Tampilkan postingan dengan label Wawancara. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Wawancara. Tampilkan semua postingan

Minggu, Maret 08, 2009

DIALOG MASALAH KETUHANAN YESUS ( 28/28 )



SAMBUTAN PRIBADI
BAPAK BURHANUDDIN SIREGAR SH
KETUA PAKEM, KEPALA KEJAKSAAN NEGERI SUMENEP
SAAT DILAKSANAKAN SELAMATAN

Antara lain sambutannya yang memakan waktu lebih kurang dua jam itu garis-garis besarnya adalah sebagai berikut :

Pertama-tama saya menyampaikan terima kasih saya kepada Bapak Kyai Bahaudin Mudhary yang telah memeberikan kesempatan kepada saya pada malam hari ini untuk ikut memberikan sepatah dua patah kata guna menambah keimanan Saudara Antonius serta juga kepada Saudara Nawir yang mengundang saya. Manusia membutuhkan hukum itu sejak ada dalam kandungan ibu, karena dengan adanya anak dalam kandungan itu akan dipersoalkan, apakah ayah dan ibunya itu kawin sah atau tidak, apakah kalau lahir mendapatkan waris atau tidak dan lain-lainnya, yang selain itu pula dari segi kesehatan ibu dan anak itu sendiri dalam kandungan memerlukan perawatan yang teratur sesuai dengan saran-saran kesehatan agar ibu dan anak tetap sehat , yang berarti dari segi kesehatan sendiri juga memerlukan aturan-aturan.

Inilah yang ada pada saya , yang sekarang telah menemui bidangnya yaitu bidang hukum, akan tetapi minus sama sekali dari hukum Islam dan Kristen , tidak sebagai yang di miliki Bapak Kyai Bahaudin Mudhary yang cukup mendalam di bidang hukum yang di dapatnya dalam Al Qur’an dan Bijbel . Hanya saya bersyukur adalah sebagai seorang Muslim yang di harapkan nanti dalam kesucian beragama Islam. Agama selalu mengajarkan kita ingat akan Tuhannya, agama selalu menyuruh pengikutnya bersembahyang , agama terutama agama Islam mengajarkan kita bersembahyang sehari semalam lima kali , agar dengan demikian nafsu-nafsu angkara yang timbul di antara waktu-waktu tersebut menurut , ingat dan selalu memohon kepada Sang Penciptanya agar si pemohon dapat di beri petunjuk pada jalan yang benar , sehingga kalau setiap waktu nafsu buruk nya akan terus menurun orang itu akan menjadi orang yang baik-baik . Kalau tiap orang menjalankan yang begini tidak mungkinlah negara dan masyarakat itu akan hancur , negara akan kacau , karena segala sesuatunya sudah berjalan dengan baik dan lancar , aman dan tenteram , inilah sekedar pandangan dangkal bagi adik Antonius Widuri.

Sekali lagi saya katakan masuk Islam itu tidak berat tapi melaksanakan hukum-hukum Islam itu yang berat , hanya di pikirkan bahwa dalam ajaran Islam yang di turunkan itu tidak ada yang main mutlak-mutlakan , tidak ada yang Absoluts contoh: babi haram akan tetapi dalam keadaan darurat boleh di makan , demikian terhadap hukum-hukum yang lain juga tak ada yang Absolut , yang tidak dapat di tawar-tawar lagi . semua hanya tergantung pada situasi, kondisinya semuanya ringan.

Inilah sekedar sumbangan saya yang dapat saya berikan kepada Adik Antonius Muslim kalau ia ingin menjadi seorang Muslim yang benar-benar , bahaslah Al Qur’an itu, di dalamnya akan di dapat kan . bagaimana kita bergaul dengan Tuhan , dengan Rasul , Alam Ghaib , sesama manusia , harta benda , jual beli dan lain-lainnya, pendek apa yang kita ingini akan kita jumpai . Baik tentang hukum , ekonomi , politik , sosial yang semuanya tidak akan di dapatkan di dalam kitab Injil.
Demikianlah pokok-pokok pidato sambutan saya yang diakhiri dengan Wasalamu’alaikum warohmatullahi wabarokatuh.


SURAT PENGAKUAN

Kami pembuat surat pengakuan ini,
Bernama : Antonius Widuri
Kelahiran : di Yogya
Umur : 30 Tahun
Agama : Kristen

Sejak tanggal 9 maret 1970 sampai dengan tanggal 18 Maret 1970 ( selama waktu 9 malam ) terus menerus , atas kemauan sendiri kami telah bersoal jawab (berdiskusi) dengan Bapak Kiayi Bahaudin Mudhary , guru pesantren di Sumenep (Madura), maka dengan ini menyatakan dengan Ikhlas, mulai tanggal 14 Maret 1970 , kami telah berpindah agama dari penganut agama Kristen Rooms Katholik menjadi penganut agama Islam dengan mengucapkan kalimat Syahadat :

“ ASYHADU AL-LA ILA-HA ILLALLAHU, WAASYHADU ANNA
MUHAMMADUR RASULULLAH “.

( Saya bersaksi bahwa tidak ada Tuhan selain Allah , dan saya mengakui bahwa Nabi Muhammad adalah utusan Allah subhanahu wa taala ).

Pengakuan , dan kepindahan kami dari penganut agama Kristen Rooms Katholik menjadi pemeluk agama Islam kami nyatakan sebenarnya dengan rasa penuh keikhlasan dan kesadaran lahir batin , tanpa ada paksaan maupun pengaruh dari siapapn melainkan dari hasil penelitian dan pertimbangan yang menimbulkan keikhlasan , setelah bersoal jawab (berdiskusi) yang cukup memuaskan , di samping mentelaah buku-buku agama Islam dan majalah Islam. Semoga Allah s.w.t, memberi taufik dan petunjukNya atas kami dalam mengamalkan perintah-perintah dan ajaran-ajaran agama Islam.

Sumenep tgl. 14 Maret 1970

Yang meng-Islamkan
Kyai Bahaudin Mudhary

Kami yang membuat pengakuan
Antonius Muslim Widuri

Saksi-saksi
1. A. Marzuki
2. Muh. Nawir Rasyidi
3. Abd. Latif
4. M. Ahya
5. Muh. Hatta
6. M. Markam
7. RH. Abd. Aziz
8. A. Zainudin

DIALOG MASALAH KETUHANAN YESUS ( 27/28 )

SAMBUTAN BAPAK KYAI BAHAUDIN MUDHARY

Assalamu’alaikum warohmatullahi wa barokatuh.

Saudara- saudara,

Kami bersyukur kehadiat Allah Subhanahu wa taala diikuti panjatan do’a, semoga Saudara Antonius Muslim Widuri selaku pemeluk Islam menambah ilmu pengetahuan tentang ke Islaman sehingga dapat juga ikut serta melakukan da’wah Islamiyah di kemudian hari.

Kami menyampaikanterima kasih kepada :

  • Saudara Markan dengan keikhlasannya mendampingi Saudara Antonius Muslim Widuri memberikan penjelasan-penjelasan selama diskusi berlangsung. Dan di samping itu Saudara Markan dengan foto tustelnya telah mengabadikan diskusi ini selaku kenang-kenangan.
  • Saudara Abdul Latif, Stenograf berijazah, yang telah mencatat, membuat weslag, naskah sejak dari mula pertama kali hingga diskusi berakhir.
  • Saudara Soeroto yang memberi bantuannya berupa tape recorder.
  • Saudara-saudara pengurus Yayasan Pesantren Sumenep dan Saudara-saudara yang telah menyaksikan, walaupun diskusi ini sengaja kami tidak dengan undangan malah oleh kami direncanakan dengan cara bersembunyi ( tertutup ), hanya pertemuan biasa pribadi dengan pribadi saja. Akan tetapi oleh karena Saudara-saudara mungkin mendengar selentingan kabar lalu ingin menyaksikan. Syukur diskusi ini berlangsung dengan lancar dan tertib, disebabkan bantuan Saudara-saudara.
  • Saudara A. Zainudin dengan ikhlas telah menyediakan tempat dan sekedar penawar haus.
  • Saudara A. Rofiq dan Saudara Muhammad Nawir Rasyidi dengan ikhlas pula telah menyediakan santapan sekedar selamatan.

Semoga amal-amal Saudara yang kami sebutkan di karuniai ganti lipat ganda dari Allah Subhanahu wa taala. Amien.

Saudara-saudara.
Perasaan kami sulit dilukiskan dengankata-kata, namun perasaan itu tetap tinggal di dalam badan rasa ( gevoeis-lichaam ) tak mungkin lenyap dan dilenyapkan.

Saudara-saudara,
Merubah kepercayaan, merubah keyakinan hidup seseorang bukan pekerjaan enteng. Akan tetapi bukan pekerjaan mustahil untuk diusahakan. Karena yang mustahil itu tidak mesti mustahil untuk mencapai hasil yang diinginkan. Akan tetapi usaha semacam itu membutuhkan tidak sedikit ketabahan dan kesabaran, tidak sedikit energi, tidak sedikit pengorbanan perasaan dan waktu. Sebab dalam hal itu Allah melarang paksaan. Namun Allah Subhanahu wa taala selalu menganugerahkan karunia dan petunjuk Nya atas hamba yang dikehendakiNya.

Selanjutnya kita harus selalu menyadari untuk memupuk toleransi beragama. Kita tidak mempersoalkan “mayorita” atau “minorita” di bidang agama, melainkan peranan kita ialah di biang “da’wah” dengan segala macam corak bentuk dan bentuk yang dibenarkan oleh hukum yang berlaku.

