Bidayah wa an-Nihayah, Ibn Katsir mengatakan, bahwa Abu Hurairah r.a. merupakan sahabat yang paling kuat hafalannya, kendati beliau bukan yang paling utama. Imam Syafii juga menyatakan, “Abu Hurairah r.a. adalah orang yang memiliki hafalan paling cemarlang dalam meriwayatkan hadits pada masanya.” (hal. 320-322).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena kuatnya bukti-bukti keutamaan Abu Hurairah, maka PPS menegaskan: “Dengan demikian, maka keagungan, ketekunan, kecerdasan dan daya ingat Abu Hurairah tidak perlu disangsikan, dan karena itulah posisi beliau di bidang hadits demikian tinggi tak tertandingi. Yang perlu disangsikan justru kesangsian terhadap Abu Hurairah r.a. seperti ditulis Dr. Quraish Shihab: “Karena itu, harus diakui bahwa semakin banyak riwayat yang disampaikan seseorang, semakin besar potensi kesalahannya dan karena itu pula kehati-hatian menerima riwayat-riwayat dari Abu Hurairah merupakan satu keharusan.” (hal. 322).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Pernyataan seperti yang dilontarkan oleh Dr. Quraish Shihab tersebut sebetulnya hanya muncul dari asumsi-asumsi tanpa dasar dan tidak memiliki landasan ilmiah sama sekali. Sebab jelas sekali jika beliau telah mengabaikan dalil-dalil tentang keutamaan Abu Hurairah dalam hadits-hadits Nabi saw, data-data sejarah dan penelitian sekaligus penilaian ulama yang mumpuni di bidangnya (hadits dan sejarah). Kekurangcakapan Dr. Quraish Shihab di bidang hadits semakin tampak, ketika beliau justru menjadikan buku Mahmud Abu Rayyah, Adhwa’ ‘ala Sunnah Muhammadiyah, sebagai rujukan dalam upaya menurunkan reputasi Abu Hurairah r.a. Padahal, semua pakar hadits kontemporer paham betul akan status dan pemikiran Abu Rayyah dalam hadits.” (hal. 322-323).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentang banyaknya hadits yang diriwayatkan Abu Hurairah r.a., Dr. al-A’zhami melakukan penelitian, bahwa jumlah 5.000 hadits yang diriwayatkan Abu Hurairah adalah jika dihitung hadits yang substansinya diulang-ulang. Jika penghitungan dilakukan dengan mengabaikan hadits-hadits yang diulang-ulang substansinya, maka hadits dari Abu Hurairah yang ada dalam Musnad dan Kutub as-Sittah tinggal 1336 saja. “Nah, kadar ini, kata Ali as-Salus, bisa dihafal oleh pelajar yang tidak terlalu cerdas dalam waktu kurang dari satu tahun. Bagaimana dengan Abu Hurairah, yang merupakan bagian dari mu’jizat kenabian?” (hal. 324).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang dalam pandangan Syiah, seperti dijelaskan oleh Muhammad Husain Kasyif al-Ghitha’ (tokoh Syiah kontemporer yang menjadi salah satu rujukan kaum Syiah masa kini), yang juga dikutip oleh QS: “Syiah tidak menerima hadits-hadits Nabi saw kecuali yang dianggap sah dari jalur Ahlul bait. Sementara hadits-hadits yang diriwayatkan oleh para perawi semacam Abu Hurairah, Samurah bin Jundub, Amr bin Ash dan sesamanya, maka dalam pandangan Syiah Imamiyah, mereka tidak memiliki nilai walau senilai nyamuk sekalipun.” (hal. 313).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PPS juga menjawab tuduhan bahwa Ahlusunnah diskriminatif, karena tidak mau meriwayatkan hadits dari Imam-imam Syiah. Pernyataan semacam itu hanyalah suatu prasangka belaka dan tidak didasari penelitian ilmiah apa pun. Dalam kitab-kitab Ahlusunnah, riwayat-riwayat Ahlul Bait begitu melimpah. Imam Bukhari memang tidak meriwayatkan hadits dari Imam Ja’far ash-Shadiq, dengan berbagai alasan, terutama karena banyaknya hadits palsu yang disandarkan kaum Syiah kepada Ja’far ash-Shadiq. Bukan karena Imam Bukhari membencinya. Bukhari juga tidak meriwayatkan hadits dari Imam Syafii dan Ahmad bin Hanbal, bukan karena beliau membenci mereka. (hal. 324-330).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;3. Tentang pengkafiran Ahlusunnah:&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;QS:&lt;/b&gt; “Apa yang dikemukakan di atas sejalan dengan kenyataan yang terlihat, antara lain di Makkah dan Madinah, di mana sekian banyak penganut aliran Syiah Imamiyah yang shalat mengikuti shalat wajib yang dipimpin oleh Imam yang menganut mazhab Sunni yang tentunya tidak mempercayai imamah versi Syiah itu. Seandainya mereka menilai orang-orang yang memimpin shalat itu kafir, maka tentu saja shalat mereka tidak sah dan tidak juga wajar imam itu mereka ikuti.” (hal. 120).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;PPS:&lt;/b&gt; “Memperhatikan tulisan Dr. Quraish Shihab di atas, seakan-akan Syiah yang sesungguhnya memang seperti apa yang digambarkannya (tidak menganggap Ahlusunnah kafir dan najis). Akan tetapi siapa mengira bahwa faktanya tidak seperti penggambaran Dr. Quraish Shihab? Jika kita merujuk langsung pada fatwa-fatwa ulama Syiah, maka akan tampak bahwa sebetulnya Dr. Quraish Shihab hendak mengelabui pemahaman umat Islam akan hakikat Syiah. Bahwa sejatinya, Syiah tetap Syiah. Apa yang mereka yakini hari ini tidak berbeda dengan keyakinan para pendahulu mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam banyak literatur Syiah dikemukakan, bahwa orang-orang Syiah yang shalat di belakang (menjadi makmum) imam Sunni tetap dihukumi batal, kecuali dengan menerapkan konsep taqiyyah... “Suatu ketika, tokoh Syiah terkemuka, Muhammad al-Uzhma Husain Fadhlullah, dalam al-Masa’il Fiqhiyyah, ditanya: “Bolehkah kami (Syiah) shalat bermakmum kepada imam yang berbeda mazhab dengan kami, dengan memperhatikan perbedaa-perbedaan di sebagian hukum antar shalat kita dan shalat mereka?” Muhammad Husain Fadhlullah menjawab: “Boleh, asalkan dengan menggunakan taqiyyah.” (348-349).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang dai Syiah, Muhammad Tijani, mengungkapkan, bahwa “Mereka (orang-orang Syiah) seringkali shalat bersama Ahlusunnah wal Jama’ah dengan menggunakan taqiyyah dan bergegas menyelesaikan shalatnya. Dan barangkali kebanyakan mereka mengulangi shalatnya ketika pulang.” (hal. 350-351).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak sekali buku-buku referensi utama kaum Syiah yang dirujuk dalam buku terbitan PPS ini. Karena itu, mereka juga menolak pernyataan Dr. Quraish Shihab bahwa yang mengkafirkan Ahlusunnah hanyalah pernyataan orang awam kaum Syiah. PPS juga mengimbau agar umat Islam berhati-hati dalam menerima wacana ”Persatuan umat Islam” dari kaum Syiah. Sebab, mereka yang mengusung persatuan, ternyata dalam kajiannya justru memojokkan Ahlusunnah dan memposisikannya di posisi zalim, sementara Syiah diposisikan sebagai “yang terzalimi”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buku terbitan PPS ini memang banyak memuat fakta dan data tentang ajaran Syiah, baik klasik maupun kontemporer. Terhadap Imam mazhab yang empat, misalnya, dikutip pendapat dalam Kitab Kadzdzabu ‘ala as-Syiah, “Andai para dai Islam dan Sunnah mencintai Ahlul Bait, niscaya mereka mengikuti jejak langkah Ahlul Bait dan tidak akan mengambil hokum-hukum agama mereka dari para penyeleweng, seperti Abu Hanifah, asy-Syafii, Imam Malik dan Ibnu Hanbal.” (hal. 366).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terlepas dari fakta tentang Syiah dan kritik terhadap Quraish Shihab, terbitnya buku ini telah menjadi momen penting bagi PPS untuk turut berkiprah dalam peningkatan khazanah keilmuan Islam di Indonesia. PPS memang telah didirikan pada tahun 1745. Jadi, usianya kini telah mencapai lebih dari 260 tahun. Jumlah muridnya kini lebih dari 5000 orang. Sejumlah prestasi ilmiah tingkat nasional juga pernah diraihnya. Diantaranya, pada Ramadhan 1425 H, PPS berhasil meraih juara I dan III lomba karya ilmiah berbahasa Arab yang diselenggarakan oleh &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;Depdiknas&lt;/st1:City&gt; &lt;st1:state st="on"&gt;RI&lt;/st1:State&gt;&lt;/st1:place&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam Jurnal Laporan Tahunan 1425/1426 H, disebutkan bahwa PPS juga cukup sering mendapat kunjungan tamu-tamu dari luar negeri. Termasuk dari kedutaan &lt;st1:country-region st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Australia&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt; dan Amerika Serikat. Mereka selalu menerima tamunya dengan baik. Tetapi, dengan sangat berhati-hati, selama ini, PPS senantiasa menolak dana bantuan dan hibah dari &lt;st1:country-region st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Australia&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt; dan Amerika.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PPS juga termasuk salah satu pesantren di Jawa Timur yang sangat gigih dalam melawan penyebaran paham Liberal. Ditulis dalam Laporan Tahunan tersebut: ”Tahun ini, PPS menggerakkan piranti dunia maya untuk melestarikan dan menyelamatkan ajaran Ahlusunnah dari serbuan berbagai aliran sesat. Di website www.sidogiri.com secara khusus disediakan rubrik ”Islam Kontra Liberal”. Rubrik ini digunakan oleh Pondok Pesantren Sidogiri untuk meng-counter wacana-wacana pendangkalan akidah yang ramai berkembang saat ini. Liberalisme, humanisme, rasionalisme, pluralisme, feminisme, sekularisme, dekonstruksi syariah dan paham-paham destruktif modern lainnya, menjadi bidikan yang terus ditangkal dengan wacana-wacana salaf yang dipegang Pondok Pesantren Sidogiri.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita berdoa, mudah-mudahan akan terus lahir karya-karya ilmiah yang bermutu tinggi dari PPS. Begitu juga dari berbagai pesantren lainnya. [Depok, 13 Rabiulawwal 1429 H/21 Maret 2008/www.hidayatullah.com]&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6171235794412361397-8822711671780567997?l=ulin21.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ulin21.blogspot.com/feeds/8822711671780567997/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ulin21.blogspot.com/2009/03/kritik-pesantren-sidogiri-terhadap.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6171235794412361397/posts/default/8822711671780567997'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6171235794412361397/posts/default/8822711671780567997'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ulin21.blogspot.com/2009/03/kritik-pesantren-sidogiri-terhadap.html' title='Kritik Pesantren Sidogiri terhadap Quraish Shihab'/><author><name>Abdullah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03122244876238200790</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_HMOiWdBgLsY/Sbb_1fv0BkI/AAAAAAAAAFU/wQXgkwbFLaI/s72-c/QURAISH%2BSHIHAB%2BAlpha%2BAmirrachman%2B2.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6171235794412361397.post-2633347743274831035</id><published>2009-03-11T07:47:00.001+08:00</published><updated>2009-03-11T07:50:46.726+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Berita'/><title type='text'>Dugaan Israel Dibalik Peristiwa 11 September</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_HMOiWdBgLsY/Sbb8yaEeGkI/AAAAAAAAAFM/Zkfk0dqI7OY/s1600-h/wtc_thumb.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 266px; height: 320px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_HMOiWdBgLsY/Sbb8yaEeGkI/AAAAAAAAAFM/Zkfk0dqI7OY/s320/wtc_thumb.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5311710753451809346" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;   &lt;p&gt;&lt;em&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  &gt;Temuan terbaru peristiwa 11 September mengejutkan dunia. Media berita Amerika membenarkan keterlibatan Israel&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;em&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  &gt;Hidayatullah.com—&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/em&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  &gt;Temuan terbaru dilaporkan adanya keterlibatan agen &lt;st1:country-region st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Israel&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt; dalam tragedi yang menghancurkan gedung World Trade Center (WTC) dan gedung Pentagon.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;em&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  &gt;American Free Press&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  &gt;, sebagaimana dikutip oleh Press TV, siang tadi, menyatakan bahwa Ziad Al Jarrah, salah satu tersangka yang dicurigai dalam aksi terorisme tersebut, diketahui merupakan salah satu agen Israel, Mossad.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  &gt;Penemuan lainnya oleh &lt;em&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;"&gt;New York Times&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;, juga membeberkan bahwa saudara Ziad, Ali Al Jarrah, yang memiliki kewarganegaraan Lebanon, juga dicurigai bergabung dalam badan mata-mata Israel selama 20 tahun terakhir.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  &gt;"Penemuan lainnya mengenai tragedi 11 September tersebut, juga mendapati bahwa sepupu Jarrah terlibat langsung sebagai satu dari 19 pembajak kapal yang menabrakkannya ke menara kembar WTC dan Pentagon," tambah &lt;em&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;"&gt;New York Times&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  &gt;Penemuan ini memicu spekulasi bahwa, pihak agen &lt;st1:country-region st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Israel&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt; memang sengaja mendapatkan anggota dari kelompok muslim Arab, untuk menutupi rencana jahatnya tersebut.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  &gt;Sebelumnya, Perdana Menteri Italia Francesco Cossiga juga pernah menyampaikan pendapatnya bahwa tindak terorisme 11 September tersebut di dalangi oleh CIA dan Mossad.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  &gt;"Badan intelijen Amerika dan Eropa sebenarnya telah mengetahui bahwa otak di balik tragedi 9/11 tersebut adalah CIA dan Mossad, dan keduanya lalu mempengaruhi negara-negara lain dengan menuding bangsa Arab sebagai pelakunya," kata Cossiga, sebagaimana dikutip oleh media Corriere della Serra.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  &gt;Cossige menegaskan pendapatnya dengan argumen dari laporan bahwa dua jam sebelum tragedi 9/11 tersebut terjadi, para karyawan perusahaan telekomunikasi &lt;st1:country-region st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Israel&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt;, Odigo, yang berjarak blok dari WTC, diperintahkan untuk segera meninggalkan gedung perusahaan tersebut. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  &gt;Temuan ini bukan kali pertama. Sebab, sebulan peristiwa ini terjadi sudah pernah ditemukan bukti adanya sekitar 4000 orang-orang Yahudi yang telah menerima pengumuman akan adanya peledakan di gedung WTC. [wpd/cha/&lt;a href="http://www.hidayatullah.com/" target="_blank"&gt;www.hidayatullah.com&lt;/a&gt;]&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6171235794412361397-2633347743274831035?l=ulin21.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ulin21.blogspot.com/feeds/2633347743274831035/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ulin21.blogspot.com/2009/03/dugaan-israel-dibalik-peristiwa-11.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6171235794412361397/posts/default/2633347743274831035'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6171235794412361397/posts/default/2633347743274831035'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ulin21.blogspot.com/2009/03/dugaan-israel-dibalik-peristiwa-11.html' title='Dugaan Israel Dibalik Peristiwa 11 September'/><author><name>Abdullah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03122244876238200790</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_HMOiWdBgLsY/Sbb8yaEeGkI/AAAAAAAAAFM/Zkfk0dqI7OY/s72-c/wtc_thumb.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6171235794412361397.post-1863449413705699795</id><published>2009-03-11T07:41:00.004+08:00</published><updated>2009-03-11T07:45:54.476+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Berita'/><title type='text'>Krisis ekonomi  membuat penduduk negeri Paman Sam semakin menjauhkan diri pada Tuhan</title><content type='html'>&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  &gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;  &lt;p&gt;&lt;em&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  &gt;Hidayatullah.com--&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/em&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  &gt;Survei terakhir yang diadakan&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  &gt; &lt;em&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;"&gt;American Religious Identification&lt;/span&gt;&lt;/em&gt; yang&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  &gt; Diumumkan kemarin (9/3) menunjukkan, semakin&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  &gt; banyak warga AS yang meninggalkan agama dan menjadi&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  &gt; pengikut kelompok ateis, agnostis (percaya Tuhan,&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  &gt; namun tak beribadah menurut satu agama mana pun), sekuler, dan orang-orang yang&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  &gt; menyatakan&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  &gt; diri tak terikat pada satu agama mana pun meski&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  &gt; menganggapnya penting.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_HMOiWdBgLsY/Sbb7BNEEE5I/AAAAAAAAAFE/rbVfmqFRsws/s1600-h/religiousidentification_thumb.png"&gt;&lt;img style="cursor: pointer; width: 300px; height: 193px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_HMOiWdBgLsY/Sbb7BNEEE5I/AAAAAAAAAFE/rbVfmqFRsws/s320/religiousidentification_thumb.png" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5311708808635224978" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  &gt;Riset tahunan yang diadakan badan pemerintah urusan agama itu menemukan 15 persen responden di seluruh negara bagian menyatakan bahwa mereka kini tidak beragama. Persentase tersebut meningkat 1,5 persen daripada hasil survei yang sama pada 2001 dan dua kali lipat daripada hasil survei 1990.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  &gt;Dari persebarannya, negara-negara bagian di wilayah New England (meliputi negara-negara di pantai timur mulai New York sampai Chicago) adalah tempat penganut kelompok non-agama dengan persentase sampai 34 persen. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  &gt;"Namun, dari keseluruhan pengamatan, kelompok ateis meningkat di semua negara bagian," ujar pernyataan penyelenggara survei yang dilakukan terhadap 54.461 warga dewasa di 50 negara bagian itu. Survei tersebut berlangsung mulai November tahun lalu hingga Februari 2009 dengan margin kesalahan 0,5 persen.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  &gt;Sebagai agama terbesar yang dipeluk warga AS, Kristen mengalami penurunan pengikut terbesar. Sebelumnya, hampir 8 di antara 10 orang Amerika adalah pemeluk Kristen (Katolik, Protestan, Mormon, Ortodoks, dan lain-lain). "Angka warga Amerika yang melaporkan diri sebagai penganut Kristen tinggal sekitar 51 persen," lanjut bunyi hasil survei itu.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  &gt;Kristen bukan satu-satunya agama yang makin kehilangan tempat di Amerika Serikat. Tren penurunan pemeluk juga dialami agama-agama lain, seperti Yahudi yang diyakini oleh 1,7 persen warga AS, Buddha 0,7 persen, dan Islam 0,6 persen. Peningkatan hanya terjadi pada gerakan kepercayaan yang tidak meyakini Tuhan sebagai satu-satunya kekuasaan tertinggi (monoteisme), seperti Scientology, Wicca, dan Santeria. Penganut gerakan kepercayaan baru tersebut meningkat 1,2 persen. [ap/&lt;a href="http://www.hidayatullah.com/" target="_blank"&gt;www.hidayatullah.com&lt;/a&gt;]&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6171235794412361397-1863449413705699795?l=ulin21.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ulin21.blogspot.com/feeds/1863449413705699795/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ulin21.blogspot.com/2009/03/krisis-ekonomi-membuat-penduduk-negeri.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6171235794412361397/posts/default/1863449413705699795'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6171235794412361397/posts/default/1863449413705699795'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ulin21.blogspot.com/2009/03/krisis-ekonomi-membuat-penduduk-negeri.html' title='Krisis ekonomi  membuat penduduk negeri Paman Sam semakin menjauhkan diri pada Tuhan'/><author><name>Abdullah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03122244876238200790</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_HMOiWdBgLsY/Sbb7BNEEE5I/AAAAAAAAAFE/rbVfmqFRsws/s72-c/religiousidentification_thumb.png' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6171235794412361397.post-8990469069506242573</id><published>2009-03-08T17:07:00.001+08:00</published><updated>2009-03-08T17:09:44.789+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel'/><title type='text'>Lima Kelompok Golongan Syuhada</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_HMOiWdBgLsY/SbOLSNfhMKI/AAAAAAAAAE8/ni418EbeiyE/s1600-h/hb_munzir_006.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 130px; height: 169px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_HMOiWdBgLsY/SbOLSNfhMKI/AAAAAAAAAE8/ni418EbeiyE/s320/hb_munzir_006.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5310741530575712418" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  &gt;L&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  &gt;ima&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  &gt; Kelompok Golongan Syuhada&lt;br /&gt;Senin,02 Februari 2009 &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 12pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  &gt;&lt;a href="http://www.blogger.com/Sumber%20:%20http:/majelisrasulullah.org/index.php?option=com_content&amp;amp;task=view&amp;amp;id=192&amp;amp;Itemid=1"&gt;Sumber : http://majelisrasulullah.org/index.php?option=com_content&amp;amp;task=view&amp;amp;id=192&amp;amp;Itemid=1&lt;/a&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: right;" align="right"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size:10;"&gt;قال&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  &gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size:10;"&gt;رَسُولَ&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  &gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size:10;"&gt;اللَّهِ&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  &gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size:10;"&gt;صَلَّى&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  &gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size:10;"&gt;اللَّهُ&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  &gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size:10;"&gt;عَلَيْهِ&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  &gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size:10;"&gt;وَسَلَّمَ&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  &gt;:&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size:10;"&gt;بَيْنَمَا&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  &gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size:10;"&gt;رَجُلٌ&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  &gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size:10;"&gt;يَمْشِي&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  &gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size:10;"&gt;بِطَرِيقٍ،&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  &gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size:10;"&gt;وَجَدَ&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  &gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size:10;"&gt;غُصْنَ&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  &gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size:10;"&gt;شَوْكٍ&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  &gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size:10;"&gt;عَلَى&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  &gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size:10;"&gt;الطَّرِيقِ،&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  &gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size:10;"&gt;فَأَخَّرَهُ،&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  &gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size:10;"&gt;فَشَكَرَ&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  &gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size:10;"&gt;اللَّهُ&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  &gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size:10;"&gt;لَهُ،&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  &gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size:10;"&gt;فَغَفَرَ&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  &gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size:10;"&gt;لَهُ،&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  &gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size:10;"&gt;ثُمَّ&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  &gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size:10;"&gt;قَالَ،&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  &gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size:10;"&gt;الشُّهَدَاءُ&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  &gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size:10;"&gt;خَمْسَةٌ،&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  &gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size:10;"&gt;الْمَطْعُونُ&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  &gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size:10;"&gt;وَالْمَبْطُونُ&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  &gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size:10;"&gt;وَالْغَرِيقُ&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  &gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size:10;"&gt;وَصَاحِبُ&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  &gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size:10;"&gt;الْهَدْمِ،&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  &gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size:10;"&gt;وَالشَّهِيدُ&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  &gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size:10;"&gt;فِي&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  &gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size:10;"&gt;سَبِيلِ&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  &gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size:10;"&gt;اللَّه،ِ&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  &gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size:10;"&gt;وَقَالَ،&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  &gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size:10;"&gt;لَوْ&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  &gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size:10;"&gt;يَعْلَمُ&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  &gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size:10;"&gt;النَّاسُ&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  &gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size:10;"&gt;مَا&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  &gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size:10;"&gt;فِي&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  &gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size:10;"&gt;النِّدَاءِ،&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  &gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size:10;"&gt;وَالصَّفِّ&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  &gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size:10;"&gt;الْأَوَّلِ،&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  &gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size:10;"&gt;ثُمَّ&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  &gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size:10;"&gt;لَمْ&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  &gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size:10;"&gt;يَجِدُوا&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  &gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size:10;"&gt;إِلَّا&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  &gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size:10;"&gt;أَنْ&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  &gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size:10;"&gt;يَسْتَهِمُوا&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  &gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size:10;"&gt;لَاسْتَهَمُوا&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  &gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size:10;"&gt;عَلَيْهِ،&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  &gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size:10;"&gt;وَلَوْ&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  &gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size:10;"&gt;يَعْلَمُونَ&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  &gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size:10;"&gt;مَا&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  &gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size:10;"&gt;فِي&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  &gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size:10;"&gt;التَّهْجِيرِ&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  &gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size:10;"&gt;لَاسْتَبَقُوا&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  &gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size:10;"&gt;إِلَيْهِ،&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  &gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size:10;"&gt;وَلَوْ&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  &gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size:10;"&gt;يَعْلَمُونَ&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  &gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size:10;"&gt;مَا&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  &gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size:10;"&gt;فِي&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  &gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size:10;"&gt;الْعَتَمَةِ&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  &gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size:10;"&gt;وَالصُّبْحِ&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  &gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size:10;"&gt;لَأَتَوْهُمَا&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  &gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size:10;"&gt;وَلَوْ&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  &gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size:10;"&gt;حَبْوًا&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  &gt; (&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size:10;"&gt;صحيح&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  &gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size:10;"&gt;البخاري&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  &gt;) &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  &gt;Sabda Rasulullah saw :&lt;br /&gt;Ketika seorang berjalan di sebuah jalan, dan menemukan batang berduri di jalan itu, lalu ia menyingkirkannya, maka Allah berterimakasih padanya dan mengampuni dosa dosanya. Lalu beliau saw bersabda : Syuhada adalah lima kelompok, orang yg wafat terkena wabah Thaa’un, orang yg wafat terkena sakit perut, orang yg wafat tenggelam, orang yg wafat tertimpa rerobohan, dan orang yg berperang di Jalan Allah. Dan beliau saw bersabda : Kalau saja orang itu tahu kemuliaan yg ada di shaf pertama, lalu mereka tak mendapatkannya kecuali harus dg diundi, maka mereka akan melakukannya, kalau saja mereka itu tahu kemuliaannya mendatangi shalat dhuhur saat terik matahari, niscaya mereka akan berlomba melakukannya, kalau saja mereka itu tahu anugerah yg ada pada shalat Isya dan subuh berjamaah, niscaya mereka akan datang melakukannya walau dg merangkak” (Shahih Bukhari)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 12pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  &gt;Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh&lt;br /&gt;Limpahan Puji Kehadirat Allah Sang Maha Indah yang menciptakan seluruh keindahan alam semesta, yang menciptakan angkasa raya dengan keindahan untuk memperkenalkan keindahan-Nya kepada hamba – hambaNya dari keturunan Adam as.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  &gt;Hadirin – hadirat yang dimuliakan Allah,&lt;br /&gt;Sang Maha Indah yang semakin seseorang hamba mendekat kepada-Nya dengan hal- hal yang diridhai oleh Allah maka ia akan semakin indah. Semakin dekat seseorang pada Cahaya semakin teranglah ia, semakin dekat seseorang pada hal – hal yang gelap semakin gelap keadaannya. Dan demikian pula hadirin- hadirat semakin kita mendekat kepada Yang Maha Indah maka pasti akan semakin indah. Dan kehadiran kita di malam hari ini salah satu pendekatan kepada Yang Maha Indah. Semoga Allah terus mengangkat kita dan membalikkan keadaan kita menjadi semakin indah. Semakin kita mengikuti tuntunan yang dibawa oleh Sang Nabi saw pembawa keindahan dunia dan akhirat maka akan semakin indah pula keadaanmu dunia dan akhirat. Oleh sebab itu hadirin – hadirat, terus benahi diri kita dengan keindahan – keindahan, dengan perhiasan – perhiasan. Perhiasan – perhiasan yang abadi. Perhiasan terindah adalah tuntunan Nabi kita Muhammad Saw. Jadikan Cahaya Allah Swt Yang Maha Indah muncul di lidahmu dan di ucapanmu, jadikan Cahaya Keagungan Nama Allah terbit dalam jiwamu sehingga mempengaruhi panca inderamu, jadikan Cahaya Keagungan dan Kerinduan kepada Yang Maha Indah membuat Yang Maha Indah memperindah hari – harimu dengan hal – hal yang indah.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  &gt;Hadirin – hadirat, hadits yang telah kita baca tadi menunjukkan betapa indahnya Yang Maha Indah. Pembahasan terdapat 3 pembahasan, 3 hadits berpadu dalam 1 riwayat didalam riwayat Shahih Bukhari.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;b&gt;&lt;u&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  &gt;Yang&lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  &gt; pertama&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  &gt; adalah Rasul saw bersabda &lt;b&gt;“ketika seseorang melihat ada batang duri yang menghalang di jalan seraya menyingkirkannya”. “Fasyakarallahu lahu faghafara lahu” Allah berterimakasih kepada hamba&lt;/b&gt; (maka Allah berterimakasih padanya dan mengampuni dosa dosanya). Allah tidak butuh jasa, tapi hamba ini telah berjasa kepada orang – orang yang akan lewat di jalan. Mungkin muslim, mungkin non muslim, mungkin hewan dan lainnya. Tapi Allah lihat jiwa yang baik, Allah lihat perbuatan yang indah dan mulia yang dicintai oleh Allah. Orang lewat dengan kesibukannya, masing – masing ingin segera sampai ke tujuannya. Ada yang menghalangi berupa duri, ia sempat korbankan beberapa detik kesibukannya dan ia singkirkan dahulu duri itu supaya orang lain jangan terganggu. Padahal kan apa urusannya? ia lihat duri itu saat lewat, ia semua orang punya mata juga. Biar saja saya lewat, saya punya hajat, saya punya kesibukan, Namun Rasul saw berkata demikian, maka betapa Indahnya Allah jika kita merenungkannya,. Hadits tsb ringan saja. Apa sih artinya menyingkirkan satu duri dari jalan? &lt;b&gt;“Fasyakarallahu lahu wa ghafara lahu” Allah berterimakasih kepadanya dan mengampuni dosanya.&lt;/b&gt; Renungkan dalam jiwamu yang terdalam kalimat &lt;b&gt;“Syakarallahu lahu” Allah bersyukur dan berterimakasih padanya…..&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Siapa kita? siapa orang ini? penuh dosa lewat dijalan menyingkirkan duri. Allah berterimakasih padanya. Karena kebaikannya Allah. Kalau kebaikan orang seperti ini, 1000X yang lebih baik dari ini masih banyak. Tapi kita lihat kalimat Sang Nabi saw &lt;b&gt;“Fasyakarallahu” Allah berterimakasih kepadanya.&lt;/b&gt; Karena tidak ada yang mengucapkan terimakasih untuk orang itu. Namanya juga jalan umum kecuali kalau jalannya sendiri ia tutup tidak apa – apa atau terhalangi duri. Tapi jalan umum, siapa saja bisa celaka lewat jalan itu tapi ketika disingkirkannya duri yang bisa melukainya (orang yang lewat) yang tidak ia kenal, mungkin hewan juga maka Allah berterimakasih padanya. Makna dari hadits ini secara ringkas adalah betapa agungnya Kasih Sayang Allah dan betapa Allah ingin membalas perbuatan baik dengan berjuta – juta hal yang lebih baik dari perbuatan itu. Demikian hadirin apa artinya menyingkirkan duri dibandingkan &lt;b&gt;“Faghafara lahu” Allah ampuni dosa – dosanya.&lt;/b&gt; Sudah kalau begitu, kita cukup cari duri dan singkirkan maka dihapus dosa kita oleh Allah. Belum tentu juga! Akan tetapi disini, niat seseorang berbuat baik tanpa mengharapkan terimakasih dari orang lain kepada orang yang ia kenal dan orang yang tidak ia kenal. Ini yang dilihat oleh Allah Swt. Berbeda kalau rumahnya, oooh..ini nanti yang lewat anak saya, tamu saya yang lewat sini, disingkirkan itu duri tapi jalan umum siapapun bisa lewat, mungkin musuhnya juga lewat situ barangkali atau musuh – musuh orang jahat atau hewan binatang buas bisa saja lewat. Lihat!! perbuatan baiknya yang mau menyelamatkan hamba Allah yang ia kenal dan yang tidak ia kenal. Sifat seperti ini tentunya muncul terang – benderang pada Sayyidina Muhammad Saw, manusia yang paling ingin menyelamatkan manusia dari Kemurkaan Allah adalah Nabiyyuna Muhammad Saw, manusia yang paling ingin menyelamatkanmu dari api neraka. Bukan Ayahmu, bukan Ibumu, bukan gurumu, bukan temanmu tapi Sayyidina Muhammad Saw.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  &gt;Laqad jaa’akum rasuulun min anfusikum ‘azizun ‘alaihi ma ‘anittum, hariishun ‘alaikum bil mu’miniina raufurrahim” Telah datang seorang Rasul yang datang dari bangsa kalian, sangat berat memikirkan apa apa dari musibah yang menimpa kalian, sangat menjaga kalian dan berlemah lembut kepada orang yang beriman” QS. At-Taubah : 128.&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  &gt; Hadirin – hadirat, jawablah cinta Allah kepada kita dengan perbuatan baik. Ini makna hadits yang pertama, sekilas saja karena waktu kita sempit.