Minggu, Maret 08, 2009

Dialog Rasulullah dengan Iblis ( 4 )



Rasulullah : " Wahai terlaknat, siapa teman dudukmu ?".
Iblis
: " Pemakan riba".

Rasulullah :
" Siapa teman kepercayaanmu [shadiq] ?".
Iblis
: " Pe-zina".

Rasulullah :
" Siapa teman tidurmu ?".
Iblis
: " Orang yang mabuk".

Rasulullah :
" Siapa tamumu ?".
Iblis
: " Pencuri".

Rasulullah :
" Siapa utusanmu ?".
Iblis
: :"Tukang Sihir".

Rasulullah : " Apa kesukaanmu ?".
Iblis
: " Orang yang bersumpah cerai".

Rasulullah :
"Siapa kekasihmu ?".
Iblis
: "Orang yang meninggalkan shalat Jum'at".

Rasulullah :
"Wahai terlaknat, siapa yang memotong punggungmu ?".
Iblis : "Ringkikan kuda untuk berperang di jalan Allah".

Rasulullah : "Siapa yang mukhlis itu menurutmu ?".
Iblis
: " Apakah engkau tidak tahu, wahai Muhammad. Barangsiapa cinta dirham dan dinar, dia tidak termasuk orang ikhlas untuk Allah. Jika aku melihat orang tidak suka dirham dan dinar, tidak suka puji dan pujaan, aku tahu bahwa dia itu ikhlas karena Allah, maka aku tinggalkan ia. Sesungguhnya hamba yang mencintai harta, pujian dan hatinya tergantung pada nafsu [syahwat] dunia, dia lebih rakus dari orang yang saya jelaskan kepadamu. Tak tahukah engkau, bahwa cinta harta termasuk salah satu dosa besar.

Wahai Muhammad, tak tahukan engkau bahwa cinta kedudukan [riyasah] termasuk dosa besar. Dan bahwa sombong, juga termasuk dosa besar.
Wahai Muhammad, tidak tahukan engkau, bahwa aku punya tujuh puluh ribu anak. Setiap anak dari mereka, punya tujuh puluh ribu syaithan. Diantara mereka telah aku tugaskan untuk menggoda golongan ulama, dan sebagian lagi menggoda anak muda, sebagian lagi menggoda orang-orang tua, dan sebagian lagi menggoda orang-orang lemah.

Adapun anak-anak muda, tidak ada perbedaan di antara kami dan mereka, sementara anak-anak kecilnya, mereka bermain apa saja yang mereka kehendaki bersamanya. Sebagian lagi telah aku tugaskan untuk menggoda orang-orang yang rajin beribadah, sebagian lagi untuk kaum yang menjauhi dunia [zuhud].

Setan masuk ke dalam dan keluar dari diri mereka, dari suatu keadaan ke keadaan yang lain, dari satu pintu ke pintu yang lain, sampai mereka mempengaruhi manusia dengan satu sebab dari sebab-sebab yang banyak. Lalu syaithan mengambil keikhlasan dari mereka. Menjadikan mereka menyembah Allah tanpa rasa ikhlas, tetapi mereka tidak merasa.

Apakah engkau tidak tahu, tentang Barshisha, sang pendeta yang beribadah secara ikhlas selama tujuh puluh tahun, hingga setiap orang yang sakit menjadi sehat berkat da'wahnya. Aku tidak meninggalkannya sampai dia dia berzina, membunuh, dan kafir [ingkar].

Dialah yang disebut oleh Allah dalam Qur'an dengan firmannya [dalam Surah Al Hasyr] :" (Bujukan orang-orang munafik itu adalah) seperti (bujukan) syaitan ketika mereka berkata pada manusia:"Kafirlah kamu", maka tatkala manusia itu telah kafir ia berkata:"Sesungguhnya aku berlepas diri dari kamu karena sesungguhnya aku takut kepada Allah, Rabb semesta alam". (QS. 59:16).

Dialog Rasulullah dengan Iblis ( 3 )


Rasulullah : " Jika mereka berzakat ?".
Iblis
: " Seakan-akan orang yang berzakat itu mengambil gergaji / kapak dan memotongku menjadi dua".