Setiap individu masyarakat, bangsa yang memperuncing perbedaaan agama dalam lingkungan maupun di dalam negara, akan senantiasa mengalami kesulitan di dalam seluruh bangsa itu sendiri.

Dulu pemerintah kolonial Belanda sangat memperhatikan toleransi, sehinga ke daerah kuat keislamannya. Pemerintah koloniaql tidak memberikan izin masuk agama Kristen baik Katholik maupun Protestannya, padahal Ratu Belanda adalah Protestan dan pemerintah Belanda kerap kali di pegang oleh orang Katholik. Presiden Jenderal Soeharto ( ketika masih menjabat Pd. Presiden ) dalam pidato kenegaraan pada tanggal 17 Agustus 1967 antara lain beliau berkata : “Bangsa Indonesia sungguh-sungguh merasa bahagia, bahwa kita mempunyai tradisi yang baik mengenai toleransi agama ini”.

Semoga dicukupkan sekedar sambutan kami ini.

Wassalamu’alaikum wa rohmatullahi wa barokatuh.

DIALOG MASALAH KETUHANAN YESUS ( 26/28 )

SAMBUTAN PADA MALAM SELAMATAN

SDR. ANTONIUS MUSLIM

Assalamu’ alaikum warohmatullahi wa barokatuh

Bapak Kyai Bahaudin Mudhary dan Saudara-saudara yang kami mulyakan; Saudara-saudara yang telah ikut serta menyaksikan pertemuan ( diskusi ) antara Bapak Kyai bahaudin Mudhary dengan kami antara orang Islam dan Kristen Rooms Katholik yang telah berlangsung selama beberapa malam yang diakhiri masuknya kami dalam agama Islam, menjadi pemeluk agama Islam, ajaran agama Allah Subhanahu wa taala Yang Maha Tunggal, menjadi penganut ajaran Nabi Muhammad Rasulullah SAW maka dengan ini kami memanjatkan syukur ke hadirat Allah Subhanahu wa taala dan terima kasih yang sebesar-besarnya kami aturkan kepada Bapak Kyai bahaudin Mudhary yang memberikan waktunya selama beberapa malam, yang membawa manfaat kepada kita bersama.

Di samping itu kami harus mengakui pula selama diskusi berlangsung dengan tertib dan lancar kami merasa kagum atas keterangan-keterangan dan penjelasan-penjelasan dari Bapak Kyai Bahaudin Mudhary.

Kagum kami rasakan oleh karena beliau hafal luar di kepala ayat-ayat Injil dan logika yang digunakan oleh beliau adalah logika debat, jujur dan obyektif dan diikuti pula penjelasan-penjelasan ilmiah yang kesemuanya itu tak mungkin di tolak oleh akal dan jiwa yang sadar untuk memebuktikan kesadaran lahir dan bathin, mengetok dan membuka jiwa kami dan akhirnya membawa keyakinan kami kepada agama Islam.

Saudara-saudara menyaksikan sendiri bahwa kami menjadi pemeluk dan penganut agama Islam adalah bukan karena paksaaan, bukan karena pengaruh dari siapapun , bukan karena tekanan, bukan karena keadaan, bukan karena ada maksud yang lain dan bukan karena ajakan, di minta atau meminta, melainkan adalah dari hasil pertemuan, tumbuh dari hasil diskusi dengan tujuan mencari kebenaran dan keyakinan beragama.

Keyakinan dan keyakinan beragama yang kami miliki sekarang ini adalah hasil dari penelitian dan penyelidikan serta serta pertimbanga-pertimbangan dari hasil diskusi yang menggunakan waktu yang tidak sedikit, berlangsug beberapa malam lamanya . Diamping itu pula kami menggunakan kitab-kitab agama maupun kitab-kitab lainnya dan majalah-majalah, antara lain ialah majalah Kiblat yang senantiasa memuat artikel-artikel tentang agama Kristen, yang ikut kami membantu dalam meneliti ajaran-ajaran agama.

Maka jelaslah bahwa kami menjadi penganut agama Islam, bukan karena ikut-ikutan, melaimnkan dengan penyelidikan, penelitian dan pertimbangan-pertimbangan dengan mempergunakan waktu yang tidak sedikit, sebagaimana Saudara-saudara telah menyaksikan sendiri. Malah bagi Saudara-saudara yang mengikuti “diskusi” dari mula sampai malam ini, Saudara-saudara menyaksikan sendiri bagaimana gigihnya kami memperyahankan keyakinan kami selaku pemeluk agama Kristen Rooma Katholik dalam pertemuan ini namun kegigihna kami itu lama-lama menjadi pudar setelah di kikis sedikit demi sedikit oleh Bapak Kyai Bahaudin Mudhary. Beliau hanya menggunakan kitab Bijbel ntuk menghadapi sanggahan-sanggahan kami, namun akhirnya kami sendiri yang menyerah. Tidak salah kalau beliau menyinggung dengan ucapan “senjata makan tuan”. Kami akhiri sampai di sini saja dan selanjutnya kami mohon dengan hormat, sudi Bapak-bapak dan Saudara-saudara memberikan bimbingan kepada kami yang masih hijau dalam ajaran-ajaran islam

Dengan bimbingan Bapak-bapak dan Saudara-saudara itu pasti akan membawa kami menjadi pemeluk agama Islam yang setia, taat, taqwa sehingga kelak dihadapan Allah Subhanahu wa taala. Sekali lagi kami menghaturkan terima kasih.

DIALOG MASALAH KETUHANAN YESUS ( 24/28 )

A: Apakah orang-orang Islam yang masuk agama Kristen itu terdiri dari sarjana-sarjana Islam ?

B: Saya tidak mengetahuinya, hanya dari kata-kata saja. Akan tetapi saya sendiri sampai saat ini belum menemukan malah belum mendenngar sarjana-sarjana Islam masuk Kristen

A: Kalau begitu orang-orang Islam di Indonesia yang berpindah agama bukan dari hasil penelitian; jadi masuknya bukan berdasarkan keyakinannya.

B: Mengapa Bapak berpendapat demikian ?

A: Saudara membuktikan sendiri bahwa orang-orang Islam di Indonesia ada banyak sekali, yang miskin, melarat dan menderita dalam hidupnya. Mereka butuh uang, makan, pakaian dan obat-obatan.
Kesempatan ini dipergunakan oleh beberapa orang penganut Kristen untuk mempengaruhi mereka dengan jalan membagi-bagikan makanan, pakaian, obat-obatan dan lainnya kalau tidak keliru.

B: Ya, saya pernah baca di majalah Kiblat.

A: Di zaman ini ada beberapa orang di negeri Barat yang mulanya beragama Kristen setelah menyelidiki dan meneliti ajaran-ajaran Islam, yang menunjukkan kebenaran ajaran Islam mereka berterus terang berpindah menjadi penganutr agama Islam; merek yaitu golongan sarjana, malah diantaranya terdapat pendeta Kristen yang menjadi pemeluk agama Islam.

B: Betul saya sendiri pernah membaca di majalah Kiblat.

A: Jadi sudah jelas. Bahwa orang-orang di negeri Barat yang beragama Kristen lalu berpindah menjadi pemeluk agama Islam, disebabkan dari hasil penelitiannya tentang kebenaran ajaran-ajaran Islam.
Umumnya orang-orang di negeri Barat kalau melakukan suatu penelitian dan penyelidikan menggunakan kecerdasan otaknya secara ilmiah. Mereka menjadi penganut Islam dengan kesadaran dan keyakinannya.

B: Saya menerima keterangan Bapak.

A: Sedangkan orang-orang Islam di Indonesia yang berpindah agama menjadi pemeluk agama Kristen umumnya bukan dari hasil penyelodikan dan penelitiannya yan tentunya bukan atas dasar kesadaran dan keyakinannya melainkan karena perut lapar karena hidupnya yang senin-kemis, butuh makan, uang, pakaian maupun obat-obatan.
Dengan keterangan saya ini Saudara bisa bandingkan sendiri sebab musababnya orang-orang Kristen di negeri Barat yang masuk Islam dan orang-orang Islam di Indonesia yang masuk agama Kristen.

B: Tetapi tentu ada juga orang-oranng Indonesia yang tidak miskin masuk agama Kristen !
A: Tetapi mereka itu umumnya bukan berasal bukan dari penganut agama islam , mungkin dari agama yang lainlagi.

B: Jadi masih ada yang akan di tanyakan lagi ?

A: Ya , sedikit besok malam saja . Sekarang sudah jauh malam.

B: Bailklah besok malam, agar lebih sempurna.

PERTEMUAN YANG KE SEMBILAN
MASUK ISLAM


A: Pertemuan kita sudah berlangsung beberapa kali dan berjalan lancar. Pada pertemuan yang sekarang ini , apakah masih ada pertanyaan-pertanyaan Saudara yang akan di ajukan ?

B: Sejak siang tadi , saya telah pikirkan dan pertimbangkan secara mendalam tentang hasil-hasil pertemuan kita yang menimbulkan kesadaran saya untuk menentukan pendirian saya agar memilih agama yang mana yang harus saya untuk menentukan pendirian saya agar memilih agama yang mana yang harus saya ikuti.