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  &gt;Lalu selanjutnya Rasul saw bersabda lagi bahwa &lt;b&gt;“syuhada (orang yang mati syahid) itu ada lima”&lt;/b&gt;. Namun ada derajatnya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  &gt;Yang pertama&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  &gt; adalah &lt;b&gt;orang yang sakit perut.&lt;/b&gt; Orang yang meninggalnya karena sakit perut, &lt;b&gt;yang kedua&lt;/b&gt; adalah &lt;b&gt;orang yang meninggalnya karena tenggelam, yang ketiga&lt;/b&gt; adalah &lt;b&gt;orang yang meninggalnya terkena reruntuhan bangunan&lt;/b&gt; maka ia pun wafatnya syahid, &lt;b&gt;yang keempat&lt;/b&gt; adalah &lt;b&gt;orang yang wafatnya karena sakit terkena wabah thaa’un&lt;/b&gt; dan &lt;b&gt;yang kelima&lt;/b&gt; adalah &lt;b&gt;orang yang berjihad fisabilillah.&lt;/b&gt; Kita jelaskan sedikit – sedikit karena waktu kita sempit.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  &gt;Al mabthun (orang yang punya sakit perut).&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  &gt; Imam Ibn Hajar Al Asqalani didalam Fathul Bari bisyarah Shahih Bukhari menjelaskan juga didalam Syarah Nawawi ala Shahih Muslim bahwa makna &lt;b&gt;“al mabthun”&lt;/b&gt; disini adalah termasuk wanita yang hamil. Wanita hamil wafat dikarenakan kehamilannya maka wafatnya syahid. Apa artinya syahid? Syahidul Akhirat bukan syahidul dunia. Karena syahid itu ada syahid addunya (syahid di dunia) ada syahid akhirah (syahid di akhirat) dan ada syahid fiddunya wal akhirah. Nanti kita perjelas.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  &gt;Yang Pertama Syahid Addunya&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  &gt; adalah orang yang berperang di jalan Allah tapi niatnya bukan karena Allah, karena emosi barangkali atau lainnya. Maka ia tidak dimandikan, tidak dikafankan dan juga tidak disholatkan karena ia dianggap sebagai orang yang mati syahid di jalan Allah tapi di akhirat tidak bersama syuhada. Karena niatnya bukan karena Allah Swt. Ini disebut Syahid addunya, didunia ia dianggap syuhada tapi adi akhirat tidak.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  &gt;Yang kedua Syahidul Akhirah&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  &gt; adalah orang – orang yang wafat di jalan Allah, terbunuh oleh alam. Diantaranya reruntuhan &lt;b&gt;(Shohibul hadm),&lt;/b&gt; reruntuhan itu termasuk longsor, termauk air bah, &lt;b&gt;ghariq&lt;/b&gt; (tenggelam). Dan Imam Nawawi didalam Syarah Nawawi ala Shahih Muslim menjelaskan bahwa bukan hanya 5 tetapi 7 bahkan ada riwayat tsigah lebih dari itu.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  &gt;Yang mati terbakar, yang mati tenggelam, yang mati karena penyakit yang ada di perut. yg dimaksud perut dalam syariah itu mana? dari mulai bawah leher sampai diatas farji. Seperti lambung, usus, jantung, paru – paru, itu sudah termasuk perut. Dan itu yang wafat karena sakit tersebut wafatnya syahid. maksudnya syahid ia tidak dihisab oleh Allah Swt. Ringkasnya yaitu mereka yang wafat seakan – akan dibunuh oleh keadaan, bukan disengaja atau wafat dalam keadaan sehat wal afiah lantas kemudian wafat diatas ranjang tapi wafatnya melewati sakit yang teriwayatkan disini yaitu sakit yang ada di perut atau karena terbakar atau karena tenggelam atau karena terkena reruntuhan longsor.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  &gt;(dan juga)&lt;b&gt;Al math’un (orang yang terkena wabah thaa’un).&lt;/b&gt; Zaman sekarang kita tidak dengar lagi wabah itu. Wabah Thaa’un itu adalah wabah penyakit demam, kalau datang menyerang 1 negara, 1 bangsa bisa ribuan yang mati. 1,2,3 hari wafat, 1,2,3 hari wafat. Itu bergelimpangan manusia kalau wabah thaa’un datang, biasanya ada yang mengatakan 10 tahun sekali, ada yang mengatakan 11 tahun sekali. Kalau wabah thaa’un datang, itu jenazah, bangkai bergelimpangan di jalanan. Mereka itu wafatnya syahid kata Rasul saw.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  &gt;Dan yang terakhir adalah Assyahid fisabilillah,&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  &gt; ini yang paling afdhol. Orang yang wafat karena membela agama Allah. Mereka inilah &lt;b&gt;“Syahiduddunya wa Syahidul Akhirah”.&lt;/b&gt; Imam Nawawi mengatakan derajatnya berbeda. jadi jauh beda antara orang yang wafatnya karena tenggelam atau terbakar atau karena longsor dibanding orang yang berjihad membela agama Allah. Jauh berbeda! Sungguh merka jauh lebih mulia dan syahid juga tapi ada tingkatannya lagi. Demikian hadirin – hadirat yang dimuliakan Allah. Dan para syuhada atau yang mati syahid ini banyak. Imam Nawawi juga menyebutkan “orang yang membela kampungnya dari seorang yang akan mengambil hartanya, kalau dia mati maka matinya syahid juga”. Banyak teriwayatkan, hanya didalam Shahih Bukhari disebut 5 saja. Demikian secara ringkas.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  &gt;Yang ketiga&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  &gt; adalah hadits yang kita baca malam selasa yang lalu yang belum sempat disyarah. Kebetulan hadits ini juga menukil hadits itu dengan lafadz yang sama. Rasul saw bersabda &lt;b&gt;“ma fiinnidai wasshaffil awwal” seandainya manusia itu tahu kemuliaannya ketika shalat berjamaah di shaff yang pertama Dan apa dari kemuliaan – kemuliaan yang ada pada shalat Subuh diantaranya adzan dan iqamah. Kalau mereka tahu kemuliaan itu, lalu mereka tidak bisa mendapatkannya kecuali harus diundi, mereka akan ikuti daripada perundian itu demi untuk bisa duduk di shaff awal atau menjadi seorang muadzin dan atau iqamah”.&lt;/b&gt; Ini kalau mereka tahu kemuliaannya menunjukkan rahasia anugerah Allah Swt sangat besar pada perbuatan ini. Dan hadits ini mengundang kita dari seruan Rasul saw yang membawa kalimat – kalimat yang paling bercahaya menerangi kehidupan dunia dan akhirat. Agar kita terpanggil untuk melakukannya. Paling tidak, tidak pernah jadi muadzin, ya belajar. Tidak bisa di masjid jami, bias di sekolahnya, di tempat kerjanya. Paling tidak kau suka juga jadi muadzin, kalau tidak jadi iqamahnya. Tapi yang paling penting shaff awalnya. Shaff pertama masih ada yang kosong, masuk karena itu kemuliaan yang sangat besar. Sampai Rasul saw berkata kalau seandainya mereka tahu mereka akan berebutan dan kalau diadakan perundian untuk itu mereka akan melakukan perundian itu demi bisa mendapatkan jadi muadzim atau jadi iqamah shalat atau berada di shaff yang pertama.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  &gt;Selanjutnya adalah &lt;b&gt;“law ya’lamuna maa fiittahjiri lastabaqu ilaihi” kalau seandainya orang – orang itu tahu bagaimana pahalanya mendatangi shalat dhuhur berjamaah saat panas matahari terik mereka akan keluar semuanya berlomba – lomba untuk melewati panasnya matahari teris demi untuk mencapai shalat dhuhur dalam keadaan itu. “Tahjir”&lt;/b&gt; dijelaskan oleh Al Imam Ibn Hajar Al Asqalani didalam Fathul Bari bisyarah Shahih Bukhari adalah mendatangi shalat dhuhur saat panas matahari terik. Kesimpulan ucapan ini adalah memperdulikan ibadah – ibadah yang berat, halangan – halangan yang muncul ia tidak perduli dan tetap ia lakukan. Kalau di tempat kita jarang ada matahari terik tapi ada hujan deras. Demikian hadirin – hadirat.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  &gt;Sama juga, alam yang menghalangi kita adalah cobaan yang besar untuk kita bisa mencapai kemuliaan. Maka dari itu shalat berjamaah tentunya yang afdhol atau menghadiri majelis taklim atau majelis dzikir datang hujan. Itu pahalanya jauh lebih besar kalau seandainya ia tahu kemuliaannya hadir di majelis taklim sampai kehujanan. Saya lihat, malam, kemarin malam, malam sebelumnya para sahabat, saudara – saudara kita terus berkumpul disaat hujan turun dan tidak ada yang meninggalkan tempatnya. Ini menunjukkan besarnya kecintaan dan keperduliaan kita kepada kemuliaan yang ditumpahkan oleh Allah dan itu berarti besarnya keinginan Allah menumpahkan Rahmat dan Keluhuran bagi kita.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  &gt;Yang terakhir, &lt;b&gt;“kalau seandainya mereka itu tahu kemuliaan yang ada pada shalat berjamaah Isya dan Subuh”. “Laatawhuma walaw habwan” maka mereka akan datang walaupun dengan merangkak.&lt;/b&gt; Mendatangi apa? Shalat Isya berjamaah dan shalat Subuh berjamaah. Disini, ucapan ini adalah himbauan dari Sang Nabi saw agar kita melakukan shalat Isya berjamaah dan Subuh berjamaah. Banyak barangkali ada diantara kita yang masih belum dapat kemuliaan shalat subuh berjamaah, semoga Allah menjadikan esok hari ini semua tidak ada yang tersisa kecuali shalat subuh berjamaah.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  &gt;Kita bermunajat kepada Allah Swt, semoga Allah Swt memakmurkan hari – hari kita. Allah limpahkan kemuliaan dan keluhuran bagi diri kita, Allah tuntun kita untuk berbuat semakin baik. Ya Rahman Ya Rahim, kami mengadukan keadaan kami yang demikian lemahnya dari perbuatan ketaatan kepada-Mu. Rabbiy Rabbiy kami semua bersaudara dan dalam satu kalimat tauhid. Rabbiy kami memahami satu diantara teman kami yang saudaranya sakit, yang kerabatnya terkena musibah atau yang terkena dosa yang tidak bisa ia tinggalkan atau ia selalu terlewatkan dari shalat subuh atau ia selalu berbuat buruk pada Ayahbundanya. Rabbiy benahi keadaan kami, Ya Rabbiy Ya Rahman Ya Rahim, inilah munajat, inilah doa. Masing – masing keadaan kami mempunyai kekurangannya, &lt;b&gt;“khuliqal insanu dhaifaa”&lt;/b&gt; manusia diciptakan lemah oleh Allah. Karena Allah akan memperkuat mereka jika mereka berdoa kepada Allah. Maka inilah kami berdoa Rabbiy, kami menginginkan kemuliaan,bangkitkan jiwa kami untuk selalu berbuat mulia. Bangkitkan seluruh sel tubuh kami untuk selalu asyik berbuat hal – hal yang indah di kehadirat-Mu danpercepat kemakmuran muslimin dan percepat kehancuran musuh – musuh Islam.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  &gt;Ya Rahman Ya Rahim Ya dzaljalali wal ikram Ya Dzaththauli wal in’am, pastikan kami semua ini merasakan kemakmuran yang dijanjikan oleh Nabiyyuna Muhammad Saw. Tidak ada muslim yang butuh shadaqah, tidak ada muslim yang faqir. Saat – saat itu telah dijanjikan oleh Nabi. Rabbiy pastikan kami semua berjuang mencapai kemuliaan itu dan mencapai kemakmuran bagi muslimin muslimat. Ya Rahman Ya Rahim Ya dzaljalali wal ikram, kami lihat Negara Adikuasa satu persatu berjatuhan, yang Kau buat miskin, yang Kau buat pecah – belah maka Rabbiy percepatan kehancuran musuh – musuh muslimin. Dan dukung kekuatan muslimin.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  &gt;Ya Rahman Ya Rahim Ya dzaljalali wal ikram Ya Dzaththauli wal in’am, inilah doa, inilah munajat. Dihadapan kami pemilhan umum, para calon legislative, para calon pemimpin di DPRD dan pemimpin Negara. Rabbiy Rabbiy kami titipkan munajat dan doa kami, kami ingin keadaan muslimin lebih baik dari sebelumnya. Ya Rahman Ya Rahim siapapun yang akan Kau angkat untuk memimpin jadikan ia orang yang memiliki jiwa yang mulia yang memperdulikan iman, yang memperdulikan majelis dzikir, yang memperdulikan Islam, yang peduli terhadap Islam.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  &gt;Ya Rahman Ya Rahim calon – calon ketua DPRD yang berniat baik semoga diangkat oleh Allah Swt. Mereka hadir disini sebagai saksi kalau kami Majelis Rasulullah Saw sudah bosan melihat gambar porno dijalan – jalan, di televise dan ditempat lainnya. Kami ingin bumi Jakarta lebih baik di tahun mendatang ini dengan terpilihnya banyak dari calon legislatif yang membela Islam. Semoga (hal hal buruk itu) ini tidak lagi terlihat di bumi Jakarta. Ya Rahman Ya Rahim kami tidak menginginkan kekerasan, akan tetapi kami menginginkan kelembutan dan pembenahan umat dari rakyat yang terendah sampai pemimpin yang tertinggi mencintai kemuliaan kalimat tauhid, mendukung dakwah Sayyidina Muhammad Saw. Ya Rahman Ya Rahim Ya dzaljalali wal ikram&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  &gt;Faquuluuu jamii’an (ucapkanlah bersama sama)&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  &gt; Ya Allah, Ya Allah..Ya Allah..Ya Allah..&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  &gt;Ya Rahman Ya Rahim Ya dzaljalali wal ikram, hadirin kita teruskan dengan doa yang diwasiatkan oleh Guru Mulia kita Alhafidz Almusnid Alhabib Umar bin Hafidz yaitu “Ya Arhamarrahimin Farij ‘Alalmuslimin”. Ini seakan cuma qasidah, bukan qasidah ini tapi doa akan tetapi dijadikan qasidah agar kita lebih asyik didalam dzikir ini. Kalian lihat sendiri maknanya untuk mendoakan muslimin muslimat dan mendoakan agar munculnya pemimpin yang membela Islam, pemimpin yang mencintai shalihin, pemimpin yang menegakkan kebenaran, pemimpin yang menindas kedhaliman. Dan ini adalah doa yang diajarkan oleh Guru Mulia kita menjelang datangnya pemilu ini. Insya Allah doa ini kita gemuruhkan terus di majelis – majelis. Allah akan benahi keadaan bangsa kita khususnya bumi Jakarta dan seluruh wilayah muslimin. Saudara kita yang me-relay acara ini di Banjarmasin semoga di limpahi kemuliaan. Di Radio Banjarmasin dan seluruh wilayah lainnya yang turut meliput danmendengar acara ini di stream &lt;u&gt;www.majelisrasulullah.org&lt;/u&gt; semoga dilimpahi Rahmat dan Keberkahan. Kita berdoa bersama – sama. &lt;b&gt;Faquuluuu jamii’an (ucapkanlah bersama sama)&lt;/b&gt; Laillahailallah Laillahailallah Laillahailallah Muhammadurrasulullah…&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  &gt;Washallallahu ala Sayyidina Muhammad Nabiyyil Ummiy wa Shohbihi wa Sallam&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  &gt;Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6171235794412361397-8990469069506242573?l=ulin21.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ulin21.blogspot.com/feeds/8990469069506242573/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ulin21.blogspot.com/2009/03/lima-kelompok-golongan-syuhada.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6171235794412361397/posts/default/8990469069506242573'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6171235794412361397/posts/default/8990469069506242573'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ulin21.blogspot.com/2009/03/lima-kelompok-golongan-syuhada.html' title='Lima Kelompok Golongan Syuhada'/><author><name>Abdullah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03122244876238200790</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_HMOiWdBgLsY/SbOLSNfhMKI/AAAAAAAAAE8/ni418EbeiyE/s72-c/hb_munzir_006.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6171235794412361397.post-7141334976101067385</id><published>2009-03-08T17:04:00.001+08:00</published><updated>2009-03-08T17:07:31.594+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel'/><title type='text'>Amal Yang Paling Dicintai Allah</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_HMOiWdBgLsY/SbOKwUr_DFI/AAAAAAAAAE0/cAoUSY1ADIQ/s1600-h/Hb.munzir.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 123px; height: 160px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_HMOiWdBgLsY/SbOKwUr_DFI/AAAAAAAAAE0/cAoUSY1ADIQ/s320/Hb.munzir.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5310740948391496786" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  &gt;A&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  &gt;mal Yang Paling Dicintai Allah&lt;br /&gt;Senin, 5 Januari 2009 &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 12pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 12pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  &gt;Sumber : &lt;a href="http://majelisrasulullah.org/index.php?option=com_content&amp;amp;task=view&amp;amp;id=189&amp;amp;Itemid=1"&gt;http://majelisrasulullah.org/index.php?option=com_content&amp;amp;task=view&amp;amp;id=189&amp;amp;Itemid=1&lt;/a&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: right;" align="right"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size:10;"&gt;قَالَ&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  &gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size:10;"&gt;رسول&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  &gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size:10;"&gt;الله&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  &gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size:10;"&gt;صَلَّى&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  &gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size:10;"&gt;اللَّهُ&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  &gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size:10;"&gt;عَلَيْهِ&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  &gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size:10;"&gt;وَسَلَّمَ&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  &gt; :&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size:10;"&gt;أَيُّ&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  &gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size:10;"&gt;الْعَمَلِ&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  &gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size:10;"&gt;أَحَبُّ&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  &gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size:10;"&gt;إِلَى&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  &gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size:10;"&gt;اللَّهِ&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  &gt;..&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size:10;"&gt;؟،&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  &gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size:10;"&gt;قَالَ&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  &gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size:10;"&gt;الصَّلَاةُ&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  &gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size:10;"&gt;عَلَى&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  &gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size:10;"&gt;وَقْتِهَا&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  &gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size:10;"&gt;قَالَ&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  &gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size:10;"&gt;ثُمَّ&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  &gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size:10;"&gt;أَيٌّ&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  &gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size:10;"&gt;قَالَ&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  &gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size:10;"&gt;بِرُّ&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  &gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size:10;"&gt;الْوَالِدَيْنِ&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  &gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size:10;"&gt;قَالَ&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  &gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size:10;"&gt;ثُمَّ&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  &gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size:10;"&gt;أَيٌّ&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  &gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size:10;"&gt;قَالَ&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  &gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size:10;"&gt;الْجِهَادُ&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  &gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size:10;"&gt;فِي&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  &gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size:10;"&gt;سَبِيلِ&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  &gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size:10;"&gt;اللَّه&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  &gt; (&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size:10;"&gt;صحيح&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  &gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size:10;"&gt;البخاري&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  &gt;) &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  &gt;Nabi saw ditanya : “Amal apa yang paling dicintai Allah?, sabda Rasulullah saw : Shalat pada waktunya. Lalu apa?, sabda beliau saw : Bakti pada ayah bunda. Lalu apa?, sabda beliau saw Jihad di Jalan Allah” (Shahih Bukhari)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 12pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  &gt;Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  &gt;Limpahan Puji Kehadirat Allah Swt, Maha Luhur dan Maha Abadi, Maha Menjadikan setiap hal – hal yang tidak disukai oleh muslimin – muslimat sebagai penghapusan dosa dan pengangkatan derajat. Demikian indahnya Allah, demikian mulianya Allah yang menjadikan musibah yang datang kepada muslimin adalah pengampunan dosa tanpa istighfar. Orang lain butuh istighfar dan taubat untuk meminta pengampunan dosa tetapi Allah melihat hamba-Nya dikenai musibah, dimaafkan kesalahannya. Allah membayar kesedihan di hati muslimin – muslimat dengan pengampunan dosa dan dihindarkan dari api neraka. Inilah indahnya Arrahman Arrahim.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  &gt;Bismillahirrahmanirrahim, &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  &gt;Dengan Nama Allah Maha Raja Langit dan Bumi yang bermula seluruh kejadian alam semesta dari tiada, yang bermula seluruh kehidupan dari tiada, yang bermula benda – benda bercahaya diawali oleh Allah, Annuur ( Maha Bercahaya). Arrahman Arrahim.&lt;b&gt; Arrahman &lt;/b&gt;adalah Kasih Sayang Allah untuk seluruh makhluknya, fasiq, dhalim, shalih, muslim, non muslim, kebagian Rahmatnya Allah.&lt;b&gt; Arrahim &lt;/b&gt;adalah Kasih Sayang Allah khusus untuk mereka yang beriman. Maka kalau kita menyebut &lt;b&gt;“Bismillahirrahmanirrahim”,&lt;/b&gt; ingat kalimat itu mengingatkan satu Nama Yang Memberi kepada semua makhluk hidup. Demikian Allah menunjukkan pemberiannya kepada yang beriman dan yang tidak beriman untuk memperkenalkan Kasih Sayang-Nya kepada mereka yang beriman bahwa Dia (Allah) Maha Bersabar dan Memaafkan mereka – mereka yang belum beriman agar mereka jangan berputus asa dari Kasih Sayang-Nya dan kembali pada pelukan Kasih Sayang Allah. Namun tentunya Kasih Sayang itu bersifat dunia saja. Kalau Arrahim adalah Kasih Sayang Abadi untuk mukminin dan mukminat. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  &gt;“Bismillahirrahmanirrahim”, &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  &gt;itu kalimat hadirin, menyimpan seluruh Kenikmatan dan Anugerah pada semua makhluk. Muslim, non muslim semua turun kepada semua makhluk yang terjadi kepada mereka dari segenap kenikmatan berpadu dalam kalimat&lt;b&gt; “Bismillahirrahmanirrahim”&lt;/b&gt; mencatat seluruh Nikmatnya Allah Swt dari kalimat Arrahman Arrahim. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  &gt;Alhamdulillahi rabbil a’lamin, &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  &gt;Segala Puji milik Allah Rabbul Alamin. Kenapa? Karena Yang Maha Berjasa dan paling berjasa kepada semua makhluk-Nya. Tidak ada satu makhluk hidup di bumi Allah yang dia tidak mempunyai hutang jasa kepada Allah, &lt;b&gt;Al Manan.&lt;/b&gt; Semuanya hidup tanpa bisa membayar daripada hutang – hutang kenikmatan yang diberikan oleh Allah. Oleh sebab itu mereka yang memahami ini akan bercahaya hatinya dengan pujian kepada Allah. Akan selalu basah bibirnya memuji Allah.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  &gt;Maaliki yau middin.&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  &gt; Raja dihari kebangkitan, maksudnya penguasa agung dan tunggal disaat semua penguasa tak lagi berkuasa) , Arrahman Arrahim diulang lagi dalam Surat Al Fatihah (sebelum Maaliki Yaumidiin). Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang itu itu juga tapi bedanya Maha Melimpahkan Kasih Sayang pada yang mukmin dan bukan yang mukmin. Hanya pada yang bukan mukmin ini hanya sementara dengan kenikmatan dunia saja. Yang mukmin diberi juga kenikmatan dunia tetapi di akhirat diberi lagi. Ini menunjukkan betapa ruginya mereka yang tidak beriman.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  &gt;Hadirin – hadirat, demikian kalimat demi kalimat Surat Al Fatihah terlantunkan dan inilah seagung – agung doa. Ketika Allah Swt mengajarkan kalimat ini kepada kita. Surat Al Fatihah ini, adalah doa untuk seluruh apa apa dari kenikmatan yang datang kepada kita yang kita inginkan atau yang belum kita ketahui.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  &gt;Ihdinashshirathalmustaqim,&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  &gt; ayat sebelumnya &lt;b&gt;iyyakana’budu waiyyakanasta’in &lt;/b&gt;(hanya kepada-Mu kami menyembah, hanya kepada-Mu kami mohn pertolongan).&lt;b&gt; Ihdinashshirathalmustaqim&lt;/b&gt; (tunjukkan kami ke jalan yang lurus). Mau apa? Kita sudah muslim, tunjukkan ke jalan yang lurus harus dibaca setiap shalat, itu – itu lagi doanya diulang. Inikan sudah jalan yang benar?, jalan yang mana lagi koq diminta lagi diminta lagi doa ini. Hadirin, jiwa manusia selalu tergoncang dan terbolak – balik. Maka mereka yang membaca doa (membaca Surat Al Fatihah) didalam shalat tentunya. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  &gt;Ihdinashshirathalmustaqim &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  &gt;(tunjukkan kami ke jalan yang lurus). Allah bimbing lagi ia, yang barangkali habis shalat ia akan berbuat dosa, Allah palingkan agar ia tidak berbuat dosa dan terhindar dari dosa atau barangkali ia terjebak dalam dosa – dosa besar, Allah tundukkan hatinya untuk ingin taubat dan istighfar. Ini hadirin, kalimat &lt;b&gt;“Ihdinashshirathalmustaqim”&lt;/b&gt; menjaga kehidupanmu, jika kita baca ini dengan ikhlas dan dengan kehadiran hati, kau tidak akan bermaksiat sampai waktu shalat berikutnya. Karena diminta kepada Allah, lantas kita tanya&lt;b&gt; “apakah Allah memberi?”&lt;/b&gt; Allah sudah jawab didalam Shahih Muslim (dalam hadits Qudsiy) &lt;b&gt;“orang – orang yang mengucap &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Surat&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt; Al Fatihah itu dijawab oleh Allah Swt”. “Majadanniy abdi, adzdzana alaiyya abdi, hammadaniy abdi, &lt;/b&gt;sampai ke ucapan &lt;b&gt;Ihdinashshirathalmustaqim (hamba Ku memuliakanku),&lt;/b&gt; lalu Allah jawab lagi “hadza li abdi wa lil abdi masa’al”, ini untuk hamba-Ku dan bagi hamba-Ku apa yang ia minta. Maka minta dan ucapkan Surat Al Fatihah itu dengan jiwa. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  &gt;Hadirin, Allah mengajarkan Surat Al Fatihah itu bukan &lt;b&gt;“ihdini”&lt;/b&gt; (beri petunjuk padaku) namun &lt;b&gt;“ihdina” &lt;/b&gt;(beri petunjuk kepada kami), itu kalau kita hadirkan khusyu’ dalam hati kita dengan makna saat mengucapkan &lt;b&gt;Ihdinashshirathalmustaqim&lt;/b&gt; dalam 1X ucapan doamu, akan banyak orang – orang yang diberi petunjuk ke jalan kebenaran oleh Allah, karena doa kita. &lt;b&gt;Ihdinashshirathalmustaqim, &lt;/b&gt;Allah sudah katakan &lt;b&gt;“hadza li abdi wa lil abdi masa’al”, &lt;/b&gt;ini untuk hamba-Ku dan bagi hamba-Ku apa yang ia minta. Sekali kau mengucapkan &lt;b&gt;“Ihdinashshirathalmustaqim”&lt;/b&gt; barangkali ada 10 atau 100 orang yang dicabut oleh Allah keinginannya untuk berbuat jahat dan bertaubat karena doa kita, tanpa kita mengenal mereka, karena kita berkata &lt;b&gt;“ihdina”, “beri &lt;/b&gt;kami petunjuk”, siapa kami disini ini? Seluruh umat Nabi Muhammad Saw. Jadi orang yang mengucapkan doa itu, dia sudah mendoakan seluruh umat Nabi Muhammad Saw dan dia terlibat atas pahala semua amal baik umat Nabi Muhammad Saw yang lainnya, karena ia mendoakan mereka, (dan Rasul saw bersabda Barangsiapa yg mendoakan saudara muslimnya maka malaikat berkata Amin dan untukmu pula sebagaimana doamu pd saudaramu). &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  &gt;Dahsyatnya kalimat ini jika kau dalami maknanya &lt;b&gt;“Ihdinashshirathalmustaqim”&lt;/b&gt; (tunjukkan kami ke jalan yang benar dan jalan yang lurus). Maksudnya, jalan Nabiyyuna Muhammad Saw maka kau dapat pahala semua orang yang berjalan di jalan yang benar. Itu keagungan Surat Al Fatihah. Lalu Allah tahu kita ini mau jalan yang benar tapi kita mau jalan yang hidupnya nikmat. Tidak mau kita ditimpa banyak kesulitan, maka diperjelas lagi &lt;b&gt;“Shirathalladzina an’amta a’laihim” &lt;/b&gt;(jalan orang - orang yang Kau beri kenikmatan atas mereka). Masya Allah, siapa? Mereka ini mukminin - mukminat yang ditumpahi kenikmatan dari zaman Nabi Adam hingga saat sekarang sampai akhir zaman. Kita minta kenikmatan yang dilimpahkan itu &lt;b&gt;“Shirathalladzina an’amta a’laihim”,&lt;/b&gt; kenikmatan dalam kesehatannya, kenikmatan dalam pekerjaan, dalam perdagangannya, dalam rumah tangganya, dalam sekolah, dalam masyarakat, dalam segala kehidupan dan kematian. &lt;b&gt;“Shirathalladzina an’amta a’laihim”, &lt;/b&gt;orang – orang yang Kau beri kenikmatan jalan mereka, muqarrabin, shiddiqin, shalihin dan semua jalan orang – orang yang dilimpahi kenikmatan oleh Allah, tapi bukan jalan orang yang dimurkai Allah. &lt;b&gt;“Ghairil maghdhubi a’laihim waladhdhollin”.&lt;/b&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  &gt;Ini hadirin – hadirat kalau kita doa hadirkan hati kita pada saat baca Al Fatihah, kau akan terjaga dari dosa dan terjaga dari segala kejahatan. Itu kekuatan yang dahsyat Surat Al Fatihah, ada dalam setiap shalat kita. Oleh sebab itu disabdakan oleh Nabiyyuna Muhammad Saw riwayat Shahih Bukhari yang tadi kita baca bersama, ditanya kepada Nabi Saw &lt;b&gt;“Ayyul a’mal ahabbu ilallah?” &lt;/b&gt;(amal apa yang paling dicintai Allah?), Rasul saw menjawab &lt;b&gt;“shalat pada waktunya”,&lt;/b&gt; itu hukumnya sunnah muakkadah. Shalat boleh diawal waktu, ditengah waktu, boleh diakhir waktu dan tetap sah shalatnya. Tetapi sunnahnya yang terbaik adalah diawal waktu. Ini ada syarahnya, lihat nanti kita syarahkan. Lantas apa? dikatakan lagi &lt;b&gt;“tsumma ayyu?”&lt;/b&gt; (lalu apa?) lalu &lt;b&gt;“birrul walidain”&lt;/b&gt; lalu apa? lalu &lt;b&gt;“jihad fisabilillah”. &lt;/b&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  &gt;Kita jelaskan yang pertama dahulu, didalam shalat tepat pada waktunya itu kita harus punya pemahaman, bukan berarti mutlak setiap habis adzan harus segera shalat qabliyah, dilanjutkan shalat dan shalat, bukan mutlak begitu. Karena ada riwayat lainnya Shahih Bukhari menjelaskan bahwa &lt;b&gt;“antum fi shalah maa iltum tantadhiruunaha” &lt;/b&gt;(kalian tetap dalam pahala shalat selama kalian menantikan untuk mendirikan shalat) dan Rasul Saw dalam beberapa riwayat (bukan dalam satu riwayat) Shahih Bukhari &lt;b&gt;“mengakhirkan waktu shalat, menunda waktu shalat”&lt;/b&gt;. Jamaah sudah menunggu, Rasul saw ada urusan kesana, urusan kesini, Sahabat menunggu. Itu terjadi beberapa kali, ketika Rasul saw datang, Sahabat masih menunggu dalam shaf bahkan dalam salah satu riwayat adalah saat shalat Isya’, Bilal sudah adzan, Sahabat sudah rapi shafnya, Rasul Saw baru keluar ditengah malam. Sahabat ada yang tertidur sambil duduk, ada yang tetap berdzikir lantas Rasul saw berkata “kalian tetap dalam pahala shalat selama menunggu shalat”. Jadi kalau sudah waktunya adzan, sunnah yang paling bagus sunnah qabliyah, lalu amalan yang sangat dicintai Allah sebagaimana hadits ini adalah langsung shalat, jangan kemana mana dulu, ada sms taruh dulu, ada telefon taruh dulu, aku mau berjumpa dengan Rabbul Alamin, ini penting! Tidak ada yang lebih penting dari Allah, toh hanya beberapa menit.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  &gt;Demikian hadirin – hadirat. Tapi jika kesibukkan itu berupa kesibukkan yang ukhrawi boleh ditunda. Misal zaman sekarang orang kalau taklim habis shalat maghrib, majelis taklimnya terus baru selesai jam 8. Apa ini mereka koq tidak mau shalat Isya’ tepat waktu? Ketahuilah Rasul saw juga mengajari kalau ditundanya itu karena hal – hal yang bersifat ukhrawi (ibadah), maka penundaannya itu mendapat pahala. Sebagaimana Rasul saw tadi bersabda &lt;b&gt;“kalian tetap dalam pahala shalat selama duduk menanti shalat”.&lt;/b&gt; Duduk saja menunggu shalat itu sampai waktu shalat dihitung pahala shalat, jadi kalau majelis taklim misalnya, majelis taklim kita tentunya setelah shalat Isya’tapi banyak majelis – majelis taklim sekarang ini diprotes oleh sebagian kelompok orang.&lt;b&gt; “ini sudah waktunya shalat, masih saja ini ustadznya terus ngajar”, &lt;/b&gt;bukan begitu tapi ada hukumnya. sebagaimana riwayat Shahih Bukhari yang menjelaskan bahwa Rasul saw menunda waktu shalat dan Al Imam Ibn Hajar didalam Fathul &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Bari&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt; bisyarah Shahih Bukhari menjelaskan bahwa kalau penundaan itu untuk hal – hal yang bersifat duniawi maka ia kehilangan pahala shalat pada waktunya tapi kalau hal – hal yang bersifat ukhrawi dan ibadah maka penundaannya itu mendapat pahala jika sudah duduk di shaf. Ini penjelasan yang utama. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  &gt;Al Imam Ibn Hajar dalam mensyarahkan hadits ini, berkata : ini hadits bukan mutlak, ada hadits – hadits lain yang mengatakan sebaik – baik amal adalah jihad fisabilillah. &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Ada&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt; hadits lain juga riwayat – riwayat shahih yang meriwayatkan &lt;b&gt;“afdholul a’mal adalah shadaqah”.&lt;/b&gt; (sebaik baik amal shadaqah) Maka Al Imam Ibn Hajar menjelaskan ini tergantung kondisinya, jangan tinggalkan shalat pada waktunya. Kejar shalat pada waktunya, itu pahala besar, amal yang paling dicintai Allah. Tapi ada waktunya lagi untuk &lt;b&gt;“afdholul a’mal jihad fisabilillah”,&lt;/b&gt; (sebaik baik amal adalah Jihad di jalan Allah) ada waktunya begitu. Kampungnya sudah diserbu oleh orang – orang non muslim, masjid mau diruntuhkan tadi kita dengar penyampaian dari Hb soleh Alidrus dari Poso, semua muslimin wajib jihad itu. Bukan shalat pada waktunya yang kita dahulukan, terjun jihad. Namun maksudnya bukan meninggalkan shalatnya, shalat tetap fardhu tetapi diakhirkan waktunya atau dipertengahan waktu, tidak apa – apa. Karena apa? karena ada hal yang lebih pantas didahulukan pada kondisinya. Demikian hadirin- hadirat yang dimuliakan Allah.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  &gt;Diriwayatkan pula didalam Shahih Bukhari, Rasul saw selesai shalat buru – buru pergi, sahabat sedang dzikir karena memang sunnah dzikir selesai shalat adalah dzikir. Haditsnya sudah kit baca minggu yang lalu, tertulis di website, terekam di website dan ada di bulletin.&lt;br /&gt;Hadirin, Rasul saw pergi meninggalkan shaf padahal sunnah dzikir setelah shalat namun Rasul pergi, Sahabat berkata &lt;b&gt;“koq Rasul buru – buru pergi dan meninggalkan dzikir..?”. “Ya Rasulullah apa yang membuat engkau pergi?”,&lt;/b&gt; Rasul berkata &lt;b&gt;“aku lupa ada barang barang untuk fuqara masih belum kusampaikan di rumah”. &lt;/b&gt;Itu beliau saw menunda hak fuqara sampai salam dan beliau meninggalkan dzikirnya untuk menyampaikan kepada fuqara. &lt;st1:state st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Kan&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:state&gt; dzikir hanya beberapa menit, beliau tidak mau menunda itu demi hak hak orang miskin. Subhanallah!! Inilah akhlak Nabiyyuna Muhammad Saw.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  &gt;Hadirin- hadirat yang dimuliakan Allah,&lt;br /&gt;Diriwayatkan didalam Shahih Bukhari, hadits yang sebagaimana kita baca tadi&lt;b&gt; “lalu apa?”, &lt;/b&gt;lalu &lt;b&gt;“birrul walidain”&lt;/b&gt; (bakti kepada orangtua jangan dilupakan). Banyak keluhan kepada saya &lt;b&gt;“ayah saya itu orang yang fasiq, dia banyak berbuat dosa maka boleh tidak kalau saya mencaci - maki dan benci padanya”, “ibu saya itu jahat, tidak mau pakai jilbab, saya juga tidak suka melihatnya” &lt;/b&gt;Subhanallah!! Kita bukan Allah Al Hakim (yang menghakimi dosa – dosa) ayahbunda kita. Kita ingat, Itu ayahbunda kita, saat kita lahir. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  &gt;Diriwayatkan dalam satu riwayat yang tsigah ada anak datang kepada Rasul saw mengadu &lt;b&gt;“Ya Rasulullah hartaku ada yang diambil oleh ayahku”,&lt;/b&gt; kasarnya begini, ini orang mengadukan bapaknya mencuri hartanya. Rasul panggil ayahnya &lt;b&gt;“kau mencuri harta anakmu?” &lt;/b&gt;&lt;i&gt;maka orang itu berkata “Ya Rasulullah 20 tahun yang lalu, aku kelahiran seorang bayi pria. Aku terdiam dengan airmata dan keringat dingin menanti kelahiran sang bayiku. Tidak lama kudengar jeritan kelahiran bayiku, dan aku menangis gembira, tidak ada yang lebih membuatku gembira dari mendengar tangisnya, tangis bayiku. Seandainya dipilihkan untukku untuk dikuliti dan dilemparkan ke dalam bara api demi keselamatan bayiku yang lahir itu, akan kuperbuat.&lt;br /&gt;Dia lahir dengan selamat dan aku gembira, aku peluk, aku sambut dia dengan adzan, ku adzankan di telinga kanannya dan ku iqamahkan di telinga kirinya, akulah orang yang pertama kali memeluknya dengan gembira. Lapar dan hausku kutinggalkan demi bayiku, agar kesehatannya dan kemaslahatan sang bayiku ini, Aku lapar, kudahulukan makanan untuk bayiku, aku ngantuk kutinggal tidurku demi bayiku. Semua untuknya, semua hajatku kusingkirkan yang penting anakku bayiku sampai dia tumbuh dewasa. Aku mengajarinya makan, minum, berjalan, aku mengajarnya berbicara dan semuanya selama 20 tahun untuknya kukorbankan.&lt;br /&gt;Dan sekarang bayi itu, bayiku yang sangat kucintai telah dewasa dan kaya raya, lalu ia berkata “aku adalah pencuri”.&lt;/i&gt; Maka Rasul saw menangis seraya berkata “harta itu milik ayahmu, wahai anak”. Demikian hadirin, ini ayah. Dan ibu lebih – lebih lagi dari itu.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  &gt;Sebagian muncul pertanyaan pada saya di website &lt;b&gt;“Habib, ibu saya itu tidak mau memakai jilbab, apakah saya mesti berbakti padanya atau tidak?”.&lt;/b&gt; Tentunya pengingkarannya terhadap syari’ah mutaharrah kita nasehati dengan lemah lembut tapi ingat ibu kita itu terkejang – kejang menjerit saat kita lahir, ia teriak dengan teriakan yang dahsyat dan kepedihan yang tidak ada yang melebihinya kecuali sakaratul maut. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  &gt;Bayangkan wajah ibumu yang sedang menjerit dan sedang dalam keadaan terkejang – kejang menahan kelahiran kita. Sampai sekarang kita berkata &lt;b&gt;“aku tidak perlu bakti kepadanya…..??”. &lt;/b&gt;Rasul berkata &lt;b&gt;“tsumma birrul walidain…”&lt;/b&gt; (lalu bakti kepada ayahbunda). Hati – hati ayahbunda kita. Hadirin- hadirat, jika mereka mengingkari syari’ah, nasehati dengan lembut kalau bisa, kalau tidak cari orang lain (teman mereka, saudara mereka) agar menasehati mereka. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  &gt;Yang ketiga &lt;b&gt;“jihad fisabilillah”.&lt;/b&gt; Jihad adalah membela agama Allah Swt. Mereka yang mampu jihad dengan pedang, dengan senjata. Jihad dengan senjata wajib kalau seandainya dikampung – kampung halamannya ada serangan non muslim, wajib jihad. Tapi kalau ditempat lain, lihat keadaannya dulu. Kalau dikampungnya masih butuh orang – orang yang menegakkan dakwah Islamiyyah, jangan ramai – ramai meninggalkan kampungnya.&lt;br /&gt;Hadirin – hadirat, kita gembira saudara – saudara kita bahkan ada yang berangkat ke Palestina. Tapi jangan dilupakan tempatnya sendiri, disini kita dengar tadi Habib Sholeh di Poso juga butuh muslimin, kalau punya semangat, kesana berangkat membantu. Saya janji kepada Habib Sholeh, 2 – 3 bulan ini saya akan kunjung kesana Insya Allah. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  &gt;Hadirin, juga diwilayah kita. Sebelah rumah sudah menyembah selain Allah, tetangga &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;sana&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt; sudah tidak mau sujud lagi, yang sini muncul ikutin ajaran – ajaran akidah yang sesat. Siapa yang perduli akan ini semua? Kita memikirkan negeri yang jauh – jauh, saudara – saudara kita di &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Jakarta&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt; ini ratusan orang murtad setiap tahun dan dalam setahun puluhan tempat peribadatan non muslim berdiri. &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Ada&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt; yang perduli?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  &gt;Hadirin- hadirat yang dimuliakan Allah,&lt;br /&gt;Inilah jangan sampai kita tertipu dengan media &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;massa&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt;.&lt;b&gt; Media massa mengabarkan sesuatu maka semua konsentrasi ke berita tsb,. &lt;/b&gt;Maka jangan mengarah ke berita itu semua, ada yang berangkat, ada yang ditempat. Dalam perang uhud juga begitu, kalau turun semua habis kalah muslimin nanti. &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Ada&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt; yang tinggal ditempatnya. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  &gt;Hadirin- hadirat, kita Majelis Rasulullah Saw mendukung penuh saudara – saudara kita yang berangkat ke Palestina dan mendoakan mereka. Akan tetapi kita membagi tugas, kita membenahi wilayah kita juga. In saudara – saudara kita dari Irian Barat sudah ada 30 orang yang taklim bersama kita dan diantaranya yang kena musibah. Santri KH. Ahmad Baihaqi masih kecil – kecil, ayahanda mereka dan ibu mereka yang diatas kapal, kapalnya tenggelam (30 orang wafat). Diantaranya mereka ini, mereka sudah tidak punya ayahbunda sekarang. Entah karena sabotase atau entah karena memang kehendak Allah kepada ayahbundanya mati syahid. Saya sendiri berat mendengar kabar ini membayangkan mereka ini sudah tidak lagi punya ayahbunda tapi saya yakin mereka nanti akan kembali dan dengan diberi busyro oleh Allah.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  &gt;Mana ayahbundanya yang wafat..?, saya ingin jamaah melihatnya…. Maka beberapa anak irian usia sekitar 4 dan 5 tahun berdiri sesaat..wajah wajah tanpa dosa dan kaget karena baru dapat kabar bahwa ayah bunda mereka telah tiada&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  &gt;Semoga Allah memberikan kesabaran kepada mereka, keluarga mereka telah wafat. Semoga Allah memberikan kesabaran kepada mereka dan pertolongan kepada mereka. Ya Rahman Ya Rahim Ya Dzaljalali wal Ikram Yadzaththauli wal In’am.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  &gt;Silahkan,..saudara – saudara kita nanti yang punya kepedulian, silahkan Bantu, datang ke tempat mereka taklim di Majelis Taklim Al Karimah, ditempat KH. Ahmad Baihaqi. Yang bisa menghibur, hibur. Yang bisa bantu, Bantu. Kita juga punya keluarga muslimin sebangsa kita yang sedang kena musibah.&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  &gt;Hadirin- hadirat yang dimuliakan Allah,&lt;br /&gt;Bahasan saya yang terakhir adalah tentang zakat profesi yang sering ditanyakan oleh banyak muslimin. &lt;b&gt;Zakat Profesi &lt;/b&gt;itu tidak diakui oleh seluruh madzhab, tidak ada mengeluarkan zakat tiap bulan. Itu muncul sekarang ramai dimana – mana diadakan mengeluarkan zakat. Zakat profesi tidak diakui oleh seluruh madzhab karena riwayat hadits yang dijelaskan tentang haul dan nishab. Orang kalau punya harta itu wajib mengeluarkan zakat kalau hartanya yang disimpan dengan 2 syarat: Yang pertama adalah nishab. Nishab batas wajib zakat, itu adalah harta yang disimpan lebih dari harga 84 gram emas murni. Saya tidak tahu pastinya harga emas murni 1 gram berapa? Tapi kalau lebih dari 84 gram emas murni harta yang kita simpan, harta berupa uang maksudnya bukan mobil, rumah namun berupa uang atau emas atau perak, yang melebih 84 gram sampai 1 tahun baru dikeluarkan zakatnya 2,5%. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  &gt;(berikut penjelasan dari forum Tanya jawab di web ini ):&lt;br /&gt;&lt;i&gt;syarat bagi muslim untuk mengeluarkan zakat harta adalah dua, &lt;/i&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  &gt;1. Nishab : Batas jumlah / nilai yg ditentukan syariah,&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  &gt;&lt;br /&gt;2. haul : sempurna 1 tahun&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  &gt;jadi anda bekerja dan mendapat gaji itu tak ada zakatnya, boleh anda bersedekah saja.&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  &gt;perhitungan zakat harta adalah jika anda menyimpan uang, atau emas anda baru kena zakat jika menyimpan uang itu sampai setahun, dan jumlah yg anda simpan telah melebih nishab selama setahun, selain itu berupa barang, rumah, perhiasan zamrud, berlian, mobil dll tidak terkena zakat, yg terkena zakat adalah uang, emas, atau perak &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  &gt;zakat maal / harta dikeluarkan setahun sekali, mulai terhitung di hari sejak uang kita melebihi Nishob (batas), dan Nishob zakat maal adalah seharga emas murni 84 gram, maka bila uang simpanan kita terus meningkat, misalnya mulai 4 Oktober 2006 uang simpanan kita mulai melebihi harga emas murni 84 gram, maka sejak tanggal 4 oktober itu terhitunglah kita sebagai calon wajib zakat, &lt;b&gt;namun belum wajib mengeluarkan zakat karena menunggu syarat satu lagi, yaitu haul (sempurna satu tahun)&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  &gt;nah.. bila uang kita terus dalam keadaan diatas Nishob sampai 3 oktober 2007 maka wajiblah kita mengeluarkan zakatnya sebesar jumlah seluruh uang kita yg ada pd tgl 3 oktober 2007 sebesar 2,5%. (bukan uang kita yg pd 4 oktober 2006, atau uang kita bertambah menjadi 100 juta misalnya, lalu naik dan turun, &lt;b&gt;maka tetap perhitungan zakat adalah saat hari terakhir ketika genap 1 tahun dikeluarkan 2,5% darinya).&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  &gt;bila uang kita setelah melebihi batas 84 gram, lalu uang kita berkurang misalnya pd januari 2007 uang kita turun dibawah harga emas 84 gram, maka sirnalah wajib zakat kita, kita tidak wajib berzakat kecuali bila uang kita mulai melebihi nishab lagi, saat itu mulai laih terhitung calon wajib zakat dg hitungan mulai hari tsb, dan itupun bila mencapai 1 tahun penuh tidak ada pengurangan dari batas nishob, jika uang kita berputar, keluar masuk rekening misalnya, maka tak terkena zakat, yg terkena adalah jika tersimpan tak terpakai selama satu tahun).&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  &gt;Orang yang mengatakan bahwa hadits itu dhaif, sungguh mereka itu sedikit punya kekurangan ilmu, karena hadits ini memang dhoif dari beberapa riwayat, namun ada juga diriwayatkan oleh Imam Malik (dalam Almuwatta) dari Nafi’, dari Ibn Umar dari Rasulullah Saw, dan Imam Bukhari mengatakan sanad ini sanad yang paling shahih dari semua sanad hadits. Yaitu sanad hadits yg dari Imam Malik, dari Nafi’ dari Ibn Umar.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  &gt;Ini sanad hadits yang paling shahih hingga Imam Bukhari mengatakan sanad ini disebut sanad dzahabiyah, (sanad emas). Kenapa? karena sangat shahih. Jadi kalau ada yang mengatakan hadits ini dhaif, belajar hadits dulu. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  &gt;Dan seluruh madzhab yaitu Syafi’i, Hambali, Maliki dan Ahmad bin Hambal kesemuanya mengakui bahwa zakat harta adalah haul dan nishab, bukannya bulanan. Ketika ditanyakan kepada mereka yang mengatakan itu mereka berkata &lt;b&gt;“karena muslimin banyak yang murtad, gara gara tidak ada yang mengeluarkan harta”. &lt;/b&gt;Kita menjawab : Ya..jangan dinamakan &lt;b&gt;“zakat”&lt;/b&gt; tapi &lt;b&gt;“shadaqah”,&lt;/b&gt; misalnya shadaqah profesi tiap bulan.., silahkan.&lt;br /&gt;Tapi kalau &lt;b&gt;“zakat”,&lt;/b&gt; zakat itu syari’ah dan hal yang fardhu, menambah hal yang fardhu adalah munkar, apapun alasannya. Kalau seandainya banyak orang orang yang keluar dari islam gara gara orang muslim kurang bershadaqah lalu diadakan fardhu zakat yang baru. Berarti kalau ada orang yang banyak maksiat, kita tambah shalat Isya’ menjadi 10 rakaat..??.&lt;br /&gt;tentunya tidak seperti itu. Ini hal yang fardhu tidak boleh ditambah, beda dengan hal – hal yang bukan fardhu berupa hal yg baik. Kalau hal itu dikatakan zakat, zakat itu hukumnya fardhu, tidak dikeluarkan / dibayarkan maka orang itu halal darahnya dibunuh. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  &gt;Ini hukum fardhu kenapa ditambah?. Shalat fardhu ditambah jadi 6, jadi 7 misalnya, tentunya tidak boleh... Demikian pula zakat, jangan ditambah lagi dengan &lt;b&gt;“zakat profesi”,&lt;/b&gt; kalau disebut &lt;b&gt;“shadaqah profesi”&lt;/b&gt; kita dukung. Tapi kalau &lt;b&gt;“zakat profesi”&lt;/b&gt; dikeluarkan tiap bulan itu bertentangan dengan syari’ah. Demikian hadirin- hadirat yang dimuliakan Allah.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  &gt;Dan kita lihat hikmah Ilahiyyah, ini penyampaian saya menutup daripada perjumpaan kita di malam hari ini. Hikmah Ilahiyyah jangan sering kita buru – buru menuduh Allah dalam segala hal. Apa ini koq datang lagi musibah? Sebentar datang akidah Ahmadiyah, lalu datang lagi Lia &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;eden&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt;, lalu datang lagi pelecehan Nabi Saw di Denmark, lalu dihantam lagi dari Palestina. Ini Allah koq diam saja dengan keadaan muslimin? Lihat justru keadaan ini menguntungkan muslimin. Semua keadaan itu, semua perbuatan musuh – musuh Islam yang ingin menghancurkan Islam balik kepada mereka sendiri. Muncul diangkat di media &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;massa&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt;. Nabi baru, mengaku Nabi baru Ahmadiyah. Semua media, orang – orang yang non muslim berharap supaya orang – orang islam masuk kesana justru sebaliknya. Justru orang yang tidak kenal majelis taklim malah buka – buka lagi sejarahnya Rasul, malah buka lagi Al Quranulkarim. Nih..mereka punya banyak Al Kitab yang baru, katanya. Kitab suci mereka sendiri. Orang Islam tidak baca itu, mereka membuka Al Quran. Justru perbuatan mereka itu membuat muslimin bangkit mengenal Nabinya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  &gt;Muncul lagi, pelecehan Nabi Muhammad Saw di Denmark. Mereka katakan Nabi itu begini, fitnahnya begini begitu. Justru muslimin bukan meninggalkan Islam, malah semakin bangkit mempelajari sejarah Nabi Muhammad Saw. Allah balikkan keadaan, panah yang mereka arahkan kepada kita balik kembali kepada mereka sendiri. Di Denmark ada perpustakaan itu gempar dibicarakan setelah keadaan itu. Orang – orang non muslim semuanya menyerbu habis buku – buku tentang pelajaran Islam, dibeli dan dihabiskan oleh orang – orang non muslim. Mereka mau tahu sebenarnya orang Islam itu seperti apa? gimana sih? Sebab apa? sebab pelecehan.. bahkan banyak dari mereka yg masuk islam &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  &gt;Mereka ingin membuat muslim murtad justru sebaliknya muslimin bangkit mengenal Nabi Muhammad Saw dan yg non muslim banyak yg masuk islam. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  &gt;Palestina begitu juga maksudnya, ingin menghancurkan muslimin di Palestina agar Yahudi memiliki wilayahnya. Perbuatan mereka membangkitkan seluruh dunia untuk membenahi diri mereka. Bukan ramai – ramai ke Palestina saja, akhirnya &lt;st1:state st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;kan&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:state&gt; masing – masing orang. Masjid ramai, majelis taklim ramai dan terus bangkit dan bangkit. Ini zionis ajarannya kemana – mana, bukan hanya di Palestina tapi dinegeri kita, budaya kita, sosial, ekonomi dikuasai mereka. Bangkit gara – gara perbuatan mereka. Ini Allah Swt balikkan keadaan kepada mereka sendiri.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  &gt;Hadirin- hadirat yang dimuliakan Allah,&lt;br /&gt;Demikianlah pertolongan dari Allah Swt dan jangan lupa mereka – mereka yang kena musibah itu didalam kemuliaan dan pengampunan Allah dan mereka yang wafat itu didalam syahid. Dan kita mendoakan semua perjuangan daripada saudara – saudara kita muslimin khususnya di wilayah kita, di Poso, di Irian dan di bumi Jakarta ini juga dan di Palestina dan di Kashmir dan lainnya. Ini semua menandakan dekatnya kebangkitan muslimin – muslimat di muka bumi. Ya Rahman Ya Rahim Ya Dzaljalali wal Ikram Ya Dzaththauli wal In’am.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  &gt;Hadirin ada 1 hal yang ingin saya sampaikan, fitnah yang muncul dari satu orang saudara kita muslimin, angkat suara di mimbar mengatakan &lt;b&gt;“Saya ini Munzir Ghulam Ahmad”&lt;/b&gt; karena tidak ikut demo menentang Ahmadiyah. Ini sudah tersebar kabarnya, saya mohon dan saya instruksikan kepada seluruh jamaah jangan mengambil tindakan anarkis. Saya sudah maafkan itu, walaupun itu sebuah fitnah yang demikian keji nama saya disejajarkan dengan pemimpin murtad di muka bumi ini dg sebutan &lt;b&gt;“Munzir Ghulam Ahmad”. &lt;/b&gt;Tapi tentunya itu kecil bagi saya, karena Rasul saw difitnah lebih besar dari itu. Jangan ada yang mengambil tindakan anarkis dan saya sudah memaafkannya tanpa perlu meminta fulan untuk datang minta maaf, kita sudah lupakan. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  &gt;Kita semua bersatu didalam Islam. Antara Majelis Rasulullah Saw dan Front Pembela Islam (FPI) bersatu dan berkeluarga dan saling dukung. Mereka dukung bergerak membenahi Islam dengan ketegasan dan kita dengan kedamaian dan kita semua satu dalam umat Sayyidina Muhammad Saw. Demikian juga dengan seluruh yang lainnya, jangan mau terprovokasi. &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Ada&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt; orang – orang yang terprovokasi mau memecah belah muslimin. Oleh sebab itu jangan terprovokasi. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  &gt;Demikian hadirin- hadirat kita bermunajat, agar Allah Swt menjauhkan musibah dari muslimin dan menghancur leburkan musuh – musuh Islam, memecah belah daripada persatuan mereka. Rabbiy pecah belahkan persatuan musuh – musuh muslimin, gentarkan jiwa – jiwa musuh – musuh muslimin, Ya Rahman Ya Rahim Ya Dzaljalali wal Ikram Ya Dzaththauli wal In’am bangkitkan semangat muslimin muslimat di bumi &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Jakarta&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt; dan sekitarnya dan di seluruh wilayah di Poso, di Irian Barat, di Palestina dan di seluruh Barat dan Timur. Ya Rahman Ya Rahim tenangkan bumi kami dari segala musibah, jangan Kau jadikan musim hujan yang datang membawa musibah, jadikan musim hujan yang datang membawa Rahmat. Jangan datangkanmusim kemarau yang membawa musibah, namun datangkan musim kemarau yang membawa Rahmat. Ya Rahman Ya Rahim jadikanmatahari esok terbit dengan kebahagiaan bagi kami dan bagi seluruh muslimin muslimat, ampuni dosa kami dan dosa ayahbunda kami. Mereka yang masih hidup limpahi keberkahan dalam hidupnya, mereka yang telah wafat muliakan arwah mereka bersama muqarrabin, bersama para shiddiqin.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  &gt;Ya Rahman Ya Rahim Ya Dzaljalali wal Ikram kita berdoa juga untuk perjuangan Al Habib Sholeh Alaydrus di Poso, KH. Ahmad Baihaqi di Irian Jaya dan seluruh para da’i kita yang berjuang di bumi &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Jakarta&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt; dan seluruh wilayah muslimin. Semoga diberi pertolongan dari Allah Swt, dihindarkan dari segala fitnah. Ya Rahman Ya Rahim inilah doa dan munajat, Wahai Yang Maha Menumpahkan Rahmat sepanjang waktu dan zaman, Wahai Yang Maha Menerangi jiwa dengan ketenangan, Wahai Yang Maha membangkitkan sifat luhur dan menumbangkan segala keinginan berdosa. Ya Rahman Ya Rahim kami berdoa untuk muslimin muslimat, juga saudara – sadara kami yang terjebak dalam narkotika, yang terjebak dalam perzinahan, yang terjebak dalam perjudian, yang terjebak dalam dalam akidah – akidah yang sesat. Rabbiy hujani mereka dengan hidayah, undang mereka kepada kebenaran dan sujud. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  &gt;Ya Dzaljalali wal Ikram dan diantara kami diantara hadirin barangkali masih ada yang belum menajlankan shalat 5 waktu, jadikan malam ini malam taubat mereka dan tiada pernah meninggalkan shalat 5 waktu selama – lamanya hingga kami menghadap-Mu Rabbiy. Jika diantara kami ada yang masih terjebak didalam perzinahan, jadikan malam ini malam taubat mereka dan jaga mereka dari segala kemunkaran, dari perjudian, mabuk – mabukkan, dan dari segala hal – hal yang munkar. Rabbiy kami titipkan usia kami kepada gerbang Kasih Sayang-Mu.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  &gt;Ya Rahman Ya Rahim Ya Allah, Ya Allah..Ya Allah..Ya Allah..&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  &gt;Faquuluuu jamii’an (ucapkanlah bersama sama)&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  &gt; Laillahailallah Laillahailallah Laillahailallah Muhammadurrasulullah&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  &gt;Hadirin – hadirat, juga kita doakan para tamu – tamu kita, Bpk. Khairul Azhar dari Partai Golongan Karya, semoga dilimpahi Rahmat dan Keberkahan, (malam selasa minggu yg lalu telah berkunjung Ust Igo dari Partai Keadilan sejahtera), juga Bpk. H. Yusuf dan seluruh tamu kita dari para Habaib semoga dilimpahi Rahmat dan Keberkahan oleh Allah.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  &gt;Dan hal yang perlu saya umumkan adalah kedatangan Guru Mulia kita Al Musnid Al Hafidh Al Habib Umar bin Hafidz yang ada penundaan yaitu kedatangan beliau adalah pada hari Sabtu, sebagaimana hari Kamis telah diumumkan. &lt;st1:city st="on"&gt;Ada&lt;/st1:city&gt; penundaan kehadiran beliau ke &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Jakarta&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt; adalah hari Sabtu yaitu tanggal 10 Januari 2009. Jadi hari Kamis kedatangan kakak beliau sebagaimana biasa. Beliau adalah Al Habib Aththas bin Muhammad bin Salim bin Hafidh bersama rombongan 5 orang hari Kamis. Jadi acara malam Jum’at dikediaman saya sebagaimana biasa Insya Allah dihadiri oleh Habib Aththas dan juga pada malam Sabtu acara Majelis Rasulullah Saw di Masjid Al Hasanain, Dzikir Akbar sebagaimana biasa dihari oleh Habib Aththas. Dan juga pada hari Sabtu, Majelisnya Habib Ali bin Abdurrahman Assegaf di Tebet akan dihadiri oleh Habib Aththas dan Sabtupetang kedatangan Guru Mulia kita Al Musnid Al Hafidh Al Habib Umar bin Hafidz tiba paha hari Sabtu petang dan akan langsung ke Cidodol lalu malamnya ziarah ke Luar Batang sebagaimana biasa. Hari Minggunya Haul Al Imam Fakhrulwujud Abu Bakar bin Salim paginya lantas malam selasanya acara kita di MONAS pk. 21.00. kita berharap muslimin – muslimat lebih dari 1 juta yang hadir. Kita jadikan &lt;st1:city st="on"&gt;kota&lt;/st1:city&gt; &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Jakarta&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt; ini, bumi yang luluh dengan dzikrullah Allah Swt. Kita dalam Dzikir Akbar bersama Guru Mulia kita Al Musnid Al Hafidh Al Habib Umar bin Hafidz malam selasa yang akan dating. Jadi bukan di Al Munawwar malam selasa depan tapi di MONAS. Demikian hadirin – hadirat yang dimuliakan Allah. Kemudian dilanjutkan dengan qasidah Muhammadun dan doa penutup. Bagi hadirin – hadirat yang tidak memiliki kesibukkan agar tidakmeninggalkan majelis karena Rahmat dan Keberkahan masih berlanjut sampai doa penutup. Bagi mereka yang mempunyai kesibukkan tentunya tidak mengapa meninggalkan majelis. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  &gt;Washallallahu ala Sayyidina Muhammad Nabiyyil Ummiy wa Shohbihi wa Sallam&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  &gt;Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6171235794412361397-7141334976101067385?l=ulin21.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ulin21.blogspot.com/feeds/7141334976101067385/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ulin21.blogspot.com/2009/03/amal-yang-paling-dicintai-allah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6171235794412361397/posts/default/7141334976101067385'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6171235794412361397/posts/default/7141334976101067385'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ulin21.blogspot.com/2009/03/amal-yang-paling-dicintai-allah.html' title='Amal Yang Paling Dicintai Allah'/><author><name>Abdullah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03122244876238200790</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_HMOiWdBgLsY/SbOKwUr_DFI/AAAAAAAAAE0/cAoUSY1ADIQ/s72-c/Hb.munzir.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6171235794412361397.post-2587843879542290634</id><published>2009-03-08T17:01:00.001+08:00</published><updated>2009-03-08T17:04:21.957+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel'/><title type='text'></title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_HMOiWdBgLsY/SbOKCZNXY5I/AAAAAAAAAEs/Thhccpi9Q3s/s1600-h/hb_munzir_004.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 130px; height: 169px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_HMOiWdBgLsY/SbOKCZNXY5I/AAAAAAAAAEs/Thhccpi9Q3s/s320/hb_munzir_004.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5310740159331263378" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  &gt;T&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  &gt;ujuh Kelompok Yang Dinaungi Allah&lt;br /&gt;Senin,19 Januari 2009 &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 12pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  &gt;Sumber : http://majelisrasulullah.org/index.php?option=com_content&amp;amp;task=view&amp;amp;id=190&amp;amp;Itemid=1&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: right;" align="right"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size:10;"&gt;قال&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  &gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size:10;"&gt;رسول&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  &gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size:10;"&gt;الله&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  &gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size:10;"&gt;صَلَّى&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  &gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size:10;"&gt;اللَّهُ&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  &gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size:10;"&gt;عَلَيْهِ&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  &gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size:10;"&gt;وَسَلَّمَ&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  &gt; :&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size:10;"&gt;سَبْعَةٌ&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  &gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size:10;"&gt;يُظِلُّهُمْ&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  &gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size:10;"&gt;اللَّهُ&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  &gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size:10;"&gt;فِي&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  &gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size:10;"&gt;ظِلِّهِ،&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  &gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size:10;"&gt;يَوْمَ&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  &gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size:10;"&gt;لَا&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  &gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size:10;"&gt;ظِلَّ&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  &gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size:10;"&gt;إِلَّا&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  &gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size:10;"&gt;ظِلُّهُ،&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  &gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size:10;"&gt;الْإِمَامُ&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  &gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size:10;"&gt;الْعَادِلُ،&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  &gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size:10;"&gt;وَشَابٌّ&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  &gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size:10;"&gt;نَشَأَ&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  &gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size:10;"&gt;فِي&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  &gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size:10;"&gt;عِبَادَةِ&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  &gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size:10;"&gt;رَبِّهِ،&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  &gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size:10;"&gt;وَرَجُلٌ&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  &gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size:10;"&gt;قَلْبُهُ&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  &gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size:10;"&gt;مُعَلَّقٌ&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  &gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size:10;"&gt;فِي&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  &gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size:10;"&gt;الْمَسَاجِدِ،&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  &gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size:10;"&gt;وَرَجُلَانِ&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  &gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size:10;"&gt;تَحَابَّا&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  &gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size:10;"&gt;فِي&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  &gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size:10;"&gt;اللَّهِ،&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  &gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size:10;"&gt;اجْتَمَعَا&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  &gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size:10;"&gt;عَلَيْهِ&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  &gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size:10;"&gt;وَتَفَرَّقَا&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  &gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size:10;"&gt;عَلَيْهِ،&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  &gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size:10;"&gt;وَرَجُلٌ&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  &gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size:10;"&gt;طَلَبَتْهُ&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  &gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size:10;"&gt;امْرَأَةٌ&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  &gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size:10;"&gt;ذَاتُ&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  &gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size:10;"&gt;مَنْصِبٍ&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  &gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size:10;"&gt;وَجَمَالٍ،&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  &gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size:10;"&gt;فَقَالَ&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  &gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size:10;"&gt;إِنِّي&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  &gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size:10;"&gt;أَخَافُ&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  &gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size:10;"&gt;اللَّهَ،&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  &gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size:10;"&gt;وَرَجُلٌ&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  &gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size:10;"&gt;تَصَدَّقَ&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  &gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size:10;"&gt;أَخْفَى،&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  &gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size:10;"&gt;حَتَّى&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  &gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size:10;"&gt;لَا&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  &gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size:10;"&gt;تَعْلَمَ&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  &gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size:10;"&gt;شِمَالُهُ&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  &gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size:10;"&gt;مَا&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  &gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size:10;"&gt;تُنْفِقُ&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  &gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size:10;"&gt;يَمِينُهُ،&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  &gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size:10;"&gt;وَرَجُلٌ&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  &gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size:10;"&gt;ذَكَرَ&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  &gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size:10;"&gt;اللَّهَ&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  &gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size:10;"&gt;خَالِيًا&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  &gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size:10;"&gt;فَفَاضَتْ&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  &gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size:10;"&gt;عَيْنَاهُ&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  &gt;. (&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size:10;"&gt;صحيح&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  &gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size:10;"&gt;البخاري&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  &gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  &gt;Sabda Rasulullah saw : “Tujuh kelompok yang dinaungi Allah pada Naungan Nya dihari tiada tempat berteduh kecuali yang dinaungi Nya, Imam yang adil, dan Pemuda yang tumbuh dg banyak ibadah pada Allah, dan orang yang hatinya terikat ke masjid masjid, dan dua teman yang saling akrab karena Allah, berteman dan berpisah karena Allah, dan pria yang diajak berzina oleh wanita kaya dan berkedudukan dan berparas indah namun ia menolak dg ucapan : aku takut pada Allah, dan orang yang bersedekah dengan sembunyi, hingga tangan kirinya tak tahu bahwa tangan kanannya bersedekah, dan orang yang ketika mengingat / menyebut Allah mengalir airmatanya” (Shahih Bukhari) &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 12pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  &gt;Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  &gt;Limpahan Puji Kehadirat Allah Maha Raja Yang Kekal dan Abadi, yang telah membangun istana – istana yang megah dan mewah yang kekal dan abadi untuk hamba – hamba beriman. Telah dibangun dengan semewah – mewah dan semegah – megahnya. Menjadi semakin indah dan semakin mewah dengan amal – amal ibadah hamba – hambaNya dan Allah menyiapkan anugerah yang melebihi segenap anugerah. KeridhoanNya yang abadi untuk hamba – hambaNya yang beriman. Demikian sepanjang waktu dan zaman, sepanjang turunnya Adam alaihi shaalatu wassalam hingga Nabi terakhir Rahmatan Lil Alamin (Sayyidina Muhammad Saw). &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  &gt;Kebangkitan Sang Nabi Saw 14 abad tahun yang silam membawa terbitnya matahari Alquran dan Risalah. Menuntun kepada kemuliaan, menyampaikan tarbiyah nabawiyyah seagung – agung pembinaan, membuat jiwa yang kotor dengan seluruh sifat yang hina menjadi jiwa yang suci dengan sifat yang luhur. Jiwa – jiwa yang paling menyukai kehinaan, kejahatan, kekejian, kekotoran dan segala sifat tercela. Dituntun oleh cahaya terang – benderang yang diciptakan oleh Allah yang dikenali dengan &lt;b&gt;sirajan muniira (pelita yg terang benderang sebagaimana firman Allah swt) &lt;/b&gt;Sayyidina Muhammad Saw. Terang – benderang jiwa mereka dengan seluruh sifat yang luhur hingga tidak tersisa sifat yang mulia dan suci di alam terkecuali ada pada Para Sahabat radiyallahu anhum wa ardhahum. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  &gt;Hadirin – hadirat yang dimuliakan Allah,&lt;br /&gt;Oleh sebab itu dikatakan didalam syair mulia : Kita ini memiliki bulan purnama yang tiada pernah terbenam, matahari yang selalu bersinar dan tiada pernah terbenam yaitu tuntunan Nabi Muhammad Saw yang selalu mengajak dan menerangi hamba – hambaNya dari kegelapan menuju terang – benderang. Dicipta oleh Allah.&lt;b&gt; Syamsur Risalah, Sirajan Muniira&lt;/b&gt; (Matahari bimbingan ilahi, Pelita yg terang benderang) Sayyidina Muhammad Saw.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  &gt;Hadirin – hadirat, semakin jiwa itu mendekat kepada tuntunan Sang Nabi Saw akan semakin Allah bimbing ia kepada keluhuran walaupun belum saat ini barangkali tapi akan segera muncul padanya keluhuran dan hal itu pasti.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  &gt;Hadirin – hadirat yang dimuliakan Allah,&lt;br /&gt;Istana termegah dan termewah di surga adalah Istana Muhammad Saw. Semoga aku dan kalian diijinkan Allah kelak sering berkunjung ke Istana Nabi Muhammad Saw. Berjumpa dengan Ahlul Badr, berjumpa dengan Muhajirin dan Anshar dan semua orang – orang yang shalih dari zaman ke zaman, dari generasi ke generasi. Amiin &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  &gt;Rabbiy Rabbiy.. sungguh kami telah melihat banyaknya orang – orang yang dimuliakan oleh orang Islam padahal mereka tidak pernah menyebut Nama Allah. Orang yang shalat, orang yang puasa, orang yang zakat tapi hatinya mencintai dan mengagungkan orang yang tidak pernah sujud pada Allah Swt. Rabbiy benahi jiwa muslimin – muslimat dan muliakan orang – orang yang dicintai Allah dan khususnya Nabiyyuna Muhammad Saw. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  &gt;Hadits yang telah kita baca tadi, 7 kelompok yang dinaungi oleh Allah dihari tiada naungan kecuali naungan Allah. Tentunya banyak amal – amal mulia selain ini. Bukan hanya 7 ini tapi disini ada 1 khususiyyah dan tentunya ada ayat kemuliaan tentang hadits kemuliaan birrul walidain, ada juga hadits tentang kemuliaan jihad dan juga hadits tentang kemuliaan lain – lainnya. Akan tetapi Rasul saw menyimpulkan ada 7 kelompok disini. Masih banyak lainnya tapi Rasul saw dalam kesempatan ini menyebutkan 7 kelompok. Siapa mereka? &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  &gt;Didalam riwayat Shahih Bukhari beberapa kali hadits ini teriwayatkan (lebih dari 4X teriwayatkan) hadits yang sama namun dengan urutan yang berbeda. Jadi kita tidak mengklasifikasikan mana yang pertama, yang paling afdhol atau yang terakhir. Karena hadits ini berkali – kali teriwayatkan, urutannya ada yang berbeda.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  &gt;Yang Pertama&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  &gt; adalah &lt;b&gt;Imam yang adil (pemimpin yang adil). &lt;/b&gt;Pemimpin yang adil adalah tugas dan beban yang sangat berat. Oleh sebab itu dijanjikan oleh Sang Nabi saw ia berada didalam naungan Allah di hari tiada naungan kecuali naungan Allah. Apa maksudnya? Disaat matahari 1 jengkal diatas kepala mereka di &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;padang&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt; mahsyar, hanya orang – orang yang dinaungi oleh Allah, ia tidak terkena terang – benderang teriknya matahari. Mereka dalam kesejukkan. Siapa? Diantaranya 7 kelompok itu. Pemimpin – pemimpin yang adil. Kita lihat bagaimana Sang Nabi Saw, tentunya panutan yang utama dari semua panutan adalah Sayyidina Muhammad Saw.