Rasulullah : " Mengapa begitu, wahai Abu Murrah ?".
Iblis
: " Sesungguhnya ada empat manfaat dalam zakat itu. Pertama, Tuhan menurunkan berkah atas hartanya. Kedua, menjadikan orang yang bezakat disenangi makhluq-Nya yang lain. Ketiga, menjadikan zakatnya sebagai penghalang antara dirinya dengan api neraka. Ke-empat, d engan zakat, Tuhan mencegah bencana dan malapetaka agar tidak menimpanya".

Rasulullah : "Apa pendapatmu tentang Abu Bakar?".
Iblis
: " Wahai Muhammad, pada zaman jahiliyah, dia tidak taat kepadaku, bagaimana mungkin dia akan mentaatiku pada masa Islam".

Rasulullah : " Apa pendapatmu tentang Umar ?".
blis
: " Demi Tuhan, tiada aku ketemu dengannya kecuali aku lari darinya".

Rasulullah :
"Apa pendapatmu tentang Utsman ?".
Iblis
: " Aku malu dengan orang yang para malaikat saja malu kepadanya".

Rasulullah : "Apa pendapatmu tentang Ali bin Abi Thalib ?".
Iblis
: " Andai saja aku dapat selamat darinya dan tidak pernah bertemu dengannya [menukar darinya kepala dengan kepala], dan kemudian ia meninggalkanku dan aku meninggalkannya, tetapi dia sama sekali tidak pernah melakukan hal itu".

Rasulullah :
" Segala puji hanya bagi Allah yang telah membahagiakan umatku dan menyengsarakanmu sampai hari kiamat".
Iblis
: " Hay-hata hay-hata [tidak mungkin- tidak mungkin]. Mana bisa umatmu bahagia sementara aku hidup dan tidak mati sampai hari kiamat. Bagaimana kamu senang dengan umatmu sementara aku masuk ke dalam diri mereka melalui aliran darah, daging, sedangkan mereka tidak melihatku. Demi Tuhan yang menciptakanku dan membuatku menunggu sampai hari mereka dibangkitkan. Akan aku sesatkan mereka semua, baik yang bodoh maupun yang pandai, yang buta-huruf dan yang melek-huruf. Yang kafir dan yang suka beribadah, kecuali hamba yang mukhlis [ikhlas]".

Dialog Rasulullah dengan Iblis ( 2 )


Rasulullah : " Jika kamu jujur, beritahukanlah kepada-ku, siapakah orang yang paling kamu benci ?".
Iblis : " Engkau, wahai Muhammad, engkau adalah makhluq Allah yang paling aku benci, dan kemudian orang-orang yang mengikuti agamamu".

Rasulullah : " Siapa lagi yang kamu benci?".
Iblis :
" Anak muda yang taqwa, yang menyerahkan jiwanya kepada Allah SWT".

Rasulullah
: " Lalu siapa lagi ?".
Iblis
: " Orang Alim dan Wara [menjaga diri dari syubhat] yang saya tahu, lagi penyabar".

Rasulullah : " Lalu, siapa lagi ?".
Iblis
: " Orang yang terus menerus menjaga diri dalam keadaan suci dari kotoran".

Rasulullah : " Lalu, siapa lagi ?".
Iblis : " Orang miskin [fakir] yang sabar, yang tidak menceritakan kefakirannya kepada orang lain dan tidak mengadukan keluh-kesahnya ".

Rasulullah
: " Bagaimana kamu tahu bahwa ia itu penyabar ?".
Iblis
: " Wahai Muhammad, jika ia mengadukan keluh kesahnya kepada makhl uq sesamanya selama tiga hari, Tuhan tidak memasukkan dirinya ke dalam golongan orang-orang yang sabar ".

Rasulullah :
" Lalu, siapa lagi ?".
Iblis
: " Orang kaya yang bersyukur ".

Rasulullah
: " Bagaimana kamu tahu bahwa ia bersyukur ?".
Iblis
: " Jika aku melihatnya mengambil dari dan meletakkannya pada tempat yang halal".

Rasulullah
: "Bagaimana keadaanmu jika umatku mengerjakan shalat ?".
Iblis
: "Aku merasa panas dan gemetar".

Rasulullah : "Kenapa, wahai terlaknat?".
Iblis
: " Sesungguhnya, jika seorang hamba bersujud kepada Allah sekali sujud saja, maka Allah mengangkat derajatnya satu tingkat"

Rasulullah : "Jika mereka shaum ?".
Iblis :
" Saya terbelenggu sampai mereka berbuka puasa".