A: Alhamdulillah , kalau saudara sudah dapat menentukan sendiri , jadi bagaimanakah kepercayaan Saudara sekarang ini terhadap Trinitas [ Tuhan Bapak , Rohkhul kudus dan Tuhan anak ]

B: Memang soal inilah yang sedang saya renungkan sejak tadi siang , oleh karena saya masih merasa terikat oleh satu “ patokan “ yang hingga saat ini belum dapat saya pecahkan . Padahal keterangan Bapak sangat memuaskan sejak semula kita bertemu .

A: Sekiranya Saudara tidak berkeberatan, cobalah Saudara terangkan. Mungkin saya dapat membantu Saudara.

B: Ialah soal : Trinitas. Soal ini masih berbekas dalam jiwa saya.

A: Baiklah Saudara terangkan saja.

B: Tuhan Bapak, Tuhan Anak dan Rohul Kudus itu walaupun tersusun dari tiga oknum, tetapi tetap pada hakekatnya “Tunggal” juga. Karena yang satu tidak dapat berpisah dengan yang lain.

Persoalan inilah yang masih berbekas dalam keyakinan saya. Sedangkan soal-soal lain mengenai ayat-ayat di Bijbel, dosa waris, kebenaran Al-Qur’an, kebenaran Nabi Muhammad selaku utusan Tuhan, teristimewa perselisihan ayat-ayat di Bijbel dan keterangan-keterangan serta penjelasan-penjelasan Bapak berdasarkan fakta obyektif dan interesant itu bagi saya sudah beres dan saya menyerah.

A: Baiklah, lanjutkan.

B: Tetapi soal “Trinitas” itu masih terlukis saja dalam keyakinan saya. Sehingga belum dapat secara bulat ( ikhlas ) bagi saya untuk mengorbankan keyakinan saya begitu saja tanpa penjelasan-penjelasan yang cukup luas yang sungguh mengatasi keyakinan saya.

A: Jadi yang tiga oknum itu, Saudara masih mempercayai bahwa ketiganya itu adalah Tuhan semuanya.

B: Ya, begitulah, tetapi sudah mulai tipis.

A: Jadi Tuhan Bapak itu Tuhan ?

B: Ya !

A: Tuhan anak ( Yesus ) apakah Tuhan juga ?

B: Ya !

A: Apakah Ruhul Kudus juga Tuhan ?

B: Ya, semuanya “tiga” tetapi tetap “satu’ ( tunggal ), seperti say atelah teranhkan tadi. Supaya lebih jelas saya buatkan misal !

A: Baiklah silahkan Saudara buatkan misal !

B: Bapak sekarang sedang merokok.

A: Ya, sekarang sedang merokok. Saudara-saudara yang hadir melihat juga. Saya sekarang sedang merokok.

B: Rokok yang Bapak isap itu terdiri dari 3 susunan ialah :

  • Batang rokoknya
  • Apinya
  • Merahnya api rokok

A: Ya, betul teruskan.

B: Batang rokok, apinya dan merahnya itu menjadai satu juga walaupun terdiri dari pada 3 susunan akan tetapi pada hakekatnya satu juga ialah “rokok”, ketiganya tidak dapat terpisah, melainkan berpadu menjadi satu ( tunggal ). Demikian juga halnya tentang Trinitas itu.

A: Misal atau perumpamaan yang Saudara berikan walaupun dianggap benar, tetapi tidak tetap.

B: Jadi bagaimana, saya minta di bantah kalau tidak tepat.

A: Saya tidak akan membantah malah saya hargai pendapat Saudara itu. Saya hanya inngin bertanya menngenai perumpamaan ang Saudara kemukakan tadi. Tetapi pertanyaan saya ini, minta di beri jawaban yang tepat.

B: Baik, semoga saya bisa menjawabnya.

A: Tadi Saudara memberikan perumpamaan tentang rokok dalam hal persamaan dengan Trinitas.

B: Ya, betul begitu.

A: Saya ingin bertanya dan saya sekarang sedang merokok. Apakah batang rokok ini, rokokkah atau bukan ?

B: Ya, betul batang rokok.

A: Apaka apinya rokok ini rokokkah atau bukan ?

B: Bukan !

A: Nah, sekarang saya tanyakan lagi. Apakah Tuhan Bapak itu Tuhan atau bukan ?

B: Ya, betul Tuhan.

DIALOG MASALAH KETUHANAN YESUS ( 23/28 )

A: Kalau demikian tentunya Saudara dapat membayangkan apakah Bijbel yang sekarang ini masih tetap dikatakan sucikah atau sudah dicampuri oleh tangan manusia .

B: Kalau sudah terang-terang begini, tentunya sulit untuk dipertahankan kesuciannya.

A: Apakah Saudara masih belum merasa puas bukti-bukti yang saya unjukkan tentang ayat-ayat Bijbel yang berlawanan antara yang satu dengan yang lain itu.

B: Sudah cukup jelas.

A: Jangankan di kitab suci itu sampai terdapat beberapa ayat yang berlawanan malah satu ayat saja terdapat yang ayat berselisih dengan ayat yang lain, sudah cukup alasan untuk tidak dipertahankan kesuciannya.

B: Kalau begitu kitab Bijbel yang dianggap suci oleh penganutnya itu lantas bagaimana ?

A: Sebetulnya pertanyaan Saudara itu harus di jawab oleh Saudara sendiri, karena Saudara sendiri masih mempunyai kitab itu. Tetapi saya tolong menjawabnya. Setiap agama mempunyai kitab suci. Akan tetapi kalau di kitab sucinya itu ternyata terdapat beberapa ayatnya yang berselisih atau berlawanan dan tidak cocok antara yang satu dengan yang lain, apaka penganut-pennganut agama itu masih berkeyakinan bahwa kitab sucinya itu tetap suci ?

Padahal yang dinamai kitab suci itu adalah wahyu, ilham dari tuhan. Mustahil sekali kalau wahyu Tuhan itu tidak cocok. Di satu ayat Tuhan berkata “Ya”, lalu di lain ayat lagi menyatakan “Tidak”. Di satu ayat Tuhan berkata “A” lalu di ayat lain Tuhan berkata lagi “Bukan A tetapi B”. Kalau sampai terjadi demikian, tidak mustahil bahwa tangan manusia sudah ikut campur didalamnya.

B: Betul begitu. Tetapi maaf, kalau Bapak tidak berkeberatan, saya minta lagi.

A: Minta yang mana lagi yang dimaksudkan oleh Saudara ?

B: Minta satu ayat lagi yang berselisih di Bijbel.

A: Agaknya Saudara akan menguji saya tentang Bijbel ?

B: Tidak, betul-betul tidak. Hanya minta satu saja. Betul-betul saya hanya minta satu ayat lagi.

A: Saudara minta satu ayat lagi atau lebih, saya bisa unjukkan. Tetapi waktunya sudah jauh malam. Kecuali kalau Saudara suka menerima sampai pagi.

B: Tidak, betul-betul hanya minta satu ayat lagi. Setelah itu kita lanjutkan pasal-yang pasal lain.

YANG HADIR: Teruskan sampai waktu subuh, kita setuju dan akan tetap tenang.

A: Baiklah saya penuhi pengharapan Saudara Antonius. Silahkan Saudara periksa di kitab “Semuil yang kedua” pasal 10 ayat 18.

B: Baik, di pasal dan ayat ini menyebutkan : “Tetapi kemudian larilah segala orang Syam itu dari hadapan orang Israil, maka dari pada orang Syam itu dibinasakan Daud tujuh ratus buah rata da empat puluh ribu orang berkuda, tambahan pula dikalahkannya Sobach panglima perang mereka itu, sehingga matilah ia di sana…………………….”

A: Cukup dibaca sampai di situ dulu. Saya aka bertanya pada Saudara, di ayat ini ada berpakah jumlahnya rata yang dibinasakan Daud ?

B: Di ayat ini menyebutkan 700 ( tujuh ratus ) rata banyaknya yang dibinasakan oleh Daud.

A: Di ayat itu juga ada berapakah jumlahnya orang berkuda yang dibinasakan oleh Daud ?

B: Menurut ayat ini ada 40.000 ( empat puluh ribu ) orang berkuda yang dibinasakan oleh Daud.

A: Dan di ayat itu juga, siapakah namanya panglima perang yang di bunuh ?

B: Menurut ayat ini panglima perang yang di bunuh bernama Sobach.

A: Betulkah semuanya itu ? Silahkan periksa lagi !

B: Betul demikian jawaban-jawaban saya berdasarkan ayat ini.

A: Kalau betul silahkan Saudara periksa di kitab “Tawarich yang pertama” pasal 19 ayat 18.

B: Disini ada menyebutkan : “Maka larilah segala orang Syam dari hadapan orang Israil, maka dibinasakan Daud dari pada orang Syam itu tujuh ribu buah rata perang dan empat puluh ribu orang yang berjalan kaki, tambahan pula dibunuhnya Sofach panglima perang itu”.

A: Saya akan bertanya : Ada berapakah jumlah rata yang dibinasakan oleh Daud menurut ayat ini ?

B: Menurut ayat ini, menyebutkan ada 7.000 ( tujuh ribu ) buah rata.

A: Di ayat itu juga yang dibinasakan oleh Daud apakah 40.000 orang yang berkuda atau 40.000 orang yang berjalan kaki ?

B: Di ayat ini yang dibinasakan oleh Daud ada menyebutkan 40.000 orang berjalan kaki, bukan orang berkuda.

A: Pun di ayat itu juga, disebutkan siapakah nama nya panglima perang, apakah Sobachkah atau Sofach ?