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  &gt;Beliau saw menghakimi dan mengadili, namun pada tempatnya dan jelas. Sebagaimana ketika telah selesai kejadian perang uhud. Disaat kejadian salah satu peperangan. Riwayat Shahih Bukhari, Rasul saw membawa ghanimah (hasil rampasan perang) bukan di perang uhud. Dan disaat itu ghanimah ini dibagi – bagikan kepada muhajirin dan muallaf. Muhajirin adalah orang yang berangkat dari Makkah meninggalkan rumahnya dan meninggalkan perdagangannya dan hartanya untuk berhijrah ke Madinah Al Munawwarah. Maka diberikanlah harta – harta ghanimah itu kepada para muhajirin dan muallaf (orang yang baru masuk Islam). Anshar tidak diberi. Maka ada diantara kaum anshar yang nyeletuk &lt;b&gt;“kalau bagian jihad kami dipanggil, kalau pembagian ghanimah kami tidak diberi”.&lt;/b&gt; Rasul saw mendengar, sampai ke telinga Rasul saw hal itu. Maka dipanggil oleh Sang Nabi saw kaum anshar semuanya. &lt;b&gt;“Wahai kaum anshar, kuberikan harta keduniawian kepada muhajirin dan muallaf dan kuberikan diriku untuk kalian”, “mereka pulang membawa harta dan kalian pulang membawa aku”,&lt;/b&gt; kata Rasul. &lt;b&gt;“Apakah kalian puas?”&lt;/b&gt; maka berteriak kaum anshar dengan gembira &lt;b&gt;“cukup ridho ya Rasulullah kami senang, pulang kami membawamu ke kampung kami”. &lt;/b&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  &gt;Dan memang Rasul saw itu pulangnya ke Madinah Al Munawwarah, tidak ke Makkah atau kemana. Demikian cara beliau saw menangani. Tentunya Sang Nabi saw bisa bicara dengan lugas dan tegas&lt;b&gt; “wahai kaum anshar, kalian bukan orang yang butuh, yang butuh muhajirin dan muallaf. Kalian punya tanah, kalian punya harta, kalian punya toko, kalian menguasai pasar, sedangkan mereka tidak”.&lt;/b&gt; Pantasnya Rasul berkata seperti itu tapi Rasul saw tidak mau menyakiti mereka. Namun tetap tidak memberikan kepada anshar tetapi menghibur kaum anshar dengan ucapan &lt;b&gt;“aku memberikan diriku untuk kalian”. &lt;/b&gt;Demikian imam yang adil pada tempatnya namun selalu berusaha didalam tawassuth (dipertengahan tidak condong pada salah satu) dan juga adil disini adalah selalu berusaha untuk menenangkan jiwa mereka menerima keadilan itu.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  &gt;Hadirin – hadirat, demikian dengan khalifah – khalifah selanjutnya. Sayyidina Abu Bakar Ashshiddiq radiyallahu anhum, Sayyidina Umar, Sayyidina Ali, Sayyidina Utsman. Mereka adalah pemimpin – pemimpin yang adil. Dan mereka sebagaimana diriwayatkan ketika Sayyidina Umar bin Khattab radiyallahu anhu didatangi seorang yang mengadukan. Pengaduannya &lt;b&gt;“wahai amirul mukminin, tetanggaku mencuri dariku. Aku minta dia dihukum”.&lt;/b&gt; Dipanggil tetangganya &lt;b&gt;“apa hukumannya?”, “hukumannya potong tangan, potong tangannya wahai amirul mukminin karena dia mencuri dari hartaku”. &lt;/b&gt;Maka Sayyidina Umar bin Khattab bertanya kepada sang pencuri &lt;b&gt;“kenapa kau mencuri?”, “lapar ya amirul mukminin”. &lt;/b&gt;Merah padam wajah Sayyidina Umar bin Khattab seraya berkata &lt;b&gt;“wahai engkau yang dicuri, engkau yang akan kuhukum”.&lt;/b&gt; Diberi hukuman ‘itaab, apa itu itaab? yaitu hukuman, bisa penjara bisa denda.&lt;b&gt; “Kenapa yg dicuri yg dihukum..?”, “karena tetanggamu lapar, kau tidak tahu..!!”.&lt;/b&gt; Demikian imam yang adil.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  &gt;Hadirin – hadirat, disaat sekarang ini banyak sekali musuh – musuh Islam yang berusaha menghancurkan keimanan muslimin dengan menyebut hukum – hukum Islam yang mereka rasakan tidak adil atau kejam. Diantaranya hukum rajam bagi pezina, diantaranya hukum potong tangan bagi yang mencuri. Tentunya hal ini tidak bisa diputus satu – persatu. Syari’ah Islamiyyah tidak bisa diputus satu – persatu tapi justru bagaikan rantai yang saling mengikat.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  &gt;Hukum potong tangan tidak bisa diberlakukan terkecuali sudah ada Baitul Maal yang menjamin tidak ada orang yang lapar. Buktinya Sayyidina Umar bin Khattab menghukum orang yang dicuri bukan orang yang mencuri. Ini menunjukkan kalau sudah suatu wilayah mempunyai baitul maal, tidak ada yang kelaparan, semua yang lapar sudah disantuni, semua yang fakir disantuni dan masih ada yang mencuri maka diberilah hukum potong tangan. Betapa kejamnya, kenapa? agar supaya ia malu dan malunya itu membuat orang lain tidak berani mencuri. Demikian di dalam Islam, kelihatannya hukumnya terlalu kejam tetapi kalau seandainya saja hukuman itu ringan, akan banyak orang yang berbuat tapi sebelumnya benahi dulu penyebab – penyebab yang membuat hal itu agar tidak terjadi terkecuali oleh orang – orang yang betul – betul memiliki sifat yang tercela. Ini contohnya yang pertama. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  &gt;Dan yang kedua mengenai zina. Muncul pertanyaan pada saya di website, di &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;surat&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt; dan lain sebagainya. &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Ada&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt; yang berbicara di televisi katanya &lt;b&gt;“hukum orang yang berzina itu tidak akan bisa dihapus dosanya terkecuali dengan dirajam atau dicambuk bagi yang belum menikah”.&lt;/b&gt; Betul itu, tapi di wilayah yang sudah berjalan dengan khilafah islamiyyah. Tidak ada ikhtilath (campur baur antara pria dan wanita), tidak ada lagi gambar porno di jalanan, tidak ada lagi film yang mengajarkan tarbiyah untuk berbuat zina di televisi, tidak ada lagi wanita membuka auratnya. Kalau sudah aman seperti itu, hukum rajam berjalan bagi mereka yang bersumpah 4X dengan Nama Allah bahwa ia betul – betul berzina, lalu dihukum rajam. Kalau ada yang mengaku si fulan berzina, tidak bisa dilakukan hukum rajam terkecuali 4 saksi. 4 saksi yang menyaksikan malihatnya berbuat zina. Bukannya laki dan perempuan masuk kamar berdua, keluar pakaiannya terlihat agak acak – acakkan, tidak cukup itu. Tapi harus melihat perbuatan jima’ dan zina dengan matanya sendiri (4 orang).&lt;br /&gt;Ini &lt;st1:state st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;kan&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:state&gt; mustahil..!, terkecuali kalau yang memperbuatnya di jalanan atau di tempat umum atau ia sendiri yang memintanya. Dan Rasul saw sendiri ketika diminta seseorang yang telah berzina meminta dihukum rajam, beliau tidak langsung mengatakan &lt;b&gt;“oh..kau berzina, langsung dihukum”. &lt;/b&gt;Tidak, beliau berkata &lt;b&gt;“apakah kau ini gila?”, “tidak ya Rasulullah”, “apakah kau ini tidur?”, “tidak ya Rasulullah”. &lt;/b&gt;4X ia bersumpah lalu dijalankan hukum itu. Jadi kalau melihat hukum jangan dipotong – potong. Benar hukum zina itu dirajam tapi kalau sudah terjadi khilafah islamiyyah. Pria dan wanita sudah tidak ada percampuran, tidak ada lagi gambar porno, film porno dan lain sebagainya sudah aman, masih berzina juga apalagi di depan umum, pantas dirajam. Kenapa? supaya yang lain tidak ikut – ikutan berbuat hal itu karena yang pantas berbuat itu adalah orang – orang yang benar – benar mempunyai sifat yang keji dan perbuatan itu membuat ia terhapus dari dosanya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  &gt;Hadirin, lalu kalau pezina zaman sekarang, apa hukumannya? hukumannya adalah taubat kepada Allah Swt. Apakah bisa diampuni? tergantung taubatnya. Apakah 40 tahun amalnya tidak diterima? ya, kalau 40 tahun ia menunda taubatnya. Allah Swt melimpahkan pengampunan secepat orang itu bertaubat. Semakin cepat orang itu bertaubat, secepat itu pengampunan Allah Swt.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  &gt;Hadirin – hadirat yang dimuliakan Allah,&lt;br /&gt;&lt;b&gt;(Firman Allah) “Terkecuali mereka – mereka yang beriman dan beramal shalih, bertaubat dari dosa – dosanya. Allah ganti dosa – dosanya dengan pahala (QS Alfurqan 70)&lt;/b&gt; bukan dihapus, tapi diganti dengan pahala. Demikian dahsyatnya sambutan Kasih Sayang Illahi bagi mereka yang mau bertaubat.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  &gt;Kita baru dengar malam ahad yang lalu, Guru Mulia kita menyampaikan kemuliaan orang orang yg bertobat, semoga kita menjadi orang – orang yang bertaubat, lalu seandainya diantara kita masih ada yang berat melakukan taubat, semoga dicabut berat dari hati kami untuk melakukan taubat. Sebagian diantara kita merasa dalam hati kalau aku taubat nanti, besok berbuat lagi maka belum berani taubat. Taubat sekarang, besok serahkan pada Allah. Kalau besok terjebak dosa lagi, taubat lagi besok. Jangan bosan – bosan bertaubat kalau seandainya tidak bosan berbuat dosa.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  &gt;Kita zaman sekarang bosan bertaubat tapi tidak bosan berdosa. Meskinya sebaliknya kalau tidak maka biarkan berbarengan, dosa taubat dosa taubat dosa taubat, jangan tinggalkan 1 dosa terkecuali diikuti 1 taubat. Lalu bagaimana nanti kalau dosa lagi, munafikkah ?. (jawabannya) Bukan urusanku masa yang akan datang, nanti masa yang akan datang kita serahkan pada Allah. Aku mau taubat dari sekarang dari semua yang dilarang Allah. Bagaimana nanti kalau berbuat lagi? aku akan bertaubat lagi. Sebagaimana aku selalu terjebak dalam dosa, akupun tidak akan bosan untuk bertaubat kepada Allah. Orang seperti ini akan dibimbing oleh Allah dan ia tidak akan wafat terkecuali dalam keadaan orang yang bertaubat. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  &gt;Hadirin, &lt;b&gt;yang kedua &lt;/b&gt;adalah &lt;b&gt;pemuda yang tumbuh didalam ibadah kepada Allah.&lt;/b&gt; Yang masih muda ibadahnya, mulai dari usia muda usdah banyak ibadah. Siapa mereka? diantaranya kita. Oleh sebab itu Guru Mulia kita Alhamdulillah 2X hadir di majelis kita. Malam selasa di MONAS beliau hadir, malam minggu tidak ada jadwalnya diajukan beliau mau hadir lagi. Kenapa? Karena Pemuda. Karena Rasul saw bersabda &lt;b&gt;“saat pertama kali risalahku bangkit, pemuda yang membantuku menegakkan risalah dan orang – orang yang tua meninggalkanku dan mendustakanku”. &lt;/b&gt;Agama ini bangkit dengan kebangkitan pemuda, kemerdekaan negara ini didapatkan dengan pemuda. Demikian hadirin – hadirat, dan juga kemajuan Islam ini akan muncul dengan kebangkitan pemuda yang ingin membenahi wilayahnya sendiri.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  &gt;“Innallaha laa yughayyiru maa biqaumim hattaa yughayyiru maa bi anfusihim” QS. Ar-Ra’d : 11 &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  &gt;(Allah tidak akan merubah suatu kaum sebelum mereka sendiri yang mau merubahnya). Itu sebagian orang mengatakan &lt;b&gt;“ya sudah kalau ia sudah tidak mau merubah dirinya, Allah tidak akan merubah suatu kaum”. &lt;/b&gt;(Tidak demikian), Justru ini janji Allah. Kalau suatu kaum ada diantara mereka yang ingin merubah dirinya, merubah kaumnya menjadi baik, maka Allah yang akan merubah kaum itu menjadi baik. Karena Allah berkata &lt;b&gt;“Aku tidak akan merubah suatu kaum sampai mereka sendiri yang merubah dirinya”. &lt;/b&gt;Berarti jika ada yang ingin diantara mereka merubah keadaan kaumnya, Allah yang akan merubahnya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  &gt;Hadirin – hadirat yang dimuliakan Allah,&lt;br /&gt;Diriwayatkan didalam Shahih Bukhari ketika salah seorang pemuda keluar terburu – buru setelah wudhu masuk kedalam shaf shalat. Salah seorang sahabat berkata &lt;b&gt;“law ra aahu Rasulallah La ahabbahu”, &lt;/b&gt;pemuda seperti ini kalau Rasulullah melihatnya akan mencintainya. Karena Rasul saw saat itu telah wafat. Menunjukkan apa? pemuda ini, hanya wudhu lantas buru – buru masuk kedalam shaf shalat. &lt;st1:place st="on"&gt;Para&lt;/st1:place&gt; sahabat pada saat jamaah pertama sudah melakukan shalat, jamaah kedua datang, pemuda ini setelah wudhu terburu – buru masuk ke shaf untuk ikut shalat berjamaah. Berkatalah salah seorang sahabat yaitu Abdullah Ibn Umar&lt;b&gt; “kalau Rasulullah melihat ini, pasti Rasulullah mencintainya”.&lt;/b&gt; Rasul itu menyukai pemuda, Rasulullah itu mencintai pemuda.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  &gt;Hadirin – hadirat yang dimuliakan Allah,&lt;br /&gt;Semoga Allah Swt membenahi kita semua, khususnya yang dari Jakarta ini dan di seluruh wilayah Barat dan Timur dengan kebangkitan pemuda yang mencintai Allah dan Rasul-Nya, memuliakan Nabi Muhammad Saw.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  &gt;Hadirin – hadirat yang dimuliakan Allah,&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Yang ketiga&lt;/b&gt; adalah &lt;b&gt;orang yang hatinya selalu terikat pada masjid.&lt;/b&gt; Hatinya cinta masjid walaupun tidak sellau berada di masjid. Masjid tempat yang ia jadikan sebagai tempat yang nikmat. Tempat yang dijadikan tempat ketenangan adalah masjid.&lt;br /&gt;Hadirin, sifat seperti ini sirna diantara muslimin khususnya pemuda. Kalau sedang datang gundah, para pemuda kita khususnya tentunya mencari tempat hiburan (café, diskotik barangkali) tapi kita tentunya coba dan coba cari ketenangan itu di masjid. Gundah saya ini mau cari ketenangan, coba masuk ke masjid. Kau akan dapatkan ketenangan yang jauh lebih daripada di pasar – pasar, di tempat – tempat café, atau direstoran atau tempat lainnya. Enak ini makan dipinggir jalan sambil menenangkan diri kita, Wallahi kesejukkan yang ada di masjid akan kau dapatkan lebih dari itu. Untuk apa? untuk mendapatkan ilmu. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  &gt;Tadi yang pertama Imam yang adil dinaungi nanti oleh Allah di yaumal qiyamah, yang kedua pemuda yang tumbuh didalam taat pada Allah Swt (semoga kita dalam kelompok ini, amin). Yang ketiga orang yang hatinya terikat dengan masjid, senang dengan masjid, asyik dengan masjid. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  &gt;Sekarang dimasa ini, orang lewat masjid itu tidak ada bergetar hatinya. Di zaman dulu, Sayyidina Umar bin Khattab radiyallahu anhum ada 2 orang mengangkat suara agak keras di masjid nabawiy, dipanggil oleh Sayyidina Umar. Riwayat Shahih Bukhari. “sini kalian”,&lt;b&gt; “min ayna antumaa?”&lt;/b&gt;orang mana kalian ini?, &lt;b&gt;“orang tha’if”,&lt;/b&gt; maka berkata Sayyidina Umar ra : &lt;b&gt;“law kuntuma min ahli hadzal balad La awja’tukuma, tarfa’aan ashwaatakumaa fi masjidil Rasulillah saw”&lt;/b&gt; untung kalian orang ba’da tha’if (dari luar Madinah) kalau kalian orang sini, kata Sayyidina Umar &lt;b&gt;“akan aku hukum kalian karena berani mengeraskan suara di masjidnya Rasulullah saw”. &lt;/b&gt;Demikian adabnya Sayyidina Umar bin Khattab ke masjidnya Rasul saw. Mengangkat suara tidak boleh padahal ayatnya untuk Sang Nabi saw bukan untuk masjid nabawiy.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  &gt;Ayat turun &lt;b&gt;“..laa tarfa’u ashwatakum fauqashawtinnabiy wala tajharuu lahuu bilqauli kajahriba’dhikum liba’dhin antahbatha a’malukum wa antum laa tasy’urun” QS. Al Hujurat : 2. &lt;/b&gt;Didalam surat Al Hujurat, ayat itu dilarang mengeraskan suara dihadapan Rasulullah bukan di masjid tetapi setelah Rasul saw wafat pun Sayyidina Umar menjaga itu di masjid nabawiy.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  &gt;Hadirin, masjid adalah tempat Baitullah (rumah keridhoan Allah, istana keridhoan Allah) yang di pintu – pintunya berdiri para malaikat yang mencatat mereka yang masuk kedalamnya. Catat yang masuk kesini, kalau kita masuk ke istana &lt;st1:state st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;kan&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:state&gt; ada penjaganya. Kalau dimasjid ada juga malaikat yang menyaksikan mereka yang hadir di masjid dan mereka berkata&lt;b&gt; “Allahumma firlahum allahumma warhamhum” &lt;/b&gt;Wahai Allah ampuni dia, Wahai Allah sayangi dia, sepanjang kalian duduk di masjid. Hadirin, cari ketenangan di masjid, ikat hati kita dengan masjid, makmurkan masjid niscaya kau akan dinaungi Allah Swt disaat tiada naungan kecuali naungan Allah Swt.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  &gt;Yang keempat&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  &gt; adalah &lt;b&gt;“rajulan tahaabbaa fillah”,&lt;/b&gt; 2 orang teman atau orang yang berteman karena Allah. Bukan karena bisnis, bukan karena teman sekolah, bukan karena tetangga tapi karena Allah. Maksudnya seperti bagaimana? Seperti kita disini. Yang satu dari Bekasi, yang satu dari Depok, yang satu dari Jakarta Timur, Jakarta Selatan bertemu disini, kenalan disini. Ini bukan untuk dagang, bukan untuk apa – apa tapi karena Allah, karena majelis taklim, majelis dzikir seperti ini. Saling sms kalau tidak saling ketemuan dimana, majelis malam ahad yang akan datang, malam senin dimana, malam kamis. Hal seperti ini dihargai oleh Allah Swt dan mereka tidak berpisah itu juga terkecuali oleh karena Allah. Maksudnya apa? ketika temannya keluar pindah agama maka ia berubah pula kepada temannya tidak seperti dahulu. Kenapa? temannya tidak lagi taat kepada Allah Swt. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  &gt;Beda antara cinta dan perduli, kalau perduli semua kafir yang paling jahat pun Rasulullah perduli dan mendoakan untuk mereka tapi bukan cinta. Karena Allah Swt berfirman &lt;b&gt;“laqad jaa akum rasulun min anfusikum a’ziizun a’laihi maa a’nittum hariishun a’laikum bil mu’miniina raufurrahiim” QS. At Taubah : 128. &lt;/b&gt;Sayangnya untuk orang – orang muslimin, untuk yang diluar islam beliau peduli. Agar apa?, agar mereka masuk kedalam Islam. Sebagaimana riwayat Shahih Bukhari ketika seorang anak yahudi ada yang mau berkhidmah kepada Nabi saw tapi belum mau masuk Islam, diterima oleh Rasul saw. Masuk ke rumahnya Rasul, khidmah kepada Rasul, bawakan sandalnya, bawakan airnya sampai suatu hari ia sakit dan sakit yang membawa kematian. Rasul menjenguk yahudi (non muslim), ayahnya yahudi juga. Ketika sakit Rasul melihat ini anak sudah dekat dengan sakaratul maut maka Rasul berkata &lt;b&gt;“qul laailahailallah” &lt;/b&gt;katakan laailahailallah wahai anak. Pemuda itu tidak berani menyebut&lt;b&gt; “laailahailallah”&lt;/b&gt; terkecuali melirik ayahnya dulu. Ayahnya ijinkan tidak, ayahnya yahudi juga. Maka ayahnya berkata &lt;b&gt;“athi’ abal qasim”&lt;/b&gt; taati abal qasim. Ayahnya tidak mau mengakui Rasulullah saw tapi ayahnya tahu ia orang baik, yaitu Nabi Muhammad saw, maka ayahnya berkata &lt;b&gt;“taati abal qasim” &lt;/b&gt;maka anak itu mengucapkan &lt;b&gt;“laailahailallah”&lt;/b&gt; wafat. Keluar Rasul dari rumahnya, sahabat melihat wajahnya rasul cerah gembira. &lt;b&gt;“Ya Rasulullah apa yang membuat engkau sedemikian gembira hingga cerahnya wajahmu”, &lt;/b&gt;Rasul berkata&lt;b&gt; “Alhamdulillahiladzi qad hadaah”&lt;/b&gt; Alhamdulillah yang telah memberi ia hidayah. Demikian hadirin – hadirat yang dimuliakan Allah.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  &gt;Beda dengan kafir harbi. &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Ada&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt; orang – orang non muslim yang memerangi muslimin, disebut kafir harby,. Demikian kelompok – kelompok kafir, kelompok kafir itu ada 2 ada zimmi dan ada harbi. Zimmi adalag kafir yang baik dan Harbi adalah kafir yang memerangi. Beda hukumnya, sebagaimana ada dalam riwayat yang tsigah ketika salah seorang yahudi hidup bertetangga dengan Rasul di Madinah. Orang yahudi hidup di Madinah juga bersama 1 &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;kota&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt; dengan Rasul. Tapi sewaktu – waktu ketika seorang wanita muslimah (tentunya memakai hijab, memakai jilbab) seorang yahudi usil. Diikatlah jilbabnya itu dengan salah satu kaki meja dan saat ia berjalan terbuka hijabnya, ia berteriak (wanita muslimah ini). Muslimin berdiri bangkit, orang yahudi juga berdiri membela. Terjadi perpecahan disitu, Rasul saw segera membelah perpecahan dan menahan daripada perpecahan dan mengusir semua yahudi dari Madinah Al Munawwarah. Kalau damai diijinkan hidup bersama, kalau tidak damai maka lain halnya. Hadirin – hadirat demikian di Palestina, demikian di Poso, demikian di Kasymir dan lain – lain.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  &gt;Hadirin – hadirat yang dimuliakan Allah,&lt;br /&gt;Inilah 2 orang yang saling menyayangi karena Allah Swt, saling mengenal karena Allah Swt. Allah Swt memuliakan kita dengan kemuliaan terindah dengan perkumpulan mulia ini. Masih ada 3 penjelasan lagi tentang kelompoknya, Insya Allah saya teruskan di malam selasa yang akan datang.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  &gt;Dan kita bermunajat kepada Allah Swt dan semakin bangkitlah untuk memperdulikan keadaan muslimin – muslimat.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;r&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  &gt;Hadirin – hadirat yang dimuliakan Allah&lt;/span&gt;&lt;/r&gt;,&lt;br /&gt;Kita sudah lihat tanda – tanda kebangkitan muslimin sudah mulai dimunculkan oleh Allah Swt. Sebagaimana Allah sudah menghancurkan Negara Adikuasa Uni Sovyet dipecah belahkan oleh Allah Swt. Dan sekarang (Allah) telah menjadikan Negara Amerika Serikat ini jatuh miskin dan demikian Allah Swt dalam waktu dekat ini semakin kesini semakin berlanjut. Allah mulai mendesak daripada kekuatan – kekuatan kuffar dan semoga Allah segera membalikkan kemakmuran kepada muslimin – muslimat dipermukaan bumi.. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  &gt;Ya Rahman Ya Rahim Ya Dzaljalali wal ikram, kami telah dengar sabdamu Nabi Muhammad Saw yang menjelaskan bahwa kelak setelah aku wafat akan kalian lihat perpecahan, akan kalian lihat gempa bumi, akan kalian lihat musibah –musibah, akan kalian lihat banyak yang mengaku sebagai Nabi dan akan kalian lihat banyak terjadi pembunuhan dan setelah itu akan muncul kemakmuran yang menyeluruh di seluruh penduduk bumi bagi muslimin – muslimat dan disaat itu sabahat berkata &lt;b&gt;“bagaimana keadaan mereka saat itu muslimin muslimat ya Rasulullah..?”, &lt;/b&gt;Rasul berkata “bagi mereka sujud sekali lebih baik dari dunia dan segala isinya”. Menunjukkan muslimin muslimat yang mencintai sujud, yang mencintai ibadah, yang mencintai kemuliaan – kemuliaan yang dibawa oleh Allah. Mereka itulah yang akan dlimpahi kemakmuran dan jika muslimin sudah bangkit untuk meninggalkan dosa – dosa menuju taubat, menuju keluhuran, menuju kemuliaan, itu tanda kemakmuran akan segera dibangkitkan oleh Allah untuk muslimin muslimat.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  &gt;Kita lihat sekarang Negara super power ini dihancur leburkan dengan kemiskinan oleh Allah Swt dan akan semakin dahsyat kehancuran daripada Amerika, kehancuran Inggris, kehancuran Perancis, kehancuran Negara – Negara musuh Islam. Akan kita lihat Insya Allah dalam waktu dekat dan Allah akan makmurkan Negara muslimin muslimat. Rabbiy bangkitkan pemuda - pemudi muslimin muslimat untuk mencintai Nabimu Muhammad Saw, Rabbiy makmurkan majelis dzikir, majelis – majelis shalawat dan Rabbiy Ya Rahman Ya Rahim telah makmur panggung – panggung orang – orang yang bermaksiat, puluhan ribu yang hadir membayar dengan uang puluhan bahkan ratusan ribu demi memandang wajah orang yang tidak sujud padamu maka Rabbiy gantikan keadaan muslimin muslimat, makmurkan majelis yang mengagungkan Namamu, yang menggemuruhkan Namamu, yang memuliakan Namamu, yang mencintai Nabimu Muhammad Saw. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  &gt;Ya Rahman Ya Rahim gantikan pemuda – pemuda muslimin muslimat dengan pemuda yang mencintai Allah dan Rasul, yang bangga memegang bendera Rasulullah, yang bangga dengan pakaian sunnah Rasulullah, yang bangga dengan sunnah Rasulullah. Ya Rahman Ya Rahim makmurkan bumi &lt;st1:city st="on"&gt;Jakarta&lt;/st1:city&gt;, makmurkan seluruh wilayah muslimin muslimat dan tolong saudara – saudara kami di &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Palestine&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt;, saudara kami di Khasmir, saudara kami di seluruh wilayah Barat dan Timur yang sedang dalam kesulitan. Pecah belahkan kekuatan musuh – musuh muslimin, hancur leburkan mereka. Ya Rahman Ya Rahim inilah doa dan munajat.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  &gt;Ya Dzaljalali wal ikram benahi keadaan kami, keadaan rumah tangga kami, bangkitkan keinginan kami untuk bertaubat, bangkitkan keinginan kami untuk meninggalkan kemunkaran Ya Dzaljalali wal ikram Ya Dzaththauli wal in’am&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  &gt;Faquuluuu jamii’an (ucapkanlah bersama sama)&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  &gt; Ya Allah, Ya Allah..Ya Allah..Ya Allah..&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  &gt;Faquuluuu jamii’an (ucapkanlah bersama sama)&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  &gt; Laillahailallah Laillahailallah Laillahailallah Muhammadurrasulullah…&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6171235794412361397-2587843879542290634?l=ulin21.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ulin21.blogspot.com/feeds/2587843879542290634/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ulin21.blogspot.com/2009/03/t-ujuh-kelompok-yang-dinaungi-allah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6171235794412361397/posts/default/2587843879542290634'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6171235794412361397/posts/default/2587843879542290634'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ulin21.blogspot.com/2009/03/t-ujuh-kelompok-yang-dinaungi-allah.html' title=''/><author><name>Abdullah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03122244876238200790</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_HMOiWdBgLsY/SbOKCZNXY5I/AAAAAAAAAEs/Thhccpi9Q3s/s72-c/hb_munzir_004.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6171235794412361397.post-569190603604852145</id><published>2009-03-08T16:51:00.002+08:00</published><updated>2009-03-08T17:01:02.665+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel'/><title type='text'>Kemuliaan Yang Tersimpan Dalam Adzan dan Shalat</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_HMOiWdBgLsY/SbOJNPo-1TI/AAAAAAAAAEk/XBg0xT2AirU/s1600-h/hb_munzir_005.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 130px; height: 173px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_HMOiWdBgLsY/SbOJNPo-1TI/AAAAAAAAAEk/XBg0xT2AirU/s320/hb_munzir_005.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5310739246229673266" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  &gt;K&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  &gt;emuliaan Yang Tersimpan Dalam Adzan dan Shalat&lt;br /&gt;Senin, 26 Januari 2009 &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 12pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: right;" align="right"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size:10;"&gt;قال&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  &gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size:10;"&gt;رَسُولَ&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  &gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size:10;"&gt;اللَّهِ&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  &gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size:10;"&gt;صَلَّى&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  &gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size:10;"&gt;اللَّهُ&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  &gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size:10;"&gt;عَلَيْهِ&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  &gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size:10;"&gt;وَسَلَّمَ&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  &gt; : :&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size:10;"&gt;لَوْ&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  &gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size:10;"&gt;يَعْلَمُ&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  &gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size:10;"&gt;النَّاسُ&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  &gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size:10;"&gt;مَا&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  &gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size:10;"&gt;فِي&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  &gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size:10;"&gt;النِّدَاءِ&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  &gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size:10;"&gt;وَالصَّفِّ&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  &gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size:10;"&gt;الْأَوَّلِ&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  &gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size:10;"&gt;ثُمَّ&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  &gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size:10;"&gt;لَمْ&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  &gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size:10;"&gt;يَجِدُوا&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  &gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size:10;"&gt;إِلَّا&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  &gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size:10;"&gt;أَنْ&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  &gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size:10;"&gt;يَسْتَهِمُوا&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  &gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size:10;"&gt;عَلَيْهِ&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  &gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size:10;"&gt;لَاسْتَهَمُوا&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  &gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size:10;"&gt;وَلَوْ&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  &gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size:10;"&gt;يَعْلَمُونَ&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  &gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size:10;"&gt;مَا&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  &gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size:10;"&gt;فِي&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  &gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size:10;"&gt;التَّهْجِيرِ&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  &gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size:10;"&gt;لَاسْتَبَقُوا&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  &gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size:10;"&gt;إِلَيْهِ&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  &gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size:10;"&gt;وَلَوْ&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  &gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size:10;"&gt;يَعْلَمُونَ&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  &gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size:10;"&gt;مَا&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  &gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size:10;"&gt;فِي&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  &gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size:10;"&gt;الْعَتَمَةِ&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  &gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size:10;"&gt;وَالصُّبْحِ&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  &gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size:10;"&gt;لَأَتَوْهُمَا&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  &gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size:10;"&gt;وَلَوْ&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  &gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size:10;"&gt;حَبْوًا&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  &gt; (&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size:10;"&gt;صحيح&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  &gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size:10;"&gt;البخاري&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  &gt;) &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  &gt;Sabda Rasulullah saw :&lt;br /&gt;“Jika manusia itu tahu kemuliaan kemuliaan yang tersimpan pada Adzan &amp;amp; Iqamah dan shaf pertama (dlm shalat), dan mereka tak bisa mendapatkannya kecuali dengan harus diundi (bukan judi tentunya), maka mereka akan melakukan perundian untuk mendapatkannya, dan apabila mereka mengetahui apa yang tersimpan pada Tahjir (mendatangi shalat dhuhur saat panas terik), maka mereka akan berlomba2 melakukannya, dan jika mereka mengetahui apa yang tersimpan pada shalat isya dan shalat subuh (berjamaah), maka mereka akan mendatanginya walau dengan merangkak” (Shahih Bukhari)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 12pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  &gt;Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  &gt;Limpahan Puji Kehadirat Allah Swt Yang Maha Menerbitkan matahari di permukaan bumi dan selalu dalam keadaan terbit berpindah dari tempat ke tempat lain. Terbit di wilayah ini dan terus terbit ke wilayah yang lebih Barat dan matahari terus terbit sepanjang waktu dan zaman. Akan tetapi di satu tempat matahari akan terbit dan akan terbenam menunjukkan kehidupan manusia yang akan hidup dan pasti akan wafat. Tiadalah matahari itu terbit dari kegelapan terkecuali sudah muncul kepastian ia akan terbenam. Berbeda dengan Sang Yang Maha Memiliki matahari, Yang Maha Menerbitkan matahari selalu terbit dan berputar di permukaan bumi dan bumi berputar yang menyebabkan matahari itu sebenarnya terus dalam keadaan terbit, berpindah dari tempat ke tempat. Menunjukkan dan melambangkan Raja Alam Semesta yang selalu terbit tiada pernah terbenam sepanjang waktu dan zaman.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  &gt;Berbeda dengan manusia yang terikat dengan tempatnya. Maka ia tidak akan pernah menemukan matahari selalu terbit karena berada di tempatnya. Demikian juga kehidupan kita yang tidak bisa mengikuti satu generasi pada generasi lainnya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  &gt;Maha Suci Allah Swt Yang Maha Menerbitkan Cahaya Tauhid di dalam jiwa, Kasih Sayang dan Pengampunan dan Keridhoan Allah yang terbit dengan kalimat tauhid &lt;b&gt;“Laailahailallah Muhammad Rasulullah Saw” &lt;/b&gt;yang kalimat itu membawa terbitnya berjuta matahari keridhoan Illahi. Matahari kemuliaan shalat, cahaya kemuliaan puasa, cahaya kemuliaan zakat, cahaya kemuliaan shadaqah, kemuliaan birrul walidain dan kemuliaan – kemuliaan lainnya. Yang kesemuanya itu merupakan matahari yang abadi, yang akan menerangimu ketika kau menghadap Rabbul Alamin. Sebagaimana di firmankan oleh Allah &lt;b&gt;“yauma laa yukhzillaahunnabiy walladziina amanuu ma’ahuu nuuruhum yas’a baina aidiihim wa bi aimaanihim” &lt;/b&gt;(hari dimana Allah tidak akan mengecewakan Sang Nabi saw dan orang – orang yang bersama Sang Nabi saw dan cahaya mereka berada mengitari mereka di kanan kiri dan seluruh mereka, terang – benderang dengan cahaya yang bukan matahari karena matahari akan menemui terbenam di yaumal qiyamah).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  &gt;Dan matahari ibadah, matahari ketaatan kepada Rabb tidak akan pernah padam karena itu adalah cahaya keridhoan Allah. Hadirin, dan cahaya itu akan menerangi mereka bersama &lt;b&gt;sirajan muniira&lt;/b&gt; Sayyidina Muhammad Saw. Rabbiy pastikan kami selalu mendapatkan matahari hidayah. Ya Rahman Ya Rahim Ya Dzaljalali wal ikram, jika ada diantara hadirin yang masih belum bakti pada ibunya pastikan mulai malam ini ia tidak akan lagi menyakiti ibu dan ayahnya. Ya Rabb cabut seluruh perbuatan buruk kami terhadap ibunda kami jika ada diantara kami ada yang memperbuatnya, cabut perbuatan tidak sopan kami terhadap ayah kami jika ada diantara kami yang masih memperbuatnya. Jadikan malam ini malam terbitnya cahaya birrul walidain kepada semua kami yang hadir Ya Rabb..&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  &gt;Hadirin – hadirat yang dimuliakan Allah,&lt;br /&gt;Selanjutnya hadits minggu lalu yang belum kita lanjutkan adalah 3 hal yang tersisa dari 7 orang yang dinaungi oleh Allah Swt di hari tiada naungan kecuali naungan Allah. 7 hal, &lt;b&gt;pertama&lt;/b&gt; imam yang adil, &lt;b&gt;kedua&lt;/b&gt; pemuda yang tumbuh dengan ketaatan pada Allah, &lt;b&gt;ketiga &lt;/b&gt;orang yang hatinya terikat selalu dengan masjid,&lt;b&gt; keempat &lt;/b&gt;orang yang saling menyayangi karena Allah dan itu sudah kita bahas. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  &gt;Yang kelima &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  &gt;adalah pria yang diajak berzina oleh seorang wanita yang indah wajahnya dan mempunyai harta dan jabatan, ia menjawab &lt;b&gt;“inniy akhafullah” &lt;/b&gt;(sesungguhnya aku takut pada Allah). Hadits ini Al Imam Ibn Hajar Al Asqalani didalam Fathul &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Bari&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt; bisyarah Shahih Bukhari menjelaskan ini bukan khusus untuk pria tapi juga untuk wanita yang diajak berzina oleh pria yang memiliki jabatan dan harta. Orang yang diajak berzina lalu ia menolaknya dengan ucapan “inniy akhafullah” atau dengan bahasanya masing – masing &lt;b&gt;“sungguh aku takut dan risau kepada Allah”.&lt;/b&gt; Orang yang menjawab ini kepada orang yang mengajak berzina, tidak dilupakan kalimat yang terucap dari bibir dan hatinya, Allah naungi ia di yaumal qiyamah di hari tiada naungan selain naungan Allah. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  &gt;Hadirin – hadirat diriwayatkan didalam Mukasyafah Al Qulub yang juga riwayatnya teriwayatkan didalam Shahih Bukhari secara ringkas. Ketika seorang wanita tidak mempunyai kemampuan untuk menafkahi anak – anaknya sehingga ia terjebak kepada kebutuhan dan ia mengetuk pintu seorang penguasa. Seorang kaya – raya dan seorang kaya – raya membuka pintu &lt;b&gt;“apa niatmu wahai wanita?”&lt;/b&gt; wanita itu berkata &lt;b&gt;“aku butuh uang untuk anak - anakku”&lt;/b&gt; maka orang kaya itu berkata &lt;b&gt;“kalau kau butuh uang padaku maka boleh saja tapi aku mau berzina denganmu dan berkumpul denganmu. Kuberikan apa yang kau mau”. &lt;/b&gt;Wanita itu menolak dan pulang, sampai dirumah melihat anaknya yang lapar. Minta kesana – kemari tidak ada yang memberi dan akhirnya ia putus asa dan kembali. Kembali kepada pria itu dan berkata &lt;b&gt;“ya sudah kalau begitu, aku pasrah saja”. &lt;/b&gt;Pria itu berkata &lt;b&gt;“aku akan bantu kau dengan lebih yang kau minta”.