Rasulullah :
" Jika mereka menunaikan haji ?".
Iblis
: " Saya menjadi gila".

Rasulullah
: "Jika mereka membaca Al Qur'an ?'.
Iblis : " Aku meleleh seperti timah meleleh di atas api".

Dialog Rasulullah dengan Iblis ( 1 )


Diriwayatkan oleh Muadz bin Jabal r.a. dari Ibn Abbas r.a., ia berkata : " Kami bersama Rasululah SAW berada di rumah seorang sahabat dari golongan Anshar dalam sebuah jamaah. Tiba-tiba, ada yang memanggil dari luar : " Wahai para penghuni rumah, apakah kalian mengizinkanku masuk, karena kalian membutuhkanku ".

Rasulullah bertanya kepada para sahabat :" Apakah kalian tahu siapa yang menyeru itu ?". Para sahabat menjawab , " Tentu Allah dan Rasul-Nya lebih mengetahui ". Rasulullah berkata : " Dia adalah Iblis yang terkutuk - semoga Allah senantiasa melaknatnya".

Umar bin Khattab r.a. berkata :" Ya, Rasulullah, apakah engkau mengijinkanku untuk membunuhnya?".
Rasulullah berkata pelan :" Bersabarlah wahai Umar, apakah engkau tidak tahu bahwa dia termasuk mereka yang tertunda kematiannya sampai waktu yang ditentukan [hari kiyamat]?.
Sekarang silakan bukakan pintu untuknya, karena ia sedang diperintahkan Allah SWT. Fahamilah apa yang dia ucapkan dan dengarkan apa yang akan dia sampaikan kepada kalian ! ".

Ibnu Abbas berkata : " Maka dibukalah pintu, kemudian Iblis masuk ke tengah-tengah kami. Ternyata dia adalah seorang yang sudah tua bangka dan buta sebelah mata. Dagunya berjanggut sebanyak tujuh helai rambut yang panjangnya seperti rambut kuda, kedua kelopak matanya [masyquqatani] memanjang [terbelah ke-atas, tidak kesamping], kepalanya seperti kepala gajah yang sangat besar, gigi taringnya memanjang keluar seperti taring babi, kedua bibirnya seperti bibir macan / kerbau [tsur].


Iblis : " Assalamu 'alaika ya Muhammad, assalamu 'alaikum ya jamaa'atal-muslimin [salam un tuk kalian semua wahai golongan muslimin]".

Rasulullah : " Assamu lillah ya la'iin [Keselamatan hanya milik Allah SWT, wahai makhluq yang terlaknat. Aku telah mengetahui, engkau punya keperluan kepada kami. Apa keperluanmu wahai Iblis".
Iblis : " Wahai Muhammad, aku datang bukan karena keinginanku sendiri, tetapi aku datang karena terpaksa [diperintah]."

Rasulullah : " Apa yang membuatmu terpaksa harus datang kesini, wahai terlaknat?".
Iblis : " Aku didatangi oleh seorang malaikat utusan Tuhan Yang Maha Agung, ia berkata kepada-ku 'Sesungguhnya Allah SWT menyuruhmu untuk datang kepada Muhammad SAW dalam keadaan hina dan bersahaja. Engkau harus memberitahu kepadanya bagaimana tipu muslihat, godaanmu dan rekayasamu terhadap Bani Adam, bagaimana engkau membujuk dan merayu mereka. Engkau harus menjawab dengan jujur apa saja yang ditanyakan kepa-damu'. Allah SWT berfirman," Demi kemulia-an dan keagungan-Ku, jika engkau berbohong sekali saja dan tidak berkata benar, niscaya Aku jadikan kamu debu yang dihempas oleh angin dan Aku puaskan musuhmu karena bencana yang menimpamu".

Wahai Muhammad, sekarang aku datang kepadamu sebagaimana aku diperintah. Tanyakanlah kepadaku apa yang kau inginkan. Jika aku tidak memuaskanmu tentang apa yang kamu tanyakan kepadaku, niscaya musuhku akan puas atas musibah yang terjadi padaku. Tiada beban yang lebih berat bagiku daripada leganya musuh-musuhku yang menimpa diriku".

Jadwal sholat