B: Di ayat ini disebutkan bernama Sofach.

A: Coba Saudara perhatikan dengan seksama perselisihan di dua ayat ini. Satu ayat saja sudah terdapat 3 macam selisih.
Di kitab “Semuil yang kedua” pasal 10 ayat 8 menyebutkan : yang dibinasakan oleh Daud sebanyak 700 ( tujuh ratus ) rata, sedangkan di kitab “Tawarich yang pertama” pasal 9 ayat 18 menyebutkan 7.000 ( tujuh ribu ) rata.

Yang manakah yang benar di dua ayat itu. Di kitab “Semuil yang kedua “ itu juga ada menyebutkan 40.000 ( empat puluh ribu ) orang berjalan kaki. Yang manakah yang benar, 40.000 ( empat puluh ribu ) orang berkudakah yang dibinasakan oleh Daud atau 40.000 ( empat puluh ribu ) orang berjalan kaki.

Di kitab “Semuil yang kedua” itu juga ada menyebutkan panglima perangnya bernama Sobach sedangkan di kitab “Tawarich yang pertama” menyebutkan panglimanya bernama Sofach. Yang manakah yan benar, bernama Sobach kah atau bernama Sofach ?

B: Sudah cukup puas, saya sudah menyadari dan saya sudah mulai insyaf !!

A: Mulai sadar dan insyaf yang bagaimana yang Saudara maksudkan ?

B: Jiwa dan kesadaran saya mulai terbuka. Besok malam akan saya lukiskan kandungan hati saya, setelah saya menerima jawaban-jawaban pertanyaan-pertanyaan saya yang lain pada Bapak.
Akan tetapi sebelum pertemuan malam ini di tutup, saya ingin bertanya, tetapi maaf sebelumnya, juga kepada Saudara-saudara yang hadir.

A: Baik, saya persilahkan !

B: Apakah sebabnya orang-orang pandai ( sarjana ) di negeri Barat banyak yang memeluk agama Kristen ?. kalau agama Islam suatu agama yang benar, dan ajaran-ajarannya sesuai denga ilmu pengetahuanan modern, tetntunya mereka masuk Islam.

A: Sebelum saya memberikan jawaban saya akan bertanya ! Saudara sendiri termasuk sarjana , mengapa Saudara tertarik mempelajari islam !

B: Ya , karena hasil diskusi ini yang membawa saya lebih menyelami dan memilih ajaran-ajaran Islam.

A: Sekiranya tanpa diskusi yang menghasilkan tambahnya meneliti ajaran-ajaran Islam, apakah mungkin Saudara menjadi pemeluk agama Islam yang sadar ?

B: Menurut pikiran saya tidak mungkin !

A: Orang-orang di negeri barat yang Saudara sebut itu sekiranya seperti Saudara pula dalam menganut suatu agama.

B: Ya, betul

A: Memang betul; karena di zaman ini dari mreka ada banyak yang sudah memeluk agama Islam atas hasil penyelidikan dan penelitian yang mendalam.

B: Akan tetapi ada orang-orang Islam yang berpindah agama menjadi pemeluk Kristen.

A: Dari manakah Saudara ketahui ?

B: Di negeri kita sendiri. Buktinya dengan bertambahnya pembangunan Gereja, sekolah-sekolah Kristen nampaknya senantiasa bertambah jumlahnya.

DIALOG MASALAH KETUHANAN YESUS ( 22/28 )


A: Di ayat ini menyebutkan berapakah umur Ahazia di waktu menjadi raja ?

B: Di ayat ini menyebutkan di waktu berumur 42 tahun.

A: Nah, di dua ayat ini yang manakah yang benar, di waktu berumur 22 tahunkah yang benar atau berumur 42 tahun. Di satu ayat menyebutkan Ahazia menjadi raja di waktu berumur 22 tahun dan di ayat yang lain menyebutkan pada waktu berumur 42 tahun. Bukankah ini menunjukkan perselisihan yang menyolok sekali di kitab Injil yang dikatakan kitab suci itu ?

B: Ya, perselisihan di dua ayat ini tak dapat dipungkiri lagi.

A: Supaya makin bertambah tak dapat dipungkiri lagi oleh Saudara tentang ayat-ayat yang berlawanan di kitab Bijbel itu. Silahkan Saudara periksa lagi di Kitab Raja-Raja II pasall 24 ayat 8.

B: Baik, di sini ada menyebutkan : “Bermula maka umur Jojachin pada masa ia naik raja delapan belas tahun, maka kerajaanlah ia di Yeruzalem tiga tahun lamanya dan bunda baginda itu Nehusta anak Elmatan dari Yeruzalem”.

A: Siapakah nama raja di ayat ini ?

B: Namanya Jojachin.

A: Silahkan Saudara periksa di kitab “Tawarich yang kedua” pasal 36 ayat 9.

B: Di sini ada menyebutkan : “adapun umur Jehojachin pada masa ia naik raja itu delapan belas tahun, maka kerajaanlah ia di Yeruzalem tiga bulan dan sepuluh hari lamanya, maka diperbuatnya barang yang jahat kepada pemandangan Tuhan”.

A: Buktikan, perselisihan yang menyolok pada dua ayat ini, di satu ayat menyebutkan “Jojachin” dan di ayat yang lain menyebutkan “Jehojachin”.

Selanjutnya di satu ayat menyebutkan kerajaan Jojachin di Yeruzalem tiga tahun lamanya dan di ayat yang lain menyebutkan 3 bulan 10 hari. Yang manakah yang benar di dua ayat ini, Jojachinkah atau Jehojachin dan kerajaan Yeruzalem selama 3 tahunkah atau 3 bulan 10 hari ?
Harap Saudara periksa lagi dengan teliti susunan dua ayat yang Saudara baca tadi.

B: Betul, memang tidak cocok antara dua ayat itu.

A: Aneh, lagi-lagi tidak cocok dan memang tidak cocok.

B: Memang mustahil di kitab suci mengandung ayat-ayat yang berlawanan antara yang satu dengan yang lain.

A: Supaya lebih nyata kemustahilannya teruskan Saudara periksa di kitab “Saul yang kedua” pasal 23 ayat 8.

B: Di ayat ini tersusun sebagai berikut :

“Bermula, maka inikah nama segala pahlawan yang pada Daud, Josech Basjebet bin Tachemoni, kepala segala penghulu iapun bergelar penyucuk dan penikam lembaing, sebab ditikamnya akan ke delapan ratus orang dalam sekali saja berperang”.

A: Berdasarkan ayat ini saya ingin bertanya pada Saudara. “Siapakah nama pahlawan pada Daud menurut ayat ini ?

B: Namanya Josech Basjebet bin Tachemoni.

A: Menjabat apaka ia ?

B: Kepala segala penghulu.

A: Berapa orangkah yang ditikamnya dalam sekali berperang ?

B: Delapan ratus orang.

A: Kalau begitu, silahkan Saudara periksa di kitab “Tawarich yang pertama” pasal 11 ayat 11.

B: Di ayat ini susunan kalimatnya sepert berikut :

“Maka inilah bilangan segala pahlawan yang pada Daud itu Jaxohan bin Hachmoni, kepala orang tigaratus, ditikamnya akan mereka itu sekalian dalam sekali berperang”

A: Berdasarkan ayat yang Saudara baca ini, saya ingin bertanya : Siapakah nama pahlawan pada Daud menurut ayat ini ?

B: Jaxoban bin Hachmoni.

A: Menjabat apakah ia ?

B: Kepala dari orang tiga puluh.

A: Berapakah orang yang ditikamnya dalam sekali berperang ?

B: Sebanyak tiga ratus orang.

A: Cocokkan dua ayat ini antara yang satu dengan yang lain.

B: Terlalu tidak cocok, malah dalam dua ayat ini terdapat 3 macam selisih yang jelas sekali.

A: Memang. Di satu ayat menyebutkan pahlawan pada Daud bernama Josech Basjebet bin Tachemoni dan di ayat yang lain bernama Jaxoban bin Hachmoni. Di ayat inipun menyebutkan Kepala orang tiga puluh, di ayat inipun ada menyebutkan lagi “menikam 800 ( delpan ratus ) orang dalam sekali berperang” dan di ayat yang lain menyebutkan “menikam 300 ( tiga ratus ) “ orang dalam sekali berperang.

B: Intermezzo sedikit Pak Kyai !

A: Ya, boleh intermezzo jenis apa !!!

B: Saya merasa sungguh kagum, karena bapak Kyai hafal di luar kepala tentang ayat-ayat Bijbel. Padahal kalau tidak salah ayat-ayat di kitab Bijbel itu ada ribuan. Dengan cara bagaimanakah Bapak menghafalkannya ?

A: Lain waktu saya bisa terangkan pada Saudara !!!

B: Manghafalkannya saja tentu amat berat. Yang betul-betul mengherankan saya, Bapak dapat menunjukkan dengan cepat letaknya ayat-ayat di Bijbel dan tambah mengherankan lagi hafalnya ayat-ayat Bijbel yang berlawanan antara satu ayat dengan yang lain. Baik tentang nama-nama suratnya, pasalnya maupun ayat-ayatnya, kesemuanya dengan tepat sekali Bapak menunjukkannya.
Betul, saya bertanya ; malah diantara Saudara-saudara yang hadir kemarin malam ada yang mmmbisikkan pada telinga saya, memberikan dorongan supaya menanyakan kepada Bapak.