&lt;/b&gt; Tapi ketika ia sudah didekati oleh pria itu, bergetarlah wanita ini dengan gemetar yang dahsyat. &lt;b&gt;“Kenapa kau ini”,&lt;/b&gt; kata pria itu. Wanita itu berkata &lt;b&gt;“aku takut pada Allah”.&lt;/b&gt; Ucapan itu menggetarkan jiwa sang pria yang kaya – raya ini karena keluar dari hati yang penuh iman. Kalau hati yang penuh iman kau berucap menggetarkan orang lain. Maka wanita yang tidak berdaya dan miskin berkata &lt;b&gt;“aku takut pada Allah”.&lt;/b&gt; Pria kaya ituberkata &lt;b&gt;“kau ini sudah miskin, cobaanmu berat, sudah sulit hari – harimu, mau menjual dirimu tidak mau karena takut pada Allah. Sedangkan aku diberi kenikmatan yang banyak oleh Allah, aku mestinya lebih takut dan risau daripada engkau. Sudah ini uang aku berikan kau pulang dan aku taubat pada Allah”.&lt;/b&gt; Ini riwayat Shahih Bukhari. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  &gt;Dalam riwayat lainnya Kitab Mukasyafah Al Qulub oleh Imam Al Ghazali, ketika seorang pria senang dengan seorang wanita. Ingin dekat dengannya dan ingin lebih dari itu. Diikutilah kemana wanita ini pergi. Sewaktu – waktu wanita ini ingin pergi ke tempat yang jauh (kalau zaman dahulu namanya kafilah) kalau sekarang pakai bus atau kereta api atau pesawat atau kapal laut. Ini dengan kafilah (rombongan), wanita ini ikut ia juga ikut. Satu malam sepi, banyak orang sudah tidur. Perempuan ini belum tidur, didekati olehnya. Kenalan, mulai hal yang lebih wanita itu berkata &lt;b&gt;“sebentar – sebentar saudaraku sebelum kita teruskan kemauan kita”,&lt;/b&gt; kata sang wanita &lt;b&gt;“lihat dulu apa semua orang sudah tidur”. &lt;/b&gt;Pria dengan senangnya kesana – kemari &lt;b&gt;“semua sudah tidur”.&lt;/b&gt; Wanita berkata &lt;b&gt;“apa ada yang melihat kita?”, “tidak ada yang melihat, semuanya sudah tidur”. &lt;/b&gt;Wanita itu berkata &lt;b&gt;“apakah Allah tidur?”,&lt;/b&gt; pria itu kaget dan ia berkata &lt;b&gt;“Allah tidak tidur”. &lt;/b&gt;Lalu wanita itu berkata&lt;b&gt; “apakah Allah tidak melihat?”,&lt;/b&gt; pria semakin terdesak dan ia menjawab &lt;b&gt;“Allah melihat”, “lalu kau mau terus berbuat dan Allah melihatmu?”. &lt;/b&gt;Pria itu menangis dan berkata &lt;b&gt;“aku bertaubat pada Allah Swt”. &lt;/b&gt;Berapa minggu kemudian terdengar kabar oleh sang wanita bahwa pria itu wafat. Iamimpi didalam tidurnya jumpa dengan pria itu didalam kenikmatan. &lt;b&gt;“Engkaukah pria yang jumpa di malam itu? hampir saja kita berbuat dosa dan tidak jadi”, “iya betul”. “Koq sekarang kau begitu mulanya setelah kau wafat?”,&lt;/b&gt; ia berkata &lt;b&gt;“terima kasih wahai wanita yang sejak kau menegurku itu, aku bertaubat pada Allah dan Allah membimbingku pada kemuliaan”. &lt;/b&gt;Hadirin – hadirat, demikian indahnya taubat dan demikian Allah menaungi mereka.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  &gt;Yang keenam adalah orang yang bershadaqah dengan sembunyi – sembunyi, kata Rasul saw sampai tangan kanannya memberi dan tangan kirinya tidak tahu.&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  &gt; Maksudnya adalah ketika ia memberi itu sangat tersembunyi. Bagaimana contohnya? Contohnya ada orang fuqara berdagang (orang miskin / orang susah yang berdagang). Ini berapa harganya? misalnya Rp. 10.000,-. Tahu kita ini harganya Rp. 8.000,- bayarkan Rp. 10.000,-, kalau saya tawar harganya Rp. 8.000,- pasti diberi karena memang harganya Rp. 8.000,- misalnya. Ia langsung beli tanpa menawar. Maksudnya shadaqah untuk si penjual. Ini yang disedekahi pun tidak tahu bahwa ia disedekahi. Sang penjual tahunya ini orang tidak menawar langsung membeli, padahal sebenarnya ia mau bershadaqah. Ini jangankan orang lain tahu, namun bahkan yang disedekahi pun tidak tahu kalau ia sedang disedekahi. Orang yang seperti ini dinaungi oleh Allah Swt di hari tidak ada naungan kecuali naungan Allah Swt. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  &gt;Diriwayatkan didalam Shahih Bukhari ketika salah seorang yang mengumpulkan hartanya yang banyak untuk bershadaqah sembunyi – sembunyi. Ia kumpulkan uang sampai berjumlah sekian ribu dinar dalam 1 tahun. Kerja khusus untuk bershadaqah tapi sembunyi – sembunyi. Sudah terkumpul, pergi keluar malam hari. Dilihat ada seorang wanita tidur di jalanan. &lt;b&gt;“Wah ini orang susah”, &lt;/b&gt;kasih uang ia menutup wajahnya memberikan bungkusan uang itu dan lari supaya tidak diketahui wajahnya. Pagi hari gempar di kampung. &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Ada&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt; pelacur diberi shadaqah oleh orang sembunyi – sembunyi. Ia berkata &lt;b&gt;“Subhanallah!! Salah beri, aku kira wanita susah ternyata pelacur”, “Ya Rabb aku setahun mengumpulkan uang untuk dapat pahala shadaqah yang sembunyi – sembunyi ternyata uangku untuk pelacur”. &lt;/b&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  &gt;Tapi ia tidak putus asa, ia kumpulkan lagi uang sampai setahun yang jumlahnya sekian ribu dinar. Sekarang aku tidak mau tertipu, pilih – pilih dulu. Dilihatnya orang sedang duduk diam saja di satu tempat yang gelap.&lt;b&gt; “ini pasti orang susah”,&lt;/b&gt; diberi padanya lalu lari. Paginya gempar lagi, pencuri sedang ingin mencuri mendapat uang shadaqah dengan jumlah uang yang besar. &lt;b&gt;“Ya Rabb 2 tahun aku bekerja khusus untuk memberi nafkah orang yang susah dengan sembunyi – sembunyi. Tahun pertama pelacur, tahun kedua pencuri”. &lt;/b&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  &gt;Ia tidak jera, kumpulkan lagi sampai 1 tahun.&lt;b&gt; “Ya Rabb ini yang terakhir, kalau sudah masih lagi sampai shadaqah bukan kepada mustahiq, selesai Ya Rabb aku tidak mampu lagi”.&lt;/b&gt; Dia lihat orangtua tengah malam jalan sendiri dengan tongkatnya tertatih – tatih.&lt;b&gt; “Wah ini orang yang pasti berhak, malam – malam begini orangtua jalan malam - malam dengan tongkat pasti orang susah”.&lt;/b&gt; Dilemparnya uang itu&lt;b&gt; “ini untukmu”&lt;/b&gt; dan ia pun pergi. Pagi hari gempar lagi kampung, &lt;b&gt;“ada kabar apa?”&lt;/b&gt; orang paling kaya dan paling kikir dapat uang semalam oleh orang yang shadaqah sembunyi – sembunyi. &lt;b&gt;“Ya Rabb yang pertama pelacur, yang kedua pencuri, yang ketiga orang paling kaya dan paling kikir di kampungnya. Ya Rabb apa arti dari perbuatanku?”. &lt;/b&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  &gt;Ia pun diam, sekian tahun kemudian... 20 tahun kemudian, Allah Swt sampaikan kabar padanya ada dua orang ulama besar adik kakak. Muridnya puluhan ribu dan ia termasuk orang yang asyik dengan ulama itu. Ini ulama adik kakak dua – duanya orang yang sangat luar biasa ilmunya luas, pengikutnya puluhan ribu. Ia berkata &lt;b&gt;“Subhanallah!! ini ulama adik kakak siapa ayahnya?”. &lt;/b&gt;Kasak – kusuk tanya kesana – kemari ternyata 2 orang anak itu adalah ibunya seorang pelacur dulu tapi tengah malam ada yang memberi shadaqah sembunyi – sembunyi. Ibunya itu melacur untuk nafkah anaknya maka ia taubat dari pelacurannya dan ia sekolahkan kedua anaknya dengan hartanya itu. Allah jadikan dengan harta itu anak ini jadi orang baik menjadi ulama besar dan pahalanya kembali padanya. Airmatanya mengalir, ternyata yang kuberikan 20 tahun yang lalu Allah menjadikannya berlipat ganda sampai muncul 2 orang ulama shalih sampai puluhan ribu orang yang beribadah mengikuti ilmunya dan pahalanya untuk dia. Ini keikhlasan seseorang.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  &gt;Tidak lama kemudian ia dengar lagi ada seorang wali shalih wafat. Masya Allah ratusan ribu yang mengantar jenazahnya. Siapa orang itu? Orang itu dulu pencuri, saat ia sedang mencuri ia berdoa kepada Allah &lt;b&gt;“Ya Rabb beri aku keluhuran kalau aku dapat rizqi malam ini aku taubat”.&lt;/b&gt; &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Ada&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt; yang melemparinya uang lantas ia bertaubat ia bershadaqah, ia masuk ibadah dan ia tidak keluar dari tempat ibadahnya sampai Allah angkat ia menjadi orang yang shalih. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  &gt;Lantas ia (orang ygersedekah yg terharu atas dua kabar itu berkata) berdoa &lt;b&gt;“Ya Rabb tinggal yang ketiga, bagaimana dengan orangtua yang paling kaya dan kikir di kampung kami”. “oo orang itu sudah wafat tapi ia pindah ke tempat lain berwasiat mengirimkan seluruh hartanya untuk membangun Baitul Maal bagi para anak yatim sampai sekarang itu hartanya masih makmur”. &lt;/b&gt;Kenapa? gara – gara dia malu tengah malam katanya, dia yg kaya kikir, tengah malam ada yang sedekahi. Dia berkata &lt;b&gt;“ini orang sedekah padaku, sementara aku tidak pernah shadaqah. Aku nafkahkan seluruh hartaku dan harta ini untuk baitul maal” &lt;/b&gt;dan untungnya terus berlipat ganda sampai 20 tahun tidak berhenti. Ini pelipatgandakan di dunia dan pahalanya di hari kiamat dinaungi oleh Allah Swt.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  &gt;Yang ketujuh adalah pria yang mengingat Nama Allah, pria yang menyebut Nama Allah maka mengalirlah airmatanya.&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  &gt; Entah karena rindu, entah karena doa, entah karena harapan, entah karena haru, entah karena risau akan dosa, entah karena besarnya harapan ingin masuk surga tapi ketika ia menyebut dan mengingat Nama Allah mengalir airmatany. Ternyata tetesan airmata dari perasaan seperti ini dilihat oleh Yang Maha Melihat dan membuat ia di nanungi oleh Allah di saat tidak ada naungan kecuali naungan Allah Swt. 7 kelompok diantaranya kelompok ini, kita berharap berada dikelompok yang ketujuh. Kelompok yang selalu mengingat Allah mengalir airmatanya. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  &gt;Ini hadirin – hadirat hadits yang kita baca belum sempat kita jelaskan, waktu kita sempit. Kita bermunajat kepada Allah Swt dan sebelumnya saya ingin menyampaikan pertanyaan tentang orang yang melakukan pengobatan dengan menggunakan air dari 7 sumur, apakah itu syirik? Hadirin, hal itu sunnah, jadi jangan dikatakan syirik. Orang zaman sekarang tidak tahu hukum bicara syirik.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  &gt;Mandi dengan 7 sumur diriwayatkan di dalam Shahih Bukhari, Rasul saw saat sakit beliau minta air dari 7 qirbah (7 wadah air yang berbeda). Al Imam Ibn Hajar Al Asqalani didalam Fathul Bari bisyarah Shahih Bukhari menjelaskan bahwa riwayat ini menunjukkan bolehnya berobat dari 7 sumber air yang berbeda, Imam Ibn Hajar dalam Fathulk Baari juga menukil riwayat Imam Ath-Thabrani bahwa Rasul saw minta air pengobatan dari 7 sumur yang berbeda. Jadi hal itu bukan hal yang sesat justru itu sunnah Nabi Muhammad Saw. Zaman sekarang banyak hal – hal yang sunnah karena tidak dipahami sebagian saudara kita dibilang bid’ah. Sampai ziarah saja kepada Rasul saw dipersulit sampai orang tidak boleh berdoa menghadap ke makamnya Rasul saw. Apa salahnya makam Rasul? Kalau doa menghadap kandang kuda tidak dilarang, kenapa menghadap makam Rasul saw dilarang? Naudzubillah dari pelarangan seperti. Semoga Allah membenahi aqidah, khususnya di bumi &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Jakarta&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt; dan diseluruh wilayah muslimin.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  &gt;Kita bermunajat kepada Allah, Rabbiy untuk saudara – saudara kami di Palestina. Mereka yang telah wafat, limpahkan kemuliaan syuhada bagi mereka bersama para syuhada di yaumal qiyamah. Mereka yang terkena musibah gantikan dengan keluasan rizqi di dunia dan di akhirat dan seluruh muslimin di wilayah Poso, Khasmir, Irian Jaya dan seluruh wilayah barat dan timur yang tertindas pecah – belahkan Rabbiy persatuan musuh – musuh Islam, persatukan muslimin- muslimat. Benahi aqidah kami, benahi masjidil aqsa, benahi baitul maqdis, benahi Makkah dan Madinah Al Munawwarah dari aqidah – aqidah yang tidak benar. Ya Rahman Ya Rahim Ya Dzaljalali wal ikram bangkitkan para pecinta Nabi Muhammad Saw di bumi &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Jakarta&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt; dan di seluruh wilayah muslimin.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  &gt;Ya Dzaljalali wal ikram Ya Dzaththauli wal in’am kami bermunajat untuk diri kami danuntuk ayahbunda kami dan untuk seluruh muslimin muslimat. Ya Allah Ya Dzaljalali wal ikram, inilah kami mengadukan dosa – dosa kami, kesalahan kami pada rumahtangga, pada ayahbunda, pada tetangga, anak istri, suami. Rabbiy maafkanlah dan benahilah keadaan kami. Ya Dzaljalali wal ikram Ya Dzaththauli wal in’am kami telah diajari oleh Nabi kami Muhammad Saw untuk mendoakan orang – orang yang pernah kami caci bahwa Rasul saw pernah berdoa &lt;b&gt;“allahumma ayyumal mukmin sababtuhu fa ja’al dzalika lahu gurbatan ilaika yaumal-qiyamah &lt;/b&gt;(wahai Allah jika da di antara orang mukmin atau orang Islam yang sempat kucaci maka jadikan itu pahala dan kedekatan kepada-Mu di hari kiamat). Rabbiy kami berdoa dengan doa Nabi-Mu Muhammad Saw. Jangan jadikan lidah kami, lidah yang mencaci. Jadikan lidah kami lidah yang asyik memuji-Mu Ya Allah Ya Rahman Ya Rahim Ya Dzaljalali wal ikram Ya Dzaththauli wal in’am, inilah kami hamba penuh dosa, inilah kami penuh kesalahan, inilah kami penuh kekurangan dalam menjalankan syari’ah dan perintah – perintahMu dan kamis elalu terjebak dalam larangan – laranganMu. Kami mengadukan kehadirat-Mu Rabbiy, kami mengadukan kepada Yang Maha Dekat kami mengadukan pada Yang Maha Mendengar.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  &gt;Ya Rahman Ya Rahim wahai Yang Maha Mendengar getaran jiwa kami, wahai Yang Maha Mendengar kesedihan kami atas perbuatan dosa kami, wahai Yang Maha Melihat hati yang terharu dan terpanggil untuk taubat namun masih belum berani melakukannya. Ya Rahman Ya Rahim Kau melihat dosa – dosa kami, Kau melihat kesalahan kami, dan Kau Rabbiy yang menawarkan pengampunan maka ampunilah kami Ya Dzaljalali wal ikram Ya Dzaththauli wal in’am Ya Rahman Ya Rahim Kau melihat perbuatan dosa kami yang tidak mampu kami hindari, yang tidak mampu kami mundur dan mulai meninggalkannya atau perbuatan perintah-Mu yang belum mampu kami melakukannya. Kau melihat kami tidak mampu Rabbiy maka berikan kami kekuatan. Terbitkan matahari hidayah pada kami Rabbiy dengan terang – benderang, kami yang telah dalam ketaatan tambahkan ketaatannya. Yang dalam kehinaan angkat dalam kemuliaan, tambahkan kemuliaan diatas kemuliaan. Ya Rahman Ya Rahim diantara kami yang mempunyai permasalahan dalam rumah tanggganya, permasalahn didalam kehidupannya, didalam sekolahnya, didalam pekerjaannya dan dari segala kesuliatannya angkat segala kesulitan kami dan gantikan dengan kebahagiaan. Wahai Yang Maha Melimpahkan Kebahagiaan siang dan malam tanpa pernah bosan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  &gt;Ya Rahman Ya Rahim Ya Dzaljalali wal ikram pastikan seluruh wajah ini tidak pernah melihat api neraka, pastikan seluruh kami semua yang hadir disini dan yang mendengar dilimpahi rahmat dan keberkahan. Ya Dzaljalali wal ikram &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  &gt;Faquuluuu jamii’an (ucapkanlah bersama sama) &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  &gt;Ya Allah, Ya Allah..Ya Allah..Ya Allah..&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  &gt;Faquuluuu jamii’an (ucapkanlah bersama sama) &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  &gt;Laillahailallah Laillahailallah Laillahailallah Muhammadurrasulullah…&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  &gt;Hadirin – hadirat, sekaligus mohon doa dan kita ucapkan juga terima kasih untuk RASfm dan seluruh radio yang meliput kita mohon doanya karena kita telah meresmikan pesantren khusus untuk santri dan santriwati dari Irian Barat, di wilayah Nanggewer, Sentul Jawa Barat dengan nama &lt;b&gt;“Darul Rasul”.&lt;/b&gt; Pesantren ini adalah dari perjuangan KH. Ahmad Baihaqi bersama Majelis Rasulullah yang selama ini masih di kediaman beliau di Manggarai. Tapi kita sudah meletakkan batu pertama di wilayah Nanggewer, Sentul diberi nama&lt;b&gt; “Darul Rasul”.&lt;/b&gt; Inilah pesantern kita, pesantren Majelis Rasulullah Saw yang dikhususkan untuk santri dari Irian Barat dan pimpinan umumnya adalah saya sendiri dan penanggung jawabnya adalah KH. Ahmad Baihaqi. Dan demikian mohon doanya agar pesantren ini segera tegak dan terus kita mengambil santri dari Papua, Irian Barat dan menegakkan bendera dakwah Nabi Muhammad Saw di wilayah Irian Barat dan sekitarnya. Amin Allahumma Amin. Kita ucapkan fatihah untuk tegaknya pesantren mulia ini, semoga Allah Swt melimpahkan keberkahan. Wa illa hadratin Nabi Muhammad Saw Al Fatihah..&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  &gt;Washallallahu ala Sayyidina Muhammad Nabiyyil Ummiy wa Shohbihi wa Sallam&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  &gt;Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6171235794412361397-569190603604852145?l=ulin21.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ulin21.blogspot.com/feeds/569190603604852145/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ulin21.blogspot.com/2009/03/kemuliaan-yang-tersimpan-dalam-adzan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6171235794412361397/posts/default/569190603604852145'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6171235794412361397/posts/default/569190603604852145'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ulin21.blogspot.com/2009/03/kemuliaan-yang-tersimpan-dalam-adzan.html' title='Kemuliaan Yang Tersimpan Dalam Adzan dan Shalat'/><author><name>Abdullah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03122244876238200790</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_HMOiWdBgLsY/SbOJNPo-1TI/AAAAAAAAAEk/XBg0xT2AirU/s72-c/hb_munzir_005.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6171235794412361397.post-8361798193326707574</id><published>2009-03-08T16:41:00.001+08:00</published><updated>2009-03-08T16:51:40.322+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel'/><title type='text'>Firqah Dalam Islam</title><content type='html'>&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt;Dalam sejarah Islam telah tercatat adanya firqah-firqah (faham/golongan) dalam lingkungan umat, dimana satu dengan lainnya bertentangan faham secara tajam dan sulit untuk didamaikan, apalagi disatukan.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span id="more-895"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt;&lt;br /&gt;Hal ini telah menjadi fakta sejarah yang tidak dapat dirubah lagi dan sudah menjadi pengetahuan yang terdapat dalam buku-buku agama terutama buku-buku Ushuluddin.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt;&lt;br /&gt;Dalam buku-buku Ushuluddin itu terdapat beberapa nama firqah, antara lain; &lt;strong&gt;&lt;span style="font-family: Verdana;"&gt;Syi’ah, Khawarij, Mu’tazilah, Qadariyah, Jabariyah, Ahlussunnah wal Jama’ah (Sunni), Mujassimah, Bahaiyah, Ahmadiyah, Wahabiyah, Ibnu Taimiyah&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt; dan lain-lain.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt;Hal ini tidak terlalu mengherankan karena Nabi Muhammad SAW semasa hidup telah mengabarkan hal ini.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 12pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt;Hadits-hadits yang menerangkan tentang adanya firqah-firqah ini antara lain :&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 12pt; text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt;1. Bersabda Nabi Muhammad SAW :&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 12pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt;“Bahwasanya siapa yang hidup (lama) di antara kamu niscaya akan melihat perselisihan (faham) yang banyak. Ketika itu pegang teguhlah Sunnahku dan Sunnah Khalifah Rasyidin yang diberi hidayah. Pegang teguhlah itu dan gigitlah dengan gerahammu” (HR Abu Daud)&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt;2. Bersabda Nabi Muhammad SAW :&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 12pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt;“Akan ada di lingkungan ummatku 30 orang pembohong yang mendakwakan bahwa dirinya adalah Nabi. Saya adalah Nabi penutup, tidak ada lagi Nabi sesudahku” (HR Tarmidzi)&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt;3. Bersabda Nabi Muhammad SAW :&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 12pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt;“Akan keluar suatu kaum akhir zaman, orang-orang muda berfaham jelek. Mereka banyak mengucapkan perkataan “Khairil Bariyah” (maksudnya firman-firman Allah SWT yang dibawa oleh Nabi). Iman mereka tidak melampaui kerongkongan mereka. Mereka keluar dari agama sebagai meluncurnya anak panah dari busurnya. Kalau orang-orang ini berjumpa denganmu lawanlah mereka” (HR Bukhari)&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 12pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt;Jelas dalam hadits ini bahwa akan ada sekumpulan orang-orang muda yang sok aksi mengeluarkan fatwa-fatwa agama berdasarkan Al Quran dan hadits, tetapi keimanan mereka tipis sekali dan bahkan keimanan itu keluar dari dirinya secepat anak panah meninggalkan busurnya. Maksudnya adalah bahwa mereka banyak berbicara tentang Al-Quran dan hadits, tetapi mereka tidak melaksanakan tuntunan agama seperti shalat, puasa dll.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 12pt; text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt;4. Bersabda Nabi Muhammad SAW :&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 12pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt;“Ada dua firqah dari ummatku yang pada hakekatnya mereka tidak bersangkut paut dengan Islam, yaitu kaum Murjiah dan kaum Qadariyah” (HR Tarmidzi)&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 12pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt;Firqah Murjiah dan Qadariyah tak ada hubungannya dengan Islam, kata Nabi Muhammad SAW. Na’udzubillah!&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt;5. Bersabda Nabi Muhammad SAW :&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 12pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt;Dari Hudzaifah Rda., beliau berkata, Bersabda Rasulullah SAW : “Bagi tiap-tiap ummat ada majusinya, dan majusi ummatku adalah orang yang mengingkari takdir. Kalau mereka mati jangan dihadiri pemakamannya dan kalau mereka sakit jangan dijenguk. Mereka adalah kelompok dajjal. Memang Tuhan berhak memasukkan mereka ke dalam kelompok dajjal” (HR Abu Daud)&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 12pt; text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt;6. Bersabda Nabi Muhammad SAW :&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 12pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt;Dari Abi Hurairah Rda., beliau berkata, Bersabda Rasulullah SAW : “Telah berfirqah-firqah orang Yahudi atas 71 firqah dan orang Nashara seperti itu pula dan akan berfirqah ummatku atas 73 firqah” (HR Tarmidzi)&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 12pt; text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt;7. Bersabda Nabi Muhammad SAW :&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 12pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt;“Bahwasanya Bani Israil telah berfirqah-firqah sebanyak 72 millah (firqah) dan akan berfirqah ummatku sebanyak 73 firqah, semuanya masuk neraka kecuali satu”. Sahabat-sahabat yang mendengar ucapan ini bertanya, “siapakah yang satu itu, Ya Rasulullah?” Nabi menjawab, “Yang satu itu adalah orang yang berpegang (ber-i’tiqad) sebagai peganganku (i’tiqad-ku) dan pegangan sahabat-sahabatku” (HR Tarmidzi)&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 12pt; text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt;8. Bersabda Nabi Muhammad SAW :&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 12pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt;“Demi Tuhan yang memegang jiwa Muhammad di tangan-Nya, akan berfirqah ummatku sebanyak 73 firqah, yang satu masuk surga dan yang lain masuk neraka”. Bertanya para sahabat, “siapakah firqah (yang tidak masuk neraka) itu, Ya Rasulullah?” Nabi menjawab, “Ahlussunnah wal Jama’ah” (HR Thabrani)&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 12pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt;Hadits yang mengandung arti dan maksud seperti ini juga terdapat dalam buku Al Milal wan Nihal karangan Syahrastani (wafat 1127M/548H)&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 12pt; text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt;9. Bersabda Nabi Muhammad SAW :&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 12pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt;“Akan ada segolongan ummatku yang tetap atas kebenaran sampai hari kiamat dan mereka tetap atas kebenaran itu” (HR Bukhari)&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 12pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt;Melihat hadits-hadits yang sahih ini dapat diambil kesimpulan :&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 12pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt;1. Nabi Muhammad SAW mengabarkan sesuatu yang akan terjadi dalam lingkungan ummat Islam secara mu’jizat, yaitu mengabarkan hal-hal yang akan terjadi. Kabar ini tentu Beliau terima dari Allah SWT.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 12pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt;2. Sesudah Nabi wafat akan ada perselisihan faham yang banyak, sampai 73 faham (i’tiqad/firqah).&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt;3. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt;Ada segolongan orang-orang muda pada akhir zaman yang sok aksi mengeluarkan dalil-dalil dari Al-Quran, tetapi keimanan mereka tidak melewati kerongkongannya.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 12pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt;4. Ada dua golongan yang tidak bersangkut paut dengan Islam, yaitu faham Murjiah dan Qadariyah.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt;5. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt;Ada 30 orang pembohong yang akan mendakwakan bahwa dirinya adalah Nabi, padahal tidak ada lagi Nabi sesudah Nabi Muhammad SAW. Dan ada orang-orang Khawarij yang paling jahat.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt;6. Di antara 73 golongan itu ada satu yang benar yaitu golongan Ahlussunnah wal Jama’ah yang selalu berpegang teguh kepada Sunnah Nabi dan Sunnah Khalifah Rasyidin.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 12pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt;7. Mereka ini akan selalu mempertahankan kebenaran i’tiqad-nya sampai hari kiamat.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt;Melihat kenyataan sekarang, dan dengan meneliti sejarah perkembangan Islam sejak abad pertama Hijriyah hingga sekarang, apa yang disampaikan Nabi Muhammad SAW telah terjadi dengan nyata.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 12pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt;Di dalam buku &lt;strong&gt;&lt;span style="font-family: Verdana;"&gt;Bugyatul Mustarsyidin&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt; karangan Mufti Sheikh Sayid Abdurrahman bin Muhammad bin Husein bin Umar, yang terkenal dengan gelar Ba’Alawi, cetakan Mathba’ah Amin Abdul Majid Kairo (Mesir) tahun 1960M/1381H, halaman 398, bahwa 72 firqah yang sesat itu bertumpu pada 7 firqah yaitu :&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;ol start="1" type="1"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt;Faham      Syi’ah&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt;, kaum yang berlebih-lebihan memuja Saidina      Ali bin Abi Thalib. Mereka tidak mengakui Khalifah Rasyidin yang lain      seperti Khalifah Abu Bakar as-Shiddiq, Khalifah Umar Ibnu Khattab dan      Khalifah Utsman bin Affan. Kaum Syi’ah terpecah menjadi &lt;strong&gt;&lt;span style="font-family: Verdana;"&gt;22 aliran&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;,      termasuk di antaranya adalah Kaum Bahaiyah dan Kaum Ahmadiyah Qad-yan.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt;Faham      Khawarij&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt;, yaitu kaum kaum yang berlebih-lebihan      membenci Saidina Ali bin Abi Thalib, bahkan di antaranya ada yang      mengkafirkan Saidina Ali. Firqah ini berfatwa bahwa orang-orang yang      membuat dosa besar menjadi kafir. Kaum Khawarij terpecah menjadi &lt;strong&gt;&lt;span style="font-family: Verdana;"&gt;20 aliran&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt;Faham      Mu’tazilah&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt;, yaitu kaum yang berfaham bahwa Tuhan tidak      mempunyai sifat, bahwa manusia membuat pekerjaannya sendiri, Tuhan tidak      bisa dilihat dengan mata dalam surga, orang yang mengerjakan dosa besar      diletakkan di antara dua tempat, dan mi’raj Nabi Muhammad SAW hanya dengan      roh saja, dll. Kaum Mu’tazilah terpecah menjadi &lt;strong&gt;&lt;span style="font-family: Verdana;"&gt;20 aliran&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;,      termasuk di antaranya adalah Kaum Qadariyah.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt;Faham      Murjiah&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt;, yaitu kaum yang memfatwakan bahwa membuat      maksiat (kedurhakaan) tidak memberi mudharat jika sudah beriman,      sebaliknya membuat kebaikan dan kebajikan tidak bermanfaat jika kafir.      Kaum ini terpecah menjadi &lt;strong&gt;&lt;span style="font-family: Verdana;"&gt;5 aliran&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt;Faham      Najariyah&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt;, yaitu kaum yang memfatwakan bahwa perbuatan      manusia adalah makhluk, yaitu dijadikan Tuhan, tetapi mereka berpendapat      bahwa sifat Tuhan tidak ada. Kaum Najariyah terpecah menjadi &lt;strong&gt;&lt;span style="font-family: Verdana;"&gt;3 aliran&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt;Faham      Jabariyah&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt;, yaitu kaum yang memfatwakan bahwa manusia      “majbur”, artinya tidak berdaya apa-apa. Kasab atau usaha tidak ada sama      sekali. Kaum ini hanya &lt;strong&gt;&lt;span style="font-family: Verdana;"&gt;1 aliran&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt;Faham      Musyabbihah&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt;, yaitu kaum yang memfatwakan bahwa ada      keserupaan Tuhan dengan manusia, misal bertangan, berkaki, duduk di kursi,      naik dan turun tangga dll. Kaum ini hanya &lt;strong&gt;&lt;span style="font-family: Verdana;"&gt;1 aliran&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt; saja. Kaum      Ibnu Taimiyah termasuk dalam golongan ini, dan Kaum Wahabi adalah termasuk      kaum pelaksana dari faham Ibnu Taimiyah.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt;Jika ditambah dengan &lt;strong&gt;&lt;span style="font-family: Verdana;"&gt;1 aliran&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt; lagi yaitu&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family: Verdana;"&gt; Ahlussunnah wal Jama’ah&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt; maka menjadi &lt;strong&gt;&lt;span style="font-family: Verdana;"&gt;73 firqah&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;, seperti yang dijelaskan oleh Nabi Muhammad SAW dalam hadits Imam Tarmidzi.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt;Aliran-aliran Cabang dalam Syi’ah&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt;Setiap mazhab memiliki ajaran-ajaran pokok sebagai pondasi mazhab tersebut. Dengan bergulirnya masa, akan ditemukan beberapa ajaran baru yang berbeda dengan dengan ajaran-ajaran tersebut dari segi kurus dan gemuknya. Sebagai contoh, satu mazhab meyakini bahwa harus ada sistem imamah yang ditentukan oleh pembawa Syari’at sebagai penerus keberlangsungan dakwah Rasulullah SAWW. Ini adalah sebuah ajaran pokok yang harus dimiliki oleh mazhabnya. Akan tetapi, kadang-kadang terjadi perbedaan pendapat di antara para pemeluknya dalam menentukan siapakah yang berhak menjadi imam sebagai penerusnya. Dengan demikian, akan muncul aliran baru yang merupakan cabang dari mazhab itu. Mayoritas agama langit seperti agama Yahudi, Kristen, Majusi dan Islam mengalami realita tersebut di atas.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt;Mazhab Syi’ah pun tidak terkecualikan dari realita ini. Pada masa hidupnya Imam Ali a.s., Imam Hasan a.s. dan Imam Husein a.s. tidak terjadi perpecahan dalam tubuh mazhab Syi’ah. Setelah Imam Husein a.s. syahid, mayoritas pengikut Syi’ah menjadikan Imam Ali As-Sajjad a.s. sebagai imam keempat dan kelompok minoritas yang dikenal dengan sebutan “Kaisaniyah” menjadikan putra ketiga Imam Ali a.s. yang bernama Muhammad bin Hanafiah sebagai imam keempat dan mereka meyakini bahwa ia adalah Imam Mahdi a.s. yang ghaib di gunung Ridhawi. Di akhir zaman ia akan muncul kembali.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt;Setelah Imam Sajjad a.s. syahid, mayoritas pengikut Syi’ah mengakui Imam Baqir a.s., putranya sebagai imam Syi’ah dan kelompok minoritas meyakini Zaid, putranya yang lain sebagai penggantinya. Kelompok ini akhirnya dikenal dengan nama Syi’ah Zaidiyah.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt;Pasca syahadah Imam Baqir a.s., para pengikut Syi’ah menjadikan Imam Ja’far Ash-Shadiq a.s., putranya sebagai imam keenam Syi’ah. Dan setelah Imam Shadiq a.s. syahid, para pengikut Syi’ah terpecah menjadi lima golongan:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt;a. Mayoritas pengikut Syi’ah yang meyakini Imam Musa Al-Kazhim a.s., putranya sebagai imam Syi’ah yang ketujuh.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt;b. Kelompok kedua menjadikan putra sulungnya yang bernama Ismail sebagai imam Syi’ah yang ketujuh. Kelompok ini akhirnya dikenal dengan nama “Syi’ah Ismailiyah”.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt;c. Kelompok ketiga menjadikan putranya yang bernama Abdullah Al-Afthah sebagai imam Syi’ah yang ketujuh. Kelompok ini akhirnya dikenal dengan nama “Syi’ah Fathahiyah”.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt;d. Kelompok keempat menjadikan putranya yang bernama Muhammad sebagai imam Syi’ah yang ketujuh.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt;e. Kelompok kelima menganggap bahwa Imam Shadiq a.s. adalah imam Syi’ah terakhir dan tidak ada imam lagi sepeningalnya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt;Setelah Imam Musa Al-Kazhim a.s. syahid, mayoritas pengikut Syi’ah meyakini Imam Ridha a.s., putranya sebagai imam Syi’ah yang kedelapan dan kelompok minoritas dari mereka mengingkari imamahnya dan menjadikan Imam Kazhim a.s. sebagai imam Syi’ah terakhir. Kelompok ini akhirnya dikenal dengan nama “Syi’ah Waqifiyah”.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt;Setelah Imam Ridha a.s. syahid hingga lahirnya Imam Mahdi a.s., di dalam tubuh Syi’ah tidak terjadi perpecahan yang berarti. Jika terjadi perpecahan pun, itu hanya berlangsung beberapa hari dan setelah itu sirna dengan sendirinya. Seperti peristiwa Ja’far bin Imam Ali Al-Hadi a.s., saudara Imam Hasan Al-Askari a.s. yang mengaku dirinya sebagai imam Syi’ah setelah saudaranya syahid.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt;Semua kelompok dan aliran cabang di atas telah sirna dengan bergulirnya masa kecuali tiga aliran yang hingga sekarang masih memiliki pengikut yang tidak sedikit. Tiga aliran Syi’ah tersebut adalah Syi’ah Zaidiyah, Syi’ah Ismailiyah dan Syi’ah Imamiah Itsna ‘Asyariyah.&lt;br /&gt;a.Syi’ah Zaidiyah&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt;Zaidiyah adalah para pengikut Zaid bin Ali As-Sajjad a.s. Pada tahun 121 H., ia mengadakan pemberontakan terhadap Hisyam bin Abdul Malik, salah seorang khalifah dinasti Bani Umaiyah. Sebagian masyarakat berbai’at dengannya dan ketika terjadi peperangan di Kufah antara kelompoknya dan tentara penguasa, ia syahid. Ia dianggap sebagai imam Syi’ah yang kelima oleh para pengikutnya. Setelah ia syahid, putranya yang bernama Yahya menggantikan keududukannya. Yahya sempat mengadakan pemberontakan terhadap Walid bin Yazid. Setelah ia meninggal dunia, Muhammad bin Abdullah dan Ibrahim bin Abdullah menggantikan kedudukannya sebagai imam Syi’ah. Mereka sempat mengadakan pemberontakan terhadap Manshur Dawaniqi, salah seorang khalifah dinasti Bani Abasiyah dan terbunuh dalam sebuah peperangan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt;Setelah mereka terbunuh, Zaidiyah menjalani masa-masa kritis yang hampir menyebabkan kelompok ini punah. Pada tahun 250-320 H., Nashir Uthrush, salah seorang anak cucu saudara Zaid bin Ali, mengadakan pemberontakan terhadap penguasa Khurasan. Karena dikejar-kejar oleh pihak penguasa yang berusaha untuk membunuhnya, ia melarikan diri ke Mazandaran yang hingga saat itu penduduknya belum memeluk agama Islam. Setelah 13 tahun bertabligh, ia akhirnya dapat mengislamkan mayoritas penduduk Mazandaran dan menjadikan mereka penganut mazhab Syi’ah Zaidiyah. Dengan bantuan mereka, ia dapat menaklukkan Thabaristan dan daerah itu menjadi pusat bagi kegiatan Syi’ah Zaidiyah.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt;Menurut keyakinan mazhab Zaidiyah, setiap orang yang berasal dari keturunan Fathimah Az-Zahra` a.s., alim, zahid, dermawan dan pemberani untuk menentang segala manifetasi kelaliman, bisa menjadi imam. Syi’ah Zaidiyah menggabungkan dua ajaran dalam mazhabnya. Dalam bidang ushuluddin ia menganut paham Mu’tazilah dan dalam bidang furu’uddin ia menganut paham Hanafiah.&lt;br /&gt;b.Syi’ah Ismailiyah dan Aliran-aliran Cabangnya&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt;Ø Bathiniyah&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt;Imam Shadiq a.s. mempunyai seorang putra sulung yang bernama Ismail. Ia meninggal dunia ketika ayahnya masih hidup. Imam Shadiq a.s. mempersaksikan kepada seluruh khalayak bahwa putranya yang bernama Islma’il telah meninggal dunia. Ia pun telah mengundang gubernur Madinah kala itu untuk menjadi saksi bahwa putranya itu telah meninggal dunia. Meskipun demikian, sebagian orang meyakini bahwa ia tidak meninggal dunia. Ia ghaib dan akan muncul kembali. Ia adalah Imam Mahdi a.s. yang sedang dinanti-nantikan kedatangannya. Mereka meyakini bahwa persaksian Imam Shadiq a.s. di atas hanyalah sebuah taktik yang dilakukannya untuk mengelabuhi Manshur Dawaniqi karena khawatir ia akan membunuhnya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt;Sebagian kelompok meyakini bahwa imamah adalah hak mutlak Ismail yang setelah kematiannya, hak itu berpindah kepada putranya yang bernama Muhammad. Akan tetapi, sebagian kelompok yang lain meyakini bahwa meskipun Ismail telah meninggal dunia ketika ayahnya hidup, ia adalah imam yang harus ditaati. Setelah masanya berlalu, imamah itu berpindah kepada putranya yang bernama Muhammad bin Ismail dan akan diteruskan oleh para anak cucunya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt;Dua kelompok pertama telah punah ditelan masa. Kelompok ketiga hingga sekarang masih memiliki pengikut dan mengalami perpecahan internal juga.