A: Supaya tidak banyak makan waktu, saya jawab dengan singkat saja; saya kalau menghafalkan sesuatu tidak hanya menggunakan alat panca indra lahir ( sensus exterrior ) semata-mata, akan tetapi juga alat-alat panca indra bathin ( sensus inteior ). Keterangan mengenai soal ini cukup panjang, membutuhkan antara dan waktu tersendiri. Kalau Saudara ada hasrat, lain waktu akan saya jelaskan.

B: Baiklah kalau begitu, sekarang kita lanjutkan.

A: Sebagai bukti bahwa alat panca indra bathin dapat menembus, maka saya tembuskan pandangan bathin lagi pada Saudara ayat-ayat Bijbel yang berlawanan.

B: Terima kasih.

A: Silahkan Saudara periksa lagi di kitab :”Samuil yang ke dua” pasal 24 ayat 1.

B: Di pasal dan ayat ini menyebutkan : “Bermula maka kembali pula berbangkitlah murka Tuhan akan orang Israil, diajaknya Daud akan lawan mereka itu katanya : Bilangkanlah olehmu akan orang Israil dan akan orang Jehuda”

A: Menurut ayat ini, siapakah yang mengajak Daud membilang dan melawan orang Israil ?

B: Menurut susunan ayat ini yang mengajak Daud ialah “Tuhan”.

A: Betul, sekarang silahkan Saudara periksa di kitab “Tawarich yang pertama” pasal 24 ayat 1.

B: Baik, di pasal dan ayat ini ada menyebutkan : “Sebermula, maka pada masa itu, berbangkitlah syetan akan celaka orang Israil, diajaknya akan Daud supaya dia membilang banyak orang Israil”.

A: Menurut ayat ini siapakah yang mengajak Daud membilang orang Israil ?

B: Berdasarkan ayat ini yang mengajak Daud ialah “Syetan”

A: Nah, perhatikan : di satu ayat menyebutkan yang mengajak Daud adalah Tuhan. Kemudian di satu ayat yang lain menyebutkan yang mngajak Daud adalah Syetan. Yang manakah yang benar di antara dua ayat ini, Tuhankah atau Syetan?

B: Ya betul : ini adalah suatu perselisihan yang menyolok sekali

DIALOG MASALAH KETUHANAN YESUS

B: Ya, saya mengakui memang tidak cocok.

A: Saya lanjutkan , Silahkan periksa lagi di kitab : “Kejadian” pasal 32 ayat 30.

B: Ya , disini menyebutkan : “Maka dinamai oleh Yakub akan tempat itu Penyel karena katanya :”Sudah kulihat Allah muka dengan muka , maka nyataku selamatlah”.

A: Perhatikan : di satu ayat menyebutkan, tidak seorangpun melihat Tuhan, melainkan Yesus. Di ayat yang lain menyebutkan bahwa Ibrahim melihat Tuhan. Di ayat yang lain lagi ada menyebutkan Yakub melihat Tuhan, malah bertemu muka dengan muka. Yang manakah yang benar diantara tiga ayat tersebut ? Mustahillah benar semuanya, karena jelas sekali susunan ayatnya yang nyata-nyata mengandung ayat-ayat yang berselisih antara yang baru dengan yang lain. Kalau di katakan salah satu dari ayat pada ayat-ayat itu yang benar, maka yang dua ayat tentunya salah semuanya. Pantaskah suatu kiab suci mengandung ayat yang salah ?
Dan kalau di katakan salah semuanya maka apakah kitab itu dapat dipertahankan kesuciannya, kalau ayat-ayatnya terdapat berlawanan.

B: Ya, saya mengakui ayat-ayat tersebut tidak cocok antara yang satu dengan yanng lain.

A: Pengakuan Saudara itu memang penting, tetapi lebih utama kalau diikuti dengan kesadaran.

B: Saya harap unjukkan lagi ayat-ayat di kitab Injil yang berselisih.

A: Baiklah, silahkan periksa di kitab “Semuil” yang ke dua pasal 8 ayat 9, 10”

B: Di pasal dan ayat ini menyebutkan : “Bermula maka setelah kedengaranlah kabar kepada Toi, Raja Hamat mengatakan Daud sudah mengalahkan segenap bala tentara Hadar Ezar, disuruhkan Toi akan Yoram anaknya menghadap Raja daud akan bertanyakan selamat baginda dan menyampaikan berkat selamat kepada baginda…………”

A: Cukup di baca sampai di situ duli !. Bagaimana menurut pendapat Saudara maksud ayat itu. Siapakah nama raja Hamat ?

B: Menurut ayat ini raja Hamat bernama Toi.

A: Sekarang silahkan periksa kitab : “Tawarich yang pertama” pasal 18 ayat 9.

B: Disini menyebutkan : “Hatta apabila kedengaranlah kabar kepada Tohu , raja Hamat, mengatakan Daud sudah mengalahkan segenap bala tentara Hada Ezar raja Zaba itu”.

A: Di ayat ini, siapakah nama raja Hamat ?

B: Menurut ayat ini, nama raja Hamat ialah : “Tohu”

A: Nah, perhatikan : di satu ayat menyebutkan nama raja Hamat ialah “Toi” sedang di ayat lain menyebutkan “Tohu”. Yang manakah namanya yang benar Tohu kah atau Toi ?

B: Ya, namanya memang berselisih. Akan tetapi hanya selisih tentang nama saja. Jadi hanya perselisihan yang kecil saja.

A: Kalau kesalahan dari manusia biasa , tentu kita tidak keberatan , akan tetapi ini adalah kesalahan “Wahyu” atau Ilham “.

B: Betul juga pendapat Bapak. Ini adalah kesalahan wahyu atau Ilham . Mustahil wahyu dan Ilham dari Tuhan terdapat kesalahan walaupun kesalahan yang sedikit dan sekecil-kecilnya.

A: Bukan itu saja . Silahkan Saudara periksa lagi kitab “Semui” pasal 8 ayat 9 dan 10.

B: Di sini menyebutkan : “ Bermula , maka setelah kedengaran kabar kepada Toi raja Hamat , mengatakan sudah mengalahkan segenap balatentara Hadar Ezar di suruhkan Toi akan Yaram anaknya menghadap Raja Daud……..”

A: Cukup di baca sampai di situ dulu , Di ayat itu ada tersebut seorang bernama “Yaram”; siapakah Yaram menurut ayat tersebut ?

B: Menurut ayat tersebut “Yaram” itu anaknya Toi raja Hamat.

A: Betul , sekarang lanjutkan periksa di kitab “ Tawarich yang pertama pasal 18 ayat 9 dan 10.

B: Di sini ada menyebutkan : “Hatta, apabila kedengaranlah kabar kepada Tohu.raja Hamat , mengatakan Daut sudah mengalahkan segenap balatentara Hadar Ezer raja Zoba itu”. Disuruhnyalah Hadoram, puteranya , pergi menghadap baginda Raja Daud…….”.

A: Cukup di baca sampai di situ . Di ayat itu ada di sebutkan seseorang yang bernama Hadoram”. Siapakah Hadoram itu menurut susunan ayat tersebut ?

B: Menurut susunan ayat tersebu orangt yang bernama Hadoram itu adalah anak Tohu raja Hamat.

A: Buktikan, di satu ayat menyebutkan bahwa Yoram itu anaknya Toi. Sedangkan di ayat lain menyebutkan anaknya Toi itu bukan Yoram melainkan Hadoram.

B: Saya tidak tahu.

A: Saya bertanya bukan tentang tahu atau tidaknya, melainkan tentang kebenarannya di dua ayat itu.

B: Saya tidak tahu yang mana yang benar !

A: Bukan Saudara saja yang tidak mengetahui kebenarannya, malah yang menulis ayat inipun tidak bisa menunjukkan yang tepat tentang kebenarannya nama anaknya Toi itu : padahal yang dinamakan kitab suci pasti benar isinya, bersih dari segala macam kesalahan, sampai kepada kesalahan yang sekecil-kecilnya, sesuai dengan pengakuan Saudara tadi !

B: Mestinya begitu.

A: Tetapi kenyataannya tidak begitu. Buktinya silahkan Saudara periksa lagi di kitab “Samuel ke dua” pasal 1 ayat 8.

B: Baik, di pasal dan ayat ini menyebutkan : “Maka dari dalam “Betach dan dari dalam “Berotai” dua buah negeri Hadar Ezar diambil Raja Daud akan banyak tembaga”

A: Bagaimanakah maksud ayat ini menurut tafsiran Saudara ?

B: Maksudnya ialah Raja Daud mengambil banyak tembaga dari dua tempat bernama “Betach” dan “Berotai”.

A: Silahkan periksa di kitab “Tawarich yang pertama” pasal 18 ayat 8 !

B: Baik, di sini ada menyebutkan : “Maka dari dalam Tibach dan ari dalam Chun, negeri Hadar Ezar itu di ambil Daud banyak tembaga”.

A: Buktikan disatu ayat menyebutkan dua tempat yang di ambil tembaganya oleh Daud ialah “Betach” dan “Berotai”, sedang di ayat lain menyebutkan dua tempat itu ialah “Tibach” dan “Chun”.

Di dua ayat itu tempat manakah sebenarnya di ambil tembaganya oleh Daud. Kalau betul kitab Injil itu suci mestinya suci dari pada kesalahan dan perselisihan atau berlawanan tentang ayat-ayatnya.

B: Betul, dua ayat ini memang tidak cocok, yang satu dengan yang lain bertentangan.

A: Apakah Saudara sudah tidak memerlukan lagi ayat-ayat yang berlawanan dengan Bijbel ?

B: Saya merasa beruntung kalau Bapak masih bersedia menunjukkan. Maaf demi untuk meningkatkan kesadaran saya.

A: Baiklah saya ikuti kehendak Saudara. Silahka periksa lagi di kitab “Raja-Raja kedua” pasal 8 ayat 26.

B: Baik, di pasal dan ayat ini menyebutkan : “Adapun umur raja Ahazia pada masa ia naik raja itu dua likue tahun, maka kerajaan ia di Yeruzalem setahun lamanya, adapun nama bunda baginda itu Atalia anak Omri raja orang Israil”.

A: Menurut susunan ayat ini, berapakah umur raja Ahazia pada waktu ia menjadi raja ?

B: Berdasarkan ayat ini di waktu umur 22 tahun.

A: Silahkan Saudara periksa lagi di kitab “Tawarich ke dua” pasal 22 ayat 2.

B: Dipasal an ayat ini menyebutkan : “Adapun umur Ahazia pada masa ia naik menjadi raja itu empat puluh dua tahun dan kerajaanlah ia di Yeruzalem setahun lamanya, maka nama bunda baginda itu Atalia anak Omri”.

DIALOG MASALAH KETUHANAN YESUS ( 20/28 )

A: Nah, Saudara membuktikan sendiri perselisihan di dua ayat ini.
Disatu ayat menyebutkan :”kesaksianku benar” sedangkan di ayat lain menyebutkan “kesaksianku tidak benar”.

Dua ayat yang berselisih itu, tersebut di kitab suci. Dan yang berbicara adalah seorang. Manakah yang benar antara dua ayat ini. Wajarka di dalam Kitab Suci mengandung ayat-ayat yang berlawanan antara yang satu dengan yang lain.

B: Ya, saya akui memang tidak cocok.

A: Bukan saja tidak cocok tetapi adalah satu selisih yang mencolok.

B: Tetapi mungkin salah satu di antara dua ayat itu salah cetak.

A: Sekiranya salah cetak, tentunya ada ralat, tetapi di kitab ini tidak di sebutkan apa-apa.

B: Bijbel ini berbahasa Indonesia. Permisi sebentar, saya akan memeriksa Bijbel yang berbahasa Inggeris !

A: Itu lebih baik, sayakah yang akan memeriksa ataukah Saudara ?

B: Oleh karena Bapak banyak hafal ayat-ayat Bijbel maka saya serahkan agar Bapak saja memeriksanya, supaya lebih cepat.

A: Baiklah, harap Saudara memperhatikan , juga saudara-saudara yang hadir; kitab yang saya pegang ini adalah Bijbel berbahasa Inggeris ialah “The Holy Bijbel”, Containing The Old and New Testaments ( American Bijbel Society ).
Saya serahkan kitab ini kepada Saudara Antonius dan saya akan menunjukkan pasal dan ayatnya, untuk di teliti bersama.

B: Baik, saya terima kitab Bijbel yang berbahasa Inggeris.

A: Silahkan Saudara periksa di “Yahya” pasal 8 ayat 14 pada halaman 104.

B: Baik, di halaman 104 kitab “Yahya” pasal 8 ayat 14 disini ada menyebutkan :

“THOUGH I BEAR RECORD OF MY SELF, YET MY RECORD IS TRUE”

A: Kalau susunan ayat ini kita salin ke dalan bahasa Indonesia , adalah demikian: “Jikalau Aku menyaksikan dari hal Diriku sendiripun , benar juga kesaksianku itu”. Betulkah begitu artinya?”

B: Ya, betul begitu.

A: Jadi sama artinya dengan Injil yang berbahasa Indonesia di “Yahya” pasal 1 ayat14. Harap Saudara cocokkan dulu.

B: Betul,artinya sama kuatnya

A: Sekarang silahkan periksa di yahya pasal 15 ayat 31.

B: Di sini menyebutkan : “IF I BEAR WITNESS OF MY SELF, MY WITNESS IS NOT TRUE “

A: Ayat ini kalau kita salin ke dalam bahasa Indonesia adalah demikian : “Jikalau aku menyaksikan dari hal Diriku, maka kesakianku itu tiada benar” Betulkah begitu ?

B: Ya, benar.

A: Silahkan Saudara periksa lebih teliti lagi di kitab Bijbel yang berbahasa inggeris ini. Di satu ayat menyebutkan “is true” ( adalah benar ) sedangkan di ayat lain menyebutkan “is not true” ( adalah tiada benar ).

B: Ya, memang berbeda.

A: Kalau begitu, di Injil berbahasa Indonesia maupun berbahasa Inggeris tidak ada perbedaan arti dan maksudnya.

B: Betul demikan.

A: Jadi tidak salah cetak, yang salah ialah yang mengisi kitab suci itu. Kalau betul kitab suci ( Injil ) itu wahyu dari Tuhan, mustahil ayat-ayat nya akan berselisih antara yang satu dengan yang lain. Jadi kitab itu telah dicampuri oleh tangan manusia.

B: Menurut pendapat saya, dua ayat itu bukan berlawanan, mungkin ayat yang satu di cabut, lalu kemudian di ganti dengan ayat yang lain. Jelasnya ayat yang satu di hapus di ganti dengan ayat yang lain ( yang baru ). Setahu saya dalam ayat-ayat Al- Qur’an terdapat apa yang di sebut “Nasich dan Mansuch” ialah satu ayat terhapus hukumnya, lalu di ganti dengan ayat yang lain ( hukum yang baru ).

A: Di dalam Al Qur’an terdapat “Nasich dan Mansuch” ada disebutkan ayatnya tetapi di kitab Injil sama sekali tidak disebutkan.

B: Dimanakah di dalam Al Qur’an yang menyebutkan ayat tentang Nasich dan Mansuch itu ?

A: Sebetulnya sayalah yang harus bertanya kepada Saudara, oleh karena dari Saudaralah timbulnya ucapan Nasich – Mansuch itu !
Akan tetapi sekalipun demikian saya tunjukkan, ialah di surat Al Baqarah ayat 106. Susunan ayat itu ada ulama yang menafsirkan tentang adanya Nasich – Mansuch. Sebagian lagi ada menafsirkan bahwa susunan ayat tersebut tidak menunjukkan Nasich – Mansuch. Kalau Saudara memerlukan, akan saya terangkan tafsirnya ayat tersebut.

B: Hal itu baiklah kita tangguhkan dulu. Tetapi sehubungan dengan dua ayat Bijbel yang tadi, saya berpendapat bukan berlawanan, melainkan satu ayat digantikan dengan ayat lain, sehingga nampaknya ada berlawanan. Bolehkah saya berikan misal ?

A: Silahkan, Saudara berhak penuh berbicara dengan saya dalam pertemuan kita ini.

B: Saya sebutkan misal : Dikeluarkan suatu peraturan, setiap pengendara sepeda di waktu malam diharuskan memakai lampu. Kemudian datang lagi peraturan tidak boleh pakai lampu, karena ada peperangan misalnya. Disini ada dua peraturan, yang pertama :”diharuskan pakai lampu” sedangkan yang ke dua “dilarang”. Dua perintah itu, yang terpakai adalah yang kemudian, demikian juga dua ayat di Bijbel tadi tidak berlawanan, melainkan salah satu diantaranya sudah tidak berlaku lagi (dicabut). Ini menurut pendapat saya.

A: Baiklah , tetapi tentunya Saudara mengerti, apabila suatu peraturan yang di ganti, mestinya harus diikuti penjelasan, bahwa artikel nomor sekian, ayat sekian, tahun sekian, dicabut, di ganti dengan artikel nomor sekian dan selanjutnya. Akan tetapi dua ayat Bijbel itu, tidak ada disebutkan ayat yang satu di ganti, dengan lain kata : dua ayat tetap berlawanan antara yang satu dengan yang lain. Tidak ada penjelasan bahwa salah satu telah di cabut atau di ganti.

PERTEMUAN YANG KE DELAPAN
PERSELISIHAN AYAT-AYAT DALAM BIJBEL

A: Pada pertemuan kemarin malam saya telah terangkan ayat yang berlawanan dalam Bijbel. Pada pertemuan sekarang apakah masih ada pertanyaan-pertanyaan Saudara yang akan disampaikan kepada saya.

B: Kalau masih ada ayat-ayat dalam Bijbel yang berlawanan antara satu ayat dengan yang lain, saya minta diterangkan untuk menambah keyakinan saya sampai dimanakah kesucian kitab Bijbel itu ada dicampuri oleh tangan manusia.

A: Kemarin malam Saudara mengakui sudah puas. Apakah tidak lebih baik , kita bicarakan saja pasal-pasal yang Saudara pandang terpenting.

B: Ya , tetapi keterangan Bapak mengenai ayat-ayat yang berlawanan di kitab Bijbel itu baru sedikit membuka hati saya. Karena itulah saya bawa lagi kitab Bijbel ini.

A: Baiklah , saya akan unjukkan , demi kepuasan Saudara.

B: Terima kasih . Harap Bapak sudi tunjukkan lagi bukti-bukti ayat-ayat yang berlawanan. Saya ingin mengetahui lebih banyak lagi.

A: Silahkan Saudara periksa di “ Yahya “ pasal 1 ayat 13.

B: Di pasal dan ayat ini menyebutkan: “ Maka Allah belum pernah di lihat oleh seorang juapun. tetapi Anak yang tunggal yang di atas pangkuan Bapak. Ialah yang sudah menyatakan Dia”.