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt;Secara global, Ismailiyah memiliki ajaran-ajaran filsafat yang mirip dengan filsafat para penyembah bintang dan dicampuri oleh ajaran irfan India. Mereka meyakini bahwa setiap hukum Islam memiliki sisi lahiriah dan sisi batiniah. Sisi lahiriah hukum hanya dikhususkan bagi orang-orang awam yang belum berhasil sampai kepada strata spiritual yang tinggi. Oleh karena itu, mereka harus melaksanakan hukum tersebut dengan praktik rutin sehari-hari.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt;Mereka juga meyakini bahwa hujjah Allah ada dua macam: nathiq (berbicara) dan shaamit (diam). Hujjah yang pertama adalah Rasulullah SAWW dan hujjah yang kedua adalah imam sebagai washinya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt;Bumi ini tidak akan pernah kosong dari hujjah Allah, dan hujjah tersebut selalu berjumlah 7 orang. Ketika seorang nabi diutus, ia akan memiliki syari’at dan wilayah. Setelah ia meninggal dunia, tujuh washi datang silih berganti untuk meneruskan ajarannya. Ketujuh washi tersebut memiliki kedudukan yang sama, yaitu kewashian kecuali washi terakhir. Ia memiliki tiga kedudukan sekaligus: kenabian, kewashian dan wilayah. Dan begitulah seterusnya, setelah washi ketujuh meninggal dunia, ia akan memiliki tujuh orang washi dan washinya yang ketujuh memiliki tiga kedudukan di atas sekaligus.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt;Menurut keyakinan mereka, Nabi Adam a.s. diutus dengan mengemban kenabian dan wilayah. Setelah meninggal dunia, ia memiliki tujuh orang washi. Washinya yang ketujuh adalah Nabi Nuh a.s. yang memiliki kedudukan kenabian, kewashian dan wilayah. Nabi Ibrahim a.s. adalah washi ketujuh Nabi Nuh a.s., Nabi Musa a.s. adalah washi ketujuh Nabi Ibrahim a.s., Nabi Isa a.s. adalah washi ketujuh Nabi Musa a.s., Muhammad bin Ismail adalah washi ketujuh Rasulullah SAWW (Imam Ali a.s., Imam Husein a.s., Imam Sajjad a.s., Imam Baqir a.s., Imam Shadiq a.s., Ismail dan Muhammad bin Ismail). Setelah Muhammad bin Ismail, terdapat tujuh orang washi yang nama dan identitas mereka tidak diketahui oleh siapa pun. Dan setelah masa tujuh orang washi tak dikenal itu berlalu, terdapat tujuh orang washi lagi. Mereka adalah tujuh raja pertama dinasti Fathimiyah di Mesir. Raja pertama adalah Ubaidillah Al-Mahdi.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt;Mereka juga meyakini bahwa di samping hujjah-hujjah Allah tersebut, terdapat dua belas orang nuqaba`. Mereka adalah para sahabat pilihan hujjah-hujjah Allah tersebut. Akan tetapi, sebagian aliran cabang Ismailiyah yang bernama Bathiniyah (Duruziyah) meyakini bahwa enam orang dari dua belas nuqaba` tersebut adalah para imam dan enam yang lainnya adalah selain imam.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt;Pada tahun 278 H., beberapa tahun sebelum Ubaidillah Al-Mahdi berkuasa di benua Afrika, seorang misterius yang berasal dari Khuzestan, Iran dan tidak pernah menyebutkan identitas dirinya muncul di Kufah. Di siang hari ia selalu berpuasa dan di malam hari ia selalu beribadah. Ia tidak pernah meminta bantuan dari orang lain untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Ia mengajak masyarakat setempat untuk menganut mazhab Ismailiyah dan mereka menjawab ajakannya. Kemudian ia memilih dua belas orang di antara pengikutnya sebagai nuqaba`. Setelah itu, ia keluar dari Kufah untuk menuju ke Syam dan tidak lama kemudian ia menghilang.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt;Setelah orang tak dikenal itu menghilang, ada seseorang yang bernama Ahmad dan dikenal dengan julukan Qirmith menggantikan kedudukannya untuk menyebarkan ajaran-ajaran Bathiniyah. Para sejarawan mengatakan bahwa ia menciptakan shalat baru sebagai ganti dari shalat lima waktu yang telah ditetapkan oleh Islam, menghapus mandi jenabah dan menghalalkan khamer. Para pemimpin Bathiniyah mengajak masyarakat untuk memberontak terhadap para penguasa waktu itu.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt;Para pengikut Bathiniyah ini menganggap halal darah orang-orang yang tidak mengikuti ajaran Bathiniyah. Atas dasar keyakinan ini, mereka pernah mengadakan pembunuhan dan perampokan besar-besaran di Irak, Bahrain, Yaman dan kota-kota sekitar. Sering kali mereka merampok kafilah haji yang sedang menuju Makkah dan membunuh semua orang yang ada di kafilah tersebut.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt;Abu Thahir Al-Qirmithi, salah seorang pemimpin Bathiniyah menaklukkan Bashrah pada tahun 311 H. dan ia membunuh penduduk secara besar-besaran serta merampok semua harta yang mereka miliki. Pada tahun 317 H., ia bersama para pengikut Bathiniyah pergi ke Makkah dan setelah terjadi pertempuran kecil antara mereka dan pasukan keamanan pemerintahan setempat, mereka dapat mengalahkan pasukan tersebut dan berhasil memasuki kota suci Makkah. Begitu memasuki kota Makkah, semua jenis pembunuhan dan perampokan mereka lakukan. Masjidil Haram pun sudah tidak memiliki arti bagi mereka. Dari dalam masjid suci tersebut darah mengalir bak air mengalir di dalam parit. Kain penutup Ka’bah mereka robek-robek dan dibagikan di antara mereka sendiri. Tidak hanya sampai di situ, pintu Ka’bah mereka hancurkan dan Hajar Aswad mereka bawa ke Yaman. Hajar Aswad berada di tangan Qaramithah selama 22 tahun.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt;Karena perilaku mereka yang asusila dan menentang agama, mayoritas pengikut Bathiniyah yang lain menganggap kelompok ini telah keluar dari agama Islam. Ubaidillah Al-Mahdi sendiri yang waktu itu adalah khalifah pertama dinasti Fathimiyah di Mesir, pemimpin mazhab Ismailiyah dan menganggap dirinya adalah Imam Mahdi a.s. yang telah dijanjikan oleh hadis-hadis mutawatir, menyatakan tidak ikut campur tangan berkenaan dengan mazhab Qaramithah.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt;Ø Nazzariyah dan Musta’liyah&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt;Ubaidillah Al-Mahdi berkuasa di benua Afrika (tepatnya di Mesir) pada tahun 296 H. dan ia adalah pendiri dinasti Fathimiyah. Mazhab yang dianutnya adalah Syi’ah Ismailiyah. Setelah ia meninggal dunia, tujuh orang dari keturunannya meneruskan dinastinya tanpa terjadi perpecahan di dalam tubuh mazhab Ismailiyah. Perpecahan di dalam tubuh mazhab Ismailiyah terjadi setelah raja ketujuh dinasti Fathimiyah, Mustanshir Billah Sa’d bin Ali meninggal dunia. Ia memiliki dua orang putra yang masing-masing bernama Nazzar dan Musta’li. Setelah ayah mereka meninggal dunia, terjadi persengketaan di antara kakak dan adik tersebut berkenaan dengan urusan khilafah. Setelah terjadi peperangan di antara mereka yang memakan banyak korban, Musta’li dapat mengalahkan Nazzar. Ia mengangkap Nazzar dan menghukumnya hingga ajal menjemputnya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt;Setelah persengketaan tersebut, dinasti Fathimiyah yang bermazhab Ismailiyah terpecah menjadi dua golongan: Nazzariyah dann Musta’liyah.&lt;br /&gt;Nazzariyahadalah para pengikut Hasan Ash-Shabaah, seseorang yang pernah memiliki hubungan dekat dengan Mustanshir Billah. Setelah Mustanshir Billah meninggal dunia, ia diusir dari Mesir oleh Musta’li karena dukungannya terhadap Nazzar. Ia lari ke Iran, dan akhirnya muncul di benteng “Al-Maut” yang berada di sebuah daerah dekat kota Qazvin. Ia berhasil menaklukkan benteng tersebut dan benteng-benteng yang berada di sekitarnya. Kemudian, ia memerintah di situ. Sejak pertama kali memerintah, ia mengajak penduduk sekitar untuk menghidupkan kembali nama baik Nazzar dan mengikuti ajaran-ajarannya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt;Setelah Hasan Ash-Shabaah meninggal dunia pada tahun 518 H., Buzurg Oumid Rudbari menggantikan kedudukannya dan setalah ia meninggal dunia, putranya yang bernama Kiyaa Muhammad mengganti kedudukannya. Keduanya memerintah dengan mengikuti cara dan metode Hasan Ash-Shabaah. Sepeninggal Kiyaa Muhammad, putranya yang bernama Hasan Ali Dzikruhus Salam menggantikan kedudukannya. Ia menghapus semua cara dan ajaran Hasan Ash-Shabaah dan mengikuti ajaran-ajaran aliran Bathiniyah.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt;Hal ini terus berjalan lancar hingga Holaku Khan dari dinasti Mongol menyerang Iran. Ia berhasil menguasai semua benteng pertahanan mazhab Ismailiyah dan menyamaratakannya dengan tanah. Setelah peristiwa itu berlalu, Aqa Khan Mahallati yang bermazhab Nazzariyah memberontak terhadap Qajar Syah. Di sebuah pertempuran yang terjadi di Kerman, ia kalah dan melarikan diri ke Bombay, India. Setelah sampai di Bombay, ia mulai menyebarkan ajaran-ajaran Nazzariyah. Ajaran-ajarannya sampai sekarang masih diikuti oleh penduduk di sana. Dengan ini, aliran Nazzariyah juga dikenal dengan sebutan “Aqa-khaniyah”.&lt;br /&gt;Musta’liyah adalah para pengikut Musta’li, salah seorang raja dinasti Fathimiyah yang pernah berkuasa di Mesir. Aliran ini akhirnya musnah pada tahun 557 H. Setelah beberapa tahun berlalu, sebuah aliran baru muncul di India yang bernama “Buhreh” (Buhreh adalah bahasa Gujarat yang berarti pedagang) dan meneruskan ajaran-ajaran Musta’liyah yang hingga sekarang masih memiliki pengikut.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt;Ø Duruziyah&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt;Pada mulanya Duruziyah adalah para pengikut setia para kahlifah dinasti Fathimiyah. Akan tetapi, ketika Khalifah keenam dinasti Fathimiyah memegang tampuk kekuasaan, atas ajakan Neshtegin Duruzi mereka memeluk aliran Bathiniyah. Mereka meyakini bahwa Al-Hakim Billah ghaib dan naik ke atas langit. Ia akan muncul kembali di tengah-tengah masyarakat.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt;Ø Muqanni’iyah&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt;Pada mulanya Muqanni’iyah adalah pengikut ‘Atha` Al-Marvi yang lebih dikenal dengan sebutan Muqanni’. Ia adalah salah seorang pengikut Abu Muslim Al-Khurasani. Setelah Abu Muslim meninggal dunia, ia mengaku bahwa ruhnya menjelma dalam dirinya. Tidak lama setelah itu, ia mengaku nabi dan kemudian mengaku dirinya Tuhan. Pada tahun 163 H., ia dikepung di benteng Kish yang berada di salah satu negara-negara Maa Wara`annahr. Karena yakin dirinya akan tertangkap dan akhirnya terbunuh, ia menyalakan api unggun lalu terjun ke dalamnya bersama beberapa orang pengikutnya. Para pengikutnya akhirnya menganut mazhab Ismailiyah yang beraliran faham Bathiniyah.&lt;br /&gt;c. Syi’ah Imamiah Itsna ‘Asyariyah&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt;Mayoritas Syi’ah adalah Syi’ah Imamiah Itsna ‘Asyariyah. Seperti yang telah disinggung di atas, mazhab ini memisahkan diri dari mayoritas muslimin setelah Rasulullah SAWW meniggal dunia dikarenakan dua faktor urgen yang tidak diindahkan oleh mayoritas muslimin kala itu. Dua faktor urgen tersebut adalah imamah (kepemimpinan) dan kewajiban untuk merujuk kepada Ahlul Bayt a.s. dalam segala bidang ilmu pengetahuan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt;Mereka meyakini bahwa Rasulullah SAWW adalah penutup semua nabi dan para imam a.s. tersebut –berdasarkan hadis-hadis mutawatir yang disabdakan olehnya– berjumlah dua belas orang, tidak lebih dan tidak kurang.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt;Mereka juga meyakini bahwa Al Quran mencakup semua hukum yang diperlukan oleh kehidupan manusia dan hukum-hukum tersebut tidak akan pernah mengalami perubahan dan renovasi. Bahkan hukum-hukum tersebut adalah kekal dan abadi hingga hari kiamat.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt;Dari sini dapat diketahui perbedaan mendasar antara Syi’ah Imamiah, Syi’ah Zaidiyah dan Syi’ah Ismailiyah. Syi’ah Zaidiyah meyakini bahwa imamah bukanlah hak prerogatif Ahlul Bayt a.s. dan para imam tidak berjumlah dua belas orang serta mereka tidak mengikuti fiqih Ahlul Bayt a.s. Sementara, Syi’ah Ismailiyah meyakini bahwa para imam berjumlah tujuh orang, Rasulullah SAWW bukanlah penutup para nabi dan hukum-hukum syari’at bisa dirubah. Bahkan –menurut keyakinan Bathiniyah– kewajiban manusia sebagai makhluk Allah (taklif) bisa dihapus total.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  &gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6171235794412361397-8361798193326707574?l=ulin21.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ulin21.blogspot.com/feeds/8361798193326707574/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ulin21.blogspot.com/2009/03/firqah-dalam-islam.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6171235794412361397/posts/default/8361798193326707574'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6171235794412361397/posts/default/8361798193326707574'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ulin21.blogspot.com/2009/03/firqah-dalam-islam.html' title='Firqah Dalam Islam'/><author><name>Abdullah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03122244876238200790</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6171235794412361397.post-3265700832806308366</id><published>2009-03-08T16:37:00.000+08:00</published><updated>2009-03-08T16:41:23.368+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel'/><title type='text'>Kontroversi Dzikir Bersama</title><content type='html'>&lt;p&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt;Sumber : http://artikelislami.wordpress.com/&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika saya hadir dalam acara dzikir bersama di masjid Istiqlal Jakarta tgl. 18 Agustus 2003, banyak telepon dan SMS ke handphone saya, yang menanyakan, menyesalkan, mengkritik dan mencerca tindakan saya menghadiri majelis tersebut. Namun ada pula yang senang dan gembira dengan penampilan saya di majelis tersebut. Dengan berbagai sorotan antara pro dan kontra terhadap kehadiran saya di majelis tersebut, saya merasa perlu untuk memberi keterangan di majalah yang kita sayangi ini, berbagai masalah yang mengganjal pikiran banyak orang. Semoga Allah membukakan hati kita untuk melihat yang benar itu adalah kebenaran dan kita diberi kekuatan untuk mengikutinya dan yang salah itu adalah salah serta kita diberi kekuatan untuk menjauhinya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt;MAJELIS DZIKIR DAN HALAQAH DZIKIR DALAM HADITS-HADITS NABI SHALLALLAHU `ALAIHI WA ALIHI WASALLAM&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt;Terdapat beberapa hadits-hadits Nabi shallallahu `alaihi wa alihi wasallam yang memberitakan keutamaan majelis-majelis dzikir dan halaqah-halaqah dzikir di sisi Allah Ta`ala. Juga hadits-hadits tersebut memberitakan adanya halaqah-halaqah dzikir di kalangan para Shahabat Nabi shallallahu `alaihi wa alihi wasallam di masa hidupnya Nabi Muhammad shallallahu `alaihi wa alihi wasallam . Hadits-hadits itu antara lain adalah sebagai berikut:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt;1). Keutamaan majelis dzikir:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt;Rasulullah shallallahu `alaihi wa alihi wasallam bersabda: “Sesungguhnya Allah mempunyai malaikat yang berputar-putar di jalan-jalan untuk mencari orang-orang yang berdzikir. Maka bila mereka mendapati satu kaum yang sedang berdzikir kepada Allah, maka mereka pun saling panggil-memanggil dengan menyatakan: Kemarilah kalian karena di sini ada yang kalian cari.”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt;Selanjutnya Nabi shallallahu `alaihi wa alihi wasallam menceritakan: “Maka para Malaikat itu merendahkan sayap-sayap mereka, demikian bertumpuk-tumpuk sampai ke langit terdekat (dengan bumi).”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt;Kata Nabi shallallahu `alaihi wa alihi wasallam : “Maka Tuhan mereka Yang Maha Agung dan Maha Mulia menanyai mereka –dan Dia lebih tahu dari mereka–: “Apa yang diucapkan oleh hamba-hamba-Ku?” Maka para malaikat itu menjawab: “Mereka bertasbih kepada-Mu (yakni mengucapkan subhanallah ), dan mereka bertakbir kepada-Mu (yakni mengucapkan Allahu akbar ), dan mereka bertahmid kepada-Mu (yakni mengucapkan alhamdulillah ), dan mereka mengagungkan Engkau.”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt;Kemudian Allah menanyai mereka para malaikat itu: “Apakah mereka yang berdzikir itu pernah melihat Aku?” Para Malaikat pun menjawab: “Tidak, demi Allah mereka tidak pernah melihat Engkau.” Allah menanyakan lagi: “Bagaimana seandainya mereka melihat Aku.” Maka para Malaikat pun menyatakan: “Seandainya mereka melihat Engkau, niscaya ibadah mereka kepada-Mu akan lebih kuat, dan mereka akan lebih kuat semangatnya dalam mengagungkan-Mu, dan lebih banyak bertasbih kepada-Mu.”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt;Kemudian Allah menanyai para malaikat itu: “Maka apakah yang diminta dari-Ku?” Para malaikat pun menjawab: “Mereka meminta dari-Mu surga.” Allah bertanya lagi kepada para Malaikat-Nya: “Apakah mereka pernah melihatnya?” Dijawab: “Tidak pernah mereka melihatnya demi Allah wahai Tuhan.” Selanjutnya Allah bertanya lagi: “Bagaimana pula kalau mereka pernah melihatnya?” Dijawab: “Seandainya mereka pernah melihatnya, niscaya mereka akan lebih besar keinginannya untuk mendapatkannya, dan lebih kuat semangatnya untuk memintanya serta lebih semangat untuk mencapainya.” Allah bertanya lagi: “Dan apakah yang mereka berlindung daripadanya?” Para Malaikat itu menjawab: “Mereka memohon perlindungan kepada-Mu dari api neraka.” Ditanyakan pula oleh-Nya: “Apakah mereka pernah melihatnya?” Dijawab: “Tidak, demi Allah mereka belum pernah melihatnya.” Kemudian Allah menanyakan lagi: “Bagaimana pula kalau seandainya mereka pernah melihatnya?” Dijawab: “Mereka akan lebih kuat semangat larinya dan akan lebih takut daripadanya.” Maka Allah menyatakan kepada para Malaikat itu: “Aku jadikan kalian sebagai saksi, bahwa Aku mengampuni dosa-dosa mereka.” Maka berkatalah salah satu dari para Malaikat itu: “Di majelis dzikir itu ada si fulan yang sesungguhnya bukan dari mereka yang berdzikir itu. Dia datang ke majelis itu untuk satu keperluan.” Allah-pun menjatakan: “Mereka itu adalah majelis yang tidak akan celaka siapa pun yang duduk di majelis itu.” (HR. Bukhari dalam Shahih nya, lihat Fathul Bari juz 11 hal. 208 no hadits 6408 Kitabud Da’awaat bab Fadl-lu Dzikrillahi `Azza wa Jalla )&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt;2). Halaqah dzikir yang dilakukan oleh para Shahabat Nabi shallallahu `alaihi wa alihi wasallam dan dipuji oleh beliau shallallahu `alaihi wa alihi wasallam :&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt;Abu Said Al-Khudri radliyallahu `anhu menceritakan: Mu’awiyah bin Abi Sufyan pernah keluar dari rumahnya menuju masjid, dan mendapati di masjid itu halaqah (posisi duduk segerombol orang dengan formasi lingkaran). Maka Mu’awiyah menanyai mereka: “Untuk apa kalian duduk-duduk di sini?” Mereka pun menjawab: “Kami duduk untuk berdzikir kepada Allah.” Mua’wiyah pun mengulang pertanyaannya sembari memastikan: “Demi Allah kalian tidak duduk di sini kecuali untuk itu?” Mereka pun menjawab: “Demi Allah, kami tidak duduk di sini kecuali untuk itu.” Maka Mu’awiyah menyatakan kepada mereka: “Tidaklah aku meminta kalian bersumpah karena aku mencurigai kejujuran kalian. Dan tidaklah ada seorang pun yang kedudukannya dekat dengan Nabi yang lebih sedikit dariku dalam meriwayatkan hadits Nabi. Dan sesungguhnya Nabi shallallahu `alaihi wa alihi wasallam pernah di suatu hari keluar dari kamarnya ke masjid beliau dan mendapati satu halaqah dari para Shahabat beliau. Maka beliau pun menanyakan kepada mereka yang duduk di halaqah itu: ((“Mengapa kalian duduk di sini?”)) Mereka pun menjawab: ((“Kami duduk di sini adalah untuk berdzikir kepada Allah dan bertahmid kepada-Nya karena Dia telah menunjuki kami kepada Islam dan telah memberi kami kenikmatan dengan agama ini.”)).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt;Kemudian Rasulullah shallallahu `alaihi wa alihi wasallam mengatakan kepada mereka: ((“Demi Allah kalian tidak duduk di sini kecuali untuk keperluan itu?”)). Maka merekapun segera menjawab: ((“Demi Allah kami tidak duduk di sini kecuali untuk keperluan tersebut.”)). Setelah mendapat jawaban demikian beliau pun menyatakan kepada mereka: ((“Ketahuilah, sesungguhnya aku tidaklah meminta kalian bersumpah karena aku mencurigai kalian. Akan tetapi, telah datang kepadaku malaikat Jibril. Dia memberitahukan kepadaku bahwa Allah Yang Maha Agung dan Maha Mulia telah berbangga dengan majelis kalian di hadapan para Malaikat-Nya.” (HR. Muslim dalam Shahih nya juz 17 hal. 190 Kitab Adz-Dzikir wad Du’a wat Taubah wal Istighfar , Bab Fadl-lul Ijtima’ `ala Tilawatil Qur’an wa `ala Adz-Dzikri . Hadits ke 2701/40).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt;3). Nabi shallallahu `alaihi wa alihi wasallam Memerintahkan Kita untuk Duduk di Halaqah-Halaqah Ddzikir&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt;“Apabila kalian melewati taman-taman surga, maka hendaklah kalian bersenang-senang padanya.” Para Shahabat beliau bertanya: “Wahai Rasulallah, apakah yang engkau maksud dengan taman-taman surga?” Beliau pun menjawabnya: “Halaqah-halaqah dzikir.” (HR. At-Tirmidzi dalam Sunan nya juz 5 hal. 498 Kitabud Da`awat bab Ma Ja`a fi Aqdit Tasbih bil Yadi no hadits 3510 dari Anas bin Malik radliyallahu `anhu )&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt;Demikianlah tiga hadits dari sekian banyak hadits shahih yang menegaskan keutamaan majelis dzikir dan adanya majelis dan halaqah dzikir di kalangan para Shahabat Nabi shallallahu `alaihi wa alihi wasallam . Bahkan Nabi shallallahu `alaihi wa alihi wasallam memerintahkan untuk ikut duduk di halaqah dzikir itu.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt;MAKNA MAJELIS ATAU HALAQAH DZIKIR&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt;Tentang makna majelis dzikir dan halaqah dzikir yang disebutkan dalam hadits-hadits tersebut di atas, telah diterangkan oleh Al-Imam Al-Hafidh Ahmad bin Ali bin Hajar Al-Asqalani rahimahullah (wafat th. 852 H) dalam Fathul Bari nya jilid 11 hal. 209 sebagai berikut: “Dan yang dimaksud dengan dzikir di sini ialah membawakan lafadh-lafadh yang telah diriwayatkan anjuran untuk melafadhkannya dan memperbanyak mengucapkannya, seperti lafadh-lafadh yang dinamakan Al-Baqiyatus Shalihat, yaitu ucapan subhanallah wal hamdulillah wala ilaha illallah wallahu akbar , dan lafadh-lafadh yang digabungkan dengannya seperti Al-Hauqalah (yaitu ucapan La haula wala quwwata illa billah ), Al-Basmalah (yaitu ucapan bismillahir rahmanir rahim ), Al-Hasbalah (yaitu ucapan hasbunallah wani’mal wakil ), dan Al-Istighfar (yaitu ucapan astaghfirullah ) dan semisal itu serta doa meminta kebaikan dunia dan akherat. Diistilahkan dengan sebutan dzikir kepada Allah pula bila orang terus-menerus menjalankan amalan yang diwajibkan atau disunnahkan, seperti membaca Al-Qur’an dan membaca hadits, mempelajari ilmu agama, dan shalat sunnah.”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt;Kemudian Ibnu Hajar menambahkan di halaman 213:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt;“Dan dalam hadits ini terdapat keterangan yang menunjukkan keutamaan dzikir dan keutamaan orang-orang yang berdzikir. Dan juga menunjukkan keutamaan berkumpul untuk berdzikir. Diterangkan pula bahwa orang yang duduk bersama mereka yang berkumpul dalam rangka berdzikir itu adalah dianggap termasuk dari orang-orang yang berkumpul untuk berdzikir dalam segala keutamaan yang Allah berikan kepada mereka, sebagai kemuliaan bagi mereka walaupun orang yang duduk di situ tidak ikut dalam pokok amalan dzikir yang dilakukan di situ.”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt;BEBERAPA PENGINGKARAN PARA ULAMA’ TERHADAP MAJELIS DZIKIR DAN HALAQAH DZIKIR&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt;Kita perlu memahami beberapa pengingkaran para Ulama’ terhadap berbagai majelis dzikir yang ada di zaman beliau-beliau itu. Agar kita mengerti duduk permasalahan yang sesungguhnya seputar masalah ini. Untuk itu saya nukilkan berbagai pengingkaran tersebut sebagai berikut :&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt;1). Al-Imam Abu Muhammad Abdullah bin Abdurrahman bin Al-Fadlel bin Bahram Ad-Darimi rahimahullah (meninggal pada th. 255 H) dalam Sunan nya membawakan sebuah riwayat pengingkaran Shahabat Nabi shallallahu `alaihi wa alihi wasallam bernama Abdullah bin Mas’ud radliyallahu `anhu terhadap halaqah-halaqah dzikir yang ada di jaman beliau. Riwayat tersebut adalah sebagai berikut:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt;“Telah menceritakan kepada kami Al-Hakam bin Al-Mubarak, dia mengatakan: Telah menceritakan kepada kami Umar bin Yahya, dia mengatakan: Aku telah mendengar ayahku yang menceritakan apa yang didengarnya dari ayahnya, dia menyatakan: Kami sedang duduk di depan pintu rumah Abdullah bin Mas’ud menjelang shalat subuh. Kebiasaannya bila beliau keluar dari rumahnya, kami pun berjalan bersamanya ke masjid untuk shalat berjama’ah di sana. Di saat kami sedang menunggu Abdullah bin Mas’ud keluar dari rumahnya, tiba-tiba datanglah Abu Musa Al-Asy’ari dan beliau bertanya kepada kami: “Apakah Abu Abdurrahman telah keluar menemui kalian?” Kami pun menjawab: “Belum.” Maka Abu Musa akhirnya duduk bersama kami di depan pintu rumah Abdullah bin Mas’ud sampai beliau keluar dari rumah untuk menuju masjid. Ketika beliau keluar, kami semua berdiri menyambutnya. Maka Abu Musa pun menyatakan kepadanya: “Wahai Aba Abdirrahman, aku barusan melihat di masjid suatu kejadian yang engkau ingkari, akan tetapi aku tidak melihatnya alhamdulillah kecuali kebaikan.” Maka beliau pun bertanya: “Apakah kejadian yang engkau maksudkan?” Abu Musa menjawab: “Bila engkau sampai di masjid engkau akan melihatnya. Aku melihat di sana ada sekelompok orang yang duduk berhalaqah-halaqah untuk menanti shalat. Pada setiap halaqah itu ada seorang pria yang memimpin mereka dan di tangan mereka ada batu kerikil. Pimpinan mereka berkata: ((“Bertakbirlah seratus kali.”)). Maka mereka pun bertakbir seratus kali. Kemudian pimpinan mereka menyatakan: ((“Bertahlillah seratus kali!”)), maka mereka pun bertahlil seratus kali. Selanjutnya pimpinan mereka menyatakan: ((“Bertasbihlah seratus kali!”)), maka mereka pun bertasbih seratus kali.” Abdullah bin Mas’ud kemudian menyatakan kepada Abu Musa: “Lalu apa yang engkau katakan kepada mereka?” Abu Musa menjawab: “Aku tidak berkata apapun kepada mereka, karena aku menanti pendapatmu dan perintahmu.” Ibnu Mas’ud mengatakan: “Tidakkah sebaiknya engkau perintahkan kepada mereka untuk menghitung kejelekan-kejelekan mereka dan engkau katakan kepada mereka bahwa kebaikan mereka itu sesungguhnya terjamin dan tidak akan disia-siakan.” Kemudian Abdullah bin Mas’ud berjalan menuju masjid dan kami pun berjalan bersamanya. Ketika beliau masuk masjid dan mendatangi satu halaqah dari halaqah mereka itu, beliau pun berdiri di hadapan mereka sembari beliau menyatakan kepada mereka: “Perbuatan apa ini yang aku lihat sedang kalian lakukan?” Maka mereka pun menjawab: “Wahai Aba Abdir Rahman, ini adalah kerikil yang kami pakai untuk menghitung takbir, tahlil dan tasbih kami.” Maka Abdullah bin Mas’ud menyatakan kepada mereka: “Hendaklah kalian menghitung kejelekan-kejelekan kalian, karena kita menjamin bahwa kebaikan-kebaikan kalian tidak akan hilang sia-sia sedikit pun. Celaka kalian wahai Ummat Muhammad, betapa cepatnya kebinasaan kalian. Para Shahabat Nabi kalian masih ada dan baju Nabi masih belum rusak dan bejana-bejana peninggalan beliau masih belum pecah. Demi yang diriku ada ditangan-Nya, sesungguhnya kalian dalam keadaan salah satu dari dua kemungkinan, apakah kalian dalam keadaan lebih baik dari agama yang diajarkan oleh Muhammad shallallahu `alaihi wa wasallam (dan yang demikian itu tidak mungkin terjadi, pent), atau kalian sedang membuka pintu kesesatan.” Mereka yang duduk di halaqah tersebut menyatakan kepada Abdullah bin Mas’ud: “Demi Allah, kami tidak menginginkan kecuali kebaikan wahai Aba Abdirrahman.” Maka beliau pun menyatakan: “Betapa banyaknya orang yang menginginkan kebaikan tetapi tidak bisa mencapainya selama-lamanya. Sesungguhnya Rasulullah shallallahu `alaihi wa alihi wasallam telah menceritakan kepada kami bahwa akan adanya kaum yang membaca Al-Qur’an tetapi bacaannya tidak melampaui kerongkongan mereka. Demi Allah, saya tidak tahu barangkali mayoritas mereka itu adalah kalian.” Kemudian Abdullah bin Mas’ud berpaling dari mereka setelah menasehati mereka.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt;Amer bin Salamah berkata: “Kami melihat setelah itu bahwa mayoritas orang-orang yang duduk-duduk di halaqah-halaqah itu adalah orang-orang dari kalangan Khawarij yang memerangi kami di peperangan Nahrawan.” Demikian riwayat ini dibawakan oleh Al-Imam Ad-Darimi dalam Sunan nya jilid 1 hal. 68 – 69.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt;Riwayat ini menegaskan pengingkaran Abdullah bin Mas’ud terhadap cara berdzikir yang ada di halaqah tersebut. Yaitu menghitung dzikir dengan batu yang dinilai oleh beliau sebagai amalan bid’ah, dan bukan pengingkaran terhadap dzikir bersama yang dilakukan padanya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt;2). Al-Hafidh Al-Imam Jamaluddin Abil Faraj Abdurrahman bin Al-Jauzi Al-Baghdadi rahimahullah (wafat th. 597 H) menerangkan dalam kitab beliau Talbis Iblis halaman 393 sebagai berikut:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt;“Dan iblis sungguh telah menipu sebagian besar orang awam yang hadir di majelis-majelis dzikir. Mereka ikut menangis di dalamnya dan mereka menganggap bahwa hanya dengan begitu telah cukup dalam mencapai keutamaan majelis dzikir. Seandainyalah mereka tahu bahwa yang dituju dengan menghadiri majelis dzikir itu ialah untuk beramal dengan ilmu yang diterangkan padanya. Bila seseorang tidak beramal dengan ilmu yang dia dengar, maka apa yang didengarnya itu akan menjadi saksi yang memberatkannya di hari kiamat. Dan sungguh aku mengetahui adanya sekelompok orang yang menghadiri majelis-majelis dzikir sejak bertahun-tahun dan mereka menangis padanya dan mereka menghadirinya dengan penuh kekhusyu’an. Tetapi tak seorang pun dari mereka ini berubah dari kebiasaan yang biasa mereka perbuat yaitu perbuatan riba, menipu dalam berjual beli serta tidak berubah pula kejahilannya tentang rukun-rukun shalat. Juga tidak berubah dari kebiasaan ber ghibah (menggunjing) terhadap kaum Muslimin dan durhaka kepada kedua orang tua. Mereka yang demikian keadaannya itu telah ditipu oleh iblis dengan menampakkan kepada mereka bahwa menghadiri semata majelis dzikir itu dan menangis padanya akan menghapuskan dosa-dosanya. Aku berpandangan, seandainyalah mereka menghadiri majelis-majelisnya para Ulama’ dan orang-orang shalih, niscaya ia akan menggugurkan dosa-dosa mereka. Sebagian orang-orang yang hadir di majelis dzikir itu disibukkan dengan berangan-angan dalam keharusan bertaubat dari kemaksiyatan kepada Allah sehingga mereka tertunda-tunda untuk bertaubat dari dosa mereka. Sebagiannya lagi, adanya orang-orang yang menghadiri majelis dzikir itu untuk sekedar senang mendengar ungkapan yang ada padanya tetapi mereka terus-menerus saja mengabaikan keharusan beramal.”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt;Maka yang dikecam oleh Ibnul Jauzi disini adalah orang-orang yang tidak mendapatkan manfaat apa-apa dari majelis dzikir itu. Tidak mendapatkan tambahan ilmu dan tidak pula mendapatkan tambahan amal. Jadi bukanlah beliau mengecam majelis dzikir tersebut, tetapi yang dikecamnya adalah orang-orang yang hadir padanya tetapi tidak berubah ilmu dan amalnya kepada kebaikan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt;3). Syaikhul Islam Ahmad bin Abdul Halim bin Abdus Salam bin Taimiyah rahimahullah (wafat th. 728 H) menerangkan berbagai kemungkaran yang terjadi pada majelis-majelis dzikir sebagai berikut:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt;“Adapun dzikir dengan menyebut nama Allah semata, baik penyebutan namanya secara langsung (yaitu seperti menyebut lafadh Allah, Allah, Allah, Allah…., pent) ataukah dengan menyebut dlamir nya (yaitu lafadh pengganti seperti menyebut lafadh Hua, Hua, Hua, Hua yang artinya ialah Dia, Dia, Dia, Dia…., pent) adalah perbuatan bid’ah dalam Syariat ini. Juga secara bahasa dan perkataan Arab, kalimat tersebut salah. Karena nama tunggal (yakni penyebutan nama semata tanpa digandengkan dengan kata yang lainnya, pent) bukanlah ia sebagai kalimat pernyataan iman dan bukan pula kalimat pernyataan kufur.” Majmu’ Fatawa Ibnu Taimiyah jilid 10 halaman 398.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt;Syeikhul Islam banyak membahas majelis yang sering dinamakan Majelis As-Sima’ atau terkenal juga dengan majelis yang padanya dibacakan ayat-ayat Al-Qur’an dan hadits-hadits Nabi shallallahu `alaihi wa alihi wasallam serta bait-bait syair yang dinyanyikan dengan irama-irama tertentu. Beliau mengingatkan adanya kemungkaran dalam majelis-majelis demikian, seperti penabuhan gendang dan alat-alat musik lainnya, bertepuk-tepuk tangan, bersiul-siul, dan berteriak-teriak dalam berdzikir kepada Allah. Juga dzikir yang mengandung lafadh tawassul yang syirik serta bid’ah. Semua hal tersebut adalah perkara-perkara yang diingkari oleh para ulama Ahlus Sunnah wal Jama’ah. (lihat Majmu’ Fatawa Ibnu Taimiyah jilid 10 dan 11).&lt;br /&gt;Semua pengingkaran para Ulama’ sebagaimana tersebut, telah saya pelajari dan ketika semua itu saya teliti pada majelis dzikir yang dipandu oleh saudara Muhammad Arifin Ilham, hal-hal kemungkaran tersebut tidak saya dapati dan bila kadang-kadang terdapat pada sebagian yang hadir, maka pemandu segera menegurnya dan melarangnya. Ini yang saya saksikan pada mereka. Adapun berkenaan dengan dzikir yang disuarakan bersama dan dikomandoi dengan satu komando, hal ini ada catatan tersendiri berkenaan pengingkaran kepadanya oleh Al-Imam As-Syathibi rahimahullah untuk kita telaah secara ilmiah.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt;Satu-satunya dasar penilaian tentang bid’ahnya dzikir bersama itu sesungguhnya hanyalah apa yang dikemukakan oleh Al-`Allamah Abu Ishaq Ibrahim bin Musa bin Muhammad Al-Lakhmi As-Syathibi (beliau meninggal dunia pada th. 790 H, rahimahullah wa askanahu fi jannatihi ) dalam kitab beliau Al-I’tisham . Beliau menerangkan padanya:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt;“Dimanakah di dalam Al-Kitab (yakni Al-Qur’an, pent) atau di dalam As-Sunnah (yakni Al-Hadits, pent) yang memberitakan adanya perkumpulan orang untuk berdzikir dengan satu suara disertai suara yang terang dan keras. Padahal sungguh Allah Ta`ala telah berfirman: (artinya) Berdoalah kepada Tuhanmu dengan merendah diri dan dengan tersembunyi. Sesungguhnya Dia tidak suka kepada orang yang melampaui batas. ( Surat Al-A’raf 55). Dan orang-orang yang melampaui batas sebagai disebutkan di ayat ini adalah orang-orang yang mengeraskan suara dalam berdoa.”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt;Selanjutnya As-Syathibi menukilkan sebuah riwayat:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt;“Dan dari Abi Musa, beliau menyatakan: “Pernah kami bersama Nabi shallallahu `alaihi wa alihi wasallam dalam satu perjalanan. Waktu itu orang-orang pun menyuarakan dengan terang ucapan takbir. Maka Nabi shallallahu `alaihi wa alihi wasallam bersabda: .”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt;Kemudian beliau menerangkan sebagai berikut:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt;“Dan hadits ini adalah tafsir yang sempurna bagi ayat tersebut (yakni ayat ke 55 surat Al-A’raf, pent). Padahal para Shahabat tidaklah mengeraskan suara dengan satu suara secara serempak. Akan tetapi Beliau melarang mereka untuk meninggikan suara, agar mereka menunaikan perintah ayat ini. Dan telah datang riwayat dari Salaf pula, adanya larangan untuk berkumpul dalam rangka berdzikir dan berdoa dengan model seperti yang dilakukan oleh mereka para ahli bid’ah. Dan juga telah datang larangan dari mereka para Salaf, untuk menjadikan masjid-masjid sebagai tempat untuk menjalankan amalan itu (yakni dzikir dan doa bersama itu, pent). Yaitu sebagai tempat yang diistilahkan sebagai Rubat yang menyerupai As-Suffah (yakni tempat tinggalnya para Shahabat Nabi yang tidak punya tempat tinggal di Al-Madinah setelah hijrah kepadanya, pent). Disebutkan yang melarang demikian dari kalangan Salaf itu adalah Ibnu Wahhab dan Ibnu Wadldlah dan selain dari keduanya, yang semestinya mencukupi bagi mereka yang diberi taufiq oleh Allah.” Demikian As Syathibi menerangkan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt;Yang ditentang oleh Al-`Allamah As-Syathibi dalam perkara dzikir bersama, bila disimpulkan dari keterangan di atas ialah dua perkara:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt;1). Dzikir dan doa yang dilakukan dengan bersuara. Jadi mestinya dzikir itu dilakukan dengan tanpa suara.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt;2). Dzikir dan doa yang dilakukan dengan satu komando dan bersama-sama. Jadi seharusnya dilakukan dengan sendiri-sendiri.