A: Bagaimanakah menurut tafsiran Saudara susunan ayat ini ?

B: Ayat ini menunjukkan bahwa Tuhan tidak pernah dilihat oleh siapapun juga, melainkan hanya Yesus saja yang pernah melihatnya.

A: Kalau begitu silahkan Saudara periksa di kitab “ Kejadian “ pasal 18 ayat 1.

B: Disini menyebutkan : “ Hatta , maka kemudian dari pada itu kelihatanlah Tuhan kepada Ibrahim hampir dengan hutan pohon jati Mamre tatkala duduklah di pintu Chaimahnya ketika hari panas.

A: Nah, disini Saudara membuktikan sendiri perselisihan di dua ayat ini, menyebutkan Tuhan hanya di nyatakan oleh Yesus saja, tidak seorang juapun yang melihatnya . Sedang di ayat yang lain ada menyebutkan bahwa Ibrahim juga melihat Tuhan . Bukankah dua ayat ini berlawanan yang manakah yang benar di dua ayat ini.

DIALOG MASALAH KETUHANAN YESUS ( 19/28 )

A: Di Bijbel sendiri jelas, bahwa Yesus menyangkal malah menolak kepada orang yang menyerukan : “Tuhan, Tuhan” kepadanya, malah orang itu tidak dapat masuk ke dalam Kerajaan Sorga.
Apakah belum cukup bukti-bukti yang telah saya tunjukkan kepada Saudara ?

B: Sudah cukup. Terima kasih; tetapi kalau masih ada, saya minta, demi kepuasan saya.

A: Minta yang mana lagi yang saudara maksudkan ?

B: Yang menyebutkan di kitab Injil bahwa Yesus anak manusia “bukan anak Tuhan”.

A: Baik ; akan saya penuhi harapan Saudara! silahkan Saudara periksa di “Matius” pasal 16 ayat 17 !.

B: Di pasal dan ayat ini ada menyebutkan : “Karena anak manusia datang dengan kemuliaan Bapanya beserta dengan Malaikatnya: pada masa itu Ia akan membalas kepada tiap-tiap orang menurut perbuatannya”.

A: Di ayat ini ada menyebutkan “anak manusia”. Menurut tafsiran Saudara, siapakah yang dimaksudkan dengan anak manusia di ayat ini ?

B: Ya, tentu Yesus.

A: Jadi di kitab Injil sendiri ada menyebutkan bahwa Yesus itu adalah “anak manusia” bukan anak Tuhan. Betul atau tidak.

B: Ya, betul.

A: Nah, kalau betul, mengapa Saudara menyebutkan Yesus anak Tuhan ?

B: Yesus itu Tuhan, tetapi diserupakan dengan manusia.

A: Kalau Yesus itu Tuhan. Mengapa diperakkan oleh manusia ( Maryam ) ?
Yesus berupa manusia karena diperanakkan oleh manusia ( Maryam ). Terlalu janggal kalau manusia ( Maryam ) memperanakkan Tuhan. Bisakah ilmu pengetahuan lahir maupun ilmu pengetahuan bathin ( kerohanian ) menerima bahwa ada Tuhan yang diperanakkan oleh manusia ? Bisakah ilmu pengetahuan exact maupun yang abstract ( Exstract abstract wetenschap ) menerimanya ?

B: Ya, memang mustahil ada Tuhan yang diperanakkan oleh manusia.

A: Bukan itu saja, malah di kitab Injil Saudara, Yesus sendiri yang berkata bahwa ia bukan anak Tuhan, melainkan utusan Tuhan. Sebagaimana telah saya tunjukkan ayatnya pada pertemuan kita yang lalu.

B: Betul, telah Bapak sebutkan. Tetapi saya minta diulangi lagi ayatnya, oleh karena saya agak lupa susunannya.

A: Silahkan periksa di “Yahya” pasal 5 ayat 30.

B: Di pasal dan ayat ini menyebutkan : “Suatupun tiada Aku dapat berbuat menurut kehendak sendiri, melainkan Aku menjalankan hukum sebagai mana yang Aku dengar, dan hukuman itu adil adanya; karenanya bukannya Aku mencari kehendak Diriku, melainkan kehendak Dia yang menyuruhkan Aku”.

A: Ayat ini tegas sekali, jelas menunjukkan bahwa Yesus sendiri mengaku bahwa ia bukan Tuhan, melainkan pesuruh Tuhan. Di ayat ini Yesus memberi tahukan bahwa ia tidak berbuat menurut kehendaknya, melainkan menurut kehendak Tuhan yang mengutus dia. Kalau Yesus itu Tuhan , maka wajarkah Tuhan tidak dapat berbuat sekehendaknya, dan pantaskah ada Tuhan disuruh ( diutus ), menjadi utusan ?

B: Ya saya mengaku ; Yesus sendiri mengaku bukan anak Tuhan.

A: Demi kepuasan Saudara silahan periksa lagi di “Yahya” pasal 3 ayat 13.

B: Baik, di pasal dan ayat ini menyebutkan : “Seorangpun tidak naik ke sorga, kecuali Ia yang sudah turun dari surga, yaitu anak manusia”.

A: Berdasarkan ayat-ayat Bijbel yang saya tunjukkan dan saudara sendiri yang memeriksa dan membacanya itu maka sekali lagi saya bertanya : “anak manusiakah Yesus itu atau anak Tuhan ?”

B: Ya, berdasarkan ayat-ayattersebut saya berkata :”Yesus adalah naak manusia”.

A: Di ayat yang Saudara baca tadi, Matius pasal 16 ayat 27 selain menyebutkan bahwa Yesus itu sanak manusia , juga menyebutkan bahwa akan membalas tiap-tiap orang menurut perbuatannya. Betulkah begitu ? Silahkan periksa kembali !

B: Ya, betul di ayat itu ada menyebutkan.

A: Menurut susunan ayat tersebut, jelas : “menolak adanya dosa waris”, berdasarkan ayat tersebut “Setiap orang akan di balas menurut perbuatannya masing-masing”, jadi tidak ada penebus dosa.

B: Ya, tentang dosa waris telah selesai kita bicarakan dan memang saya telah mengakui “ tidak adanya dosa waris “.

A: Betul sudah kita bicarakan, saya hanya menambah saja untuk lebih menguatkan lagi keterangan yang lalu.

B: Sudah cuckup jelas keterangan Bapak.

A: Jelas bagaimana ?

B: Berdasarkan ayat-ayat di Injil sendiri bahwa Yesus itu bukan anak Tuhan melainkan anak manusia. Dan berdasarkan Kitab Injil menyebutkan bahwa Yesus sendiri mengakui ia bukan anak Tuhan, melainkan pesuruh ( utusan ) Tuhan.

A: Syukurlah kalau begitu. Jadi bagaiman kepercayaan Saudara sekarang terhadap “Trinitas” ( Tuhan Bapa, Ruhul Kudus dan Tuhan anak ) ?.

B: Dengan sendirinya kepercayaan saya terhadap Trinitas terhapus.

A: Alhamdulillah : Jadi Saudara mengakui bahwa Tuhan itu “TUNGGAL”.

B: Sebelum itu saya ingin menyampaian pertanyaan !

A: Baik, tetapi Saudara telah mengakui pada pertemuan yang lalu dan Saudara-saudara yang hadir juga telah ikut menyaksikan bahwa :

PERTAMA : Saudara telah membenarkan Kitab Suci Al Qur’an.
Beberapa ayat Al Qur’an yang Saudara kemukakan yang pada mulanya oleh Saudara dianggap berselisih antara satu ayat dengan ayat yang lain, setelah saya terangkan dan saya tafsirkan, lalu Saudara akui bahwa ayat-ayat tersebut pada hakekatnya tidak ada perselisihannya antara yang satu dengan yang lain. Bukankah begitu pengakuan Saudara ?

B: Ya, betul begitu.

A: KEDUA : Pada pertemuan yang lalu Saudara telah mengakui kebenaran Nabi Muhammad SAW selaku utusan Allah. Betulkah demikian ?

B: Ya, betul, saya telah mengakuinya !

A: KETIGA : Saudara telah membenarkan bahwa ayat-ayat di Kitab Injil ( Bijbel ) terdapat beberapa ayat yang berselisih antara yang satu dengan yang lainnya sebagaimana telah saya unjukkan ayat-ayatnya pada pertemuan yang lalu. Benarkah pengakuan saudara itu ?

B: Ya ,saya mengakui. Akan tetapi saya masih memerlukan bukti-bukti yang lain tentang ayat-ayat Injil yang ada perselisihannya antara yang satu dengan yang lain, demi kepuasan bagi saya. Walau sebenarnya keterangan Bapak saya pandang cukup memuaskan. Tetapi mungkin ada ayat-ayat yang yang lain untuk meresapnya ke perasaan saya.

A: Baiklah, saya penuhi pengharapan Saudara. Silahkan Saudara periksa kitab “Yahya” pasal 8 ayat 14.

B: Baik, di pasal dan ayat ini menyebutkan : “Jikalau Aku menyaksikan dari hal Diriku sendiripun, benar juga kesaksian itu”.

A: Silahkan periksa ladi di “Yahya” pasal 5 ayat 31.

B: Baik, di pasal dan ayat ini menyebutkan : “Jikalau Aku menyaksikan dari hal Diriku, maka kesaksianku itu tidak benar”.

DIALOG MASALAH KETUHANAN YESUS ( 18 )

A: Coba Saudara sebutkan nama-nama orang yang tidak pernah belajar ( buta huruf ), lalu mengaku jadi Nabi dan menerima wahyu dan berhasil membentuk suatu masyarakat dan negara yang mengagumkan para ahli sejarah dan mempunyai pengikut beratus juta manusia setiap masa dan zaman. Sebutkan nama orang yang Saudara maksudkan itu.

B: Ya, tidak ada.

A: Memang tidak ada. Baiklah saya tanyakan, kalau Saudara berpegang dengan keterangan Saudara bahwa nabi Muhammad itu bukan Nabi dan Rasul, karena ada juga orang yang buta huruf menjadi orang besar, maka kalau Yesus itu anak Tuhan, karena dapat menyembuhkan penyakit kusta, menghidupkan orang mati, di lahirkan tanpa ayah dan dipenuhi dengan Ruhul Kudus, maka selain Yesus terdapat juga orang lahir tanpa bapak, dapat menyembuhkan penyakit kusta, menghidupkan orang mati sebagai mana tersebut dalam Kitab Injil. Kisah perbuatan Rasul-Rasul pasal 6 ayat 5 dan pasal 5 ayat 32; Kitab raja-Raja kedua pasal 5 ayat 10, mengapa mereka itu tidak dianggap Tuhan juga, mengapa kepada Nabi Muhammad Saudara berkeberatan untuk mengakui beliau seorang Nabi dan rasul sedangkan kepada Yesus Saudara tidak berkeberatan mengakuinya sebagai Tuhan, padahal kewajiban-kewajiban yang dilakukan oleh Yesus, orang lain dapat melakukannya.

B: Baiklah kalau begitu.

A: Baik yang bagaimana yang Saudara maksudkan ?

B: Keterangan-keterangan Bapak adalah baik dan memuaskan saya dan saya minta di beri waktu untuk menentukan keputusan saya sampai besok malam atau malam pertemuan berikutnya.

A: Baiklah saya serahkan sepenuhnya atas pertimbangan Saudara, kami tidak berhak memaksa Saudara, atau mempengaruhi Saudara. Kita hanya bermusyawarah dan bersoal jawab tentang hasilnya terserah atas pertimbangan masing-masing.

B : Baiklah kita lanjutkan besok malam.

MALAM KETUJUH
MENGAKUI NABI MUHAMMAD S.A.W.
UTUSAN ALLAH

A : Sesudah saya terangkan pada Saudara tentang ayat-ayat Al Qur’an yang menerangkan tentang proses asal kejadian manusia yang Saudara tanyakan ayat-ayatnya kemarin malam itu, apakah terdapat pertentangan ? Apakah Nabi Muhammad ada kekeliruan menyampaikannya sebagaimana Saudara sangka semula ?

B : Tidak ada, Bapak telah menerangkan dari segi ilmiah yang seharusnya secara jujur saya mempercayainya.

A : Jadi Nabi Muhammad benar, tidak kelirukah menyampaikannya ?

B : Tidak keliru ; malah benar.

A : Jadi Saudara mengakui bahwa Nabi Muhammad benar sebagai Rasul Allah.

B : Saya mengakui, karena beliau benar.

A : Terima kasih. Saudara-saudara yang hadir menyaksikan sendiri pengakuan Saudara Antonius sendiri atas ke- Rasulannya Nabi Muhammad S.A.W., tanpa paksaan, melainkan dengan kesadarannya sendiri setelah berlangsung dengan diskusi. Betulkah Saudara mengakui kerasulannya Nabi Muhammad dan mengakui Nabi Muhammad itu utusan Allah ?.

B : Betul, dengan saksi Tuhan saya mengakuinya.

A : Alhamdulillah, Saudara Antonius sudah 50 % Islam, saya katakan 50 % Islam oleh karena hanya mengerti dan mempercayai atas ke-Rasul-an Nabi Muhammad, jadi masih tinggal 50 % lagi, oleh karena saudara belum meyakinkan atas ke esaan Tuhan Yang Maha Tunggal.

B : Ya betul begitu, keyakinan saya terhadap trinitas ( Tuhan Bapa, Tuhan Anak dan Rasul Kudus ) masih belum lenyap sama sekali, walaupun Bapak telah telah menerangkan Kitab Bijbel yang tak dapat saya membantahnya. Akan tetapi dengan keterangan-keterangan Bapak itu saya mulai ragu-ragu terhadap Trinitas itu. Sungguhpun begitu, apakah Bapak masih bersedia lagi, memberikan keterangan-keterangan ( alasan-alasan ) dalam kitab Bijbel yang menyebutkan bahwa Yesus itu bukan Tuhan.

A : Sebetulnya pada pertemuan kita pada pertemuan kita yang pertama telah saya sebutkan berdasarkan kitab Injil sendiri bahwa Yesus bukan Tuhan seperti telah Saudara periksa sendiri di dalam Matius pasal 1 ayat 16 ; Markus pasal 13 ayat 4 ; Markus pasal 12 ayat 29. Kesemuannya itu telah kita baca. Tetapi demi untuk memenuhi pengharapan Saudara agar lebih meyakinkan, saya lanjutkan lagi. Silahkan baca Lukas pasal 4 ayat 1 san 2.

B : Baik, Disini disebutkan : “Maka Yesuspun, penuhlah dengan Rohul Kudus, baik dari Yarden, lalu Roh itu membawa Dia kepadang belantara. Empat puluh hari lamanya dicobai oleh iblis. Selama itu suatu apapun tiada dimakannya. Setelah genap hari itu ia merasa lapar.

A : I. Di ayat ini menyebutkan bahwa Rohul Kudus membawa Yesus ke padang belantara. Kalau Yesus itu Tuhan, mustahil akan dapat dibawa oleh siapapun juga.

II. Diayat ini menyebutkan juga bahwa Yesus dicobai oleh Iblis. Pantaskan Tuhan dicobai oleh Iblis atau wajarkah Iblis berani mencobai Tuhan.

III. Di ayat inipun ada menyebutkan bahwa Yesus merasa lapar. Wajarkah Tuhan itu lapar ?. Kalau begitu sifat Yesus sama saja dengan sifat manusia biasa, bisa di bawa, bisa dicobai Iblis dan merasa lapar.

A: Periksa lagi “Matius” pasal 4 ayat 5.

B: Di situ menyebutkan : “Kemudian daripada itu Iblispun membawa Yesus ke negeri suci, lalu di taruhnya Dia di atas bumbung bait Allah”.

A: Di ayat ini ada menyebutkan bahwa Yesus di bawa oleh Iblis. Pantaskah Tuhan di bawa oleh Iblis Wajarkah Tuhan tunduk kepada kemauan Iblis sehingga dapat di bawa kamana-mana, ke suatu tempat. Pantaskah Iblis begitu berani kepada Tuhan.

A: Periksa lagi “Matius” pasal 27 ayat 1 dan 2.

B: Baikdi situ menyebutkan : “Setelah hari siang, maka segala kepala Imam dan orang-orang tua kaumpun berundinglah atas hal Yesus, supaya dibunuhkan Dia. “Maka diikatknya dia serta di bawa pergi, kemudian diserahkannya kepada Pilatius, yaitu wakil Pemerintah”.

A: Di ayat ini menyebutkann bahwa Yesus di ikat, pantaskah Tuhan dapat di ikat oleh manusia.Kalau begitu di manakah kekuatan Tuhan, sehingga dengan rela menyerahkan dirinya kepada manusia ? Periksa lagi “Lukas” pasal 2 ayat 21.

B: Baik, di situ menyebutkan : “Apabila genap delapan hari, ia bersunat, lalu di sebut namanya Yesus………”

A: Wajarkah Tuhan itu di sunat ?.Perlu apakah Tuhan itu di sunat ?

B: Apakah ada keterangan yanag lebih tegas bahwa Yesus itu benar-benar anak manusia bukan anak Tuhan ?

A: Silahkan buka “Matius” pasal 26 ayat 2.

B: Baik, di situ menyebutkan bahwa : “Anak manuasia akan diserahkan supaya disalibkan”.

A: Yang dimaksud anak manusia di situ Yesus. Jadi jelas bahwa Yesus itu bukan anak Tuhan, melainkan anak manusia. Silahkan periksa “Matius” pasal 5 ayat 45.

B: Baik. Disitu menyebutkan bahwa : Supaya kamu menjadi anak Bapamu ………. Dan seterusnya.

A: Disini menyebutkan bahwa orang-orang yang taat kepada Tuhan, menurut Yesus akan menjadi Anak Tuhan. Jadi bukan Yesus saja anak Tuhan. Jadi bukan saya yang mengatakan bahwa Yesus itu bukan anak Tuhan Yang Tunggal, melainkan di kitab Bijbelnya penganut Kristen sendiri menyatakan bahwa anak Tuhan itu bukan Yesus saja, melainkan anak-anak Tuhan itu akan betambah lagi jumlahnya, berdasarkan kitab Bijbel sendiri di “Matius” pasal 5 ayat 45 yang kita baca tadi ialah : “supaya kamu menjadi anak-anak Bapamu …..” Silahkan buka “Matius”., pasal 7 ayat 21.

B: Di situ menyebutkan : “Bukannya tiap-tiap orang yang menyeru Aku Tuhan, Tuhan akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga, hanyalah orang-orang yang melakukan kehendak Bapaku yang di Sorga”.

Jadwal sholat