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt;Perlu pembaca pahami bahwa dalam beragama itu haruslah dilakukan dengan berdasarkan dalil syar’i yaitu dalil dari Al-Qur’an dan As-Sunnah. Adapun omongan selain keduanya tidak dapat dinamakan dalil agama. Hal ini telah ditegaskan oleh Rasulullah shallallahu `alaihi wa alihi wasallam dalam sabdanya sebagai berikut:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt;“Aku tinggalkan di kalangan kalian dua perkara. Kalian tidak akan sesat, selama kalian berpegang dengan keduanya. Yaitu Kitab Allah (yakni Al-Qur’an, pent) dan Sunnah Rasul-Nya (Yakni Al-Hadits –pent).” (HR. Malik secara mursal dan Al-Hakim dari Ibnu Abbas radliyallahu `anhu . Al-Syaikh Al-Albani menghasankannya dalam As-Shahihah 1761)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt;Rasulullah shallallahu `alaihi wa alihi wasallam membimbing kita untuk berpegang dengan Sunnah para Khulafa’ur Rasyidin dalam memahami Al-Qur’an dan Al-Hadits, yaitu pemahaman dan pengamalan beliau-beliau terhadap keduanya. Hal ini telah dinyatakan oleh Rasulullah shallallahu `alaihi wa alihi wasallam sebagai berikut:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt;“Maka sesungguhnya siapa dari kalian yang hidup sepeninggalku, dia akan melihat perselisihan yang banyak. Oleh karena itu wajib kalian berpegang dengan sunnahku dan sunnah para khulafa’ rasyidin sepeninggalku. Gigitlah ia dengan gigi gerahammu.” (HR. Abu Dawud dalam Sunannya juz 4 hal. 200 bab Fi Luzumil Sunnah no. 4607 dari Irbadl bin Sariyah, dan Ahmad dalam Musnad nya juz 4 hal. 126 – 127, At-Tirmidzi bab Ma Ja`a fil Akhadzi bis-Sunnah wajtanaabul Bida` juz 5 hal. 44 no. 2676, Ibnu Majah bab Ittiba’u Sunnatal Khulafaa’ juz 1 hal. 15 – 16 no. 42 – 44 dan Ibnu Jarir dalam Jamu’ul Bayan 212, Ad-Darimi dan Al-Baghawi dan Ibnu Abi `Ashim dalam As-Sunnah juz 1 hal. 205 no. 102)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt;Dengan demikian, kita tidak boleh mencukupkan diri dengan pernyataan para Ulama’ untuk menghukumi suatu masalah tanpa meneliti dalil yang dikemukan dalam pernyataan itu. Karena setiap Ulama’ tidak akan lepas dari kemungkinan salah dalam fatwanya, sebagaimana biasanya manusia biasa. Tabiat salah pada manusia itu telah diterangkan oleh Rasulullah shallallahu `alaihi wa alihi wasallam dalam sabda beliau sebagai berikut:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt;“Semua anak Adam banyak bersalah, dan sebaik-baik orang yang banyak bersalah adalah yang banyak bertaubat.” (HR. Ahmad )&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt;Maka dengan berdasarkan sabda beliau ini, Al-Imam Malik bin Anas rahimahullah menyatakan:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt;“Semua omongan, bisa diambil dan bisa ditolak. Kecuali omongan penghuni kubur ini”. Sembari beliau mengisyaratkan jari telunjuknya ke kubur Rasulullah shallallahu `alaihi wa alihi wasallam .(Atsar riwayat Ibnu Abdul Hadi dalam Irsyadus Suluk juz 1 hal. 227 dan Ibnu Abdil Bar dalam al-Jami` juz 2 / 91)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt;Demikian pula sikap kita terhadap keterangan Al-`Allamah As-Syathibi rahimahullah dalam perkara ini. Kita memeriksa dalil-dalil beliau dengan bimbingan para Ulama’ sehingga kita memandang segala sesuatu itu dengan cara ilmiah dan bukan ikut-ikutan sebagai simbol beragama Ahlus Sunnah wal Jamaah. Maka keterangan As-Syathibi bila kita periksa dengan keterangan para Ulama’ yang lainnya adalah sebagai berikut:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt;1). Tentang dzikir dengan bersuara yang dianggap oleh beliau sebagai perbuatan bid’ah, maka dalam hal ini ada hadits dan keterangan Ulama’ yang menyelisihi beliau. Adapun haditsnya adalah sebagai berikut:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt;“Rasulullah shallallahu `alaihi wa alihi wasallam bersabda: Allah Ta`ala berfirman: Aku sesuai dengan dugaan hamba-Ku terhadap-Ku. Dan Aku bersama hamba-Ku apabila dia berdzikir kepada-Ku. Maka bila hamba-Ku berdzikir kepada-Ku dengan tersembunyi pada dirinya, maka Aku akan mengingatnya dengan sendirian. Dan bila hamba-Ku berdzikir kepada-Ku di depan halayak ramai, maka Aku akan menyebutnya di hadapan halayak yang lebih dari halayaknya.” (HR. Bukhari dari Abu Hurairah radliyallahu `anhu dan Muslim dalam Shahih keduanya).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt;Dalam menjelaskan makna hadits ini, Al-Hafidh Ibnu Hajar Al-Asqalani rahimahullah menerangkan: “Yang dimaksud dengan berdzikir di depan khalayak ramai itu adalah berdzikir dengan berjamaah.”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt;Kemudian beliau menerangkan lebih lanjut: “Sebagian Ulama’ mengatakan bahwa dari hadits ini diambil pengertian bahwa dzikir khafiy (yakni dengan tersembunyi, pent) itu lebih utama dari dzikir jahriy (yakni berdzikir dengan bersuara).” Demikian Ibnu Hajar menerangkan. Maka dari apa yang dinukil oleh Ibnu Hajar tersebut, dan juga dari ijtihad beliau sendiri dari hadits ini, kita dapat kejelasan bahwa dzikir dengan bersuara itu bukanlah sesuatu yang terlarang. Tetapi dzikir dengan tersembunyi tanpa bersuara itu yang lebih utama dari dzikir dengan bersuara. Juga kita mendapati pengertian bahwa Ibnu Hajar telah berijtihad dengan mengambil pengertian dari hadits ini, bahwa dzikir itu ada yang dilakukan dengan sendiri-sendiri dan ada pula dengan berjamaah.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt;Adapun dalil yang dikemukakan oleh As-Syathibi yang daripadanya diambil pengertian beliau bahwa dzikir dengan bersuara itu adalah terlarang, lebih-lebih lagi kalau dilakukan dengan berjama’ah, maka pengertian tersebut perlu ditinjau kembali dengan keterangan para Ulama’ yang lainnya. Dalam hal ini saya nukilkan keterangan Al-Imam An-Nawawi rahimahullah dalam menerangkan pengertian hadits tersebut:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt;“Maka dalam hadits ini ada anjuran untuk merendahkan suara dalam berdzikir apabila tidak ada keperluan untuk mengeraskannya. Karena bila dzikir itu dilirihkan suaranya, maka akan lebih utama dalam memuliakan dan mengagungkan Allah. Tetapi bila diperlukan untuk mengeraskannya, maka dzikir itupun dikeraskan, sebagaimana hal ini ditunjukkan oleh beberapa hadits.” Demikian Al-Imam An-Nawawi rahimahullah menerangkan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt;2). Telah diriwayatkan oleh Ibnu Abbas radliyallahu `anhuma , bagaimana para Shahabat Nabi shallallahu `alaihi wa alihi wasallam berdzikir ketika selesai menunaikan shalat. Riwayatnya adalah sebagai berikut ini:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt;“Ibnu Abbas radliyallahu `anhuma menceritakan adanya dzikir sesudah shalat dengan suara yang keras di jaman Nabi shallallahu `alaihi wa alihi wasallam . Ibnu Abbas menyatakan: Aku mengerti kalau orang-orang itu telah selesai menunaikan shalat ketika aku mendengar suara dzikir itu.” (HR. Bukhari dan Muslim dalam Shahih keduanya).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt;Ibnu Hajar Al-Asqalani rahimahullah menerangkan: “Dalam hadits ini menunjukkan bolehnya mengeraskan suara ketika berdzikir sesudah shalat.”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt;Syaikh Abdul Aziz bin Baaz rahimahullah menerangkan tentang komentar Ibnu Hajar tersebut di atas sebagai berikut: “Seandainya Ibnu Hajar menyatakan: ‘Dalam hadits ini menunjukkan disyariatkannya dzikir dengan suara keras, niscaya tentu lebih benar lagi.”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt;Demikianlah dalil kedua ini juga menunjukkan bahwa suara gemuruh takbir sesudah menunaikan shalat berjama’ah lima waktu. Maka tentunya dengan dalil ini, gugurlah pendapat As-Syathibi yang melarang dikeraskannya suara dzikir.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt;3). Riwayat Ibnu Mas’ud tentang larangan beliau terhadap sekelompok orang yang melakukan halaqah dzikir di Masjid dengan dipimpin oleh seorang dalam melafadhkan kalimat-kalimat dzikir sesungguhnya adalah riwayat yang lemah. Padahal riwayat ini adalah satu-satunya dalil bagi As-Syathibi rahimahullah untuk menganggap bid’ahnya dzikir berjamaah. Kelemahan riwayat tersebut keterangannya adalah sebagai berikut:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt;a). As-Syathibi menyatakan: “Telah diriwayatkan oleh Ibnu Wadl-dlah dari Al-A’masy dari sebagian sahabat beliau: Abdullah bin Mas’ud lewat pada seorang yang sedang bercerita di depan para murid-muridnya dan orang ini menyatakan kepada mereka: . Maka berkatalah Abdullah:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt;Kelemahan riwayat ini karena dalam sanadnya terdapat rawi (yakni nara sumber) yang tidak diketahui, yaitu Al-A’masy tidak menyebutkan nama dari siapa beliau mendapatkan riwayat ini.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt;b). As-Syathibi menyatakan: “Dan telah diriwayatkan pula daripadanya bahwa seorang pria mengumpulkan orang-orang (di satu majlis) kemudian orang ini menyatakan kepada mereka: . Maka orang-orang di majlis itu pun mengucapkannya. Kemudian dia menyatakan kepada mereka: . Maka orang-orang di majlis itu mengatakannya. Maka lewatlah di hadapan mereka Abdullah bin Mas’ud radliyallahu `anhu , maka beliau menyatakan kepada mereka:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt;Riwayat ini juga diriwayatkan oleh Ibnu Wadl-dlah dalam kitab beliau Al-Bida’ dalam riwayat ke 20 dari jalan Al-Auza’i yang mendapatkan riwayat ini dari Abdah bin Abi Lubabah. Dan riwayat ini juga lemah karena Abdah ini tidak pernah bertemu Ibnu Mas’ud sehingga sanad riwayat ini tidak sambung sampai ke Ibnu Mas’ud.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt;c). Selanjutnya As-Syathibi menerangkan: “Dan diriwayatkan pula oleh Ibnu Wadldlah bahwa sekelompok orang di Kufah bertasbih dengan batu kerikil di Masjid. Maka Ibnu Mas’ud mendatangi mereka dan didapati setiap orang dari mereka membawa sekantong batu kerikil. Maka mereka terus-menerus menghitung bilangan dzikir mereka dengan kerikil itu sampai Ibnu Mas’ud mengusir mereka dari masjid, sembari menyatakan: “Sungguh kalian telah membikin perbuatan bid’ah dan kedhaliman, apakah kalian menyangka bahwa kalian lebih berilmu dari para Shahabat Nabi Muhammad shallallahu `alaihi wa alihi wasallam .”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt;Riwayat ini juga lemah karena sanadnya terputus, berhubung rawi yang menjadi nara sumber berita tentang peristiwa tersebut bernama Sayyar Abul Hakam. Beliau ini tidak ketemu Ibnu Mas’ud yang berarti beliau tidak menyaksikan sendiri peristiwa tersebut. Akan tetapi ia mendengarnya dari nara sumber yang lainnya yang tidak disebutkan dalam riwayat ini. Sehingga riwayat ini dilemahkan oleh para Ulama.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt;Maka dengan kenyataan bahwa segenap riwayat pengingkaran Ibnu Mas’ud terhadap dzikir dengan berjamaah ini lemah, maka penilaian As-Syathibi tentang bid’ahnya perbuatan tersebut sangat dipertanyakan sisi akurasi keilmiahannya . Juga dengan kenyataan beberapa hadits shahih yang memberitakan adanya dzikir dengan bersuara, maka pendapat As-Syathibi yang mengatakan bahwa berdzikir itu haruslah dengan tanpa suara, adalah pendapat yang amat diragukan kebenarannya . Lalu kalau memang demikian, apakah pantas pendapat yang demikian ini dijadikan landasan dalam memvonis pelaku dzikir berjamaah itu sebagai ahli bid’ah atau orang yang melakukan perbuatan bid’ah? Tentu yang demikian ini tidak bisa diterima dalam prinsip Ahlus Sunnah wal Jama’ah. Adapun pendapat dan ijtihad Al-`Allamah As-Syathibi rahimahullah , tentu amat kita hargai sebagai suatu ijtihad. Namun kita dilarang ber taqlid (yakni mengikut dengan membabi buta) kepada As-Syathibi atau kepada siapapun. Dan yang terpenting pula dalam perkara ini ialah: janganlah kita membiasakan diri untuk bermudah-mudah memvonis satu perbuatan sebagai bid’ah atau bahkan memvonis orang sebagai ahli bid’ah. Tetapi seharusnya kita berupaya mengembangkan penelitian dan pemeriksaan terhadap keterangan para Ulama dalam segala masalah, sebelum pada akhirnya kita memutuskan dengan penuh keyakinan ilmiah tentang benar atau tidaknya masalah atau pendapat itu. Kalau ternyata kita tidak mampu melakukan penelitian terhadap keterangan para Ulama itu, maka sebaiknya kita diam dan tidak mengatakan apapun tentangnya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt;KRITIK DAN SARAN UNTUK SAUDARA MUHAMMAD ARIFIN ILHAM&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt;Untuk menutup tulisan ini, saya memandang perlu untuk menyertakan beberapa kritik dan saran bagi majlis dzikir yang diadakan oleh saudara Muhammad Arifin Ilham. Sekaligus ini sebagai suara kekhawatiranku terhadap masa depan majlis dzikir tersebut dan sekaligus masa depan saudaraku Muhammad Arifin Ilham. Kritik dan saranku adalah sebagai berikut:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt;1). Tampaknya saudara Muhammad Arifin Ilham hanya berupaya mengumpulkan kaum Muslimin dan belum tampak program nyata apa yang ia canangkan melalui majlis ini, yaitu perjuangan menegakkan Syari’ah Islamiyah. Oleh karena itu, majlis dzikir ini harus diperbanyak sisi pembekalan kaum Muslimin dengan ilmu Al-Qur’an dan As-Sunnah. Dan majlis ini seharusnya membangkitkan semangat kaum Muslimin untuk mendatangi majlis ilmu untuk mempelajari Al-Qur’an dan As-Sunnah dengan rutin dan konstan di setiap daerah yang diadakan padanya acara dzikir bersama itu. Karena melalui jalan pembekalan ilmu yang demikian inilah kaum Muslimin akan bangkit semangatnya mentaati Allah dan Rasul-Nya dalam naungan Syari’ah Islamiyah.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt;2). Tampaknya saudara Muhammad Arifin Ilham kurang memperhatikan kemestian dalam mendidik ummat. Yaitu kemestian menumbuhkan sikap furqan , yaitu sikap membedakan Al-Haq dari Al-Bathil, Al-Bid’ah dari As-Sunnah, Ahlul Haq dari Ahlul Bathil, Ahlus Sunnah wal Jamaah dari Ahlul Bid’ah wal Furqah. Majlis dzikir tersebut sedang mengarah kepada majlis legitimasi bagi tokoh-tokoh masyarakat, atau menjadi majlis galeri tokoh. Maka dengan sebab nuansa yang demikian ini, target yang ingin dicapai oleh panitia setiap mengadakan majlis dzikir tersebut adalah pengumpulan massa Muslimin yang sebanyak-banyaknya. Panitia merasa sangat bangga dan sangat berhasil bila acara dzikir yang diadakannya dapat menghadirkan ribuan atau ratusan ribu kaum Muslimin. Sikap yang demikian akan membahayakan masa depan perjuangan dakwah Islamiyah dan bahkan menyimpan bom waktu problem perpecahan ummat di masa depan. Karena esensi permasalahan perpecahan Ummat Islam tidak disentuh sama sekali. Yang dilakukan di majlis ini hanya seruan persatuan seluruh Ummat Islam dengan melupakan segala perbedaan yang ada di kalangan mereka. Padahal perbedaan yang terjadi di kalangan Ummat Islam sangat mendasar dan banyak menyangkut permasalahan ushul (pokok) dan tidak hanya perbedaan dalam permasalahan furu’ (cabang).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt;3). Disarankan kepada saudara Muhammad Arifin Ilham untuk mengajak jamaahnya memahami dengan seksama setiap lafadh dzikir yang diucapkan dalam majlis dzikir tersebut, agar dengan pembekalan tentang makna lafadh dzikir yang dibacakan dalam majlis itu, maka kaum Muslimin yang menghadirinya akan mendapatkan ilmu yang bermanfaat di dunia dan akherat.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt;4). Disarankan juga kepada saudara Muhammad Arifin Ilham untuk memperbanyak halaqah-halaqah ilmu di samping halaqah induk dalam bentuk acara dzikir bersama. Mereka yang telah dibangkitkan ruh agamanya dalam acara dikir bersama itu, diarahkan untuk komitmen dalam menghadiri acara pembekalan ilmu di halaqah-halaqah tersebut yang mengajarkan Aqidah Ahlus Sunnah wal Jama’ah, cara shalat dan berwudlu yang benar menurut tuntunan Nabi Muhammad shallallahu `alaihi wa alihi wasallam , Sirah (yakni peri hidup) Nabi Muhammad shallallahu `alaihi wa alihi wasallam , cara membaca Al-Qur’an yang benar sesuai dengan tuntunan tajwidnya. Mengenal hadits Arba’in An-Nawawiyah (yakni kumpulan hadits Nabi Muhammad shallallahu `alaihi wa alihi wasallam ), kitab Riyadlus Shalihin dan sebagainya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt;5). Perkuatlah semangat mengikhlaskan pengamalan agama ini untuk Allah semata dan perkuatlah semangat mengikuti tuntunan Nabi Muhammad shallallahu `alaihi wa alihi wasallam dalam meyakini dan menjalankan agama ini.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt;PENUTUP&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt;Semoga dengan kritik dan saran ini, saudara Muhammad Arifin Ilham dan majlis dzikirnya, tidak mengalami nasib yang amat dikuatirkan oleh banyak pihak. Yaitu menjadi sebuah gerakan thariqat sufiyah yang cenderung menggampang-gampangkan perkara bid’ah dan syirik sehingga menjadi pintu sinkretisme agama sebagaimana nasib berbagai gerakan thariqat sufiyah dulu dan sekarang. Dan semoga dengan uraian ini akan bermanfaat bagi para pembaca yang budiman dalam menyoroti berbagai fenomena dakwah Islamiyah. Amin ya mujibas sa’ilin&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt;1. Al-I’tisham , As Syathibi, jilid 2 hal. 93 – 94, Maktabah At-Tauhid, cet. Pertama, th. 1421 H / 2000 M.&lt;br /&gt;2. Fathul Bari , Ibnu Hajar Al-Asqalani, jilid 13 hal. 386, Al-Maktabah As-Salafiyah – Tanpa tahun.&lt;br /&gt;3. Syarah Shahih Muslim , Al-Imam An-Nawawi, juz 17 hal. 192, Darul Khair – Damaskus, cet. Th.1414 H / 1994 M.&lt;br /&gt;4. Fathul Bari , Ibnu Hajar Al-Asqalani, jilid 2 halaman 325&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt;(&lt;a href="http://alghuroba.org/69" target="_blank"&gt;Ja’far Umar Thalib&lt;/a&gt;)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6171235794412361397-3265700832806308366?l=ulin21.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ulin21.blogspot.com/feeds/3265700832806308366/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ulin21.blogspot.com/2009/03/kontroversi-dzikir-bersama.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6171235794412361397/posts/default/3265700832806308366'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6171235794412361397/posts/default/3265700832806308366'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ulin21.blogspot.com/2009/03/kontroversi-dzikir-bersama.html' title='Kontroversi Dzikir Bersama'/><author><name>Abdullah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03122244876238200790</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6171235794412361397.post-3778909326037162557</id><published>2009-03-08T16:36:00.000+08:00</published><updated>2009-03-08T16:37:16.209+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel'/><title type='text'>Mengapa Mencantumkan Ayat Alkitab</title><content type='html'>&lt;p&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt;Sumber : http://artikelislami.wordpress.com/&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt;Maka kecelakaan yang besarlah bagi orang-orang yang menulis Al Kitab dengan tangan mereka sendiri, lalu dikatakannya: “Ini dari Allah”, (dengan maksud) untuk memperoleh keuntungan yang sedikit dengan perbuatan itu. Maka kecelakaan besarlah bagi mereka, akibat dari apa yang ditulis oleh tangan mereka sendiri, dan kecelakaan besarlah bagi mereka, akibat dari apa yang mereka kerjakan.(QS. Al-Baqoroh : 79)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt;Dalam ayat tersebut dijelaskan bahwa orang-orang Yahudi dan Nashoro telah mengarang kitab-kitab, lalu berkata, “Ini adalah inspirasi dari Allah.” Padahal itu bukanlah yang diwahyukan Allah. Taurat yang mereka pegang itu jelaslah bukan Taurat yang diturunkan kepada Nabi Musa dan bukan pula salinan langsung dari Taurat Nabi Musa. Akan tetapi itu merupakan kitab yang ditulis pada saat pengasingan di Babilonia, beratus-ratus tahun setelah Nabi Musa wafat. Ayat-ayatnya tentu tak sama persis dengan ayat-ayat Taurat yang diturunkan kepada Nabi Musa. Begitu pula kitab-kitab para Nabi, itu merupakan kitab kisah para Nabi versi pendeta Yahudi.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt;Injil telah diturunkan kepada Nabi Isa. Namun setelah beliau diangkat ke langit, para pengarang menulis kitab-kitab tentang Nabi Isa lalu dikatakan bahwa itu adalah inspirasi dari Allah. Tanyakan kepada orang Kristen, apakah Injil Matius, Injil Lukas, Injil Markus, dan Injil Yohanes merupakan kitab yang diturunkan kepada Nabi Isa? Tentu mereka yang jujur akan berkata bahwa keempat Injil itu bukanlah Injil yang Allah turunkan kepada Nabi Isa.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt;Tidak hanya itu, selain bukan merupakan salinan dari kitab Injil yang Allah turunkan kepada Nabi Isa, Alkitab yang dipegang orang Kristen saat ini juga berbeda dengan manuskrip-manuskrip abad pertama. &lt;a href="http://hotarticle.org/bahasa-asli-bukan-berarti-naskah-asli/" target="_blank"&gt;Hal ini diakui oleh sarjana-sarjana mereka&lt;/a&gt;.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt;Jika mereka bertanya kepada Muslim, “Mengapa Anda masih mencantumkan ayat-ayat Alkitab sebagai pendukung pendapat Anda?” Perlu diketahui bahwa kami tidak menggunakan Alkitab sebagai dasar agama kami sebagaimana Kristiani menggunakan kitab orang Yahudi sebagai kitab suci mereka. Dasar agama Islam adalah Kitabullah wa Sunnatur Rasul (Al-Qur’an dan Hadits). Lalu untuk apa saya mencantumkan ayat-ayat Alkitab? Karena orang Kristen masih percaya kepada kitab palsu tersebut. Hal itu dilakukan untuk menunjukkan kepada mereka bahwa kitab palsu yang mereka percayai pun mendukung ajaran Islam. Apalagi kitab asli yang diturunkan kepada para Nabi, tentu lebih jelas lagi dalam mendukung ajaran Islam.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt;Jadi sekarang pertanyaanya adalah jika mereka sadar bahwa Alkitab mereka penuh dengan kesalahan, lalu mengapa mereka masih menganggap Alkitab mereka sebagai kitab suci yang mendasari iman mereka? Bukankah itu merupakan kejahilan yang nyata? Maka celakalah mereka yang menulis kitab palsu karena kedustaan mereka dan karena mereka telah menyesatkan banyak manusia melalui kitab palsu mereka. Dan celakalah mereka yang mengajak manusia untuk mengikuti kesesatan itu, kesesatan yang didasari oleh kitab yang mereka ketahui sebagai kitab palsu.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6171235794412361397-3778909326037162557?l=ulin21.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ulin21.blogspot.com/feeds/3778909326037162557/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ulin21.blogspot.com/2009/03/mengapa-mencantumkan-ayat-alkitab.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6171235794412361397/posts/default/3778909326037162557'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6171235794412361397/posts/default/3778909326037162557'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ulin21.blogspot.com/2009/03/mengapa-mencantumkan-ayat-alkitab.html' title='Mengapa Mencantumkan Ayat Alkitab'/><author><name>Abdullah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03122244876238200790</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6171235794412361397.post-2390893523520337012</id><published>2009-03-08T16:34:00.000+08:00</published><updated>2009-03-08T16:35:36.030+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel'/><title type='text'>Dan Yahudi Pun Gembira</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt;Sumber : &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;http://artikelislami.wordpress.com/&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan senang kepada kamu hingga kamu mengikuti millah mereka. Katakanlah: “Sesungguhnya petunjuk Allah itulah petunjuk (yang benar)”. Dan sesungguhnya jika kamu mengikuti kemauan mereka setelah pengetahuan datang kepadamu, maka Allah tidak lagi menjadi pelindung dan penolong bagimu. [QS. Al-Baqarah: 120]&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt;Dari tahun ke tahun, para sineas muda semakin memperlihatkan perlawanan mereka terhadap Islam. Semakin jelas langkah mereka dalam mengusung sekulerisme. Tema-tema film dan sinetron, dengan dalih penggambaran realita, tak jauh dari pergaulan yang rusak. Tontonan tak semestinya hanya mempertontonkan penggambaran suatu keadaan yang rusak. Tetapi sebagai media ampuh untuk mempengaruhi realita, tontonan mestinya memberikan gambaran ideal yang diinginkan, sehingga benar-benar efektif dalam melakukan perubahan. Jika ini yang mereka lakukan, maka tontonan akan menjadi media da’wah dan jihad.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt;Barangsiapa di antara kamu melihat kemungkaran, maka hendaklah dia mengubah kemungkaran itu dengan tangannya, yaitu kuasanya. Jika tidak mampu, hendaklah diubah dengan lidahnya. Kemudian kalau tidak mampu juga, hendaklah diubah dengan hatinya. Itulah selemah-lemah iman. [HR. Bukhori dan Muslim dari Abu Said]&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt;Jika mereka mengklaim bahwa mereka hanya menggambarkan realita, itu keliru. Sebenarnya tontonan adalah penggambaran ekspresi dan keinginan serta pemikiran seseorang. Apa yang diangkat sebagian sineas muda berupa pergaulan rusak, sebenarnya adalah realita minoritas yang ingin mereka tularkan. Bukannya mengubah keadaan, tetapi merekalah yang mempopulerkan dan meluaskan keadaan rusak itu. Jika saat ini kerusakan akhlaq remaja semakin meluas, maka mereka termasuk orang-orang yang ikut andil dalam menyebarkan kerusakan tersebut.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt;Lihatlah pakaian yang dikenakan oleh remaja puteri dalam film mereka. Bukankah itu pakaian orang barat yang terus menggerus budaya Indonesia yang luhur? &lt;strong&gt;&lt;span style="font-family: Verdana;"&gt;Budaya Indonesia bukan terletak pada wujudnya, tetapi pada jiwanya, yaitu keluhuran budi pekerti. Islam mengajak bangsa Indonesia untuk mengenal budaya yang lebih luhur lagi, bukan menghapus keluhuran tersebut.&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt; Tetapi lihatlah mereka yang menentang Islam! Ke mana mereka ingin membawa bangsa ini? Ya, kepada budaya barat yang rendah. Bangsa ini ingin mereka bawa kepada gaya berpakaian dan pergaulan barat yang rusak atas nama liberalisme, kebebasan tanpa ajaran Tuhan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt;Mengapa lisan mereka begitu tajam terhadap Islam dan menuduhnya tengah menghapus budaya Indonesia, tetapi begitu tumpul terhadap pelecehan yang dilakukan terhadap para remaja puteri yang tubuhnya dijadikan komoditi oleh insan perfilman yang jelas-jelas menghapus budaya Indonesia dan menggantinya dengan budaya barat yang rendah? Ini sungguh kejahilan yang nyata dari mereka yang tak mengerti realitas bahwa sesungguhnya mereka tengah digiring Barat kepada millah (ajaran, budaya, tradisi) mereka yang rendah. Mereka bungkam terhadap budaya barat yang rendah, dan vokal dalam menentang Islam. Sungguh kejahilan yang nyata.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt;Setelah sukses menda’wahkan millah Yahudi dan Nashoro, mereka pun mulai menyerang pusat da’wah Islamiyah, pesantren. Mereka menggambarkan pesantren, yang merupakan tempat pengkaderan aktivis da’wah Islamiyah, dengan penggambaran yang keji. Jika kelak pemuda yang telah mereka rusak itu membenci pesantren, ulama, dan ajaran Islam, maka para sineas itu akan menanggung akibat yang buruk dari pembuatan film-film busuk mereka. Kecuali jika mereka bertaubat dan melakukan perbaikan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt;Manusia memang tempatnya salah dan dosa. Sebaik-baiknya manusia yang berdosa adalah mereka yang bertaubat dan memohon ampun kepada Allah. Seandainya mereka bertaubat dan mulai membuat film yang lebih baik, tentu mereka akan menemukan Allah sebagai Yang Mahapengampun lagi Mahapenyayang.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt;Walau terdapat beberapa kekurangan, tetapi Kiamat Sudah Dekat, Para Pencari Tuhan, dan juga Lorong Waktu merupakan sinema yang jauh lebih baik jika dibandingkan film picisan karya para sineas muda itu. Wallahu a’lam.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6171235794412361397-2390893523520337012?l=ulin21.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ulin21.blogspot.com/feeds/2390893523520337012/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ulin21.blogspot.com/2009/03/dan-yahudi-pun-gembira.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6171235794412361397/posts/default/2390893523520337012'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6171235794412361397/posts/default/2390893523520337012'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ulin21.blogspot.com/2009/03/dan-yahudi-pun-gembira.html' title='Dan Yahudi Pun Gembira'/><author><name>Abdullah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03122244876238200790</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6171235794412361397.post-4366387876577420457</id><published>2009-03-08T13:48:00.000+08:00</published><updated>2009-03-08T13:59:33.095+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Berita'/><title type='text'>Gus Solah Menolak Dikaitkan Dukung Ahmadiyah</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt;&lt;br /&gt;Adik Gus Dur, Solahuddin Wahid menolak dikaitkan seolah-olah mendukung kelompok Aliansi Masyarakat Madani yang mendukung Ahmadiyah. "Saya tidak mendukung pernyataan sikap itu, " ujarnya &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt;Jum'at, 22 Juli 2005 &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt;Ir. Solahuddin Wahid:&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family: Verdana;"&gt; "Enggak Benar Kalau Saya Mendukung"&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;strong&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt;Hidayatullah.com--&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt;Adik kandung Gus Dur, Ir. Solahuddin Wahid menolak dikaitkan dengan peryataan sejumlah orang bernama &lt;em&gt;&lt;span style="font-family: Verdana;"&gt;Aliansi Masyarakat Madani &lt;/span&gt;&lt;/em&gt;(AMM)  yang meminta MUI mencabut fatwa sesat Ahmadiyah sebagaimana dimuat dalam &lt;em&gt;&lt;span style="font-family: Verdana;"&gt;detik.com&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;, Jum'at (22/7).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt;Dalam wawancara singkatnya dengan &lt;em&gt;&lt;span style="font-family: Verdana;"&gt;hidayatullah.com&lt;/span&gt;&lt;/em&gt; Gus Solah, demikian adik kandung Gus Dur itu akrab di sapa justru tak tau-menahu jika namanya dikaitkan seolah-olah mendukung Ahmadiyah. "Saya tidak mendukung pernyataan sikap itu, " ujarnya. Inilah wawancaranya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family: Verdana;"&gt;Nama Anda tercantum dalam pernyataan sikap yang dikeluarkan Aliansi Masyarakat Madani, apa tanggapan Anda?&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt;Enggak betul itu! Saya memang datang  rapat 2 hari yang lalu, tapi ketika membahas poin yang itu (menuntut pencabutan fatwa MUI ttg kesesatan Ahmadiyah-red) saya tidak setuju. Saya usulkan point itu kita dialog lah, mendesak MUI untuk mengadakan dialog dengan melibatkan ormas-ormas Islam seperti NU, Muhammadiyah, Persis, dan lain-lain, termasuk AMM gitu kan. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt;Kita diskusikan, bagaimana kelanjutannya ya kita lihat nanti. Saya bukan ahli agama, sehingga saya bukan pada posisi untuk dapat membenahi pendapat majelis ulama yang menurut saya lebih mempunyai kelengkapan ilmu daripada saya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt;Tanggapan Anda sendiri tentang pernyataan itu bagaimana?&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt;Saya enggak setuju. Jadi itu kan diskusi, pada waktu itu saya bilang saya tidak setuju dengan poin ini. Pada waktu itu saya usulkan untuk lebih menekan diskusi atau mendorong dialog MUI dengan ormas-ormas Islam, termasuk mungkin dengan Ahmadiyah. Pokoknya kita diskusi lah…&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt;Tetapi kenyataannya nama Anda tercantum dalam pernyataan itu?&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt;Enggak, saya tidak mendukung pernyataan sikap itu. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt;Apa tanggapan Anda terhadap pencantuman nama Anda itu?&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt;Yaa...enggak benar! Ketika diskusi kemarin itu saya tegas menolak. Saat itu cuma saya yang menolak. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt;Apakah Anda tergabung dengan kelompok yang menamakan diri Aliansi Masyarakat Madani itu?&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt;Kemaren itu saya diundang untuk diskusi tentang itu, yaaa...saya datang lah. Saya juga enggak tahu kapan Aliansi Masyarakat Madani itu dibentuk.* (&lt;em&gt;&lt;span style="font-family: Verdana;"&gt;Lutfi Efendi/hidayatullah.com&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6171235794412361397-4366387876577420457?l=ulin21.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ulin21.blogspot.com/feeds/4366387876577420457/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ulin21.blogspot.com/2009/03/gus-solah-menolak-dikaitkan-dukung.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6171235794412361397/posts/default/4366387876577420457'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6171235794412361397/posts/default/4366387876577420457'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ulin21.blogspot.com/2009/03/gus-solah-menolak-dikaitkan-dukung.html' title='Gus Solah Menolak Dikaitkan Dukung Ahmadiyah'/><author><name>Abdullah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03122244876238200790</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6171235794412361397.post-7703174169608763940</id><published>2009-03-08T13:45:00.001+08:00</published><updated>2009-03-08T13:48:30.614+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kristologi'/><title type='text'></title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_HMOiWdBgLsY/SbNcHh2E2tI/AAAAAAAAAEc/ZGyBaYQM36Y/s1600-h/irena_handono.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 100px; height: 120px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_HMOiWdBgLsY/SbNcHh2E2tI/AAAAAAAAAEc/ZGyBaYQM36Y/s320/irena_handono.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5310689670013967058" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt; &lt;p&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  &gt;Misionaris dan Zionis&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  &gt;Oleh : Irena Handono&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  &gt;Menyeruaknya kabar tentang kondisi rakyat Palestina di Gaza yang menjadi bulan-bulanan kebrutalan ‘zionis’ Israel hingga headline hampir tiap media cetak, tak luput juga TV, Radio dan SMS, semenjak 28 desember lalu yang mengangkat tentang Gaza membuat penyebutan ‘zionis’ akhirnya menarik untuk dikaji.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  &gt;Tidak bisa dipungkiri bahwa setiap agama mempunyai misi penyebaran agama (religion spreading). Dalam Islam disebut dengan ’dakwah’, seruan kepada orang lain agar mengambil yang baik dalam koridor Islam, melakukan kema’rufan dan mencegah kemunkaran. Tugas dakwah tidak hanya dibebankan pada seorang da’i saja tapi seluruh muslim. Tujuan dakwah Islam adalah mewujudkan Islam sebagai rahmatan lil'alamin.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  &gt;Misionaris&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  &gt;Misionaris adalah sebutan untuk siapa saja yang mengemban tanggungjawab untuk menyebarkan kristen. Misionaris masuk ke berbagai negara dengan tujuan untuk memperkenalkan dan memperluas penyebaran akidah Kristen. Dalam dunia Katholik mereka disebut sebagai Misionaris sedangkan di Protestan mereka disebut Zending. Tujuan dari keduanya tidaklah berbeda yakni memperbesar jumlah pengikut akidah yang mereka sebarkan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  &gt;Pedoman mereka adalah ayat Bibel, Matius 28:19,&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  &gt;Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus,&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  &gt;Sebenarnya mudah saja menggugat keabsahan dari dasar gerakan misionaris ini. Pada ayat lain dalam Bibel, Matius : 10:5-6, disebutkan,&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  &gt;Kedua belas murid itu diutus oleh Yesus dan Ia berpesan kepada mereka: "Janganlah kamu menyimpang ke jalan bangsa lain atau masuk ke dalam kota orang Samaria, melainkan pergilah kepada domba-domba yang hilang dari umat Israel&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  &gt;Jadi kita lihat bagaimana inkonsistensi dalam ayat-ayat Bibel hasil pengubahan tangan-tangan manusia. Pada ayat kedua dinyatakan jelas bahwa gerakan misionaris hanya terbatas pada umat Israel.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  &gt;Kisah Para Rasul  16:6 Mereka melintasi tanah Frigia dan tanah Galatia, karena Roh Kudus mencegah mereka untuk memberitakan Injil di Asia.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  &gt;Dan pada Matius 15:24, Jawab Yesus: "Aku diutus hanya kepada domba-domba yang hilang dari umat Israel." Maka lebih jelas lagi bahwa ajaran Yesus adalah hanya untuk bani Israel saja. Jadi bukan untuk orang Indonesia.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  &gt;Zionisme&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  &gt;Zionisme adalah sebuah gerakan kaum Yahudi yang tersebar di seluruh dunia untuk kembali lagi ke Zion, bukit di mana kota Yerusalem berdiri. Gerakan ini baru muncul pada abad ke-19. Dengan tujuan ingin mendirikan sebuah negara Yahudi di tanah yang kala itu merupakan wilayah Khalifah Ustmaniah yang berpusat di Turki.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  &gt;Ide zionisme ini di ciptakan oleh Theodore Herzl, tahun 1896 dia mengeluarkan sebuah buku Der Judeenstaat/The Jewish State (Negara Yahudi) yang dijadikan pedoman bagi pendirian negara Yahudi.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  &gt;Zionisme menggunakan ayat-ayat dalam Taurat sebagai pedoman untuk pembenaran gerakannya, mereka berusaha meyakinan bahwa Palestina adalah tanah yang dijanjikan Tuhan kepada mereka.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  &gt;Kejadian 12:1-7 &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  &gt;Berfirmanlah TUHAN kepada Abram: "Pergilah dari negerimu dan dari sanak saudaramu dan dari rumah bapamu ini ke negeri yang akan Kutunjukkan kepadamu; Aku akan membuat engkau menjadi bangsa yang besar,... Ketika itu TUHAN menampakkan diri kepada Abram dan berfirman: "Aku akan memberikan negeri ini kepada keturunanmu." Maka didirikannya di situ mezbah bagi TUHAN yang telah menampakkan diri kepadanya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  &gt;Kejadian 15:18&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  &gt;Pada hari itulah TUHAN mengadakan perjanjian dengan Abram serta berfirman: "Kepada keturunanmulah Kuberikan negeri ini, mulai dari sungai Mesir sampai ke sungai yang besar itu, sungai Efrat:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  &gt;Kalaulah konsisten dengan dalil yang mereka pakai, maka perjanjian antara Abraham (nabi Ibrahim as) dan Tuhan tersebut adalah kepada KETURUNAN nabi Ibrahim as, yakni nabi Ishak as dan nabi Ismail as. Dari nabi Ishak menjadi bani Israel yang nabi Musa as, nabi Isa as adalah termasuk didalamnya. Dan dari nabi Ismail as adalah Rasulullah Muhammad saw serta komunitas Arab saat ini.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  &gt;Jadi ketika warga Palestina yang berdarah arab diusir dari tanah Palestina dengan alasan mereka tidak berhak atas tanah yang ’dijanjikan Tuhan’. Maka pertanyaannya, Tuhan berjanji kepada siapa? Kepada keturunan nabi Ibrahim as. QS. Al-Baqarah : 124.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  &gt;Dan (ingatlah), ketika Ibrahim diuji Tuhannya dengan beberapa kalimat (perintah dan larangan), lalu Ibrahim menunaikannya. Allah berfirman: "Sesungguhnya Aku akan menjadikanmu imam bagi seluruh manusia". Ibrahim berkata: "(Dan saya mohon juga) dari keturunanku". Allah berfirman: "Janji-Ku (ini) tidak mengenai orang yang zalim".&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  &gt;Sedangkan kaum Yahudi yang ada sekarang ini, bukanlah dari keturunan nabi Ibrahim as. Mereka disebut Yahudi kontemporer, orang-orang yang menjadi Yahudi karena ideologis bukan karena faktor biologis (nasab).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  &gt;Pada abad pertengahan banyak sekali orang-orang Eropa masuk agama Yahudi. Bahkan pada abad ke-12 ada gerakan besar-besaran dari orang Yahudi-Balkan memasukkan orang-orang ke-agamanya, dan yang terbanyak adalah bangsa-bangsa Rusia di wilayah Kaukasia yang keturunannya di Eropa Tengah, Rusia, Polandia dan Amerika Serikat. Dari negara-negara tersebut kemudian memasuki Israel setelah Deklarasi Balfour 1917 yang kontroversial, menjanjikan orang Yahudi kembali ke tanah Palestina.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  &gt;Mereka inilah yang disebut Yahudi Askhenazi (Yahudi Eropa barat). Mereka umumnya adalah tokoh pebisnis, ilmuwan, politikus, bankir, orang – orang yang penting di negara mereka tinggal, dan mempunyai pengaruh besar dalam kebijakan negara. Banyak dari mereka ini yang ternyata adalah anggota Free Mason. Theodor Herzl pendiri zionisme adalah juga anggota Free Mason.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  &gt;Para Rabi Yahudi diseluruh dunia seperti yang disampaikan oleh Ketua Organisasi Yahudi Anti Zionis di AS, David Wice, menolak ide zionisme dan menyatakan bahwa kebijakan Zionist Israel bertentangan dengan ajaran asli Yahudi.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  &gt;Ideologi zionisme menggunakan ayat-ayat Taurat sebagai pembenaran aksi mereka.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  &gt;BILANGAN 31: 7, 9, 10, 15, 17 - Kemudian berperanglah mereka melawan Midian, seperti yang ... Kemudian Israel menawan perempuan-perempuan Midian dan anak-anak mereka; juga segala hewan, segala ternak dan segenap kekayaan mereka dijarah, ... dan segala kota kediaman serta segala tempat perkemahan mereka dibakar.... dan Musa berkata kepada mereka: "Kamu biarkankah semua perempuan hidup? ... Maka sekarang bunuhlah semua laki-laki di antara anak-anak mereka, dan juga semua perempuan yang pernah bersetubuh dengan laki-laki haruslah kamu bunuh.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  &gt;ULANGAN 7:2 - dan TUHAN, Allahmu, telah menyerahkan mereka kepadamu, sehingga engkau memukul mereka kalah, maka haruslah kamu menumpas mereka sama sekali. Janganlah engkau mengadakan perjanjian dengan mereka dan janganlah engkau mengasihani mereka.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  &gt;Maka mereka yang ’beriman’ maka akan percaya dan menjalankan kekejaman-kekejaman yang tersurat dalam ayat-ayat tersebut di atas dari Kitab yang dianggap suci baginya, sehingga kekejaman yang mereka lakukan melampaui Naziisme dan kekejaman apapun dalam abad ke-20 ini. Mereka acuh terhadap aneka kecaman negara-negara internasional bahkan keputusan yang dikeluarkan oleh Persatuan Bangsa-bangsa.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  &gt;Sebagaimana tercantum dalam Deklarasi keturunan Yahudi – Spanyol, 1942, sebagai berikut :&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  &gt;Pembasmian bangsa Palestina adalah sejarah suci. Palestina adalah tanah air kita. Semua itu sudah diajarkan para leluhur pada semua keturunan Yahudi.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  &gt;Sehingga jelaslah pembantaian orang-orang Palestina adalah dogma mereka.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  &gt;Sikap Kristen terhadap Yahudi&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  &gt;Perjanjian Lama dimana ayat-ayat teror tersebut itu ada adalah bagian dari kitab suci umat Kristen juga, mereka menyetujui dan menghormati. Disamping Yesus sendiri adalah orang Yahudi dan dibeberapa ayat Perjanjian Lama di sebutkan bahwa Yahudi adalah bangsa pilihan Tuhan. (Kejadian 12:1-7)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  &gt;Cara kerja Misionaris&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  &gt;Misionaris masuk pada suatu wilayah pada saat : setelah suatu wilayah mengalami kerusakan fisik (bencana alam, kerusuhan atau perang) dan mengalami kerusakan non fisik (pendangkalan aqidah, moral remaja, masyarakat). Setelah suatu wilayah berhasil mereka kuasai maka selanjutnya kepentingan-kepentingan imperialis dan kapitalis akan mudah masuk tanpa kecurigaan dan perlawanan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  &gt;Zionist adalah sebuah gerakan yang tidak bersandar pada ayat-ayat Taurat yang original, namun ayat-ayat yang sudah dirubah-rubah. Kaum  Zionist  bercita-cita  untuk  membentuk  "Eretz Israel"  atau  Israel  raya,  yaitu tanah  yang  dijanjikan  di  dalam  Talmud,  meliputi  wilayah Arab Saudi, Suriah,  Yordania,  Mesir,  sampai  ke  Irak,  yaitu  wilayah  yang  sekarang  membentang  dari sungai Nil sampai  sungai  Eufrat.  Ini  merupakan  suatu  wilayah  paling  strategis  di  dunia  sepanjang jalur Mesopotamia.  Selain  itu,  wilayah  ini  mengandung  sumber  energi  minyak  bumi  yang  paling  besar  di dunia.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  &gt;Misionaris dan Zionist, keduanya adalah gerakan yang memanipulasi agama sedemikian rupa untuk dijadikan kuda tunggangan sebuah upaya keserakahan untuk menguasaan kekayaan alam. &lt;strong&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;"&gt;(mj/www.suara-islam.com)&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6171235794412361397-7703174169608763940?l=ulin21.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ulin21.blogspot.com/feeds/7703174169608763940/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ulin21.blogspot.com/2009/03/misionaris-dan-zionis-oleh-irena.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6171235794412361397/posts/default/7703174169608763940'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6171235794412361397/posts/default/7703174169608763940'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ulin21.blogspot.com/2009/03/misionaris-dan-zionis-oleh-irena.html' title=''/><author><name>Abdullah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03122244876238200790</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_HMOiWdBgLsY/SbNcHh2E2tI/AAAAAAAAAEc/ZGyBaYQM36Y/s72-c/irena_handono.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6171235794412361397.post-3846213889842364932</id><published>2009-03-08T13:38:00.003+08:00</published><updated>2009-03-08T13:44:58.567+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kristologi'/><title type='text'></title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_HMOiWdBgLsY/SbNbQBIwbWI/AAAAAAAAAEU/y9E-ZoRmF5w/s1600-h/mogoginta.png"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 87px; height: 115px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_HMOiWdBgLsY/SbNbQBIwbWI/AAAAAAAAAEU/y9E-ZoRmF5w/s320/mogoginta.png" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5310688716341144930" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt; &lt;p&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  &gt;Tidak Jadi Murtad, Karena Bermimpi Diberikan Sajadah Dan Mukena Oleh Yesus&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  &gt;Oleh H Insan LS Mokoginta&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  &gt;Kisah nyata hubungan pacaran antara dua insan beda agama di Manado beberapa waktu lalu, membuat kami turun tangan mengatasinya. Pasalnya Nur Aini (22 tahun) bertahan dengan keislamannya, dan Obet (24 tahun) panggilan akrab pemuda asal Sanger, juga tetap bertahan dengan  Kristen Adventnya. Kedua insan ini sama-sama berusaha meyakinkan kebenaran agamanya. Namun hasilnya tetap nihil. Dengan referensi buku-buku kami, Nur Aini berusaha yakinkan Obet masuk Islam. Tapi Obet tidak diam begitu saja. Diapun berusaha meyakinkan Nur Aini sang kekasihnya mengikuti agamanya. Nur Aini diserang dengan menggunakan Qur`an, terutama mengenai bidadari-bidarari yang akan melayani kita di surga nanti, dan adanya sungai-sungai yang mengalir di dalam surga, dianggapnya tidak rasional. Ditambah lagi masalah poligami dan tulisan Murtadin Yusuf Roni dan juga VCD Makhrus Ali at-Tamimi cukup ampuh, apalagi VCD Pendeta yang mengaku Habaib ini (keturunan nabi) sangat mengganggu Nur Aini, sebab pikirnya keturunan Habaib aja masuk Kristen, apalagi dia yang awam.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  &gt;Karena seringnya dia didoktrin oleh Obet kekasihnya, sampai-sampai Nur Aini bermimpi bertemu Yesus. Tapi anehnya dalam mimpi tersebut menurut Nur Aini, bukan Alkitab/Injil yang diberikan Yesus kepadanya, tapi seperangkat alat shalat yaitu Sajadah dan Mukena. Hal ini membuat Nur Aini bingung. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  &gt;Ketika Nur Aini mengetahui kedatangan kami di Manado melalui seseorang teman beberapa hari lalu, dengan sangat ia mengharapkan agar bisa dipertemukan langsung dengannya dan kekasihnya. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  &gt;Pada pertemuan tersebut Obet ingin agar Nur Aini ikut agamanya. Menurutnya, semua agama sudah dia coba: Katolik, Protestan, Islam dan Advent. Ternyata pilihan terakhirnya jatuh pada Advent karena dalam agama ini katanya, ia menemukan ketenangan dan kesabaran. Dalam Islam dia tidak menemukan hal tersebut, sebab setiap dia bertanya tentang Islam kepada beberapa orang, jawabannya selalu tidak memuaskan, apalagi tentang poligami dan adanya kesaksian Pendeta Makrus Ali at Tamimi keturunan Habaib yang membeberkan ketidakbenaran Islam. Sungguh luar biasa, dalam usia 24 tahun Obet telah mencoba empat agama. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  &gt;Setelah kami jelaskan bahwa Pendeta Makrus Ali at Tamimi tersebut telah masuk Islam, dan semua kesaksiannya adalah bohong, Obet agak down, hampir tidak percaya. Kami perlihatkan bukti CD masuk Islamnya Pendeta penghujat Islam tersebut. Ini berarti umat Kristiani terlalu mudah ditipu oleh Makrus Ali.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  &gt;Mengenai poligami, kami buktikan bahwa dalam Alkitab, Nabi Daud punya beberapa Istri dan gundik. Nabi Yaqub punya 4 istri (Kej 29). Nabi Salomonq punya 700 istri dan 300 gundik (1 Raj 11:3). Jadi Nabi Muhammad bukan ajarkan poligami, tapi justru kedatangan beliau meluruskan dan membatasi laki-laki berpoligami, sebab zaman dahulu tidak ada batasan dalam berpoligami. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  &gt;Selanjutnya Obet jelaskan bahwa satu-satunya agama yang paling jelas hari peribadatannya adalah Advent. Sebab sejak Allah ciptakan alam semesta, sampai sekarang, Sabat tetap dipelihara dan dikuduskan oleh penganutnya. Mereka komitmen memelihara dan mengkuduskan Sabat sebagai hari perhentian. Sebab Allah menciptakan alam semesta dalam enam hari, dan pada hari ketujuh Allah beristirahat. Antara Aku dan orang Israel maka inilah suatu peringatan untuk selama-lamanya, sebab enam hari lamanya TUHAN menjadikan langit dan bumi, dan pada hari yang ketujuh Ia berhenti bekerja untuk beristirahat." (Kel 31:17)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  &gt;Obet bertanya, “kenapa umat Islam beribadah pada hari Jumat, padahal ada beberapa ayat dalam Al Qur`an yang mengkuduskan hari Sabat?”. Kami jawab, bahwa Al Qur`an tidak menyuruh umat Islam mengkuduskan hari Sabat, sebab ayat tersebut berbicara tentang orang-orang Yahudi yang melanggar hari Sabat, sehingga mukanya diubah jadi kera. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  &gt;Jika Tuhan berhenti dan beristirahat tidak melakukan kegiatan apapun pada hari ketujuh, berarti Tuhan kelelahan bekerja selama enam hari. Alam semesta ini sejak dahulu sudah hancur berantakan jika tidak dikendalikan Tuhan selama sehari.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  &gt;Kami jelaskan bahwa Tuhan bukan manusia yang harus merasakan kelelahan. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  &gt;Sebenarnya Sabat hanya khusus untuk orang Israel saja. Berfirmanlah TUHAN kepada Musa: "Katakanlah kepada orang Israel, demikian: Akan tetapi hari-hari Sabat-Ku harus kamu pelihara, sebab itulah peringatan antara Aku dan kamu, turun-temurun, sehingga kamu mengetahui, bahwa Akulah TUHAN, yang menguduskan kamu. (Alkitab, Kel 31:12-13)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  &gt;Menurut Al Qur`an, penciptaan alam semesta bukan enam hari seperti hari-hari perhitungan manusia, tapi enam masa. Enam masa menunjukkan waktu yang panjang, sebab satu hari menurut Allah, sama dengan 1.000 tahun menurut perhitungan manusia. Dia mengatur urusan dari langit ke bumi, kemudian naik (kembali) kepada-Nya dalam satu hari yang kadarnya seribu tahun menurut perhitungan kamu. (Qs 32 As Sajdah 5)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  &gt;Alkitab juga jelaskan bahwa sehari di sisi Allah, sama dengan 1.000 tahun menurut manusia: “Akan tetapi, saudara-saudaraku yang kekasih, yang satu ini tidak boleh kamu lupakan, yaitu, bahwa di hadapan Tuhan satu hari sama seperti seribu tahun dan seribu tahun sama seperti satu hari” (II Petrus 3:8)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  &gt;Allah dalam Al Qur`an tidak perlu berhenti bekerja apalagi beristirahat, sebab Dia bukan manusia yang perlu istirahat karena kelelahan bekerja. “Sesungguhnya Kami telah menciptakan langit dan bumi dan apa yang ada di antara keduanya dalam enam masa, dan tidaklah menyentuh Kami kelelahan” (Qs 50 Qaaf 38)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  &gt;Kami suruh Obet pikirkan dan katakan dengan jujur, mana yang lebih rasional ayat Alkitab atau Al Qur`an. Obet mengaku baru kali ini dia menemukan orang yang bisa menjelaskan Islam dengan baik padanya. Dia mengaku dan bersedia akan mendalami Islam dan bersedia mengkritisi Alkitabnya. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  &gt;Kisah cinta dua sejoli beda agama di Menado (Nur Aini dan Obet) membuat kami yang sebenarnya hanya numpang lewat di Manado, harus menyisihkan waktu cukup panjang untuk berdiskusi dengan mereka berdua. Pasalnya Nur Aini sudah berada di ujung tanduk tinggal selangkah lagi dimurtadkan, sementara Obet kekasihnya begitu kuat mempertahankan iman Kristianinya. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  &gt;Di depan kami Obet menjelaskan kelebihan agamanya daripada agama-agama lain yang pernah dimasukinya, terutama keistimewahan Hari Sabat sebagai hari yang ditentukan oleh Tuhan sebagai hari ibadah. Obet sangat yakin Allah menciptakan alam semesta dalam enam hari, dan pada hari ke tujuh Tuhan beristirahat. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  &gt;Itulah mengapa mereka menguduskan hari Sabat, beristirahat tidak bekerja, sebab Tuhan juga beristirahat pada hari ketujuh tersebut. Lalu kami ajukan beberapa pertanyaan sebagai berikut : “Bagaimana menentukan perhitungan “satu hari” menurut anda?” Jawab Obet: “Sehari adalah 24 jam”. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  &gt;Selanjutnya: “Dasar menentukan sehari 24 jam apakah dihitung sejak terbit matahari sampai terbitnya kembali?” Jawab Obet: “Sehari 24 jam yaitu dihitung dari Sabat sampai ketemu Sabat atau sejak terbenam sampai terbenamnya matahari.” Lalu kami bacakan Alkitab Kejadian 1:1-13 (1) Pada mulanya Allah menciptakan langit dan bumi. (2) Bumi belum berbentuk dan kosong; gelap gulita menutupi samudera raya, dan Roh Allah melayang-layang di atas permukaan air. (3) Berfirmanlah Allah: "Jadilah terang." Lalu terang itu jadi. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  &gt;(4) Allah melihat bahwa terang itu baik, lalu dipisahkan-Nyalah terang itu dari gelap. (5) Dan Allah menamai terang itu siang, dan gelap itu malam. Jadilah petang dan jadilah pagi, itulah hari pertama. (6) Berfirmanlah Allah: "Jadilah cakrawala di tengah segala air untuk memisahkan air dari air." (7) Maka Allah menjadikan cakrawala dan Ia memisahkan air yang ada di bawah cakrawala itu dari air yang ada di atasnya. Dan jadilah demikian. (8) Lalu Allah menamai cakrawala itu langit. Jadilah petang dan jadilah pagi, itulah hari kedua. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  &gt;(9) Berfirmanlah Allah: "Hendaklah segala air yang di bawah langit berkumpul pada satu tempat, sehingga kelihatan yang kering." Dan jadilah demikian. (10) Lalu Allah menamai yang kering itu darat, dan kumpulan air itu dinamai-Nya laut. Allah melihat bahwa semuanya itu baik. (11) Berfirmanlah Allah: "Hendaklah tanah menumbuhkan tunas-tunas muda, tumbuh-tumbuhan yang berbiji, segala jenis pohon buah-buahan yang menghasilkan buah yang berbiji, supaya ada tumbuh-tumbuhan di bumi." Dan jadilah demikian. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  &gt;(12) Tanah itu menumbuhkan tunas-tunas muda, segala jenis tumbuh-tumbuhan yang berbiji dan segala jenis pohon-pohonan yang menghasil-kan buah yang berbiji. Allah melihat bahwa semuanya itu baik. (13) Jadilah petang dan jadilah pagi, itulah hari ketiga.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  &gt;Pertanyaan untuk Obet :&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  &gt;1. Tolong jelaskan kenapa Roh Allah melayang-layang di atas permukaan air.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  &gt;2.  Darimana penulis Alkitab tahu petang, pagi, hari pertama, kedua dan ketiga sementara matahari bulan bintang belum diciptakan? &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  &gt;3. Bukankah untuk menentukan petang harus ada matahari yang hampir terbenam? Dan untuk menentukan pagi, harus ada matahari yang baru terbit? &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  &gt;4.  Bukankah untuk menentukan satu hari, harus ada perputaran bumi menge-lilingi matahari?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  &gt;Obet bingung tidak menyangka kami mempertanyakan seperti itu. Roh Allah tidak mungkin bisa dilihat. Darimana penulis mengetahui bahwa Roh Allah melayang-layang seperti burung di atas permukaan air? Jawab Obet, “biarlah itu jadi PR bagiku.” Mengenai jadilah petang, pagi, hari pertama, kedua dan ketiga, Obet coba menjelaskan bahwa ayat-ayat tersebut tidak salah, tidak mungkin Tuhan keliru. Obet serius jelaskan bahwa penulis Alkitab benar, sebab mereka menulis dibimbing Roh Kudus. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  &gt;Karena penjelasannya muter sana sini, kami kembalikan lagi “Apa tolak ukur penulis Alkitab menentukan petang, pagi, hari pertama, kedua dan ketiga, sementara matahari baru diciptakan pada hari keempat?” (14) Berfirmanlah Allah: "Jadilah benda-benda penerang pada cakrawala untuk memisahkan siang dari malam. Biarlah benda-benda penerang itu menjadi tanda yang menunjukkan masa-masa yang tetap dan hari-hari dan  tahun-tahun, (15) dan sebagai penerang pada cakrawala biarlah benda-benda itu menerangi bumi." Dan jadilah demikian. (16) Maka Allah menjadikan kedua benda penerang yang besar itu, yakni yang lebih besar untuk menguasai siang dan yang lebih kecil untuk menguasai malam, dan menjadikan juga bintang-bintang. (17) Allah menaruh semuanya itu di cakrawala untuk menerangi bumi, (18) dan untuk menguasai siang dan malam, dan untuk memisahkan terang dari gelap. Allah melihat bahwa semuanya itu baik. (19) Jadilah petang dan jadilah pagi, itulah hari keempat. (Kej 1:14-19)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  &gt;Jadinya petang, pagi, dan hari keempat ini bisa diterima akal, sebab matahari sudah diciptakan. Tetapi darimana penulis Alkitab tentukan petang, pagi hari pertama, kedua dan ketiga sementara matahari baru diciptakan pada hari keempat? Obet nyerah, “Biarlah pertanyaan ini juga menjadi PR bagiku”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  &gt;Umat Kristiani meyakini Allah menciptakan alam semesta dalam waktu enam hari dimulai hari Minggu, selesai hari Jumat, lalu Tuhan beristirahat pada hari Sabtu. Padahal tidaklah demikian. Allah menciptakan alam semesta ini dalam enam masa, maksudnya dalam waktu yang sangat panjang, sebab sehari menurut Allah, sama dengan 1000 tahun menurut manusia (Qs 32:5). Dan Allah tidak perlu istirahat karena Dia bukan manusia beristirahat karena kelelahan. “Sesungguhnya Kami telah menciptakan langit dan bumi dan apa yang ada di antara keduanya dalam enam masa, dan tidaklah menyentuh Kami kelelahan” (Qs 50 Qaaf 38)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  &gt;Mengenai Sabat jatuh pada hari Sabtu, kami jelaskan kalau Obet yakin semua yang tertulis di Alkitab benar, seharusnya Obet harus masuk Islam dan beribadah pada hari Jumat. “Ah Bapak bisa aja, dasarnya apa?” jawab Obet. Kami bacakan Yosua 10:12-13 Lalu Yosua berbicara kepada Tuhan pada hari Tuhan menyerahkan orang Amori itu kepada orang Israel; ia berkata di hadapan orang Israel: "Matahari, berhentilah di atas Gibeon dan engkau, bulan, di atas lembah Ayalon!" (13) Maka berhentilah matahari dan bulan pun tidak bergerak, sampai bangsa itu membalaskan dendamnya kepada musuhnya. Bukankah hal itu telah tertulis dalam Kitab Orang Jujur? Matahari tidak bergerak di tengah langit dan lambat-lambat terbenam kira-kira sehari penuh.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  &gt;Kalau ayat tersebut benar bahwa matahari diam tidak terbenam selama sehari, berarti pernah terjadi ada satu hari yang perhitungannya dimajukan. Artinya Sabat hari Sabtu, dimajukan hari Jumat, sebab pernah terjadi sehari lamanya 48 jam. Kelihatan Obet semakin bingung. Akhirnya kami berikan beberapa buku tulisan kami biar dia baca dan pelajari. Obet berjanji akan mendalami Islam lagi. Kita doakan semoga Obet diberikan hidayah oleh Allah SWT mengikuti agama Nur Aini yaitu Islam. &lt;strong&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;"&gt;[www.suara-islam.com]&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6171235794412361397-3846213889842364932?l=ulin21.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ulin21.blogspot.com/feeds/3846213889842364932/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ulin21.blogspot.com/2009/03/tidak-jadi-murtad-karena-bermimpi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6171235794412361397/posts/default/3846213889842364932'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6171235794412361397/posts/default/3846213889842364932'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ulin21.blogspot.com/2009/03/tidak-jadi-murtad-karena-bermimpi.html' title=''/><author><name>Abdullah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03122244876238200790</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_HMOiWdBgLsY/SbNbQBIwbWI/AAAAAAAAAEU/y9E-ZoRmF5w/s72-c/mogoginta.png' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6171235794412361397.post-7846848538234926598</id><published>2009-03-08T13:38:00.001+08:00</published><updated>2009-03-08T13:38:53.872+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Berita'/><title type='text'>Obama Lebih Berbahaya daripada Bush</title><content type='html'>&lt;p&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt;Dunia Islam Jangan Berharap Pada Obama.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt;Terpilihnya Barack Husein Obama sebagai presiden AS, semula diharapkan akan membuka lembaran baru sejarah hubungan antara dunia Islam dengan Barat terutama AS yang selama 8 tahun ini telah dinodai kebijakan Presiden George W Bush. Kebijakan luar negeri Pemerintahan  Bush selama ini benar-benar sangat merugikan dunia Islam. Selain melakukan invasi militer ke &lt;st1:country-region st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Afghanistan&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt; dan Irak yang menimbulkan korban sipil satu juta jiwa, Bush juga menabuh bendera perang melawan terorisme, melalui program Againts Global War On Terorism (Perang Global Melawan Terorisme). Teroris yang dimaksud oleh Bush adalah Islam dan kaum muslimin.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt;Maka tidaklah mengherankan jika terpilihnya Obama disambut dengan antusias oleh dunia Islam. Bahkan Presiden Iran Mahmoud Ahmadinedjad yang selama ini menjadi musuh besar AS, sempat mengirim &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;surat&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:City&gt; ucapan selamat atas terpilihnya Obama. Namun ternyata jawaban Obama sungguh mengecewakan dan masih diliputi rasa kebencian terhadap negara para mullah tersebut. Memang selama ini dunia Islam termasuk &lt;st1:country-region st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Iran&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt; berharap terjadi perubahan dalam politik luar negeri AS yang semula agresif dengan lebih mengedepankan kekuatan militernya menjadi lebih lunak dan membangun hubungan kerjasama dengan dunia Islam.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt;Namun nampaknya harapan tersebut tinggal harapan kosong. Sebab kuatnya lobby Yahudi di AS yang menguasai posisi-posisi penting pada lembaga eksekutif, legislatif, yudikatif, pers dan intelijen; menjadikan politik luar negeri AS sulit untuk berubah. Dengan semikian sebenarnya antara Bush dan Obama sama saja setali tiga uang. Jika dunia Islam amat berharap pada Obama, dapat diibaratkan keluar dari mulut singa masuk ke mulut buaya.  &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt;Hal tersebut terungkap dalam diskusi Forum Kajian Sosial Kemasyarakatan (FKSK) ke 42 bertajuk “Dunia Islam; Perlukan Berharap Pada Obama?”, yang diselenggarakan oleh Hizbud Dakwah Islam (HDI) dan Forum Umat Islam (FUI), di Gedung Intiland Tower, Jakarta, Rabu (26/11) lalu. Diskusi yang dipandu oleh M. Luthfie Hakim itu menghadirkan pembicara Ahmad Syafii Ma'arif (mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah), Jerry D Gray (mantan US Air Force), M Shoelhi (penulis buku “Diambang Keruntuhan AS”) serta Erma Pawitasari (alumnus Boston University USA).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt;Pengamat politik internasional dan mantan US Air Force, Jerry D Gray, berani memprediksi pemerintahan Obama akan lebih berbahaya sehingga menimbulkan kesulitan lebih besar bagi dunia Islam daripada pemerintahan Bush.  “Kabinet Obama saja sudah menunjukkan lebih berbahaya daripada kabinet Bush. Terbukti Hillary Clinton yang sangat rasialis diangkat sebagai Menlu. Sedangkan Robert H Gates tetap dalam posisi sebagai Menhan. Saya kira baru kali ini dalam sejarah AS, Presiden berganti tetapi Menhan tetap menjabat”. Menurut Gray, Obama sangat pro Yahudi, dan memang setiap Presiden AS dapat lolos setelah mendapat rekomendasi dari sejumlah organisasi Yahudi AS seperti AIPAC, Shimon Weisental Foundation, Rochofeller Foundation, Ford Foundation dan sebagainya. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt;Bahkan dalam diskusi tersebut, mualaf yang juga instruktur selam itu berani memprediksi Obama akan memerintahkan invasi militer ke Iran untuk membungkam reaktor nuklirnya sekaligus menjatuhkan rezim Teheran. Hal itu dapat diindikasikan pada sebuah  AIPAC Meeting di Washington, Obama pernah berucap: “Siapa musuh Israel juga musuh saya dan musuh AS. Sekarang musuh yang paling dekat adalah Iran”. Dengan komentarnya tersebut, Gray sangat yakin Iran akan dijadikan sasaran berikutnya setelah Irak dan Afghanistan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt;Tidak hanya itu kejahatan Yahudi terhadap umat Islam. Sebagaimana yang tertulis dalam dokumen World Economic Report tahun 2000 yang dikutip Gray disebutkan, kaum Yahudi AS siap melakukan pembunuhan terhadap 2 miliar penduduk bumi non kulit putih dengan cara apapun, termasuk dengan cara lunak maupun keras seperti sterilisasi, invasi militer seperti Irak dan Afghanistan. Jika nanti Obama sampai memerintahkan invasi militer terhadap Iran, maka diprediksi korban jiwa akan berlipat-lipat daripada Irak dan Afghanistan yang mencapai satu juta jiwa, sebab sebab penduduk Iran tiga kali Irak.    &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt;Sebenarnya politik luar negeri Bush dan Obama hampir sama, seperti dalam persoalan  Palestina, Irak, Sudan, Afghanistan, Iran dan Pakistan. Adapun yang berbeda persoalan Guantanamao dan Irak, di mana Obama bertekad akan menutupnya dan menarik seluruh pasukannya dari Irak dalam waktu 16 bulan.  Untuk masalah Palestina, keduanya sepakat Yerusalem menjadi ibukota Israel yang tidak mungkin dirundingkan kembali.  Sementara masalah Darfur Sudan, Obama dan Bush sama-sama menyalahkan pemerintahan Presiden Omar Hasan Al Bashir atas pembantaian di Darfur dan menghendaki diterjunkannya pasukan PBB ke Darfur. Obama dan Bush sepakat dihentikannya program nuklir Iran, penambahan pasukan ke Afghanistan untuk memerangi Taliban dan Al Qaeda serta keduanya setuju pemboman dengan rudal atas sarang-sarang Taliban dan Al Qaeda di wilayah Pakistan meski diprotes Islamabad.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt;Menanggapi berbagai argumentasi Jerry D Gray tersebut, Ahmad Syafii Ma'arif kurang setuju jika dunia Islam sudah menilai terlebih dahulu pada Obama padahal dirinya belum memerintah. Sebab menurut alumnus Chicago State University tersebut, sebenarnya dunia Islam sendiri tidak bersatu dalam menghadapi politik luar negeri AS. Terbukti Arab Saudi dan Kuwait justru mendorong invasi militer AS ke Irak, sementara negara Islam lainnya sama menentangnya. Selain itu faham politik dan teologi di dunia Islam juga berbeda-beda, dimana ada Sunni, Syiah dan Khawarij. Dengan demikian, Syafii menyarankan agar dunia Islam instrospeksi diri mengapa sekarang umat Islam dalam kondisi lemah, sehingga tidak perlu menyalahkan orang lain.      &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt;Namun argumentasi Syafii tersebut dibantah oleh Muhammad Shoelhi dan Erma Pawitasari. Sebab menurut Shoelhi, AS yang kapitalistik dan imperialistik serta Yahudi Israel yang zionis, selama ini selalu memusuhi dan berusaha menguasai dunia Islam yang kaya akan sumber alam. Sebab hal itu sesuai dengan ideologi zionis internasional yang berambisi menguasai dunia. Bahkan Shoelhi mengingatkan AS berusaha menjajah Indonesia pasca Proklamasi 1945 dengan membonceng Belanda dan Inggris.  &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt;Sementara Erma Pawitasari menyayangkan Syafii yang pernah belajar di Negara Paman Sam dan akhirnya menjadi corong AS. Padahal sebelum berangkat ke AS awal tahun 1980-an lalu, Syafii Ma'arif dikenal sebagai aktivis Islam yang ingin memperjuangkan tegaknya ideologi Islam di Indonesia. Namun setelah belajar ke AS semuanya berubah, Syafii Ma'arif lebih dikenal sebagai pendukung demokrasi, liberalisme dan pluralisme. “Kalau kita tidak punya demokrasi dan pluralisme, lalu kita akan punya apa?”argumen murid Fazlurrahman tersebut. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt;Menurut Erma, siapapun yang pernah belajar di AS, otaknya akan tercuci sehingga pendiriannya dapat berubah 180 derajat dengan menjadi pendukung kuat ideologi kapitalisme. “Padahal sebenarnya umat Islam telah memiliki ideologi Islam yang jauh lebih baik dibandingkan ideologi dan paham yang lain” ungkap pengajar siswa-siswa kelas super di Jakarta itu.&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family: Verdana;"&gt;[halim/www.suara-islam.com]&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6171235794412361397-7846848538234926598?l=ulin21.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ulin21.blogspot.com/feeds/7846848538234926598/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ulin21.blogspot.com/2009/03/obama-lebih-berbahaya-daripada-bush.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6171235794412361397/posts/default/7846848538234926598'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6171235794412361397/posts/default/7846848538234926598'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ulin21.blogspot.com/2009/03/obama-lebih-berbahaya-daripada-bush.html' title='Obama Lebih Berbahaya daripada Bush'/><author><name>Abdullah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03122244876238200790</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6171235794412361397.post-1399862227805281766</id><published>2009-03-08T13:23:00.000+08:00</published><updated>2009-03-08T13:34:22.563+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Berita'/><title type='text'>Adam Malik Dalam Selimut CIA</title><content type='html'>&lt;table class="MsoNormalTable" style="" border="0" cellpadding="0"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr style=""&gt;&lt;td style="padding: 0.75pt;" valign="top"&gt;   &lt;p style="margin-bottom: 12pt;"&gt;Telik sandi Amerika Serikat turut campur   dalam berbagai pergolakan politik di tanah air. Bekas Wakil Presiden Adam   Malik disebut-sebut sebagai bekas agen CIA tertinggi di &lt;st1:country-region st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Indonesia&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt;.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p&gt;Buku baru, kontroversi baru. Itu terjadi tiap kali buku-buku yang   membongkar rahasia masa lalu terbit di negeri yang konon tata titi tentrem   kerta raharja ini. Silang pendapat bermunculan, pro-kontra terjadi, sehingga   suasana panas dan perdebatan nyaris tak ada ujung pangkalnya. Padahal banyak   di antara mereka yang asal bunyi karena kurang membaca.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p&gt;Hal itu pula yang terjadi setelah buku berjudul Legacy of Ashes, The   History of CIA, karya Tim Weiner, wartawan kawakan dari Koran The New York   Times, beredar di Indonesia sebulan lalu. Maklumlah dalam buku itu, pemenang   hadiah Pulitzer 2007 ini menggeber berbagai fakta keterlibatan Central   Intellegence Agency (CIA), dinas intelejan AS itu di Indonesia.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p&gt;Dengan jumlah 833 halaman, kiprah telik sandi AS di Indonesia yang dimuat   di buku itu sebenarnya tidak terlalu panjang. Kisah-kisah itu tertuang hanya   dalam satu bab --berisi &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;lima&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:City&gt;   sub bab  dan satu sub bab. Total dalam edisi bahasa Indo-nesianya, hanya   24 halaman yang bercerita tentang sepak terjang mereka di tanah air. Namun   isinya cukup meng-guncangkan publik awam. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p&gt;Kisah spionase dalam buku bersampul merah yang diterjemahkan denggan judul   Membongkar Kegagalan CIA ini terfokus pada dua isu utama. Pertama, operasi   CIA tahun 1955  1958 ketika berupaya menjatuhkan Presiden Soekarno dan   mendukung PRRI/Permesta (Pemerintahan Revolusioner Republik   Indonesia/Perjuangan Rakyat Semesta). Kedua, dukungan CIA dalam gerakan   kontra kudeta tahun 1965.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p&gt;&lt;strong&gt;Masyumi dan PRRI/Permesta&lt;/strong&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p&gt;Kisah keterlibatan CIA dalam upaya menjatuhkan Soekarno sudah banyak   diungkap penulis dari dalam dan luar negeri. Saat itu AS tak ingin &lt;st1:country-region st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Indonesia&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt;   di-pimpin seorang Pre-siden yang condong ke pemikiran sosialis/ komunis   seperti Soe-karno. Tapi yang menarik diungkapkan dalam buku Weiner adalah   bahwa ternyata CIA ikut bermain dalam Pemilu 1955. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p&gt;Di halaman 182 Weiner mengungkap fakta mengguncang, yakni, “CIA   memom-pakan US $ 1 juta ke kantong musuh politik paling kuat Soekarno, Partai   Masyumi, pada pemilihan umum parlemen nasional tahun 1955...” Tapi operasi   gagal. Partai Nasional Indonesia (PNI) --partainya Presiden Soekarno menang,   Masyumi menjadi runner up, sementara Partai Komunis Indonesia (PKI) di   peringkat keempat dengan 16 persen suara.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p&gt;Hasil pemilu 1955 mengkhawatirkan AS karena PKI kian kuat. Apalagi   Soekarno makin bersikap oposisi terhadap AS dan tetap mengendalikan bandul   politik di &lt;st1:country-region st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Indonesia&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt;.   Karena itu.. “CIA terus membiayai partai-partai politik dan sejumlah tokoh   politik di &lt;st1:country-region st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Indonesia&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt;.”   Sayang buku itu tak mengungkap partai dan nama tokoh-tokoh partai yang   mendapat bantuan dana CIA. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p&gt;Namun keterlibatan CIA dalam pemberontakan PRRI/Permesta sangat   transparan. Pada 25 September 1957, Presiden Eisenhower memerintahkan CIA   menggulingkan Soekarno. Tiga misi mereka: mengirim senjata dan bantuan   militer untuk para komandan militer anti-Soekarno; memperkuat determinasi,   kemauan dan kepaduan para perwira pemberontak di Sumatera dan &lt;st1:place st="on"&gt;Sulawesi&lt;/st1:place&gt;; serta mendukung dan mendorong agar mereka   bertindak sendiri-sendiri atau bersama elemen non-komunis dan anti-komunis.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p&gt;Tapi misi CIA gagal. Operasi dipatahkan komandan Angkatan Darat yang telah   dilatih di AS, dan bahkan “Mereka menganggap diri mereka sebagai anak-anak   Eisenh
